DEPUTI BIDANG KELEMBAGAAN KOPERASI DAN UKM KEMENTERIAN NEGARA KOPERASI DAN UKM TAHUN 2008

pemberian kredit khusus . Penyediaan Prasarana .tumbuh subur dlm pelayanan Pasar . DAN MAKSUD TUJUAN PENYUSUNAN UU UMKM 1 LATAR BELAKANG KEADAAN/MASALAH UMKM MAKSUD & TUJUAN 1.Meningkatkan stabilitas masyarakat 1.padat karya 85.kewirausahaan Kelemahan Internal : -Produksi dan pengolahan -Pemasaran -Rendahnya kualitas SDM -Rendahnya akses tehnologi -Rendahnya penguasaan tehnologi 1. Pelatihan .memenuhi tap MPR-RI No.membuka peluang kerja .menumbuhkan persaingan sehat .Fungsi sosial Fungsi ekonomi Stabilitas Ekonomi nasional . mencegah praktek pemberdayaan UMKM yang bersifat spekulatif nasional 2.pengadaan lokasi 4. Bidang ekonomi Dunia usaha . Maksud : a.Pengembangan permodalan .pengembangan pendanaan .pembanguan lingkungan industri kecil .penyediaan sarana & prasarana .Pengembangan kewirausahaan . memberikan kepastian berusaha UMKM c.Kesempatan berusahaa untuk UMKM Usaha Besar 2. XVI/MPR-RI/98 ttg politik ekonomi dalam rangka demokrasi ekonomi MENINGKATKAN KEKUATAN DAN MENGATASI KELEMAHAN USAHA MIKRO Kebijakan Pemerintah dalam Pemberdayaan UMKM . KEADAAN/MASALAH UMKM. Penyediaan pasar . Tujuan : a.Hibah & subsidi 2. meningkatkan masyarakat adil & makmur melalui pembangunan perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi b.4 jt .Pengembangan Produktifitas & Pemasaran hasil .peluang produktif .LATAR BELAKANG.pengembangan data & informasi usaha .± 49 jt org . Peningkatan SDM .pencadangan usaha .Mempercepat proses pemerataan . memberikan kepastian hukum b.Pengembangan usaha TITIK BERAT PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG UMKM DIPERLUKAN LANDASAN HUKUM YANG KUAT DALAM PEMBERDAYAAN UMKM Kelemahan Eksternal : Pembukaan Lapangan Kerja Kurangnya pemerintah terhadap pemihakan kepada UMKM : -Perijinan usaha .penyediaan komunikasi 3. Pemberian insentif .Ladang persemaian Wira usaha baru .peningkatan kualitas SDM .

. pemerataan pendapatan. Kebijakan publik yang transparan. Pertumbuhan dan kemampuan mengakses pasar ekspor Prinsip Pemberdayaan Tujuan Pemberdayaan .menjadi tangguh. Pemerintah. dan pengendalian secara terpadu a. b. penciptaan lapangan kerja. Penyelenggaran perencanaan. Kemiskinan. Penumbuhan kemandirian. Peningkatan daya saing. Perekonomian nasional yang seimbang. Gender.2 PEMBERDAYAAN UMKM Asas UMKM Kekeluargaan Asas yang diselenggarakan berdasar atas demokrasi Ekonomi dengan prinsip kebersamaan efisinesi berkeadilan. dan Kemandirian UMKM Asas yang berupaya menjaga keseimbangan kemajuan ekonomi wilayah dalam kesatuan ekonomi nasional Asas yang merupakan bagian dari pembangunan kesatuan ekonomi nasional. 2. c. . c. dan berdaya saing. kebersamaan dan kewirausahaan untuk berkarya dengan prakarsa sendiri b. dan berkeadilan. pertumbuhan ekonomi. dan pengentasan kemiskinan. Penanggulangan Pengangguran. pelaksanaan. Pemerintah Daerah 3. akuntabel & berkeadilan. Menumbuhkan dan mengembangkan UMKM yang tangguh dan mandiri. d. berwawasan lingkungan. Masyarakat Berkelanjutan Titik berat di bidang Ekonomi dan kualitas SDM Pemberdayaan UMKM Untuk menjadi tangguh Dan mandiri Penumbuhan Iklim Usaha yang mendukung UMKM Pengembangan dan Pembinaan UMKM Berwawasan lingkungan Kemandirian Keseimbangan Kemajuan Kesatuan ekonomi nasional Pendekatan Pemberdayaan Tujuan UMKM Usaha Mikro Usaha Kecil Usaha Menengah Bertujuan menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan a. Berbasis potensi daerah & berorientasi pasar sesuai kompetensi .Tumbuhnya kemandirian dan kemampuan berkiprah di pasar. dan kesatuan nasional untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia Asas yang diselenggarakan sebagai kesatuan dari pembangunan perekonomian nasional untuk mewujudkan kemakmuran rakyat Asas yang mendorong peran seluruh UMKM dan dunia usaha.Kesenjangan & Keadilan . berkembang. Demokrasi Ekonomi PEMBANGUNAN NASIONAL Masyarakat adil dan makmur Kebersamaan Efisiensi Berkeadilan Masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan Pemerintah sebagai legulator Saling bersinergi untuk Mencapai stabilitas nasional Dilakukan oleh : 1. Asas yang mengedepankan efisiensi berkeadilan dalam mewujudkan iklim usaha yang adil. kemandirian.berkelanjutan. keseimbangan kemajuan. kondusif. Asas yang secara terencana mengupayakan berjalannya proses pembangunan yang dilakukan secara berkesinambungan sehingga terbentuk perekonomian yang tangguh dan mandiri Asas yang dilakukan dengan tetap memperhatikan dan mengutamakan perlindungan dan Pemberdayaan lingkungan hidup Asas yang dilakukan dengan tetap menjaga dan mengedepankan potensi. e.Tumbuhnya Investasi. Dunia Usaha 4. kemampuan. Pembanguan daerah.

500.000. Perindustrian.000 s/d 10.000 s/d 500. Depkeu.000.000.000 > 300.000. dan Perdagangan USAHA MENENGAH > 500.000 Persepektif perkembangan ekonomi & bisnis di masa yang akan datang Nilai tukar $ US.000.500 / 1 $ US 2005 Rp 9.000.000.500.000. Jepang.000.000.000 s/d 50.3 KRITERIA UMKM Realita proses bisnis Input Kekayaan bersih Omzet usaha Faktor inflasi 1995 -2005 10 %atau 100% selama 10 thn Turn over (TO) ”5X output Faktor kurs $ US 1995 Rp 2.000 s/d 2. Putaran bisnis.000.000 ASSET USAHA KECIL > 50. dan Inflasi Rupiah ASSET OMSET Perubahan lebih lanjut diatur oleh Perpres .000 OMSET Kriteria yang berlaku pada berbagai peraturan BI.000 > 2.000 300.745 / 1 $ US Kurs terapresiasi 290 % atau 3 X DASAR PENETAPAN KRITERIA KRITERIA UMKM Memperhatikan kelaziman internasional AS.000. dan ASEAN USAHA MIKRO ASSET OMSET 50.

Melindungi usaha tertentu yang strategis UMKM 6. Kemitraan antara UMKM . Meningkatkan kemampuan rancang bangun dan perekayasaan Usaha Menengah BIDANG PEMASARAN 1. PENGEMBANGAN USAHA BIDANG PRODUKSI DAN PENGOLAHAN 1. produksi perbankan dan bukan bank yang konvensial atau syariah. Dukungan promosi produk. SUMBER DAYA MANUSIA 1. Mefasilitasi pemilikan hak kekayaan intelektual atas produk dan disain UMKM ASPEK DUKUNGAN KELEMBAGAAN Mengembangkan dan meningkatkan fungsi inkubator. Kerjasama untuk meningkatkan posisi tawar UMKM 6. sumber pembiayaan. Memperluas sumber pendanaan dan akses kredit. 2. 5. TAP MPR-RI NO XVI/1998 Ttg Politik Ekonomi dan Demokrasi Ekonomi Strategi penetapan kebijakan ASPEK PERIJINAN USAHA 1. Penyebar luasan informasi pasar. 3. penyediaan rumah dagang. 4. Hubungan yang saling menguntungkan dalam transaksi usaha antara UMKM. Memberikan keringanan tarif pra sarana. Meningkatkan manajerial 3. ASPEK KEMITRAAN 1. dan kemasan produk UMKM 3. Mencegah penguasaan pasar dan pemusatan usaha yang merugikan UMKM PERAN DUNIA USAHA DI BIDANG EKONOMI Masih tertinggal UMKM Mendukung pemulihan dan pembangunan ekonomi yang berkeadilan Lemahnya kualitas SDM yang mengakibatkan rendahnya dalam mengakses berbagai sumber daya ekonomi Belum terciptanya iklim yang kondusif. Menyediakan sarana prasarana yang meliputi penyelenggaraan uji coba pasar. terutama hukum yang kuat untuk pengembangan UMKM -Eksport non migas. ASPEK PROMOSI DAGANG 1. Meningkatkan kemampuan manajemen dan tehnik pemasaran 4. 2. Meningkatkan tehnik produksi dan pengolahan serta manajemen UMKM . Menyebarluaskan informasi pasar 3. Penyederhanaan tatacara & jenis perijinan usaha dengan sistem pelayanan terpadu satu pintu 2. produski dan pengolahan. Menentukan peruntukan tempat berusaha 2. Meningkatkan promosi produk UMKM 2. ASPEK SARANA & PRASARANA 1. Menyediakan tenaga konsultan profesional dibidang pemasaran. 2. Meningkatkan kememampuan disain dan tehnologi serta pengendalian mutu 2. Meningkatkan UMKM di bidang penelitian untuk pengembangan disain dan tehnologi baru 4. Memberikan intensif UMKM yang mampu menyediakan pendanaan promosi 4. murah. Mengadakan prasarana umum. Memasyarakatkan dan membudayakan kewirausahaan 2. Penetapan alokasi waktu berusaha Usaha Mikro & Kecil sub sektor perdagangan ritel 3. Meningkatkan kerja sama dan ahli tehnologi 3. dan distribusi 6. jaringan pemasaran. dan promosi usaha mikro dan kecil 5. -Penguasaan tehnologi dan informasi. dan lembaga profesi sejenis lainnya sebagai pendukung pengembangan UMKM DISAIN DAN TEHNOLOGI 1. jasa. konsultan keuangan mitra bank. Mengutamakan penggunaan produk UMK melalui pengadaan langsung 7. Kemudahan pengadaan sarana dan prasarana. Memperbanyak dan memperluas jaringa lembaga pembiayaan.PENUMBUHAN IKLIM DAN PENGEMBANGAN UMKM 4 PENUMBUHAN IKLIM USAHA ASPEK PENDANAAN 1. penjaminan. Terbentuknya struktur pasar dalam persaingan usaha yang sehat dan melindungi konsumen 7. bahan penolong. tidak diskriminatif 4. Mencadangkan bidang dan jenis usaha yang memiliki kekhususan proses 4. Mendapatkan pembiayaan. Hubungan yang saling menguntungkan dalam transaksi UMKM dengan Usaha Besar. Memberikan konsultasi hukum dan pembelaan. -PDB. disain dan tehnologi. Kemudahan Memperoleh dana secara cepat tepat. 2. 8. 2. bahan baku. lembaga pemasaran. Pemanfaatan bank data dan jaringan informasi bisnis. Pengadaan barang atau jasa. Melaksanakan penilitian dan pengkajian pemasaran . Pemberian insentif UMKM yang mengembangkan tehnologi dan melestarikan lingkungan hidup 5. Penerapan standarisasi proses produksi dan pengolahan tidak diskriminatif 4. dan mutu 3. 2. Lembaga layanan pengembangan usaha. komoditas. Menetapkan bidang usaha yang dicadangkan untuk UMKM serta bidang usaha terbuka untuk usaha besar 5. Jaminan transparansi dan akses informasi usaha yang sama bagi pelaku usaha. Pembebasan biaya perijinan Usaha Mikro & pemberian keringanan baiaya perijinan Usaha Kecil ASPEK KESEMPATAN BERUSAHA 1. Membentuk dan mengembangkan lembaga pendidikan dan pelatihan Usaha Besar Sudah eksis Menghindari kesenjangan sosial ekonomi ASPEK INFORMASI USAHA 1. Kemitraan UMKM dengan Usaha Besar 3. Memperluas pendanaan promosi produk UMKM 3. Mendorong UMKM memperoleh sertifikat hak atas kekayaan intelektual Perlunya permberdayaan ekonomi rakyat .

Memberikan insentif berupa kemudahan persyaratan perijinan. 2.Meyediakan pembiayaan bagi Usaha Mikro dan kecil.Pengembangan lembaga modal ventura . hibah yang dialokasikan untuk UMKM. . mengusahakan bantuan luar negeri.Meningkatkan pemhaman dan keterampilan tehnis serta manajerial usaha Penyediaan berbagai lembaga jaminan. PEMBIAYAAN DAN PENJAMINAN Pembiayaan dan penjaminan Usaha Menengah Meningkatkan sumber pembiayaan Pemerintah : . . 2. . mengembangkan dan memperluas jangkauan lembaga penjaminan kredit . dan lembaga pembiayaan lainnya. BUMN : Penyediaan pembiayaan dari penyisihan laba tahunan untuk UMK dalam bentuk pemberian pinjaman.Menyediakan pembiayaan 5 PEMBIAYAAN DAN PENJAMINAN Pemerintah. Pemerintah Daerah : . . Pemerintah Daerah dan Dunia Usaha : Pemberian hibah. dan masyarakat atau lembaga lain untuk memperkuat permodalan UMKM Usaha Besar Nasional dan Asing : Penyediaan pembiayaan dalam bentuk pemberian pinjaman.Meningkatkan kemampuan menyusun study kelayakan usaha .Meningkatkan pengetahuan tentang prosedur pengajuan kredit atau pinjaman . sebagai upaya peningkatan permodalan UMKM melalui perluasan akses UMKM terhadap berbagai alternatif sumber permodalan Pemerintah dan Pemerintah daerah : 1.Menumbuhkan. dan meningkatkan fungsi lembaga penjamin exspor.Pelembagaan terhadap transaksi anjak piutang. penjaminan. . hibah dan pembiayaan lainnya. penjaminan. Pemerintah dan Pemerintah Daerah: . akses terhadap pasar modal. Penyedian dana oleh pemerintah.Memberikan kemudahan dan fasilitasi dalam memenuhi persyaratan memperoleh pembiayaan. Pembiayaan dan penjaminan Usaha Mikro dan Kecil Pemerintah. dan sumber pembiayaan yang sah pada UMK dan tidak mengikat. dan memperluas jaringan lembaga keuangan bukan bank . pinjamanan UMKM.Menumbuhkan.Peningkatan kerjasama UMK melalui KSP dan Koperasi Jasa Keuangan konfensional dan syariah Peningkatan akses UMKM terhadap sumber pembiayaan 1. mengembangkan. Dunia Usaha dan Masyarakat : . . dunia usaha. Memfasilitasi dan mendorong peningkatan pembiayaan modal kerja dan investasi melalui perluasan sumber dan pola pembiayaan.Pengembangan pembiayaan dari kredit perbankan dan lembaga keuangan bukan bank. keringanan tarif sarana & prasarana kepada dunia usaha yang memberikan pembiayaan UMK. . Mengembangkan lembaga penjamin kredit.

yang saling membutuhkan.Perolehan. penyediaan lokasi usaha. memperkuat.Tidak melakukan pemutusan hubungan sepihak . mempercayai. . .KEMITRAAN PENGERTIAN Kerja sama dalam keterkaitan usaha. mempercayai. 5. . . .Penyediaan sarana produksi. . Mendukung efisiensi ekonomi .Sistem pembayaran dilakukan dengan tidak merugikan salah satu pihak. 2. Membangun tata dunia usaha yang kuat dengan tulang punggung UMKM yang tangguh dan saling mendukung dengan usaha besar melalui ikatan kerjasama. .Pola kemitraan lebih lanjut akan diatur dengan Peraturan Pemerintah . atau penerimaan pasokan dari UMKM oleh usaha besar secara terbuka. Antar UMKM dan antara UMKM dengan usaha besar yang menyangkut proses alih keterampilan dibidang produksi dan pengolahan.Pembiayaan dan pengaturan sistem pembayaran yang tidak merugikan salah satu pihak . . dan peningkatan tehnologi yang di perlukan.Bimbingan dan kemampuan tehnis produksi atau manajemen . hak dan kewajiban masing2 pihak. dan menguntungkan Inti plasma Usaha besar sebagai inti membina dan mengembangkan UMKM dalam Usaha besar memberikan dukungan kepada UMKM berupa . mendukung dan menstimulasi kegiatan kemitraan. Waralaba KEMITRAAN Perdagangan umum Distribusi dan keagenan Bentuk kemitraan lain Usaha besar dan/atau usaha menengah memberikan hak khusus untuk memasarkan barang dan jasa kepada usaha mikro dan/atau usaha kecil Modal patungan dengan pihak asing berlaku ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. . dan tehnologi Pemerintah.Pemberian informasi. SDM. Menghindari monopili yang dapat menyebabkan distorsi dalam pasar. memperkuat.Penjaminan.Pelaksanaan kemitraan yang berhasil antara usaha besar dengan UMKM dapat ditindak lanjuti dengan kesepakatan pemilikan saham usaha besar oleh UMKM . .Bantuan lain untuk peningkatan efisiensi dan produktifitas dan wawasan usaha. pemasaran.Usaha menengah dilarang memiliki dan/atau menguasai usaha mikro dan/atau usaha kecil sebagai mitra usahanya . penguasaan. Menghindari persaingan yang tidak sehat dan saling mematikan.Kebutuhan barang dan jasa yang diperlukan usaha besar dilakukan dengan mengutamakan pengadaan hasil produksi usaha kecil atau mikro. Memperkuat kemampuan bersaing . penilitian dan pengembangan kepada penerima waralaba. penguasaan. 3.Perjanjian kemitraan tidak boleh bertentangan dengan prinsip dasar kemandirian UMKM serta tidak menciptakan ketergantungan UMKM terhadap usaha besar.Pemberi waralaba wajib memberikan pembinaan dalam bentuk pelatihan. bentuk pengembangan.Dapat dilakukan dalam bentuk kerjasama pemasaran. dan menguntungkan yang melibatkan pelaku UMKM dengan usaha besar. 4. baik langsung maupun tidak langsung. atas dasar prinsip saling memerlukan. pemerintah daerah. dunia usaha dan masyarakat memfasilitasi.Perolehan. bimbingan oprasional manajemen. permodalan. .Pemasaran. . pemasaran.Perjanjian kemitraan yang sekurang-kurangnya mengatur kegiatan usaha.Memperoleh bahan baku yang di produksi secara berkesinambungan dengan jumlah dan harga yang wajar .Penyediaan dan penyipan lahan. . dan peningkatan tehnologi .bimbingan tehnis produksi dan manajemen usaha.Pemberi waralaba dan penerima waralaba mengutamakan penggunaan barang dan/atau bahan hasil produksi dalam negeri .Mengerjakan sebagian produksi dan/atau komponennya.Usaha besar dilarang memiliki dan/atau menguasai UMKM sebagai mitra usahanya . .Pembiayaan. . 6 RUANG LINGKUP PERAN PEMERINTAH LATAR BELAKANG POLA KEMITRAAN Sub kontrak 1. . jangka waktu dan perselisihan diatur secara tertulis serta dilaporkan kepada pihak yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dunia Usaha dan masyarakat terhadap UMKM Dilaksanakan oleh Menteri Secara nasional dan daerah meliputi penyusunan dan pengintegrasian kebijakan dan program. pelaksanaan. pemantauan. evalusasi.KOORDINASI DAN PENGENDALIAN PEMBERDAYAAN UMKM 7 Penumbuhan iklim usaha yang kondusif bagi UMKM melalui peraturan perundangundangan dan kebijakan Pemerintah dalam berbagai aspek kehidupan UMKM STRATEGI PEMBERDAYAAN UMKM KOORDINASI DAN PENGENDALIAN PEMBERDAYAAN UMKM Pengembangan usaha yang dilakukan oleh Pemerintah. serta pengendalian umum terhadap pelaksanaan pemberdayaan UMKM. termasuk penyelenggaran kemitraan usaha dan pembiayaan UMKM Lebih lanjut diatur dengan PP .

.000.(sepuluh milyar rupiah) Usaha menengah yang memiliki dan/atau menguasai usaha mikro dan/atau usaha kecil mitra usahanya dalam pelaksanaan hubungan kemitraan.000. dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan ijin usaha dan/atau denda paling banyak Rp 5. bidang dan kegiatan usaha.000.(sepuluh milyar rupia) .000... tempat usaha. dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan ijin usaha dan/atau denda paling banyak Rp.000.000.(lima milyar rupiah) Tatacara Pemberian sanksi Diatur dengan Peraturan Pemerintah UNTUK MENJAMIN EFEKTIFITAS PENERAPAN UU NO : 20 TAHUN 2008 TENTANG UMKM KETENTUAN PIDANA Setiap orang yang menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan mengaku atau memakai nama UMKM sehingga mendapatkan kemudahan untuk memperoleh dana. 10. kecil.SANKSI ADMINISTRATIF DAN KETENTUAN PIDANA 8 SANKSI ADMINSITRATIF Usaha besar yang memiliki dan/atau menguasai Usaha mikro... dan/atau menengah sebagai mitra usahanya dalam pelaksanaan hubungan kemitraan.000.000. 10.000. atau pengadaan barang dan jasa untuk pemerintah yang diperuntukan bagi UMKM di pidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp.

H.go. 3-5 Kuningan Jakarta 12940. 52992882 Faks : 5204383 Homepage : www. DAN MENENGAH Jl. KECIL.depkop.R.id Email : datin@depkop. 52992777.go.Terima Kasih KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA. Indonesia Telepon : (62-21) 5204366-74. Rasuna Said Kav.id   .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful