Anda di halaman 1dari 14

Reaksi Asam Basa

(Penetralan)
Oleh: Wahyuni Andriani
A1C115019
Jika asam direaksikan dengan basa, baik dalam bentuk murni
maupun dalam larutan air, akan membentuk garam dan air. Reaksi
antara asam dan basa ini dikenal sebagai reaksi penetralan. Mengapa
reaksi ini dinamakan reaksi pentralan? Perhatikan uraian berikut.

Reaksi antara asam kuat dengan basa kuat NaOH

Reaksi : HCl(aq) + NaOH(aq)  NaCl(aq) + H2O(l)

Reaksi ion : H+(aq) + Cl-(aq) + Na+(aq) + OH-(aq)  Na+(aq) + Cl-(aq) + H2O(l)

Reaksi ion bersih : H+(aq) + OH-(aq)  H2O(l)


Reaksi antara asam dan basa dapat kita tuliskan
sebagai berikut:
Asam + Basa  Garam + Air

Contoh:
HNO3(aq) + KOH(aq)  KNO3(aq) + H2O(l)
H2SO4(aq) + 2Ba(OH)2(aq)  BaSO4(s) + 2H2O(l)
Berdasarkan kelarutannya, reaksi penggaraman dibagi
menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

2. Reaksi penggaraman
1. Reaksi penggaraman
yang menghasilkan
yang menghasilkan
garam yang tidak larut
garam yang larut
(mengendap)
HNO3(aq) + KOH(aq) 
H2SO4(aq) + 2Ba(OH)2(aq)
KNO3(aq) + H2O(l)
 BaSO4(s) + 2H2O(l)

Garam KNO3 larut Garam BaSO4 adalah


dalam air dan contoh garam yang
terionisasi sebagai ion K+ sukar larut (mengendap)
dan ion NO3- dalam air
Berdasarkan jenis asam dan basa yang bereaksi,
reaksi penggaraman terbagi menjadi empat yaitu:

1. Reaksi antara 2. Reaksi antara


Asam Kuat dengan Asam Kuat dengan
Basa Kuat Basa Lemah

4. Reaksi antara
3. Reaksi antara
Asam Lemah
Asam Lemah
dengan Basa
dengan Basa Kuat
Lemah
1. Reaksi antara Asam Kuat dengan Basa Kuat
Contoh: 2HCl(aq) + Ba(OH)2(aq)  BaCl2(aq) + 2H2O(l)

 Jika dalam reaksi ini, zat yang sisa adalah asam, maka pH larutan
setelah reaksi ditentukan dari pH asam yang sisa

 Jika dalam reaksi ini, zat yang sisa adalah basa, maka pH larutan
setelah reaksi ditentukan dari pH basa yang sisa

 Jika dalam reaksi ini, asam dan basa sama-sama habis bereaksi,
maka pH larutan adalah pH garam yang terbentuk. Karena berasal
dari asam kuat dan basa kuat, garam ini dikenal dengan garam
netral, yaitu pH=7
2. Reaksi antara Asam Kuat dengan Basa Lemah

Contoh: HBr(aq) + NH3(aq)  NH4Br(aq)

• Jika dalam reaksi itu, zat yang sisa adalah asam, maka pH larutan
setelah reaksi ditentukan dari pH asam yang sisa
• Jika dalam reaksi itu, zat yang sisa adalah basa, maka akan terbentuk
larutan bufer basa (pH > 7) (lebih lanjut akan dibahas pada BAB
Kesetimbangan Larutan pada sub Larutan penyangga)
• Jika dalam reaksi ini, asam dan basa sama-sama habis bereaksi, maka
pH larutan ditentukan dari larutan garam yang terbentuk. Garam yang
terbentuk akan mengalami hidrolisis sebagian (parsial) yang bersifat
asam (pH < 7). Penentuan besarnya pH larutan itu, akan dibahas pada
BAB Kesetimbangan Larutan pada sub Hidrolisis Garam
3. Reaksi antara Asam Lemah dengan Basa Kuat

Contoh: CH3COOH(aq) + NaOH(aq)  CH3COONa(aq) + H2O(l)

• Jika dalam reaksi ini, zat yang tersisa adalah asam, maka akan
terbentuk larutan bufer asam (pH < 7) (lebih lanjut akan dibahas pada
BAB Kesetimbangan Larutan pada sub Larutan penyangga)
• Jika dalam reaksi ini, zat yang tersisa adalah basa, maka pH larutan
setelah reaksi ditentukan dari pH basa yang sisa
• Jika dalam reaksi ini, asam dan basa sama-sama habis bereaksi, maka
pH larutan ditentukan dari larutan garam yang terbentuk. Garam yang
terbentuk akan mengalami hidrolisis sebagaian (parsial) yang bersifat
basa (pH > 7). Penentuan besarnya pH larutan itu, akan dibahas pada
BAB Kesetimbangan Larutan pada sub Hidrolisis Garam
4. Reaksi antara Asam Lemah dengan Basa Lemah

Contoh: 2HCl(aq) + Ba(OH)2(aq)  BaCl2(aq) + 2H2O(l)

• Jika dalam reaksi ini zat yang tersisa adalah asam, maka pH larutan setelah
reaksi ditentukan dari pH larutan asam lemah yang tersisa dan garam yang
terbentuk
• Jika dalam reaksi ini zat yang tersisa adalah basa, maka pH larutan setelah
reaksi ditentukan dari pH basa lemah yang tersisa dan garam yang terbentuk
• Jika dalam reaksi ini, asam dan basa sama-sama habis bereaksi, maka pH
larutan ditentukan dari larutan garam yang terbentuk. Garam yang terbentuk
akan mengalami hidrolisis sempurna (total) yang bergantung pada besarnya
harga Ka dan Kb dari asam lemah dan basa lemah yang membentuknya.
Penentuan besarnya pH larutan itu, akan dibahas pada BAB Kesetimbangan
Larutan pada sub Hidrolisis Garam
Contoh Soal:

Tentukan pH campuran dari 100 mL larutan NaOH 0,2 M dicampur


dengan 100 mL HCl 0,4 M

NaOH + HCl  NaCl + H 2O


m 20 mmol 40 mmol
r 20 mmol 20 mmol 20 mmol
S - 20 mmol 20 mmol

yang menentukan pH

 Karena zat yang bersisa adalah asam, maka untuk menetukan pH nya
Contoh Soal:

Tentukan pH campuran dari 100 mL larutan Ca(OH)2 dicampur dengan


100 mL larutan HCl 0,2 M
Ca(OH)2 + 2HCl  CaCl2 + 2H2O
m 20 mmol 20 mmol
r 10 mmol 20 mmol 10 mmol
S 10 mmol - 10 mmol

yang menentukan pH

 Karena zat yang bersisa adalah basa, maka untuk menetukan pH nya
Contoh Soal:

Tentukan pH campuran dari 200 mL larutan NaOH 0,2 M dicampur


dengan 400 mL larutan HCl 0,4 M

NaOH + HCl  NaCl + H 2O


m 40 mmol 40 mmol
r 40 mmol 40 mmol 40 mmol
S - - 40 mmol

yang menentukan pH

 Karena zat asam dan basa sama-sama habis bereaksi, maka untuk
menentukan pH nya dihitung dari mol sisa garam.
Namun, dilihat dulu bahwasanya reaksi ini terjadi antara asam kuat dan basa
kuat, oleh karena itu, garam dipastikan bersifat netral
LATIHAN SOAL

1. Jika 50 mL larutan HCl 0,2 M dan 50 mL larutan KOH 0,1 M dicampurkan,

pH larutan adalah ….

2. Jika 50 mL HCl 0,10 M dicampur dengan 50 mL NaOH 0,08 M, larutan yang

terbentuk memiliki pH….

3. 100 mL larutan HCl 0,1 M dicampurkan dengan 100 mL larutan Ba(OH)2

0,05M, dan pH larutan adalah….


Sekian dan Terimakasih
Wassalamu’alaikum warahmatullah