Anda di halaman 1dari 45

REOLOGI Part 2

APLIKASI DI BIDANG FARMASI


PENENTUAN SIFAT REOLOGI SEDIAAN FARMASI
APLIKASI REOLOGI dalam MEDIS dan FARMASI

MEDIS
• Perubahan pada reologi cairan tubuh (mukus, saliva, darah, cairan
sinovial)  indikator keparahan penyakit & efektivitas obat
• Analisis sputum untuk mendesain zat mukolitik pada terapi
bronkitis, asma
• Analisis radang sendi :
makromolekul asam hialuronat sbg penyebab tingginya viskositas
dan sifat non-Newton cairan sinovial  terurainya as.hialuronat
pada peny. radang sendi  merusak elastisitas cairan sinovial
sehat dan menjadikan sifat Newton  PERUBAHAN
VISKOELASTISITAS CAIRAN SINOVIAL  petunjuk adanya penyakit
sendi
APLIKASI REOLOGI
PROSES PRODUKSI SEDIAAN FARMASI
• Sifat reologi bahan baku dan formulasi  mempengaruhi proses
produksi bentuk sediaan dalam industri farmasi, kosmetika dan
makanan
– Contoh :
– bahan >viskos membutuhkan >>>energi pd proses
pencampuran penggunaan panas viskositas ↓,
↓waktu pencampuran, mempengaruhi produk
– >viskos membutuhkan >>>energi pemompaan   Knowing its
rheological behavior,  merancang sistem pemompaan dan perpipaan
Masalah : transformasi gel – sol tidak selalu reversibel 
pembentukan panas selama proses produksi (transport dan
handling)  viskositas berubah  malah merusak produk
APLIKASI REOLOGI
STABILITAS FISIK SEDIAAN

• ↙viskositas suspensi ↗ sedimentasi

Rheology adalah suatu teknologi


yang dapat dinilai untuk
mempelajari stabilitas penyimpanan
suspensi
(Charles L. Rohn, Applications Consultant, Malvern Instruments Ltd)
Obat yang tersuspensi memiliki
kecenderungan yg lebih besar untuk
memisah akibat kelarutan dlm air yg
tidak baik, oki hal ini menjadi
tantangan yg lbh besar bg formulator
obat
Penting untuk memiliki uji stabilitas yang cepat dan informatif

Rheology provides this need.


Rheologi tidak hanya cepat pengujiannya, tp juga dapat
mengidentifikasi bahan2 yang bertanggung jawab dalam
pemisahan. Sensitivitas besar dari pengujian rheologi dapat
mengamati perubahan fisika dan kimia dalam st formulasi.
APLIKASI REOLOGI
KENYAMANAN PASIEN ↗ DAYA SAING
• Sifat reologi produk farmasi  kenyamanan pasien
– Krim yang kaku  mempersulit pemakaian, nyeri  pasien enggan
menggunakan obat
– Suspensi dan emulsi harus dapat mengalir melalui mulut botol
•  mempermudah pengukuran dosis,
•  pasta gigi mudah dikeluarkan dari tube tanpa adanya kebocoran
cairan yang memisah

• Sediaan injeksi  tergantung pada transformasi gel-sol


– Produk yang mengandung aluminum stearat. : untuk menghasilkan gel yang
keras untuk sediaan injeksi im antibiotika prolonged-release
•  untuk meredakan nyeri maka gel  sol saat pengocokan  gel
kembali dg cepat setelah injeksi

knowledge of rheological techniques can play an important role in


pharmaceutical development and manufacture.
Pourability, mouth-feel, residence time and suspension
stability are influenced by product rheology. 
Krim dan salap memerlukan cara pembuatan yang baik untuk
menjamin hasil berupa viskositas yang tepat dan dapat
diulang.
Rentang konsistensi produk farmasi & kosmetika
cair(fluid) ------------------ padat (solid)

SEMISOLID
(salap,krim,pasta,gel)

Paling SULIT
karena
gabungan sifat cairan dan solid pada satu bahan
Pasta farmasetika (mis. Pasta gigi atau bodypaste) harus cukup
“liquid” untuk dapat digunakan secara lembut dan “tidak terlalu
liquid” agar dapat bertahan pada permukaan kulit
REOLOGI EMULSI

Reologi Emulsi mempengaruhi :


Proses Produksi
• Saat mengalir melalui pipa, pengadukan, homogenisasi
Kualitas Sediaan Emulsi
• Tekstur : spreability, pourability
• Shelf-life : creaming, sedimentasi
Sensory Attributes
 Mouthfeel : creaminess, smoothness
FAKTOR UTAMA YANG MEMPENGARUHI REOLOGI EMULSI
REOLOGI EMULSI : Pengaruh Droplet
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REOLOGI EMULSI

1. FASE TERDISPERSI
– Perbandingan volume fase
• Konsentrasi rendah (<0,05) : sistem Newton
• Konsentrasi meningkat  sistem lebih tahan thd aliran
 karakteristik aliran pseudoplastis
• Konsentrasi tinggi : aliran plastis
• ~0,74 : mungkin inversi fase
– Distribusi ukuran partikel
• Makin luas  makin rendah viskositas
• Pengurangan ukuran partikel  me↗ viskositas
– Viskositas fase terdispersi
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REOLOGI EMULSI

2. FASE KONTINYU
3. ZAT PENGEMULSI
– Tipe zat  mempengaruhi flokulasi partikel dan
daya tarik-menarik antar partikel mengubah
aliran
– Konsentrasi zat pengemulsi : Makin tinggi
konsentrasi zat pengemulsi  ↗viskositas
REOLOGI SUSPENSI

Viskositas suspensi ……….


PENTING bagi STABILITAS DAN PENUANGAN
SUSPENSI
 stabilitas fisik suspensi paling rendah di antara semua bentuk
sediaan  akibat sedimentasi dan pembentukan cake
•Viskositas suspensi  pengendapan partikel
•Perubahan aliran : saat wadah dikocok dan
produk dituang, kualitas penyebaran cairan
(lotio)
FAKTOR PENTING YANG MEMPENGARUHI REOLOGI SUSPENSI :
ZAT PENSUSPENSI
REOLOGI SUSPENSI

PENGARUH VISKOSITAS TERHADAP SUSPENSI


• Viskositas ↗  kecepatan sedimentasi ↙  stabilitas fisik ↗
• Efektivitas klinik suspensi Nitrofurantoin ↗ dengan ↗
viskositas
• Viskositas berpengaruh besar pada waktu retensi suspensi
polimerik pada daerah pre-kornea mata manusia
• Kecepatan klirens larutan koloidal dari rongga hidung ↙
dengan ↗viskositas
• Absorpsi perkutan Benzocaine ↗ dengan ↗viskositas suspensi
PENGARUH ZAT PENSUSPENSI PADA REOLOGI

Zat pensuspensi ideal :


  >> pada penyimpanan (shear diabaikan)
  << pada laju shearing >>> : bebas mengalir saat
pengocokan, penuangan, penyebaran

Zat Pseudoplastik
• Tragakan, natrium alginat, CMC
  << pada laju shearing >>> : bebas mengalir saat
pengocokan, penuangan, penyebaran
Zat Tiksotropik
RANGKUMAN APLIKASI REOLOGI DI BIDANG FARMASI
• CAIRAN
– Pencampuran
– Pengurangan ukuran partikel dari sistem dispersi dengan shear
– Pengaliran melalui mulut, penuangan,pengemasan dalam botol, pengaliran melalui jarum suntuik
– Perpindahan cairan, termasuk pemompaan, dan pengaliran melalui pipa
– Stabilitas fisik sistem dispersi
• SEMISOLID
– Penyebaran dan pelekatan pada kulit
– Pemindahan dari wadah atau pengeluaran dari tube
– Kemampuan zat padat untuk bercampur dengan cairan-cairan yang saling bercampur satu dengan
lainnya
– Pelepasan obat dari basis

• PADATAN
– aliran serbuk dari corong ke lubang pencetak tablet atau ke dalam kapsul
– Kemampuan pengemasan dari padatan dalam bentuk serbuk/granul

• PROSES PRODUKSI
– Kapasitas produksi dari alat dan efisiensi proses
PENENTUAN REOLOGI

Faktor Penentu Keberhasilan Penentuan Reologi:


PEMILIHAN ALAT

 Peralatan rate of shear tunggal (satu titik) : sistem


Newton
 Peralatan yang bekerja pada berbagai rate of shear (titk
ganda) : sistem non-Newton
Viscometer vs Rheometer

• Viscometer : instrumen pengukur viskositas


suatu cairan pada rentang shear rate yang
terbatas

• Rheometer : instrumen yang mengukur :


– Viskositas pada rentang shear rate yang lebar,
(penting untuk cairan pseudoplastis, penentuan viskositas zat
pensuspensi) dan…..
– Viskoelastisitas cairan, semisolida, dan solida

Viscoelastic : behave liquid-like and solid-like depending upon external conditions


MANFAAT PENGUKURAN REOLOGI
Secara umum, pengukuran reologi terhadap bahan-
bahan farmasetika dan kosmetik dilakukan untuk :

• Memahami sifat alami sistem yang mendasar


• Pengendalian mutu bahan baku, produk akhir, dan
proses manufaktur seperti tahap pencampuran,
pemompaan, pengemasan, dan pengisian
• Studi pengaruh parameter formulasi, waktu
penyimpanan, dan suhu pada kualitas dan
keberterimaan produk akhir.
PENGUKURAN VISKOSITAS
 Bagian dari studi reologi karena kemudahan pengukuran
secara praktis
• Mengukur aliran pada berbagai gradien
kecepatan
• Poiseuille’s Formula untuk aliran melalui tabung
silindris Figure showing the difference in velocity of
layers
• Satuan viskositas :
– Sistem CGS : poise atau dynes-sec/cm 2
atau g/cm-sec

- SI unit : N-sec/m2  1 N-sec/m2 = 10 poise


1 poise is defined as the shearing stress required producing a velocity difference of
1 cm/sec between two parallel layers of liquids of 1cm 2 area each and separated
by 1 cm distance.
TIPE-TIPE VISKOMETER

Sistem
(kerucut dan lempeng)
Non-
(cup and bob) Newton

(kapiler)
Sistem

(bola jatuh) Newton


VISKOMETER OSTWALD
• Menggunakan tabung kapiler
• Penentuan viskositas cairan Newton yang
diketahui densitasnya
• Mengukur waktu aliran cairan yang diketahui
densitasnya dengan volume tertentu melalui
tabung kapiler (oleh gaya gravitasi)
• PRINSIP : When a liquid flows by gravity, the time required
for the liquid to pass between two marks, upper mark and
lower mark, through a vertical capillary tube is determined.
The time of flow of the liquid under test is compared with the
time required for a liquid of known viscosity (usually water).
• Tekanan konstan saat melalui kapiler (constant
pressure drop)
• Gunakan Persamaan Poiseuille’s untuk
menghitung viskositas
• Harus dikalibrasi dengan cairan standar yang
diketahui
VISKOMETER BOLA JATUH
• Viskometer bola jatuh terdiri dari tube silinder
transparan yang mempunyai bagian /ukuran
(50 mm) dan bola baja yang dibiarkan jatuh
melalui tube.
• Tube diisi dengan cairan yang viskositasnya
akan ditentukan dan bola dibiarkan jatuh.
• Kecepatan bola jatuh diukur dan viskositas
dihitung dengan menggunakan hukum Stoke’s.

• d= Diameter of the falling ball  ρ s =Density of the sphere


ρ l=Density of liquid g= Gravitational acceleration 
v = Terminal settling velocity
• As d2g/18 is constant can bereplaced by another
constant ‘K'
• Therefore, the equation will be,
Viskometer Bola
Jatuh/ Falling Ball
Cara menggunakan viskometer
bola jatuh
- Cairan dimasukkan ke dalam tempat sampel
hingga penuh.
- Disiapkan stopwatch.
- Dimasukkan bola jatuh. (bolanya bermacam,
ada yang kaca, ada yang besi)
- Saat bola masuk ke dalam sampel, waktu
diukur hingga bola melewati batas garis.
VISKOMETER HOEPPLER

Viscometers Hoeppler KF-10 Reotec


Pengukuran viskositas absolut : berdasarkan pengukuran
waktu jatuh bola kalibrasi di dalam cairan yang mengisi
tabung pengukuran (tabung dalam : 40mL)
Peralatan dilengkapi dengan sebuah knob yang akan
mengatur silinder pada sudut yang diinginkan
The set includes the viscometer, thermometer, 6 measuring
balls diameters: 11.00 mm to 15.81 mm
ball materials: borosilicate glass – 2 pc.
nickel steel - 2 pcs
Stainless steel - 2 pc

- measurement range: 0.5 - 7 x 104 Pa x s;


- ball fall measuring length: 2 x 50 mm
- ball fall time: 30 – 450 s
ROTATIONAL VISCOMETER
PRINSIP
torque (tenaga putaran) yang dibutuhkan untuk
mengubah sesuatu menjadi lebih cair merupakan fungsi
dari viskositas cairan tersebut

mengukur torque yang dibutuhkan untuk memutar


piringan atau “bob” dalam suatu cairan pada kecepatan
tertentu yang diketahui.
GEOMETRI ROTATIONAL RHEOMETER
VISKOMETER CUP AND BOB
Prinsip kerja : sampel dengan volume tertentu yang mengisi sel
uji dishear  torque yang dibutuhkan untuk mencapai
kecepatan rotasi tertentu dapat diukur dan diplot

Geometri klasik : sistem Couette" dan "Searle”


Viskometer Couette : mangkuk yang diputar  tarikan
kental pada rotor akibat sampel menyebabkan mangkuk
berputar  sebanding dengan  sampel
Viskometer Searle : mangkuk diam, rotor berputar
contoh : viskometer Stromer, Haake Rotovisco

Viskometer Stromer

Viskometer Stabinger (2000) : modifikasi Couette klasik 


viskositas kinematik
COUETTE VISCOMETER
Cairan yang akan diukur
viskositasnya mengisi ruang antara 2
silinder coaxial vertikal
Silinder luar (mangkuk/cup) :
diputar pada kecepatan tetap 
torsi silinder dalam dapat diukur
dengan menggulung/memutar
kawat 
Silinder dalam (bob) tergantung
pada pilinan kawat
 Viskometer Couette Modern : bob dapat diputar pada stress
ataupun pada kecepatan angular tertentu
stress tertentu  mengukur kecepatan angular   = f(S)
 kecepatan angular tertentu  mengukur stress yang
dibutuhkan   = f(D)
CW Macosko “Rheology: Principles, Measurements, and Applications” VCH:New York, 1994 .
Ian Morrison© 2008
VISKOMETER TIPE SEARLE
drive shaft • Mangkuk diam, rotor
Set puntiran
sebanding dengan
shearing stress dalam
berputar
sampel
• Putaran yang dihasilkan
mangkuk stasioner dari tarikan kental
Sampel yang dishear sistem tersebut diukur
Gelembung dari
udara yang terjerat
dengan pegas atau
sensor dalam pemutar
ke rotor tersebut
VISKOMETER STORMER
Penghitung putaran • Sampel diletakkan dalam ruang
Penggulung berputar
antara mangkuk dan rotor, hingga
suhu setimbang.
• Beban ditempatkan pada
(paddle
type rotor) penggantung  waktu yang
dibutuhkan rotor untuk berputar
pemberat 100kali dicatat  rpm
• Prosedur diulang  reogram plot
mangkuk

rpm vs beban (dapat diubah


menjadi rate of shear vs shear
stress)
• Tidak bisa untuk sistem < 20 cps
Viskometer Brookfield
Prinsipnya adalah kecepatan putaran spindle
sebanding dengan viskositasnya.
Spindle
Cara menggunakan viskometer Brookfield

- Alat dipastikan pada keadaan seimbang yang dapat


dilihat dari 2 lingkaran didekat skala.
- Beaker glass diletakkan di bawah tempat spindle.
- Dipasang spindle sesuai nomor, lalu spindle diturunkan
hingga permukaan cairan mencapai batas spindle.
- Diatur speednya sesuai yang diinginkan.
- Tekan tombol on.
- Lihat dengan teliti jarum yang bergerak pada skala
hingga jarum stabil pada skala tertentu.
- Kemudian viskositas ditentukan dengan:
viskositas = faktor koreksi x skala yg terbaca
viskositas dalam centipoise
VISKOMETER BROOKFIELD

• Varian dari controlled-rate


rotational viscometer yang sedikit lebih
mahal; merupakan standar pada semua
industri.
• Measure Viscosity : dengan memahami
torque yang diperlukan untuk memutar
Brookfield Digital Viscometer
DV-II+
spindle (kumparan) pada kecepatan konstan
sementara dicelupkan dalam cairan
• Torque ~ to the viscous drag on the spindle;
thus the sample viscosity.
• Viskositas absolute ~320 juta cps

Schematic diagram of a Brookfield-type viscometer.


PEMILIHAN VISKOMETER BROOKFIELD YANG TEPAT
CONE AND PLATE RHEOMETER

Terdiri dari plate datar dan cone (mangkuk ) dengan sudut puncak mendekati
180o. Rate of shear sangat mendekati konstan pada semua sampel sehingga
viskositas dapat ditentukan dengan baik.
Rate of shear berubah dengan berubahnya kecepatan rotasi dari cone.

 UNTUK CAIRAN VISKOS DAN SEMISOLIDA


Questions…
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan reologi,
viskositas, fluiditas, dan viskositas kinematik
2. Jelaskan manfaat pengukuran reologi
3. Jelaskan tipe dan aliran reologi dalam sediaan
farmasi (buat grafiknya)
4. Sebut dan jelaskan rumus untuk menentukan
viskositas cairan Newton
5. Jelaskan aplikasi reologi dalam medis, produksi, dan
kenyamanan pasien
6. Jelaskan pengaruh viskositas terhadap sediaan suspensi
dan emulsi
7. Sebutkan tipe viskometer yang digunakan untuk cairan
Newton dan non-Newton
8. Jelaskan prinsip kerja dari viskometer:
- Ostwald
- bola jatuh
- cup and bob
- rotasi
- Stormer