Anda di halaman 1dari 13

Laporan Pendahuluan

prematuritas dengan hipotermi

OLEH

SUSAN CHORNALIA SILLA


LATAR BELAKANG….

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang pasti dilalui oleh setiap
manusia yang lahir. Pertumbuhan dan perkembangan ini dimulai sejak pembuahan
ovum oleh sperma sampai seseorang tersebut dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan
ini merupakan proses bertambahnya ukuran sel, jaringan dan organ serta meningkatnya
fungsi organ sesuai dengan tahap pertumbuhan dan perkembangan(Soetjiningsih,
2008).
 Setiap masa pertumbuhan dan perkembangan memiliki masalah, termasuk pada fase

bayi salah satunya adalah bayi dengan kelahiran prematur. Bayi dengan kelahiran
prematur adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan baru mencapai 37 minggu
sesuai dengan perhitungan hari pertama haid terakhir. Bayi yang mengalami
prematuritas belum siap sepenuhnya untuk berkembang, karena kondisi organ yang
belum matang. Bayi prematuritas dengan kondisi organ yang belum matang,
tentu memiliki masalah yang kompleks pada seluruh sistem, seperti sistem
pernapasan, sistem persarafan, sistem pencernaan, ginjal dan termoregulasi
seperti salah satunya Hipotermi. (Kementerian kesehatan RI, 2014)
Pengertian hipotermi

 Hipotermia adalah suatu kondisi turunnya suhu sampai di bawah 300C,


sedangkan Hipotermia pada bayi baru Lahir merupakan kondisi bayi dengan
suhu dibawah 36,50C, terbagi ke dalam tiga jenis hipotermi, yaitu Hipotermi
ringan atau Cold Stress dengan rentangan suhu antara 36-36,50C, selanjutnya
hipotermi sedang, yaitu suhu bayi antara 32-36,50C dan terakhir yaitu
hipotermi berat dengan suhu <320C. Sistem pengaturan suhu tubuh pada bayi,
baik yang normal sekalipun belum berfungsi secara optimal, sehingga bayi
yang baru lahir akan mudah kehilangan suhu tubuh terutama pada masa 6-12
jam setelah kelahiran. Kondisi lingkungan dingin, bayi tanpa selimut dan yang
paling sering adalah subkutan yang tipis mampu mempercepat proses
penurunan suhu tersebut. Bayi yang mengalami hipotermi akan mengalami
penurunan kekuatan menghisap ASI, wajahnya akan pucat, kulitnya akan
mengeras dan memerah dan bahkan akan mengalami kesulitan bernapas,
sehingga bayi baru lahir harus tetap di jaga kehangatannya. (Tim Pokja SDKI
DPP PPNI, 2016).
Penyebab hipotermi

 Kerusakan Hipotalamus
 Berat Badan Ekstrem
 Kekurangan lemak subkutan
 Terpapar suhu lingkungan rendah
 Malnutrisi
 Pemakaian pakaian tipis
 Penurunan laju metabolisme
 Transfer panas ( mis. Konduksi, konveksi, evavorasi, radiasi)
 Efek agen farmakologis
Tanda dan gejala

Menurut (Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2016)


gejala dan tanda hipotermia yaitu :
a.Mayor
1)Kulit teraba dingin
2)Menggigil
3)Suhu tubuh di bawah nilai normal (Normal 36,50C-37,50C)
b. Minor
1)Akrosianosis
2)Bradikardi ( Normal 120-160 x/menit)
3)Dasar kuku sianotik
4)Hipoglikemia
5)Hipoksia
6)Pengisian kapiler > 3 detik
7)Konsumsi oksigen meningkat
8)Ventilasi menurun
9)Piloereksi
10)Takikardi
11)Vasokontriksi perifer
12)Kutis memorata ( pada neonatus)
phatway

..\Downloads\PATWAY.docx
Pemeriksaan penunjang

 Periksa jumlah sel darah putih : 18.000/mm3, netrofil meningkat sampai 23.000
–24.000/mm3, hari pertama setelah lahir (menurun bila ada sepsis)
 Hematokrit (Ht) : 43% -61% (peningkatan sampai 65% atau lebih menandakan
polisetmia, penurunan kadar menunjukkan anemia atau hemoragic perinatal).
 Hemoglobin (Hb): 15-20 gr/dl kadar lebih rendah berhubungan dengan
anemia atau hemolisis berlebih ).
 Bilirubin total: 6 mg/dl pada hari pertama kehidupan, 8 mg/dl 1-2 hari,
dan 12 mg/dl pada 3-5 hari.
 Destrosix: tetes glukosa pertama selama 4-6 jam pertama setelah
kelahiran rata –rata 40-50 mg/dl meningkat 60-70 mg/dl pada hari ketiga.
 Pemantauan elektrolit (Na, K, Cl) : biasanya dalam batas normal pada
awalnya
 Pemeriksaan analisa gas darah.
penatalaksanaan

 Mempertahankan suhu tubuh dengan ketat. Bayi BBLR mudah


nengalami hipotermi, oleh sebab itu suhutubuh bayi harus dipantau
dan dipertahankan dengan ketat.
 Mencegah infeksi , karena bayi BBLR sangat rentan dengan infeksi
memperhatikan prisip pencegahan infeksi termasuk mencuci tangan
sebelum memegang bayi.
 Pengawasan nutrisi (ASI). Refleks menelan BBLR belum sempurna,
oleh sebab itu pemberian nutrisi dilakukan dengan cermat.
Komplikasi….

 Hipotermia memberikan berbagai akibat pada seluruh sistem dalam


tubuh seperti diantaranya peningkatan kebutuhan akanoksigen,
meningkatnya produksi asam laktat, kondisi apneu, terjadinya
penurunan kemampuan pembekuan darah dan kondisi yang paling
sering adalah hipoglikemia. Pada bayi yang lahir dengan prematur,
kondisi dingin dapat menyebabkan terjadinya penurunan sekresi dan
sintesis surfaktan, bahkan membiarkan bayi dingin dapat
meningkatkan mortalitas dan morbiditas(Anik, 2013).
Konsep Asuhan Keperawatan pada bayi prematuritas
dengan hipotermi
 1.Pengkajian
 Biodata
 Keluhan utama
 Riwayat kesehatan sekarang
 Riwayat kehamilan dan persalinan
 Pemeriksaan fisik
 Kebutuhan dasar
Diagnosa keperawatan

 Hipotermi berhubungan dengan kekurangan lemak subkutan di


tandai dengan kulit teraba dingin,suhu tubuh dibawah nilai normal
 Resiko hipovelimia berhubungan dengan kehilangan cairan secara
aktif ditandai dengan kekurangan intake cairan
Intervensi keperawatan

 Manajemen hipotermi
1. Monitor suhu tubuh
2. Identifikasi penyebab hipotermi
3. Monitor tanda dan gejala akibat hipotermi
SEKIAN DAN
TERIMAKASIH