Anda di halaman 1dari 18

 Nama kelompok

 Afrida wayani(191540101)
 Gebby grarosa(191540117)
 Fatmawati(191540115)

 Prodi : kebidanan tk 1
1. Bangsa dan negara

2. Hak dan kewajiban warga negara

3.Konstitusi
Bangsa dan negara
 Pengertian Bangsa
 Bangsa merupakan bagian dari rakyat atau sekelompok manusia yang
memiliki budaya dan adat yang sama dan dipersatukan karna memiliki
cita-cita yang sama ,meskipun mereka berasal dari suku,agama,dan ras
yang berbeda ,namun mereka memiliki sejarah dan cita-cita yang sama
atau biasa disebut dengan bangsa.
 Pengertian Bangsa Menurut Para Ahli
 Berikut ini pendapat pakar kenegaraan mengenai bangsa :
 Menurut  Ensklopedi Politik ,bangsa merupakan sekelompok manusia
yang mempunyai persamaan sejarah,nasib cita-cita,suka duka yang sama.
 Menurut F. Ratzel (Jerman), bangsa terbentuk karena adanya hasrat
tertentu atau adanya keinginan yang sama. Hasrat tersebut timbul karena
adanya rasa kesatuan antara sesama manusia dan tempat tinggal.
 Menurut Otto Bauer (Jerman), bangsa merupakan sekelompok manusia
yang mempunyai persamaan karakter. Karakter tersebut tumbuh karena
adanya persamaan senasib dan sepenanggungan.
  Pengertian Negara
 Negara merupakan bentuk dari sekelompok orang yang mendiami suatu wilayah
dan berada di suatu pemerintahan yang dipimpin oleh seorang pemimpin yang
dipilih secara bersama atau yang biasa disebut dengan( pemilu).
 Pengertian Negara Menurut Para Ahli
 Berikut pendapat tentang negara menurut para ahli:
 hans kelsen menurutnya, negara adalah suatu susunan pergaulan hidup bersama
 Jean bodin menurutnya, negara adalah suatu persekutuan dari keluarga-keluarga
dengan segala kepentingan yang dipimpin oleh akal dari suatu kekuasaan yang
berdaulat.
 Soenarko menurutnya,negara adalah suatu organisasi masyarakat yang
mempunyai daerah tertentu,tempat kekuasaan negara berlaku sepenuhnya
( kedaulatan)
 Prof Nasroen menurutnya,negara adalah bentuk pergaulan hidup dan oleh sebab
itu harus ditinjau secara sosiologis agar dapat dijelaskan dan dipahami.
 Asal Mula Terjadinya Negara
 Pendapat mengenai asal mula terjadinya negara :
 Teori Ketuhanan
 merupakan sebuah teori yang mengatakan bahwa negara tidak terjadi karna
manusia melainkan khendak tuhan ,raja /pemerintah yang berkuasa merupakan
wakil dari tuhan.Menentang kekuasaan raja / penguasa berarti menentang
tuhan.Pernyataan ini membuat seseorang raja yang berkuasa semaunya.
Teori Kekuasaan
 merupakan sebuah teori yang mengatakan negara yang dibentuk
pertama kali atas dasar penaklukan dan pendudukan, sebelum
adanya negara orang yang kuat dan berani memaksakan khendak
atas orang-orang yang lemah, kemudian menuntut  penerimaan
keputusan kepemimpinan atas kekuasaanya.
 Teori Perjanjian Masyarakat
 merupakan sebuah teori yang mengatakan ,negara terbentuk oleh
manusia melalu perjanjian masyarakat ,menurut thomas hobbes
sebelum adanya negara manusia hidup dalam keadaan perang
,sehingga tidak ada rasa aman dan tentram, kemudian dari sini
lah dibentuknya sebuah negara agar ada yang melindungi Oleh
karena itu, perlu adanya perjanjian.
 Unsur-Unsur Negara
 Dalam Pendirian suatu negara terdapat 3 unsur pokok yang menjadi
persyarataan berdirinya suatu negara ,apabila salah satu unsur tidak ada
maka negara menjadi tidak ada ketiga unsur tersebut meliputi antara
lain:
 1. Rakyat
 Rakyat merupakan bagian yang paling utama untuk mendirikan sebuah
negara,apabila tidak adanya rakyat negara mana yang akan dipimpin.
negara ialah semua orang yang nyata berada dalam wilayah suatu negara
yang tunduk dan patuh pada peraturan dalam negara tersebut.
 Rakyat suatu negara dibedakan menjadi :
 Penduduk, ialah orang-orang yang berdomisili secara tetap dalam
wilayah
 Bukan penduduk, ialah mereka yang ada dalam suatu negara tidak
secara menetap atau tinggal di suatu wilayah negara hanya untuk
sementara waktu. Status kewarganegaraan yang dimiliki, yaitu warga
negara asing dan termasuk kedalam golongan bukan penduduk antara
lain wisata asing yang melakukan perjalanan wisata di dalam wilayah
negara
 2. Wilayah
 Wilayah merupakan bagian persyaratan berdirinya suatu negara,
wilayah juga merupakan batas tempat tinggal dan pemerintahan
dalam mendirikan sebuah negara. Negara memerlukan wilayah
sebagai tempat rakyat menetap dan pemerintah untuk
melaksanakan kegiatan pemerintahan yang akan di
pimpinya.Wilayah Negara secara umum dapat dibedakan atas
wilayah daratan, wilayah lautan, wilayah udara, dan wilayah
ekstrateritorial.
 3. Pemerintahan yang Berdaulat
 pemerintahan yang berdaulat sangat diperlukan dalam negara
yang kuat adalah negara yang berdaulat ,artinya pemerintah 
yang berkuasa atas seluruh wilayahnya dan segenap rakyatnya
merupakan syarat mutlak keberadaan negara. Pemerintahan lain
atau negara lain tidak berkuasa di wilayah dan rakyat negara itu.
 Pemerintahan dibedakan menjadi dua macam, yaitu
pemerintahan dalam arti sempit dan pemerintahan dalam
arti luas. Pemerintahan dalam arti sempit,yang hanya
menjalankan pemerintahan saja, seperti presiden dan wakil
presiden serta para menteri (kabinet), sedangkan
pemerintahan dalam arti luas, meliputi seluruh kekuasaan,
yaitu kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
 Adapun kedaulatan yang dapat dimiliki pemerintah, yaitu :
 1.Kedaulatan ke dalam, artinya pemerintahan memiliki
kewenangan tertinggi dalam mengatur dan menjalankan
organisasi negara sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
 2.Kedaulatan ke luar, artinya pemerintah berkuasa bebas,
tidak terikat, dan tidak tunduk kepada kekuatan lain, serta
harus saling menghormati kedaulatan negara masing-
masing.
 4. Pengakuan dari Negara lain
 Pengakuan dari negara lain merupakan hal yang paling penting
dalam mendirikan sebuah negara. Pengakuan dari negara lain
merupakan unsur yang menerangkan bahwa suatu negara telah
berdiri, sehingga negara tersebut dikenal oleh negara-negara lain.
 Pengakuan dari negara lain terbagi menjadi dua macam, yaitu :
 Pengakuan de facto, adalah pengakuan berdasarkan kenyataan
yang ada atau fakta yang sungguh-sungguh nyata tentang
berdirinya suatu negara. dan sudah bisa melakukan kerjasama
dengan negara lainnya
 Pengakuan de jure, adalah pengakuan berdasarkan pernyataan
resmi menurut hukum internasional.yang artinya suatu negara
dianggap pemerintahanya sudah baik dan stabil serta efektif dan
mampu menjaga ketertiban dalam negaranya.
Hak dan kewajiban warga negara
 Hak dan Kewajiban Warga Negara
 Apa saja hak dan kewajiban warga negara?
Berikut kami bagikan hak-hak warga negara
beserta kewajibannya sesuai yang tercantum
dalam Undang-Undang Dasar 1945.
 Hak Warga Negara
 Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan (pasal 27 ayat 2).
 Hak untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara (pasal 27
ayat 3).
 Hak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan
kehidupannya (pasal 28A).
 Hak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui
perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1).
 Hak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta
berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi (pasal
28B ayat 2).
Pasal 28C
 Hak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan
dasarnya (pasal 28C ayat 1).
 Hak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu
pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan
kualitas hidupnya (pasal 28C ayat 1).
 Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya
secara kolektif (pasal 28C ayat 2).
 Kewajiban Warga Negara
 Wajib menjunjung hukum dan pemerintahan dengan asas
persamaan kedudukan dengan tidak ada kecualinya (pasal 27
ayat 1).
 Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara (pasal 27 ayat 3).
 Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (pasal 28J
ayat 1).
 Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan
undang-undang dengan maksud menjamin pengakuan serta
penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain (pasal 28J
ayat2).
 Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara
(pasal 30 ayat 1).
 Wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib
membiayainya (pasal 31 ayat 2).
 Itulah referensi penjelasan hak dan kewajiban warga negara
menurut Undang-Undang Republik Indonesia 1945. Sebagai
warga negara, terdapat kewajiban yang wajib dilakukan dan hak-
hak yang bisa didapat dan telah diatur oleh undang-undang.
konstitusi
 A. Pengertian Konstitusi

 Dari segi bahasa istilah konstitusi berasal dari kata constituer (Prancis)
yang berarti membentuk. Maksudnya yaitu membentuk, menata, dan
menyusun suatu negara. Demikian pula dalam bahasa Inggris kata
constitute dapat berarti mengangkat, mendirikan atau menyusun.
Dalam bahasa Belanda, istilah konstitusi dikenal dengan sebutan
gronwet yang berarti undang-undang dasar.

Istilah konstitusi pada umumnya menggambarkan keseluruhan sistem


ketatanegaraan suatu negara. Sistem itu berupa kumpulan peraturan
yang membentuk, mengatur atau memerintah negara. Peraturan-
peraturan tersebut ada yang tertulis sebagai keputusan badan yang
berwenang dan ada yang tidak tertulis yang berupa kebiasaan dalam
praktik penyelenggaraan negara. Dengan demikian, pengertian
konstitusi sampai dewasa ini dapat menunjuk pada peraturan
ketatanegaraan baik yang tertulis maupun tidak tertulis.
 Selain itu, beberapa ahli juga mengemukakan pengertian konstitusi sebagai
berikut.
 1. E.C. Wade
 Konstitusi adalah naskah yang memaparkan rangka dan tugas pokok dari badan
pemerintahan suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan
tersebut.
 2. KC. Wheare
 Konstitusi adalah keseluruhan sistem ketatanegaraan suatu negara yang berupa
kumpulan peraturan yang membentuk an mengatur pemerintahan negara.
 3. Herman Heller
 Herman Heller membagi konstitusi menjadi tiga pengertian, yaitu:
 Konstitusi yang bersifat politik sosiologis, yaitu konstitusi yang mencerminkan
kehidupan politik masyarakat.
 Konstitusi yang bersifat yuris, yaitu konstitusi merupakan kesatuan kaidah yang
hidup di dalam mayarakat.
 Konstitusi yang bersifat politis, yaitu konstitusi yang ditulis dalam suatu naskah
sebagai undang-undang.
. CF. Strong
 Menurut CF. Strong, konstitusi merupakan kumpulan asas yang didasarkan pada
kekuatan pemerintah, hak-hak yang diperintah, serta hubungan-hubungan antara
keduanya yang diatur.
 5. Sri Soemantri
 Konstitusi merupakan naskah yang memuat suatu bangunan negara dan sendi-
sendi sistem pemerintahan negara.
 Dari beberapa pendapat para ahli tersebut, dapat
disimpulkan bahwa ada dua pengertian konstitusi, yaitu
 Dalam arti luas, merupakan suatu keseluruhan aturan dan
ketentuan dasar (hukum dasar yang meliputi hukum dasar
tertulis dan hukum dasar tidak tertulis yang mengatur
mengenai suatu pemerintahan yang diselenggarakan di
dalam suatu negara;
 Dalam arti sempit, merupakan undang-undang dasar, yaitu
suatu dokumen yang berisi aturan-aturan dan ketentuan-
ketentuan yang bersifat pokok dari ketatanegaran suatu
negara.
 C. Jenis-jenis Konstitusi
 Konstitusi dapat dibedakan dalam dua macam.
 Konstitusi tertulis, yaitu suatu naskah yang
menjabarkan (menjelaskan) kerangka dan tugas-tugas
pokok dari badan-badan pemerintahan serta
menentukan cara kerja dari badan-badan
pemerintahan tersebut. Konstitusi tertulis ini dikenal
dengan sebutan undang-undang dasar.
 Konstitusi tidak tertulis, merupakan suatu aturan yang
tidak tertulis yang ada dan dipelihara dalam praktik
penyelenggaraan negara di suatu negara. Konstitusi
tidak tertulis ini dikenal dengan sebutan konvensi.
 D. Unsur-unsur Konstitusi

 Unsur-unsur yang harus dimuat di dalam konstitusi menurut pendapat Lohman


adalah:
 Konstitusi sebagai perwujudan kontak sosial, yaitu merupakan perjanjian dari
kesepakatan antara warga negara dengan pemerintah;
 Konstitusi sebagai penjamin hak asasi manusia, yaitu merupakan penentu hak dan
kewajiban warga negara dan badan-badan pemerintah;
 Konstitusi sebagai forma regiments, yaitu merupakan kerangka pembangunan
pemerintah.

 E. Sifat Konstitusi
 Menurut pendapat dari C.F. Strong (dalam Miriam Budiardjo: 1985), suatu
konstitusi dapat bersifat kaku atau bisa juga supel tergantung pada apakah
prosedur untuk mengubah konstitusi itu sudah sama dengan prosedur membuat
undang-undang di negara yang bersangkutan atau belum. Dengan demikian, sifat
dari konstitusi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
 Konstitusi yang bersifat kaku (rigid), hanya dapat diubah melalui prosedur yang
berbeda dengan prosedur membuat undang-undang pada negara yang
bersangkutan;
 Konstitusi yang bersifat supel (flexible), sifat supel disini diartikan bahwa konstitusi
dapat diubah melalui prosedur yang sama dengan prosedur membuat undang-
undang pada negara yang bersangkutan.
 F. Tujuan Konstitusi

 Pada umumnya, konstitusi mempunyai tujuan untuk membatasi kekuasaan


penyelenggara negara agar tidak dapat berbuat sewenang-wenang serta
dapat menjamin hak-hak warga negara. Tujuan konstitusi ini merupakan
suatu gagasan yang dinamakan dengan konstitusionalisme. Maksud dari
konstitusionalisme adalah suatu gagasan yang memandang pemerintah
(penyelenggara pemerintahan) sebagai suatu kumpulan kegiatan yang
diselenggarakan oleh dan atas nama rakyat.

 G. Fungsi Konstitusi

 Fungsi konstitusi bagi suatu negara sebagai berikut.


 Membatasi atau mengendalikan kekuasaan penguasa agar dalam
menjalankan kekuasaannya tidak sewenang-wenang terhadap rakyatnya.
 Memberi suatu rangka dan dasar hukum untuk perubahan masyarakat yang
dicita-citakan dalam tahap berikutnya.
 Sebagai landasan penyelenggaraan negara menurut suatu sistem
ketatanegaraan tertentu yang dijunjung tinggi oleh semua warga negaranya,
baik penguasa maupun rakyat (sebagai landasan struktural).

Anda mungkin juga menyukai