Anda di halaman 1dari 13

EVALUASI HASIL PELAKSANAAN UJI COBA

BRIDGING SISRUTE RAWAT JALAN DI KOTA


BANDUNG

Dr. dr. Agus Hadian Rahim, Sp.OT(K), MKes, MHKes


SEKRETARIS DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN
KEMENTERIAN KESEHATAN R.I
Jakarta, 24 September 2019
LATAR BELAKANG

Mempercepat waktu pelayanan


 pasien sesuai kebutuhan pasien

Meningkatkan mutu pelayanan


 sesuai kompetensi

Efisiensi biaya kesehatan dan mampu


 meningkatkan kepuasan pasien
STRATEGI
Menyediakan Informasi Pelayanan Kesehatan Melalui Media Komunikasi
Online mengenai :
Ketersediaan Tenaga Ketersediaan Sarana, Pedoman Kriteria
Ketersediaan
Medis (dokter, spesialis, Prasarana dan Alat Rujukan berbasis
Pelayanan sub spesialis) Kesehatan dan obat Kompetensi fasyankes

KOMPETENSI FASYANKES

Informasi Ketersediaan
Ketersediaan Ketersediaan
jadwal Tempat Tidur Komunikasi/ Ketersediaan Tracking
Komunikasi
dokter Kosong (real time) Konsultasi darah ambulance
Proses Rujukan
jarak jauh

SISTEM RUJUKAN TERINTEGRASI (SISRUTE)


LAPORAN UJI COBA SISRUTE
RUJUKAN RAWAT JALAN DI KOTA
BANDUNG
18 – 20 September 2019
PELAKSANAAN UJI COBA SISRUTE
KOTA BANDUNG 18 – 20 SEPTEMBER 2019
Lokus 10 Puskesmas , terdiri dari :
• Puskesmas Padasuka
• Puskesmas Puter
• Pukesmas Cipamokalan
• Puskesmas Ibrahim Adjie
• Puskesmas Pagarsih
• Puskesmas Pasundan
• Puskesmas Kopo
• Puskesmas Garuda
• Puskesmas Sukarasa
• Puskemas Pasir Kaliki
PELAKSANAAN UJI COBA SISRUTE
KOTA BANDUNG 18 – 20 AGUSTUS 2019
Tujuan :
Meningkatkan pemahaman pengguna SISRUTE di Puskesmas pada proses rujukan rawat
jalan sesuai dengan kompetensi fasyankes dan kebutuhan medis pasien berdasarkan pada
kriteria rujukan yang ditetapkan oleh Organisasi Profesi.

Mengetahui permasalahan/kendala yang ditemukan di puskesmas dalam melakukan


rujukan menggunakan aplikasi SISRUTE yang sudah bridging dengan aplikasi Rujol
(Rujukan Online) BPJS (P-Care).

Melakukan analisa dan rencana tindak lanjut terhadap kendala


yang ditemukan di lapangan.
HASIL KUNJUNGAN UJI COBA PENGEMBANGAN
SISRUTE RUJUKAN RAWAT JALAN
1. Sebagian besar puskesmas sudah memiliki sumber daya dan sarana prasarana
untuk mengoperasikan aplikasi SISRUTE seperti komputer, SDM (dokter,
perawat, bidan dan staf admin), dan akses internet.
2. Semua petugas pengguna SISRUTE (dokter, perawat, bidan dan staf admin)
sudah memahami pelaksanaan pengoperasian pengembangan SISRUTE (rawat
jalan).
3. Telah dilakukan simulasi proses rujukan terhadap beberapa kasus penyakit (ICD
X) berdasarkan:
a. Diagnosis yang memiliki kriteria rujukan (yang telah ditetapkan oleh
Organisasi Profesi)
b. Diagnosis tanpa ada kriteria rujukan (customized)
4. Hasil identifikasi permasalahan/ kendala beserta solusi (terlampir)
HASIL KUNJUNGAN UJI COBA PENGEMBANGAN
SISRUTE RUJUKAN RAWAT JALAN
4. Hasil identifikasi permasalahan/ kendala yaitu:
a. Pcare Development belum dilakukan update sehingga data kepesertaan belum
sesuai dengan keadaan saat ini, solusi
b. Belum semua FKRTL / Klinik utama teregistrasi.
c. Perlu adanya penyempurnaan Buku Manual/Juknis.
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Telah dilakukan simulasi beberapa kasus penyakit pada 10 Puskesmas. Dari
hasil simulasi tersebut maka kami dapatkan beberapa permasalahan/
kendala terhadap proses rujukan rawat jalan terutama akibat belum
updatenya Pcare Development.
2. BPJS perlu melakukan update data kepesertaan di Pcare Developmentnya
agar proses bridging tidak terkendala sehingga dapat mempermudah
sekaligus memberikan gambaran yang tepat pada uji coba yang dilakukan.
3. Pedoman petunjuk teknis akan dilakukan update sesuai masukan yang ada
4. Proses rujukan pasien yang dilakukan melalui SISRUTE menunjukkan bahwa
bridging SISRUTE – RUJOL (Pcare) sudah berhasil.
5. Akan dilakukan uji coba lebih lanjut dengan data kepesertaan Pcare
Development yang sudah dilakukan update.
TERIMA KASIH
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok X5 Kav 4- Jakarta Selatan

www.yankes.kemkes.go.id www.facebook.com/ditjen.yankes @ditjenyankes @ditjenyankes