Anda di halaman 1dari 13

Tumbang pasangan baru

menikah
Diusman laia
12171011
Defenisi
Keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling
berhubungan melalui pertalian darah, adopsi atau
perkawinan (WHO, dikutip oleh Setiadi 2008).
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang
terdiri ataskepala keluarga dan beberapa orang yang
berkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah suatu
atap dalam keadaan saling ketergantungan (Depkes
RI, 1988 dikutip oleh Setiadi 2008).
Ciri-ciri Keluarga
Diikat tali perkawinan

Ada hubungan darah

Ada ikatan batin

Kerjasama diantara anggota keluarga

Interaksi, dan tinggal dalam suatu rumah


Fungsi Keluarga
Fungsi afektif
Fungsi sosialisasi
Fungsi Reproduksi
Fungsi ekonomi
Fungsi perawatan kesehatan
Tipe dan Bentuk Keluarga
Keluarga inti. Adalah keluarga yang terdiri atas ayah,
ibu, dan anak-anak.
Keluarga besar. Adalah keluarga inti ditambah sanak
saudara, misalnya kakek, nenek, keponakan, saudara,
sepupu, paman, bibi, dan sebagainya.
 Keluarga berantai. Adalah keluarga yang terdiri dari
wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan
merupakan keluarga inti.
Lanjut
Keluarga duda-janda.(singel family). Adalah keluarga
yang terjadi krena perceraian atau kematian.
Keluarga berkomposisi ( composite). Adalah keluarga
yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara
bersama.
Keluarga kabitas ( cahabitation ). Adalah dua orang
menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk
suatu keluarga .
Masalah yang biasa dilakukan oleh pasangan baru
menikah
Penyakit, Pada keluarga baru menikah penyakit yang mungkin
timbul adalah penyakit menular seksual
Percekcokan dalam rumah tangga pada keluarga baru menikah
butuh waktu untuk penyesuaian diri, dan sering menimbulkan
percekcokan atau perbedaan pendapat
Gangguan penyesuaian dengan anggota keluarga pasangan
Ketidakmampuan keluarga memenuhi kebutuhan seks pada
keluarga yang baru dibina
Selalu ingin tampil cantik didepan pasangan
Gangguan penyesuaian keuangan
Tahap Perkembangan Keluarga
Tahap 1 sebuah keluarga • Membina hubungan intim
dimulai pada saat danmemuaskan.
seorang laki-laki dan • membina hubungan dengan keluarga
seorang perempuan lain, teman dan kelompok sosial.
membentuk keluarga • mendiskusikan rencana memiliki anak.
melalui proses
perkawinan.

• Persiapan menjadi orang tua


• Adaptasi dengan perubahan anggota
Tahap 2 kelahiran anak keluarga, peran, interaksi, hubungan
pertama berumur 30 sexual dan kegiatan.
bulan atau 2,5 tahun. • Mempertahankan hubungan yang
memuaskan dengan pasangan.
• Membantu sosialisasi anak dengan
tetangga, sekolah dan lingkungan. (6-13 tahun)
• Mempertahankan keintiman pasangan. dengan Anak Sekolah
• Memenuhi kebutuhan dan biaya tahap 4 Keluarga
kehidupan yang semakin meningkat,
termasuk kebutuhan untuk meningkatkan
kesehatan anggota keluarga
• Memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti berusia 5 tahun.
kebutuhan tempat tinggal, privasi dan rasa aman. dan berakhir saat anak
• Membantu anak untuk bersosialisasi Tahap berumur 2,5 tahun
• Mempertahankan hubungan yang sehat baik
anak pra sekolah
didalam keluarga maupun dengan masyarakat.
tahap 3 Keluarga dengan
• Pembagian waktu untuk individu, pasangan dan
anak.
• Pembagian tanggung jawab anggota keluarga
• Pengembangan terhadap remaja
(memberikan kebebasan yang
Tahap 5 Keluarga seimbang dan bertanggung jawab
• Memelihara komunikasi terbuka
dengan Anak Remaja • Memelihara hubungan intim dalam
(13-20 tahun) keluarga

• Memperluas kelurga inti menjadi keluarga


besar.
Tahap 6 Keluarga • Mempertahankan keintiman.
dengan Anak Dewasa • Membantu anak untuk mandiri sebagai
keluarga baru di masyarakat.
(anak 1 meninggalkan • Mempersiapkan anak untuk hidup
rumah) mandiri dan menerima kepergian anaknya.
• Berperan suami-istri kakek dan nenek.
• Mempertahankan kesehatan.
• Mempertahankan hubungan
Tahap 7 Keluarga yang memuaskan dengan teman
sebaya dan anak-anak.
Usia Pertengahan • Meningkatkan keakraban
pasangan.

• Mempertahankan suasana rumah yang


menyenangkan.
• Adaptasi dengan perubahan kehilangan
Tahap 8 pasangan, teman, kekuatan fisik dan
pendapatan.
Keluarga Usia • Mempertahankan keakraban suami/istri
Lanjut dan saling merawat.
• Mempertahankan hubungan dengan
anak dan sosial masyarakat.
• Melakukan life review.
Konsep Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
a) Data umum
b) Tahapan keluarga baru menikah
c) Data lingkungan
d) Struktur keluarga
e) Fungsi keluarga
f) Stress dan koping keluarga
Diagnosa Keperawatan
1. Resiko cedera berhubungan dengan kekerasan
dalam rumah tangga
2. Kerusakan interaksi social berhubungan dengan
ketidakmampuan bersosialisasi dengan lingkungan
disekitarnya
3. Perubahan penampilan peran berhubungan dengan
keluarga yang baru dibina
4. Potensial peningkatan menjadi orangtua