Anda di halaman 1dari 9

REFERAT PRE-

EKLAMPSIA

Gani Mubarak ( 2010221003)

Syarifah Nazira (2010221004)

Siti Harna (2010221021)

Yusi Rizky Novianty (2010221033)


DEFINISI

– Preeklampsia merupakan kondisi spesifik pada kehamilan yang ditandai dengan


adanya disfungsi plasenta dan respon maternal terhadap adanya inflamasi
sistemik dengan aktivasi endotel dan koagulasi.
– American College of Obstetric and Gynecology (ACOG) mendefinisikan
preeklamsia sebagai adanya hipertensi dan proteinuria yang terjadi setelah 20
minggu kehamilan pada pasien yang sebelumnya mengalami normotensi.

PNPK POGI, 2016


EPIDEMIOLOGI

– WHO memperkirakan kasus preeklampsia tujuh kali lebih tinggi di negara


berkembang daripada di negara maju
– Prevalensi preeklampsia di Negara maju adalah 1,3% - 6%, sedangkan di Negara
berkembang adalah 1,8% - 18%
– Insiden preeklampsia di Indonesia sendiri adalah 128.273/tahun atau sekitar
5,3%-

PNPK POGI, 2016


FAKTOR RISIKO

– Wanita muda
– Nulipara
– Obesitas
– Kehamilan multifetal
– Riwayat preeklamsia sebelumnya

William Obstetrics, 2014


ETIOLOGI

1. Implantasi plasenta dengan invasi trofoblas PD uterus.


2. Maladapptasi toleransi imun antara maternal, paterna, dan jaringan janin.
3. Maladaptasi maternal terhadap perubahan kardiovaskular atau inflamasi pada kehamilan normal
4. Faktor genetik

William Obstetrics, 2018


Invasi Trofoblas Abnormal
GENETIK
INFLAMASI SISTEMIK

– Berperan dalam perubahan pada stage 1


– Iskemi faktor plasenta  kaskade  antiangiogenik, faktor metabolic, dan
mediator kimiawi TNF-α, IL  stress oksidatif sistemik  ROS dan radikal
bebas  lipid peroksidase (sangat toksik)  kerusakan sel endotel, modifikasi
produksi NO, mengganggu keseimbangan PG, sel busa (pada aterosis plasenta),
aktivasi koagulasi mikrovaskular sistemik  trombositopenia dan peningkatan
permeabilitas vascular yang hebat ( edema dan proteinuria )
PATOFISIOLOGI