Anda di halaman 1dari 15

Assalamualaikum wr.

wb

ANATOMI RESPIRASI

Kelompok 2 :
Ahmad Nurul Fahruzi
Moh Gozy Arifin
Wulandari Suciwati
Geta Rizqi Maufiroh
Nurul Ikmaliyah
Lerisa Nurliana
Dina Firnanda
Malinda Fadila
Sri Wahyuni
Aqidah Akhlak
Anatomi respirasi
Fisiologi respirasi
Pernafasan merupakan pertukaran O2 dan CO2 antara sel-sel tubuh
serta lingkungan.Pernafasan merupakan peristiwa menghirup udara
dari luar yang emngandung O2 dan mengeluarkan CO2 sebagai sisa-
sisa dari oksidasi tubuh.
Penghispan udara ke dalam tubuh disebut proses inspirasi dan
menghembuskan udara keluar tubuh disebut proses ekspirasi.
• Fungsi pernafasan
Beberapa fungsi pernafasan yang penting, diantaranya:
1.      Mengambil O2 yang kemudian dibawa oleh darah keseluruh
tubuh untuk mengadakan pembakaran.
2.      Mengeluarkan CO2 yang terjadi sebagai sisa dari pembakaran
kemudian dibawa oleh darah ke paru-paru untuk dibuang.
Pengertian
TBC (Tuberkulosis) yang juga dikenal dengan TB
adalah penyakit infeksi yang di sebabkan oleh
kuman Mycobacterium tuberculosis. Tempat
masuk kuman Mycobacterium tuberculosis
adalah saluran pernafasan, saluran pencernaan,
dan luka terbuka pada kulit. Kebanyakan infeksi
tubercolosis terjadi melalui udara (airborne).
etiologi
Tubercolosis Paru merupakn penyakit infeksi
pentoing saluran pernafasan, basil mikrobatrium
tersebut masuk ke dalam jaringan paru melalui
saluran pernafasan sampai alveoli, maka
terjadilah infeksi primer, selanjutnya menyebar
ke kelenjar getah bening setempat dan
berbentuklah primer kompleks, keduanyan di
namakan tbercolosisi primer, yang bagian
dalamnya akan mengalami penyembuhan.
klasifikasi
Klasifikasi tuberkolosis di dasarkan pada hubungan yang
luas antara parasit dsn penderita, hubungan ini di tunjukan
dengan riwayat terjangkitnya penyakit, infeksi dan
penyakit. Klasifikasi in di bagi menjadi 6 kategori yaitu
1. Kelas 0
2. Kelas 1
3. Kelas 2
4. Kelas 3
5. Kelas 4
6. Kelas 5
patofisiologi
Pada tuberculosis, hasil tuberculosis menyebabkan
suatu reaksi jaringan yang aneh di dalam paru-paru
meliputi : penyerbuan daerah terinfeksi oleh
makrofag. Pembentukan dinding di sekitar lesi oleh
jringan fibrosa untuk membentuk apa yang disebut
tuberkel.banyaknya area fibrosis menyebabkan
meningkatnya usaha otot pernafasan untuk ventilasi
paru dan menurunkan kapasitas vital. Berkurangnya
luas permukaan membrane respirasi yang
menyebabkan penurunan kapasitas difusi paru secara
progresif, dan rasio ventilasi perfusi yang abnormal di
dalam paru-paru dapat mengurangi oksigenasi darah.
pathway
Individu dengan Resiko
penyakit TBC infeksi

Paru – paru Jjaringan paru Membentuk Berkurangnya ruas total


terinfeksi diinfasi makrofaq jaringan fibrosa permukaan membran

Metabolisme Batuk dan nyeri Pppola nafas tidak


Penurunan kapasitas difusi paru
meningkat dada efektif

Gangguan nutrisi Gangguan keseimbangan Berkurangnya oksigenasi


kurang dari kebutuhan kurang dari kebutuhan darah

Iritasi jaringan paru cemas Kurang perawatan diri malasie

Batuk darah Intoleransi aktivitas

Bersihan jalan nafas tidak Gangguan pertukaran gas


Peningkatan sekresi
efektiv
Tanda dan gejala
• Tanda
penurunan berat badan
anoreksia
dyspneu
sputum purulen/hijau, mokoid/kuning
• Gejala
demam
batuk
sesak nafas
nyeri dada
malaise
Pemeriksaan penunjang
1. Pemeriksaan laboratorium
2. Pemeriksaan radiologi
pemeriksaan foto rongten dada biasaya
menunjukan lesi pada suporior lobus bawah
penatalaksananan
1. Penatalaksanaan untuk individu dengan tuberkulosis aktif
memerlukan waktu lama karena hasil resisten terhadap
sebagian besar antibiotik dan cepat bermutasi apabila
terpajan antibiotik yang masih sensitif.terapi untuk pengidap
infeksi aktif adalah kombinasi 4 obat yang setidaknya selama
9 bulan atau lebih lama.
2. Individu yang memperlihatkan uji kulit tuberkulin positif
setelah sebelumnya negatif, bahkan jika individu tidak
memperlihatkan adanya gejala aktif, biasanya mendapatkan
antibiotik selama 6-9bulan untuk membantu respon imunnya
dan meningkatkan kemungkinan eradikasi basil total.
Lanjutan.....
3. Jika tuberkulosis resisten obat muncul, obat
yang lebih toksis akan diprogramkan. Pasien
mungkin tetap menginapa dirumah sakit atau
dibawah pengawasan sejenis karantina jika
tingkat kepatuhan terhadap terapi medis
cenderung rendah.
komplikasi
1. Hemoptisis berat atau perdarahan dari saluran
pernafasan bawah yang mengakibatkan kematian
karena penyumbatan jalan nafas
2. Atelektasis atau paru mengembang kurang
sempurna
3. bronkiektasis atau pelebaran bronkus setempat
4. Penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak,
tulang, persendian, dan ginjal
Komplikasi
1. Penyakit yang parah dapat menyebabkan
sepsis yang hebat, gagal napas, dan kematian
2. TB yang resisten terhadap obat dapat terjadi.
Kemungkinan jalur lain yang resisten obat
dapat terjadi
Wassalamualaikum wr.wb

Anda mungkin juga menyukai