Anda di halaman 1dari 11

Bab Pernikahan

Arti dan Tujuan pernikahan


Nikah secara bahasa berarti
mengumpulkan, menggabungkan,
atau menjodohkan
Tujuan Pernikahan
Nikah menurut kamus Bahasa 1. Memenuhi tuntutan naluri manusia
Indonesia adalah perjanjian yang asasi
antara laki-laki dan perempuan
2. Mendapatkan ketenangan hidup
untuk bersuami istri dengan resmi
3. Membentengi akhlak
Nikah menurut syari’ah adalah
4. Meningkatkan ibadah kepada Allah Swt
akad yang menghalalkan
pergaulan antara laki-laki dan 5. Mendapatkan keturunan yang saleh
perempuan yang bukan 6. Menegakan rumah tangga yang Islami
mahramnya sehingga
menimbulkan hak dan kewajiban.
Dasar hukum pernikahan
Q.S Ad Dzariyat ayat 49, Q.S An Nahl ayat 72, Q.S An Nur ayat 32, Q.S An Nisa
ayat 3
2
UU Pernikahan RI No. 1 tahun 1974
Hadits Riwayat
Bukhari Muslim
“Wahai para pemuda siapa saja di antara kalian
yang sudah mampu maka menikahlah karena
pernikahan itu lebih menundukkan pandangan
dan menjaga kemaluan”

3
1. wajib
Bagi orang yang telah mampu
baik secara fisik, mental,
ekonomi, maupun akhlak
untuk menikah dan jika tidak
dikhawatirkan terjerumus ke
dalam kemaksiatan
2. Sunnah
Bagi orang yang sudah mempunyai
keinginan untuk menikah tetapi
tidak dikhawatirkan jatuh ke dalam
kemaksiatan

5
3. Mubah yaitu bagi yang mampu dan
aman dari fitnah tetapi tidak
membutuhkannya dikarenakan:
✢ Tidak memiliki syahwat sama sekali karena
impoten , lanjut usia, tidak mampu
menafkahi sedangkan wanitanya rela
dengan syarat wanita tersebut berakal
✢ Menikah hanya untuk bersenang-senang
tidak mau mempunyai keturunan atau
melindungi dari yang haram

6
4. Haram yaitu bagi yang tidak
mampu melaksanakan kewajiban-
kewajiban pernikahan
5. Makruh yaitu bagi orang yang mampu
menikah tetapi ia takut menyakiti wanita
yang dinikahinya

7
Mahram (Orang yang tidak boleh
dinikahi)
Mahram muabbad Mahram ghair muabbad
Yaitu wanita yang haram Yaitu mahram sebab
untuk dinikahi selama- mengumpulkan dua
lamanya seperti keturunan, perempuan yang statusnya
satu susuan, mertua bersaudara misalnya saudara
perempuan, anak tiri jika sepersusuan kakak dan adik.
ibunya sudah dicampuri, Boleh dinikahi asal salah
bekas menantu, dan bekas satunya sudah dicerai atau
ibu tiri meninggal dunia. Contoh lain
adalah istri orang dan sebab
iddah.
8
Mahram (Orang yang tidak boleh
dinikahi)
keturunan Pernikahan Persusuan
1. Ibu dst ke atas 1. Ibu mertua 1. Ibu yang
2. Anak pr dst ke bwh 2. Anak tiri menyusui
3. Sdr pr sekandung 3. Istri ayah dst 2. Sdr Pr
seayah atau seibu ke atas sepersusuan
4. Bibi sdr ayah atau 4. Pr yang pernah Dikumpul atau
ibu baik yang dikawini ayah dimadu
sekandung atau 5. Menantu pr dst 3. Sdr pr dari istri
seayah atau seibu ke bawah 4. Bibi dr istri
5. Anak pr dari sdr lk 5. Keponakan pr
dst ke bwh dari istri
6. Anak pr dari sdr pr
terus ke bawah 9
bersambung
Minggu depan, insya Allah

10
Thanks!
Any questions?
Silakan dibuka G. Suite. Saya membarikan tugas
untuk kalian di G. Suite

11