Anda di halaman 1dari 78

ANATOMI FISIOLOGI

PRODI D3 dan D4 JURUSAN TRO


Poltekkes Kemenkes Jakarta 2 Tahun Akademik 2016/2017
SILABUS MATA KULIAH
JUDUL MATA KULIAH: ANATOMI FISIOLOGI
KODE MATA KULIAH : TR- 204
PENEMPATAN : SEMESTER II
BEBAN STUDI : 2 SKS
 
 
DESKRIPSI MATA KULIAH
MATA KULIAH ini membahas terminologi anatomi dan
fisiologi tubuh manusia dan anatomi fisiologi seluruh
sistem organ tubuh manusia yang berkaitan dengan
penerapan teknik imejing dan radioterapii
TUJUAN MATA KULIAH
Pada akhir perkuliahan mahasiswa diharapkan mampu :
1. Menganalisis terminologi anatomi dan fisiologi yang
dapat digunakan dalam pelaksanaan imejing dan
radioterapi
2. Menganalisis anatomi dan fisiologi sistem
pernafasan dalam penerapan teknik pemeriksaan
imejing dan radioterapi
3. Menganalisis anatomi dan fisiologi sistem
pencernaan dalam penerapan teknik pemeriksaan
imejing dan radioterapi.
4. Menganalisis anatomi dan fisiologi sistem urinari
dalam penerapan teknik pemeriksaan imejing dan
radioterapi.
5. Menganalisis anatomi dan fisiologi sistem peredaran
darah dan jantung dalam penerapan teknik pemeriksaan
imejing dan radioterapi.
6. Menganalisis anatomi dan fisiologi sistem reproduksi
dalam penerapan teknik pemeriksaan imejing dan
radioterapi.
7. Menganalisis anatomi dan fisiologi sistem kelenjar dan
sistem limfatika dalam penerapan teknik pemeriksaan
imejing dan radioterapi.
8. Menganalisis anatomi dan fisiologi sistem panca indera
dalam penerapan teknik pemeriksaan imejing dan
radioterapi.
9. Menganalisis anatomi dan fisiologi sistem syaraf dalam
penerapan teknik pemeriksaan imejing dan radioterapi.
GARIS GARIS BESAR MATA KULIAH
1. Terminologi anatomi dan fisiologi tubuh
2. Anatomi dan fisiologi sistem pemafasan
3. Anatomi dan fisiologi sistem pencernaan
4. Anatomi dan fisiologi sistem urinaria
5. Anatomi dan fisiologi sistem peredaran darah dan
jantung
6. Anatomi dan fisiologi sistem reproduksi
7. Anatomi dan fisiologi sistem kelenjar dan sistem
limpa
8. Anatomi dan fisiologi sistem panca indera
9. Anatomi dan fisiologi sistem saraf
DAFTAR PUSTAKA
1. Evelin PC (1998) :Anatomi fisiologi untuk paramedis.Gramedia
2. Robert Carola et.al (1990): Human anatomi&Physiology.Mc Graw hill
publ.co. USA 1990
3. Arthur Guyton (1990): Fisiologi manusia dan mekanisme penyakit.EGC
Jakarta
4. RMH Me Minn (1983) : atlas anatomi tubuh manusia,Widya Medika
5. WF Ganong (1983): Fisiologi kedokteran (review of medical
physiologi),EGC, Jakarta
6. Spalteholtz Spenner (1990): atlas anatomi manusia,EGC Jakarta 1990
7. Milles Maijorie : Anatomy and Physiology.NewYork Macmillan
8. M Mallet :a hand book of anatomy and fisiology for student x-ray
technician
9. Sloane Ethel (2003) : Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula , EGC Jakarta
10. Sharwood (2001) : Anatomi dan Fisiologi Manusia, EGC Jakarta
11. WF. Ganong (2003) : Fisiologi Kedokteran (review of medical physiologi),
EGC Jakarta
TERMINOLOGI
ANATOMI FISIOLOGI

PRODI D3 dan D4 JURUSAN TRO


Poltekkes Kemenkes Jakarta 2 Tahun Akademik 2016/2017
ANATOMI dan FISIOLOGI TUBUH MANUSIA
ANATOMI
BERASAL DARI BAHASA LATIN :
                * ANA : BAGIAN, MEMISAHKAN
                * TOMI (TOMIE) : IRIS/ POTONG

ANATOMI ADALAH ILMU YANG MEMPELAJARI BENTUK DAN SUSUNAN TUBUH BAIK SECARA
KESELURUHAN MAUPUN BAGIAN-BAGIAN SERTA HUBUNGAN ALAT TUBUH YANG
SATU  DAN YANG LAIN
ILMU URAI YANG MEMPELAJARI SUSUNAN TUBUH DAN HUBUNGAN BAGIAN–BAGIANNYA
SATU SAMA LAIN

FISIOLOGI
BERASAL DARI BAHASA LATIN YAITU :
                * FISI (PHYSIS) : ALAM / CARA KERJA
                * LOGOS (LOGI) : ILMU PENGETAHUAN
FISIOLOGI ADALAH ILMU YANG MEMPELAJARI FAAL ATAU PEKERJAAN DARI TIAP-TIAP
JARINGAN TUBUH ATAU BAGIANDARI ALAT-ALAT TUBUH DAN SEBAGAINYA

FISIOLOGI MEMPELAJARI FUNGSI ATAU KERJA TUBUH MANUSIA DALAM KEADAAN


NORMAL
ANATOMI-FISIOLOGI
ADALAH ILMU PENGETAHUAN YANG
MEMPELAJARI TENTANG SUSUNAN ATAU
POTONGAN TUBUH DAN BAGAIMANA ALAT
TUBUH TERSEBUT BEKERJA

Basic Structure of the Human Body


Anatomy: Study of the form and structure of an
organism
Physiology: Study of the process of living organisms,
or why and how they work
SECARA KHUSUS ANATOMI
GROSS ANATOMY, atau MACROSCOPIC ANATOMY,
Mempelajari yang besar, struktur yang tampak :
SURFACE ANATOMY: GAMBARAN LUAR
REGIONAL ANATOMY: AREA TUBUH
Systemic anatomy:
 Kelompok alat tubuh yang bekerja bersama 
Developmental anatomy:
Mulai telor (embryology) s/d matang
Clinical anatomy: Spesifik untuk medis
Microscopic anatomy, mempelajari sel dan molekul
Cytology : Sel dan strukturnya (cyt = sel)               
Histology : jaringan dan strukturnya
SECARA KHUSUS FISIOLOGI

Cellphysiology :
Proses dalam dan antar sel

Special physiology :

Fungsi dari organ khusus

Systemic physiology :

Fungsi dari sistem organ

Pathological physiology :

Akibat dari penyakit


STRUKTUR TUBUH
SEL MANUSIA
(UNSUR DASAR JARINGAN TUBUH YANG TERDIRI ATAS
INTI SEL/ NUCLEUS DAN PROTOPLASMA)

JARINGAN
(KUMPULAN SEL KHUSUS DENGAN BENTUK & FUNGSI
YANG SAMA)

ORGAN
(BAGIAN TUBUH/ ALAT MANUSIA DGN FUNGSI KHUSUS)

SISTEM
(SUSUNAN ALAT DENGAN FUNGSI TERTENTU)
SEL
Sel adalah satu unit dasar dari tubuh manusia
dimana setiap organ merupakan gregasi/penyatuan
dari berbagai macam sel yang dipersatukan satu sama
lain oleh sokongan struktur-struktur interselluler.
Setiap jenis sel dikhususkan untuk melakukan suatu
fungsi tertentu.
Misalnya sel darah merah yang jumlahnya 25 triliun
berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru
ke jaringan.
Disamping sel darah merah masih terdapat sekitar 75
triliun sel lain yang menyusun tubuh manusia,
sehingga jumlah sel pada manusia sekitar 100 triliun
sel.
Walaupun banyak sel yang berbeda satu sama lainnya, tetapi
umumnya seluruh sel mempunyai sifat-sifat dasar yang mirip
satu sama lain, misalnya :
Oksigen akan terikat pada karbohidrat, lemak atau  protein
pada setiap sel untuk melepaskan energi
Mekanisme umum merubah makanan menjadi energi
Setiap sel melepaskan hasil akhir reaksinya ke cairan   disekitarnya
Hampir semua sel mempunyai  kemampuan mengadakan
reproduksi dan jika sel tertentu mengalami kerusakan maka sel
sejenis yang lain akan beregenerasi
Secara umum sel-sel yang menyusun tubuh  manusia
mempunyai struktur dasar yang terdiri dari membran sel,
protoplasma, dan inti sel (nukleus). Ketiganya mempunyai
komposisi kimia yang terdiri dari air, elektrolit, protein, lemak
dan karbohidrat
JARINGAN
Ada empat tipe jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan,
termasuk tubuh manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah
seperti serangga.
* Jaringan epitel.
  Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ
seperti permukaan kulit. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ
yang dilapisinya, sebagai organ sekresi dan penyerapan.
* Jaringan pengikat.
     Sesuai namanya, jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan
dan alat tubuh. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah.
* Jaringan otot.
Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang
dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam, otot lurik yang dapat
ditemukan pada rangka tubuh, dan otot jantung yang dapat ditemukan di
jantung.
* Jaringan saraf.
    Adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ
serta menerima dan meneruskan rangsangan.
ORGAN / SISTEM

SISTEM KARDIOVASKULER: memompa darah ke seluruh tubuh


SISTEM PENCERNAAN : pemrosesan makanan dengan mulut, perut, dan
usus
SISTEM ENDOKRIN: komunikasi dalam tubuh dengan hormon
SISTEM KEKEBALAN: mempertahankan tubuh dari serangan benda yang
menyebabkan penyakit
SISTEM INTEGMEN: kulit, rambut
SISTEM LIMFATIK: struktur yang terlibat dalam transfer limfa antara
jaringan dan aliran darah
SISTEM OTOT: menggerakkan tubuh
SISTEM SARAF: mengumpulkan, mengirim, dan memproses informasi
dalam otak dan saraf (SS. Pusat, SS. Perifer, SS. Otonom)
SISTEM REPRODUKSI: organ seks
SISTEM PERNAFASAN: organ yang digunakan bernafas, paru-paru
SISTEM RANGKA : sokongan dan perlindungan struktural dengan tulang
SISTEM URINARI: ginjal dan struktur yang dihubungkan dalam produksi
dan ekskresi urin
ISTILAH LOKASI ANATOMI
Bidang anatomi adalah bidang yang melalui tubuh dalam
posisi anatomi:
Bidang median: bidang yang membagi tepat tubuh
menjadi bagian kanan dan kiri.
Bidang sagital: bidang yang membagi tubuh menjadi dua
bagian dari titik tertentu (tidak membagi tepat dua
bagian). Bidang ini sejajar dengan bidang median.
Bidang horizontal: bidang yang terletak melintang
melalui tubuh (bidang X-Y). Bidang ini membagi tubuh
menjadi bagian atas (superior) dan bawah (inferior).
Bidang koronal: bidang vertikal yang melalui tubuh,
letaknya tegak lurus terhadap bidang median atau sagital.
membagi tubuh menjadi bagian depan (frontal) dan
belakang (dorsal).
Letak
Anterior: letak lebih dekat ke bagian depan
badan
Posterior: letak lebih dekat ke bagian belakang
badan
Superior: letak lebih dekat ke atas (kepala)
Inferior: letak lebih dekat ke bawah (kaki)
Medial: letak lebih dekat ke bidang median
Lateral: letak lebih jauh dari bidang medial
Kranial: letak lebih dekat ke kepala
Kaudal: letak lebih dekat ke ekor
Ventral: letak lebih dekat ke perut
Dorsal: letak lebih dekat ke punggung
Rostral: lebih dekat ke pertengahan (regio oris & regio
nasi); lebih dekat ke ujung depan
Radial: lebih dekat ke os radius; Ulnar: lebih dekat ke os
ulna
Tibial: lebih dekat ke os tibia; Fibular: lebih dekat ke os
fibula
Distal: lebih jauh dari batang badan; proksimal: lebih
dekat dr batang badan
Anatomical Planes
Sagittal Plane
Coronal (Frontal) Plane
Horizontal Plane
ARAH DAN BIDANG ANATOMI

Superior (=atas) atau kranial: lebih dekat pada kepala.


  Contoh: Mulut terletak superior terhadap dagu.
Inferior (=bawah) atau kaudal: lebih dekat pada kaki.
  Contoh: Pusar terletak inferior terhadap payudara.
Anterior (=depan): lebih dekat ke depan.
       Contoh: Lambung terletak anterior terhadap limpa.
Posterior (=belakang): lebih dekat ke belakang.
   Contoh: Jantung terletak posterior terhadap tulang
rusuk.
Superfisial: lebih dekat ke/di permukaan.
    Contoh: Otot kaki terletak superfisial dari tulangnya.
Profunda: lebih jauh dari permukaan
Contoh: Tulang hasta dan pengumpil terletak lebih
profunda dari otot lengan bawah.
Medial (=dalam): lebih dekat ke bidang median.
    Contoh: pangkal lengan terletak medial terhadap tubuh.
Lateral (=luar): menjauhi bidang median.
    Contoh: Telinga terletak lateral terhadap mata.
Proksimal (=dekat): lebih dekat dengan batang tubuh atau
pangkal.
   Contoh: Siku terletak proksimal terhadap telapak tangan.
Distal (=jauh): lebih jauh dari batang tubuh atau pangkal.
   Contoh: Pergelangan tangan terletak distal terhadap
pangkal lengan.
ISTILAH GERAKAN ANATOMI
Fleksi dan ekstensi
Fleksi adalah gerak menekuk atau membengkokan. 
Ekstensi adalah gerakan untuk meluruskan.
Contoh: gerakan ayunan lutut pada kegiatan gerak jalan.
Gerakan ayunan ke depan merupakan (ante) fleksi dan
ayunan ke belakang disebut (retro) fleksi/ekstensi. Ayunan ke
belakang lebih lanjut disebut hiperekstensi.
Adduksi dan abduksi
Adduksi adalah gerakan mendekati tubuh. 
Abduksi adalah gerakan menjauhi tubuh.
Contoh: gerakan membuka tungkai kaki pada posisi istirahat
di tempat merupakan gerakan abduksi (menjauhi tubuh). Bila
kaki digerakkan kembali ke posisi siap merupakan gerakan
adduksi (mendekati tubuh).
Elevasi dan depresi
      Elevasi merupakan gerakan
mengangkat, 
Depresi adalah gerakan menurunkan. Contohnya: Gerakan
membuka mulut (elevasi) dan menutupnya (depresi)juga
gerakan pundak keatas (elevasi) dan kebawah (depresi)
Inversi dan eversi
     Inversi adalah gerak memiringkan telapak kaki ke dalam tubuh. 
Eversi adalah gerakan memiringkan telapak kaki ke luar. Juga  perlu diketahui
untuk istilah inversi dan eversi hanya untuk wilayah di pergelangan kaki.

Supinasi dan pronasi


     Supinasi adalah gerakan menengadahkan tangan. 
Pronasi adalah gerakan menelungkupkan. Juga perlu diketahui istilah supinasi dan
pronasi hanya digunakan untuk wilayah pergelangan tangan saja

Endorotasi dan eksorotasi


     Endorotasi adalah gerakan ke dalam pada sekililing sumbu panjang tulang yang
bersendi (rotasi).
Eksorotasi adalah gerakan rotasi ke luar.
ISTILAH YANG DIPAKAI UNTUK MENUNJUKAN
ILMU YANG DIPAKAI
 OSTEOLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG TULANG)
 ARTHROLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG SENDI)
 MIOLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG OTOT)
 NEUROLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG SARAF &
STRUKTUR SARAF)
 KARDIOLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG JANTUNG)
GASTROLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG SALURAN PENCERNAAN)
 OFTALMOLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG MATA
 UROLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG SALURAN PERKEMIHAN &
   REPRODUKSI)
 DERMATOLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG KULIT)
SPLANKHOLOGI
   (ILMU PENGETAHUAN TENTANG ORGAN/ VISERA <ALAT
DALAM>)

 
Regions of the Body
Cranium
Cervical
Thorax
Abdomen
Pelvis
Extremities
ORGAN SYSTEM
ANATOMI TUBUH MANUSIA
Sistem Organ:
Kulit dan integumen
Tulang dan otot
Saraf
Jantung dan pembuluh darah
Pernafasan
Pencernaan
Ginjal dan saluran kemih
Sistim hormon
Sistim reproduksi
Sistim saluran limfe.
Tingkat organisasi struktural:
Atom
Molekul
Organel
Sel
Jaringan
Organ
Sistim Organ
Organisme
FUNGSI SISTEM ORGAN
SISTEM INTEGUMEN
Fungsi sistem
Kulit dan Integumen integumen
melindungi jaringan di
Kulit
bawahnya
Kelenjar keringat
pengaturan suhu tubuh
Kelenjar minyak pembuangan zat-zat sisa
Rambut menerima rangsang seperti
Kuku raba, tekan, suhu, sakit
Gigi mencegah kehilangan
cairan
SISTEM INTEGUMEN & SISTEM MUSKULOSKELETAL

Sistem Integumen
Merupakan organ terbesar, tertipis, & sangat penting
(vital, diverse, complex, extensive)
Mampu memperbaiki sendiri (self-repairing) &
mekanisme pertahanan tubuh pertama (pembatas
antara lingkungan luar tubuh dgn dalam tubuh)
Pada orang dewasa: luas=1,6-1,9 m2; tebal= 0,05-0,3cm
Fungsi Sistem Integumen
PELINDUNG dari kekeringan, invasi mikroorganisme,
sinar ultraviolet, & … mekanik, kimia, atau suhu
PENERIMA SENSASI; sentuhan, tekanan, nyeri, &
suhu
PENGATUR SUHU; menurunkan kehilangan panas
saat suhu dingin & meningkatkan kehilangan panas
saat suhu panas
FUNGSI METABOLIK; menyimpan energi melalui
cadangan lemak; sintesis vitamin  D
EKSKRESI & ABSORPSI
Struktur kulit (membran kutan)

1. Epidermis
2. Dermis

Lapisan subkutan/ hipodermis/fasia superfisial > jaringan


lemak & areolar
 Kulit tipis > kulit yg menutupi sbgn besar permukaan tubuh
Kulit tebal > kulit yg menutupi telapak tangan & kaki
EPIDERMIS
Dibentuk oleh 5 lapis sel epitel:
1. Stratum corneum
Terdiri dari : sel skuamosa yg sangat tipis; mengandung keratinosit
2. Stratum lucidum
Terdiri dari: keratinosit yg bersih, tdk berinti, & tdk jelas batas
antar selnya; sel berisi materi spt gel (eleidin) yg akan diubah mjd
keratin; eleidin~lemak berikatan dg protein > menghambat
masuk/keluarnya air; pd kulit tipis lapisan ini tdk ada.
3. Stratum granulosum
Proses keratinisasi dimulai dr lapisan ini. Tdd 2-4 lapis sel yg berisi
granul (keratohyalin) yg dibutuhkan untuk pembentukan keratin.
Sitoplasma sel memiliki kadar enzim lysosom yg tinggi, inti sel tdk
ada & berdegenerasi. Pd kulit tipis lapisan ini tidak ada.
4. Stratum spinosum
Tdd 8-10 lapis sel yg berbentuk tdk teratur
(polyhedral). Sel pd lapisan ini kaya akan RNA yg
menginisiasi sintesis protein untuk produksi keratin.
5. Stratum basale
Tdd 1 lapis sel kolumnar yg dapat mengalami
mitosis ® aktivitas regenerasi ®sel berpindah dari
lapisan terbawah ke paling atas

Stratum germinativum (growth layer) Þ stratum


spinosum + stratum basale
DERMIS

Terdiri dari lapis tipis papil & retikular tebal


Lapisan dermis lebih tebal daripada epidermis
Banyak terdapat jaringan saraf & ujung-ujung saraf reseptor
sensori somatik
Banyak terdapat pembuluh darah > regulasi suhu tubu
Lapisan papil (dermal papillae)
Lapisan retikular
- Terdiri dari retikulum > jaringan serat kolagen  (terbanyak) &
serat elastin
-Tempat menempelnya serat otot rangka  (wajah & kulit kepala)
& otot polos  (arrector pili muscles/ akar rambut)
-Terdapat  reseptor sensori somatik (rasa  nyeri, tekanan,
sentuhan, & suhu)
Warna Kulit
Penentu dasar warna kulit: kuantitas melanin yang
tersimpan di dalam sel epidermis
Melanosit  yang memproduksi pigmen tersebar di
stratum basale epidermis
Melanosit: mengubah asam amino tyrosin mjd pigmen
melanin coklat kehitaman yg diatur oleh enzim
tyrosinase.
Konversi tyrosin mjd pigmen terjadi pada:
(1) gen/ keturunan , (2) paparan cahaya matahari, (3)
hormon ACTH
Pada keadaan tertemtu yg bersifat sementara, warna
kulit berubah oleh perubahan volume darah yg melalui
kapiler kulit & jumlah hemoglobin yg teroksigenasi
Gangguan integumenter yang harus dihindari pada
tindakan flebotomi:
jerawat
pruritus
luka bakar
kanker kulit
infeksi jamur
pedikulosis (kutu)
herpes
keloid
psoriasis
SISTEM MUSKULOSKELETAL(OTOT-RANGKA)
Otot (muscle)
Jaringan tubuh yg berfungsi mengubah energi kimia
menjadi kerja mekanik sebagai respons tubuh
terhadap perubahan lingkungan
Rangka (skeletal)
bagian tubuh yg tdd tulang, sendi, dan tulang rawan
(kartilago) sbg tempat menempelnya otot dan
memungkinkan tubuh untuk mempertahankan sikap
dan posisi
Sistem Rangka dan Sendi
Alat gerak tubuh manusia > sistem muskuloskeletal:
pasif >  rangka (skeletal); aktif  > otot (muscle)
Rangka-tulang: jaringan ikat yang keras & kaku
(jaringan penyokong); banyak mengandung mineral, zat
perekat dan zat kapur.
Tulang Rawan, Tulang, dan Sendi
Fungsi Sistem Rangka
1. Penyangga: berdirinya tubuh, tempat melekatnya
ligamen-ligamen, otot, jaringan lunak & organ
2. Penyimpanan mineral (kalsium & fosfat) dan lipid
(yellow marrow)
3. Produksi sel darah (red marrow)
4. Pelindung; membentuk rongga melindungi organ yang
halus & lunak
5. Penggerak; dpt mengubah arah & kekuatan otot rangka
saat bergerak; adanya persendian
TULANG RAWAN
Berkembang dari mesenkim membentuk sel yg disebut kondrosit
Kondrosit menempati rongga kecil (lakuna) di dalam matriks
dengan substansi dasar seperti gel (berupa proteoglikans) yang
basofilik.
Kalsifikasi menyebabkan tulang rawan tumbuh menjadi tulang
(keras).
Berdasarkan jenis & jumlah serat di dalam matriks, ada 3 macam
tulang rawan:
Tl rawan hialin: matriks mengandung serat kolagen; jenis yg paling
banyak dijumpai
Tl rawan elastin: serupa dg tulang rawan hialin ttp lebih banyak
serat elastin yg mengumpul pd dinding lakuna yang mengelilingi
kondrosit
Fibrokartilago: tdk pernah berdiri sendiri ttp scr berangsur
menyatu dg tulang rawan hialin atau jaringan ikat fibrosa yg
berdekatan
Pertumbuhan Tulang Rawan
Ada 2 cara:
1. Appositional growth; tumbuh dari luar >  sel
pembentuk kartilago di dlm perikondrium menyekresi
matriks baru ke permukaan luar kartilago yg sdh ada
2. Interstisial growth; tumbuh dari dalam > kondrosit yg
berikatan dg lakuna di dlm kartilago membelah &
menyekresi matriks baru & memperluas kartilago dari
dalam
Pertumbuhan tulang rawan berakhir selama periode
dewasa
Tulang
Pembentuk jaringan:
- Sel-sel tulang (sel osteoprogenitor, osteoblast, 
  osteosit, dan osteoklas)
- Matriks
Matriksnya mengandung unsur anorganik, terutama
kalsium fosfat (hidroksiapatit)
Secara makroskopik:
- spongiosa (kanselosa)
- kompak (padat)
Permukaan luar tulang dilapisi selubung fibrosa
(periosteum); lapis tipis jaringan ikat (endosteum)
melapisi rongga sumsum  & meluas ke dlm kanalikuli
tulang kompak
Struktur  Mikroskopis Tulang
1. Sistem Havers: saluran Havers (saraf, pembuluh darah, aliran
limfe) 
2. Lamella (lempeng tulang yang tersusun konsentris).
3. Lacuna (ruangan kecil yang terdapat di antara lempengan–
lempengan yang mengandung sel tulang).
4. Kanalikuli (memancar di antara lacuna dan tempat difusi
makanan sampai ke osteon).

Periosteum
Membran vaskuler fibrosa yang melapisi tulang, banyak
pembuluh darah dan melekat erat pada tulang.
Pada tulang yang  sedang tumbuh  terdapat lapisan  sel
pembentuk  tulang diantara  periosteum dan
     tulang.       
Membran periosteum berasal dari perikondrium tulang
rawan yang merupakan pusat osifikasi.
Pada tulang yang sedang tumbuh terdiri atas 1 batang
(diafisis) dan 2 ujung (epifisis)
Tulang menurut bentuknya
Ossa longa (tulang panjang): tulang yg ukuran panjangnya
terbesar, cth: os humerus
Ossa brevia (tulang pendek): tulang yg ketiga ukurannya
kira-kira sama besar, cth: ossa carpi
Ossa plana (tulang gepeng/pipih): tulang yg ukuran
lebarnya terbesar, cth: os parietale
Ossa irregular (tulang tak beraturan), cth: os sphenoidale
Ossa pneumatica (tulang berongga udara), cth: os maxilla
Sendi
Persambungan/ artikulasio : pertemuan antara dua atau lebih dari
tulang rangka.
Artrologi: ilmu yang mempelajari persendian.    
3 Jenis Sendi Berdasarkan strukturnya
1. Fibrosa: hubungan antar sendi oleh jaringan fibrosa
2. Kartilago/tulang rawan: ruang antar sendinya berikatan dengan
tulang rawan.
3. Sinovial/sinovial joint: ada ruang sendi dan ligament
untuk   mempertahankan persendian.
Sendi berdasarkan jenis persambungannya
1. Sinartrosis
Sendi yang terdapat kesinambungan krn di antara kedua ujung
tulang yang bersendi tdp suatu jaringan
2. Diartrosis      
Sendi terdapat ketidak-sinambungan karena di antara tulang yg
bersendi terdapat rongga (cavum articulare)
Otot
Otot membentuk 43% berat badan; > 1/3-nya mrpkn
protein tubuh &  ½-nya tempat terjadinya aktivitas
metabolik saat tubuh istirahat
Proses vital di dlm tubuh (spt. Kontraksi jantung, kontriksi
pembuluh darah, bernapas, peristaltik usus) terjadi krn
adanya aktivitas otot
Fungsi Sistem Otot Rangka
1. Menghasilkan gerakan rangka.
2. Mempertahankan sikap & posisi tubuh.
3. Menyokong jaringan lunak.
4. Menunjukkan pintu masuk & keluar saluran dlm sistem
tubuh.
5. Mempertahankan suhu tubuh; kontraksi otot:energi ® panas
Tipe jaringan otot

1. Otot polos
memiliki 1 inti yg berada di tengah, dipersarafi oleh saraf otonom
(involunter), serat otot polos (tidak berserat), terdapat di organ
dalam tubuh (viseral), sumber Ca2+ dari CES, sumber energi
terutama dr metabolisme aerobik, awal kontraksi lambat, kadng
mengalami tetani, tahan thd kelelahan
2. Otot rangka
memiliki banyak inti, dipersarafi oleh saraf motorik somatik
(volunter), melekat pada tulang, sumber Ca2+ dari retikulum
sarkoplasma (RS), sumber energi dr metabolisme aerobik &
anaerobik, awal kontraksi cepat, mengalami tetani, & cepat lelah
3. Otot jantung
memiliki 1 inti yg berada di tengah, dipersarafi oleh saraf otonom
(involunter), serat otot berserat, hanya ada di jantung, sumber Ca2+
dari CES & RS, sumber energi dr metabolisme aerobik, awal
kontraksi lambat, tdk mengalami tetani, & tahan thd kelelahan
Sistem Rangka Fungsi Sistem Rangka:
tulang keras penyangga tubuh
◦ tulang panjang melindungi organ
◦ tulang pendek dalam
◦ tulang pipih membantu pergerakan
tulang rawan produksi sel-sel darah
tendon sebagai cadangan
ligamentum mineral
sendi
OTOT
Otot Fungsi Sistem Otot
otot rangka otot lurik  Pergerakan:
organ yang berfungsi ◦ Terkendali
secara otot polos  ◦ Otomatik
otomatik: saluran cerna, Menghasilkan panas
saluran kemih, saluran Mempertahankan
nafas, dan pembuluh postur tubuh
darah
jantung otot jantung 
Sistem Pernafasan Fungsi Sistem
Rongga hidung Pernafasan
Farings mendapatkan oksigen
Larings dari udara
Trakhea atau tenggorok membuang hasil
Bronkus metabolisme berupa
Paru karbondioksida
◦ bronkiolus mempertahankan pH
◦ alveolus dalam darah
menghasilkan suara
Sistem Percernaan Fungsi Sistem
Mulut, Pencernaan
Kelenjar liur Menguraikan makanan
Kerongkongan atau ◦ secara mekanik
esophagus
◦ dengan bantuan enzim
Lambung
Usus halus
Menyerap nutrisi
Usus besar Membuang hasil
Hati metabolisme dan sisa
Kantung empedu makanan
Pankreas
SARAF
Sistem Saraf Fungsi Sistem Saraf
saraf pusat komunikasi dan regulasi
◦ otak besar fungsi menyeluruh
◦ otak kecil tubuh
◦ sumsum tulang menerima rangsang dan
belakang indera
sistim saraf tepi mengatur pergerakan
dan fungsi fisiologis
proses kontrol
intelektual
Sistem Saluran Kemih Fungsi Sistem Saluran
Ginjal Kemih
Ureter Membentuk urin untuk
Kandung kemih atau membuang sisa hasil
buli-buli metabolisme dan zat
Uretra racun
Sistem Reproduksi
 Sistem Reproduksi pada
Sistem Reproduksi pada pria:
Wanita: testis (menghasilkan
indung telur atau spermatozoa)
ovarium, kelenjar prostat
tuba Falopii kelenjar seminalis
rahim atau uterus genitalia eksternal
vagina ◦ penis
genitalia eksternal glans penis
◦ labia minor, prepusium,
◦ labia mayor badan penis
Fungsi sistem reproduksi : Perkembangbiakan
Sistem Endokrin
Kelenjar endokrin adalah kelenjar
yang menghasilkan hormon
Hormon-hormon yang dihasilkan
akan mengatur fungsi organ atau
mengatur
metabolism tubuh manusia
Hipotalamus
Hipofisis
Tiroid
Paratiroid
Timus
Kelenjar adrenal
Indung telur atau testis
Pankreas
SISTEM PEREDARAN DARAH
Sistem Limfatik Fungsi Sistem
Saluran limfe Limfatik
Kelejar limfe atau pertahanan tubuh
kelenjar getah bening melalui produksi sel
Limpa darah putih
Tonsil menjaga keseimbangan
Timus cairan jaringan
Sumsum tulang distribusi dan
transportasi zat
tertentu
SARAF
Sistem Saraf Fungsi Sistem Saraf
saraf pusat komunikasi dan regulasi
◦ otak besar fungsi menyeluruh
◦ otak kecil tubuh
◦ sumsum tulang menerima rangsang dan
belakang indera
sistim saraf tepi mengatur pergerakan
dan fungsi fisiologis
proses kontrol
intelektual