Anda di halaman 1dari 22

SURFAKTAN

(Amfifil : zat aktif permukaan)

Surfaktan adalah senyawa yang


dapat menurunkan tegangan
permukaan air bila dipakai dalam
konsentrasi yang sangat rendah
Dalam struktur kimianya :
a. Bagian hidrofilik (polar)
- anionik
- kationik
- nonionik
- amfoterik

b. Bagian hidrofilik hidrokarbon jenuh dan tak jenuh (8-18


atom C)
- alifatis
- aromatis
- campuran
hidrofil

hidrofobik
Klasifikasi surfaktan :umumnya berdasarkan sifat dari gugusan
hidrofilik
hidrofobik hidrofilik
• Anionik
- Natrium stearat CH3(CH2)16 COO-Na+
- Natrium dodesil sulfat CH3(CH2)11 SO4-Na+
- Natrium dodesil CH3(CH2)11C6H4 SO3-Na+
benzen sulfonat

• Kationik
CH3

- Heksadesil trimetil CH3(CH2)15 N+ CH3Br-


amonium bromida
CH3

- Dodesilpiridinium klorida C12H25 + Cl-


 
hidrofilik hidrofobik
• Nonionik
- Heptaoksietilena CH3(CH2)15 (OCH2CH2)7OH
monoheksadesi eter
 
• Amfoterik
O-

- Fosfatidilkolin O P OCH2CH

O
 
N+ CH3
CH3
CH3
 
Adsorpsi surfaktan pada antarmuka
polar Bagian nonpolar ditolak oleh air
oleh karena gaya adhesi yang
dapat terjadi dengan air adalah
nonpolar kecil dibandingkan dengan gaya
kohesi antar molekul-molekul
air yang berdekatan. Akibatnya
surfaktan diadsorpsi pada
antarmuka
1. Antarmuka air-udara
udara

Air

2. Antarmuka air-minyak

minyak

air
3. Antarmuka padatan
adsorpsi surfaktan nonionik
Pembentukan misel

+
misel

γ CMC (Critical Micelle Concentration)

(dyne/cm) adalah = konsentrasi misel kritis


CMC konsentrasi surfaktan dimana misel

terbentuk

Misel: Agregat surfaktan


Ekuilibrium surfaktan dalam larutan

1. Disolusi surfaktan ke dalam larutan


2. Agregasi dari surfaktan terlarut (misel)
3. Adsorpsi surfaktan terlarut pada antarmuka
4. Penyebaran surfaktan dari fase bulk langsung ke antarmuka
Pengaruh Struktur Kimia Terhadap
Aktivitas Permukaan

Tegangan permukaan versus Log Concentrasi dari surfaktan nonionik dengan


formula umum : CH3(CH2)15(OCH2CH2)nOH
A:n=6
B:n=9
C : n = 15
Semakin panjang rantai etilen oksida semakin hidrofilik
semakin kecil akivitas permukaan
Pengaruh penambahan panjang rantai terhadap aktivitas
permukaan surfaktan pada antarmuka udara – larutan air (tiap
gambar menunjukkan dua gugus metilen berbeda dengan A.
rantai paling panjang dan D paling pendek).

* Pengurangan tegangan permukaan terjadi lebih besar pada


konsentrasi lebih rendah untuk senyawa rantai karbon lebih
panjang
Guna misel

Sebagai solubilizing agent (bahan penglarut)


Misel mempunyai kesanggupan meningkatkan
bahan yang secara normal tidak larut, atau
larut sedikit sekali dalam medium dispersi
yang digunakan. Fenomena ini dikenal dengan
penglarutan (solubilisasi)
Lokasi zat terlarut dalam misel
A. Surfaktan ionik
(zat terlarut yang tidak mempunyai gugusan
hidrofilik)
surfaktan

zat terlarut

Zat terlarut dalam bagian non polar dari misel.


B. Surfaktan ionik
(zat terlarut mempunyai gugusan hidrofilik)

= surfaktan

= zat terlarut

Zat terlarut sebagahagian melekat dalam bagian tengah dan sebagian keluar ke
bagian atas.
C. Surfaktan nonionik
(penglarut polar)
rantai poliolenetilena

rantai hidrokarbon
surfaktan

zat terlarut

Zat terlarut di luar daerah batas


Keseimbangan hidrofilik-lipofilik (Hydrophile-
lipophile Balance (HLB)
Harga HLB berkisar 1-40
HLB rendah menunjukkan kelarutan dalam air rendah
HLB tinggi menunjukkan kelarutan dalam air tinggi
18

15

12

3
0

Skala HLB
(menurut Griffin)
Relationship between HLB
range and surfactant application
HLB range Use
0–3 Antifoaming agent
4–6 w/o emulsifying agents
7–9 Wetting agents
8 – 18 o/w emulsifying agents
13 - 15 Detergents
10 – 18 Solubilizing agents

Sumber : Remington’s Pharm. Sci


(1990)
Cara memperkirakan angka HLB
1. Untuk kebanyakan ester asam lemak alkohol polihidrik (tipe monoester
sorbitan)
O
R COO CH2­ CH CH2

OH CH CH OH

CH
OH
HLB = 20(1 – S/A)
S = bilangan penyabunan
A = bilangan asam

Persamaan ini dapat ditulis sebagai :


HLB = 20 (1 – Mh/Mw)
Mh = berat gugusan hidrofobik
Mw = berat molekul
2. Banyak ester asam lemak (tipe tween) tidak
memberikan data yang baik dari bilangan
penyabunan. Untuk zat-zat seperti ini HLB
dapat dihitung dengan:
HLB = (E + P)/5
E = persen berat oksietilen
P = persen berat alkohol polihidrik

Jika gugusan hidrofilik hanya mengandung


polietilena, maka
HLB = E/5
3. Persamaan Davies
HLB = Σ (angka gugus hidrofilik) – Σ (angka gugus hidrofobik) + 7
Hidrofilik angka
• SO4Na 38,7
• COOK 21,1
• COONa 11,2
• N(amin tertier) 9,4
• Ester (cincin sorbitan) 6,8
• Ester (bebas) 2,4
• COOH 2,1
• OH (bebas) 1,9
• O- 1,3
• ( CH2 - CH2 - O )- 0.33
Hidrofobik angka
CH2-
CH3 0,475
= CH-
CF2-
( CH2 – CH2 – CH2 – O )- 0,15
Tween 20

• HO(C2H4O)w ( OC2H4)xOH

 
O CH(OC2H4)yOH

H2C(OC2H4)z-C – O – C11H23
O
Jumlah w, x, y, z = 20

Tween 20 = ester laurat


Tween 40 = ester palmitat
Tween 60 = campuran ester stearat dan palmitat
Tween 80 = ester oleat