Anda di halaman 1dari 13

SOAL NOMOR 3

Anggota Kelompok :
 Agung Satria Winahyu
 Galih Ricci
 Hafidh Bagus Aji Prasetyo
 Prasasya Paramesthi
 Putri Nurwidayanintyas
 Kusumaningtyas Ayu A
3. Satu minggu sebelum masuk rumah sakit (SMRS) anak usia 10 tahun BB 26 kg TB 130 cm. Tiba
tiba mengeluhkan kelemahan anggota gerak terutama pada kaki, kedua kaki terasa berat, anak
masih bisa berjalan tetapi anak berjalan dengan kaki diseret. Anak makan dan minum dengan
baik. Tiga hari SMRS anak dikeluhkan mulai tidak bisa berjalan, kedua kaki masih bisa digerakkan
tetapi tidak bisa diangkat melawan gaya gravitasi. Kedua tangan masih bisa digerakkan melawan
gravitasi tetapi tidak kuat melawan tahanan ringan. dan BAK tidak ada keluhan. Anak dapat
berbicara dengan baik, makan dan minum masih seperti biasa, tidak tersedak.
a. Anamnesa yang perlu ditambahkan
b. Pemeriksaan fisik dan neurologis apa yang saudara lakukan
c. Pemeriksaan penunjang apa yang harus dilakukan
d. Kemungkinan diagnosisnya
e. Bagaimana tatalaksana medikamentosa dan non medikamentosa
ANAMNESIS
 Hubungan dengan waktu, kapan kelumpuhan mulai dirasakan? (pagi, siang, malam, sedang tidur, setelah
makan dan lain sebagainya)
 Apakah sebelum pasien terkena penyakit tersebut pasien cepat lelah dan nyeri otot setelah beraktivitas?

 Apakah keluhan didahului kejadian atau keadaan teretentu?

 Apakah terdapat rasa nyeri? Jika ada dibagian mana?

 Apakah terdapat rasa kesemutan? Jika ada dibagian mana?

 Apakah terdapat gangguan sensibilitas pada anggota tubuh yang lain?

 Faktor pencetus, adakah riwayat kontak dengan orang yang sedang memiliki keluhan serupa? Adakah
riwayat bepergian ke daerah tertentu? Adakah riwayat trauma yang dialami?
 Apakah ada pengobatan dan terapi yang telah dilakukan sebelumnya, bagaimana hasilnya?

 Apakah faktor yang membuat keluhan lebih berat dan lebih ringan?

 Apakah sebelumnya pernah terkena penyakit seperti ini?


 Adakah keluhan lain seperti batuk, pilek, nyeri tenggorok,
pembesaran kelenjar getah bening di leher, sakit kepala, perut
kembung, mual, muntah, diare, dan pandangan mata kabur?
 Apakah pasien mengalami kelemahan menangis, kurangnya expresi
wajah, dan kelainan pada mata?
 Apakah terdapat riwayat immunosupresan pada anak?

 Apakah ada obat yang dikonsusmi rutin?

 Apa saja operasi medis yang pernah dilakukan?


 Apakah terdapat rasa
 Bagaimana Riwayat alergi?

 Bagaimana Riwayat infeksi?

 Bagaimana Riwayat penyakit dan adakah keluhan serupa dalam keluarga atau lingkungan (tetangga dan sekolah)?

 Apakah riwayat imunisasi dasar lengkap?

 Bagaimana riwayat tumbuh kembang anak?

 Riwayat pre-natal :
1. Adakah riwayat infeksi ibu saat kehamilan?
2. Bagaimana riwayat ANC ibu?
3. Adakah penyakit sistemik yang dialami ibu saat hamil?
4. Apakah bayi lahir premature, cukup bulan, atau lewat bulan?

 Riwayat persalinan: normal/tidak, trauma saat lahir, nafas spontan/asfiksia, perawatan tali pusat

 Riwayat Post-natal

 Riwayat menyusu, ASI eksklusif / tidak

 Bagaimanakah kebersihan lingkungan tempat tinggal maupun area bermain anak?

 Riwayat Sosial Ekonomi


Pemeriksaan Fisik
Mata
Kepala
pupil isokor (+/+), diameter
Makro/mikro/no
2mm/2mm, reflex pupil (+/+),
rmocephal?
Anak Usia 10 tahun
Hidung Keadaan umum : Tampak sakit
Discharge ?
Mulut Kesadaran : composmentis
faring hiperemis (?) Tanda Vital:
Telinga ukuran tonsil ? TD?
HR?
Discharge? RR?
Temp?
Thorax VAS?
Leher
Inspeksi, palpasi,
Simetris? Pembesaran limfonodi? perkusi, auskultasi? Status Gizi
Berat Badan : 26 kg
Tinggi Badan : 130 cm
Abdomen
Kulit Inspeksi, auskultasi,
turgor kulit cukup ? perkusi, palpasi?
Jantung Ekstremitas
Inspeksi, palpasi, Sianosis? Edema? akral
perkusi, auskultasi? dingin? CRT?
Pemeriksaan Neurologis
Pemeriksaan tidak harus berurutan, tetapi
mana dulu yang dapat diperiksa
Pediatric Glasgow Coma Scale
Kaku kuduk, Brudzinski I, Brudzinski II, dll

Pemeriksaan Nervus Kranialis


Pemeriksaan Kesadaran Dan Pemeriksan Tanda Rangsang Meningeal

12
Pemeriksaan Motorik dan Refleks
34 Pemeriksaan Sensibiltas

Ukuran Otot, Kekuatan Otot ,dan Tonus Otot serta 4 macam sensasi somatik, yaitu suhu,
Refleks Fisiologis dan Patologis nyeri, sikap, dan tekan
Pemeriksaan
Kesadaran
Kekuatan Otot

0 0 : Tidak didapatkan sedikitpun kontraksi otot, lumpuh total

5 1
1 : Terdapat sedikit gerakan otot, namun tidak didapatkan
pada persendian
2 : Didapatkan gerakan tetapi tidak mampu melawan gravitasi
gerakan

3 : Dapat mengadakan gerakan melawan gaya berat


4 : Dapat melawan gaya berat dan dapat menagtasi tahanan yang
diberikan
4 2 5 : Tak ada kelumpuhan (normal)

Interprestasi
3 Ekstremitas superior 333/333 ekstremitas inferior 222/222
Pemeriksaan Motorik
Ekstremitas Superior Ekstremitas Inferior
Pemeriksaan Pemeriksaan
Dextra Sinistra Dextra Sinistra
You can simply impress your audience and add a
unique zing and appeal to your Presentations.
Gerak +
I hope and I believe that this Template will your
Time, Money and Reputation.
+ Gerak + +
Tonus Hipotonus Hipotonus Tonus Hipotonus Hipotonus
Tonus Fasik Tonus Postural
Trofi eutrofi eutrofi Trofi eutrofi eutrofi
You can simply impress your audience and add a
unique zing and appeal to your Presentations.
Refleks Fisiologis Menurun Menurun Refleks Fisiologis Menurun
I hope and I believe Menurun
that this Template will your
Time, Money and Reputation.

Refleks Patologis - - Refleks Patologis - -

Klonus - - Klonus - -
PEMERIKSAAN PENUNJANG
 Pemeriksaan darah rutin (melihat ada tidaknya tanda infeksi berupa leukositosis dan LED yang
meningkat)
 Pemeriksaan cairan serebrospinal → apabila ada peningkatan kadar protein (1-1.5 gr/dl) tanpa diikuti
kenaikan jumlah sel disebut disosiasi sitoalbumin *gold standard untuk Sindroma Guillan-Barre
 Pemeriksaan elektromiografi (EMG) → melihat ada tidaknya gangguan pada konduksi
neuromuscular fiber
 Pemeriksaan serologi seperti antibody asetilkolinesterase untuk mendukung diagnosis banding pada
myasthenia gravis
Diagnosis :
 Sindrom Guillain-Barre 

Diagnosis Banding :
 Myasthenia gravis
TATALAKSANA
Tatalaksana Sindrom Guillain-Barre
 Plasmaferesis dilakukan 3-5 kali dalam waktu 5-10 hari, dengan dosis 40-55ml/kg/kali
 Intravenous immunoglobulin (IVIg) dengan 0,4-0,5 gram/kg/kali selama 4-5 hari berturut-turut
dengan total dosis 2 gram/kg  dapat menetralisasi antibody mielin yang beredar dengan berperan
sebagai antibody anti-idiotipik
 Pemberian cairan dan antibiotic apabila terjadi hipotensi dan sepsis saat plasmaferesis terjadi
 Fisioterapi dilakukan saat terjadi perbaikan setelah terapi