Anda di halaman 1dari 37

RHEOLOGI

Oleh:
Ella Fransiska, M.Si., Apt.
TUJUAN UMUM PERKULIAHAN:
Mahasiswa dapat menjelaskan dan memecahkan
persoalan yang berhubungan dengan fenomena
fisikokimia yang berkaitan erat dengan formulasi
sediaan sistem dispersi (suspensi dan emulsi)

TUJUAN KHUSUS:
Mahasiswa dapat:
- Menjelaskan pengertian viskositas dan sifat alir cairan
- Menjelaskan aplikasi reologi dalam bidang farmasi
- Menjelaskan reologi emulsi dan suspensi
- Menerapkan prinsip-prinsip reologi dalam
memformulasi sediaan farmasi
- Menentukan sifat reologi sediaan farmasi
 Rheologi (Yunani) terdiri dari :
Rheo: aliran dan Logos: ilmu
 Rheologi : ilmu yang
mempelajari tentang aliran
suatu bahan, terutama cairan
dan deformasi padatan
 Viskositas: suatu pernyataan
tahanan dari suatu cairan untuk
mengalir.

 Viskositas tahanan
REOLOGI dan PRODUK
FARMASI
Diberikan MENGALIR
SELURUH
atau mengalami
PRODUK
DEFORMASI
FARMASI dari luar

Free-flowing eliksir, If a material is


Pada SELURUH
suspensi pumped, sprayed,
suspensi ,, emulsi,
emulsi, extended, extruded,
FASE PRODUKSI
salep, krim pasta, dan PEMAKAIAN
molded, coated,
gel, foam,
foam compact mixed, chewed,
powder swallowed, rubbed,
transported, stored,
heated, cooled,
aged……..
Jika terjadi miscalculation (kesalahan hitung)
dan misjudgement (kesalahan penetapan)
aliran dan deformasi (reologi) pada saat
formulasi produk dan uji stabilitas

Produk tidak elegan, tidak stabil, daya terapetik rendah


JUGA
Menyebabkan KERUSAKAN peralatan manufaktur dan
pengemasan
Aplikasi dalam bidang farmasi:
pembuatan krim, suspensi, emulsi, losion,
pasta, suppositoria, penyalut tablet, dan lain-
lain.

Selain itu, prinsip rheologi digunakan juga


untuk karakterisasi produk sediaan farmasi
(dosage form) sebagai penjaminan kualitas
yang sama untuk setiap batch.
CONTOH APLIKASI RHEOLOGI

Dan lain-lain…
Rheologi juga meliputi:
pencampuran dan aliran dari
bahan, pengemasan dalam
wadah, penuangan, pengeluaran
dari tube, atau pelewatan dari
jarum suntik
Rheologi dari suatu zat tertentu
dapat mempengaruhi penerimaan
obat bagi pasien, stabilitas fisika
obat, bahkan ketersediaan hayati
dalam tubuh (bioavailability)
viskositas telah terbukti dapat
mempengaruhi laju absorbsi obat
dalam tubuh
Tipe Aliran
Sistem Newtonian
Sistem non-Newtonian
Hukum aliran dari Newton diilustrasikan
oleh gambar sebuah balok cairan yang
terdiri dari lapisan-lapisan molekul
paralel, bagaikan setumpuk kartu. Jika
bidang cairan paling atas bergerak dengan
suatu kecepatan konstan, setiap lapisan di
bawahnya akan bergerak dengan suatu
kecepatan yang berbanding lurus dengan
jarak dari lapisan dasar yang diam.
F’ A

dv

dr
Digunakan istilah :
 Rate of shear (G) dv/dr untuk menyatakan
perbedaan kecepatan (dv) antara dua bidang
cairan yang dipisahkan oleh jarak yang
sangat kecil (dr).
 Shearing stress (τ atau F ) F’/A untuk
menyatakan gaya per satuan luas yang
diperlukan untuk menyebabkan aliran.

F’/A = η dv/dr
o Viskositas η merupakan perbandingan antara
Shearing stress F’/A dan Rate of shear
dv/dr. Satuan viskositas adalah poise atau
dyne detik cm -2

  η= F’/A = F
    dv/dr   G
 
 Fluiditas merupakan kebalikan dari
viskositas. f = 1/η
  Satuan fluiditas adalah centipoise -1

 Viskositas Kinematik = η /r
: viskositas absolut dibagi kerapatan cairan
(bobot jenis), satuannya adalah stokes, s
atau centistokes, cs.
 Relative viscosity:
Is the relation of the solution viscosity η to
the viscosity of the solvent “standard” ηo
η rel = η / ηo

 Specific Viscosity
η sp = η rel-1
Cairan Viskositas
Minyak jarak 1000
Kloroform 0,563
Etil alcohol 1,19
Gliserol 400
Minyak zaitun 100
Air 1,0019
Grafik rheogram aliran Newtonian
diilustrasikan sebagai berikut :

Besarnya Rate of shear sebanding


dengan Shearing stress.
RUMUS ARRHENIUS :
η = A.eEv/RT
A = konstanta tergantung pada berat molekul

dan molar volume cairan


Ev = energi aktivasi yang diperlukan untuk
menginisiasi aliran antar molekul
Energi dibutuhkan lebih banyak untuk
memecah ikatan dan membuat cairan
tersebut mengalir, karena cairan tersebut
tersusun dari molekul-molekul yang
dihubungkan dengan ikatan hidrogen.
Tetapi ikatan ini akan dipecahkan pada
temperatur yang tinggi oleh perpindahan
panas dan Ev akan menurun dengan nyata.
Viskositas cairan akan menurun
jika suhu dinaikkan, sedangkan
viskositas gas meningkat jika
suhu dinaikkan.
 PLASTIS
 PSEUDOPLASTIS
 DILATAN

Kebanyakan farmasis akan berhadapan dengan


cairan Non-Newtonian seperti larutan koloid,
emulsi, suspensi cair, krim, salep, dan lain-
lain.
1. Aliran Plastis

Kurva aliran plastis tidak melalui titik (0,0) tapi memotong


sumbu shearing stress (atau akan memotong jika bagian
lurus dari kurva tersebut diekstrapolasikan ke sumbu) pada
suatu titik tertentu yang dikenal sebagai harga yield. Cairan
plastis tidak akan mengalir sampai shearing stress dicapai
sebesar yield value tersebut. Pada harga stress di bawah
harga yield value, zat bertindak sebagai bahan elastis
(meregang lalu kembali ke keadaan semula, tidak mengalir).
U=(F–f)
G
Dimana: U = viskositas plastis
f = yield value.
Partikel suspensi terikat dengan ikatan Van
Der Waals
Setelah yield value tercapai ikatan VDW
pecah terjadi aliran
 Aliran plastis berhubungan dengan adanya
partikel-partikel yang tersuspensi dalam suspensi
pekat.
 Adanya yield value disebabkan oleh adanya
kontak antara partikel-partikel yang berdekatan
(disebabkan oleh adanya gaya van der Waals),
yang harus dipecah sebelum aliran dapat terjadi.
Akibatnya, yield value merupakan indikasi dari
kekuatan flokulasi.
 Makin banyak suspensi yang terflokulasi, makin
tinggi yield value-nya. Kekuatan friksi antar
partikel juga berkontribusi dalam yield value.
 Ketika yield value terlampaui (shear stress di
atas yield value), sistem plastis akan menyerupai
sistem newton.
2. Aliran Pseudoplastis

Aliran pseudoplastis ditunjukkan oleh beberapa


bahan farmasi yaitu gom alam dan sintetis seperti
dispersi cair dari tragacanth, natrium alginat,
metil selulosa, dan natrium karboksimetil
selulosa.
Aliran pseudoplastis diperlihatkan oleh polimer-
polimer dalam larutan, hal ini berkebalikan
dengan sistem plastis, yang tersusun dari partikel-
partikel tersuspensi dalam emulsi.
Kurva untuk aliran pseudoplastis dimulai dari
(0,0) , tidak ada yield value, dan bukan suatu
harga tunggal.
Tipe ini ditunjukkan oleh
polimer dalam larutan
(tragacanth, sodium
alginate, methylcellulose,
NaCMC)

Dengan meningkatnya shearing stress,


molekul-molekul yang scr normal tidak
beraturan mulai menyusun sumbu yang
panjang dalam arah aliran
 Viskositas aliran pseudoplastis berkurang dengan
meningkatnya rate of shear
 Rheogram lengkung untuk bahan-bahan
pseudoplastis ini disebabkan adanya aksi
shearing terhadap molekul-molekul polimer
(atau suatu bahan berantai panjang)
 Dengan meningkatnya shearing stress, molekul-
molekul yang secara normal tidak beraturan,
mulai menyusun sumbu yang panjang dalam arah
aliran
 Pengarahan ini mengurangi tahanan dari dalam
bahan tersebut dan mengakibatkan rate of shear
yang lebih besar pada tiap shearing stress
berikutnya
FN = η’ G
Eksponen N meningkat pada saat aliran
meningkat hingga seperti aliran newton. Jika N=1
aliran tersebut sama dengan aliran newton.
3. Aliran Dilatan

Aliran dilatan terjadi pada suspensi yang


memiliki presentase zat padat terdispersi
dengan konsentrasi tinggi. Terjadi peningkatan
daya hambat untuk mengalir (viskositas)
dengan meningkatnya rate of shear. Jika stress
dihilangkan, suatu sistem dilatan akan kembali
ke keadaan fluiditas aslinya.
Partikel tersusun rapat Partikel tersusun longgar
Vol kosong Volume kosong
Pembawa cukup Pembawa tidak cukup
Konsistensi relatif Konsistensi relatif
 Pada keadaaan istirahat, partikel-partikel tersebut
tersusun rapat dengan volume antar partikel pada
keadaan minimum. Tetapi jumlah pembawa dalam
suspensi ini cukup untuk mengisi volume ini dan
membentuk ikatan lalu memudahkan partikel-
partikel bergerak dari suatu tempat ke tempat
lainnya pada rate of shear yang rendah.
 Pada saat shear stress meningkat, bulk dari sistem
itu mengembang atau memuai (dilate). Hal itu
menyebabkan volume antar partikel menjadi
meningkat dan jumlah pembawa yang ada tidak
cukup memenuhi ruang kosong tersebut.
 Oleh karena itu hambatan aliran meningkat karena
partikel-partikel tersebut tidak dibasahi atau
dilumasi dengan sempurna lagi oleh pembawa.
Akhirnya suspensi menjadi pasta yang kaku.
TIKSOTROPI
Tiksotropi:
suatu pemulihan yang isoterm dan lambat
pada pendiaman suatu bahan yang
kehilangan konsistensinya karena
shearing.
Tiksotropi hanya bisa diterapkan untuk shear-
thinning system.
Biasanya mengandung partikel-partikel asimetris
yang melalui berbagai titik hubungan menyusun
kerangka tiga dimensi di seluruh sampel.
Pada keadaan diam struktur ini mengakibatkan suatu
derajat kekakuan pada sistem tsb dan menyerupai st gel
Ketika aliran dimulai, struktur mulai memecah jika titik-titik
hubungan memisah dan partikel-partikel menjadi lurus
Bahan tsb mengalami transformasi dari gel ke sol dan
menunjukkan shear-thinning
Pada saat shear ditiadakan, struktur tsb mulai terbentuk
kembali
Proses ini tidak timbul dengan segera, tapi secara bertahap
terjadi restorasi dari konsistensi pada saat partikel-partikel
asimetris berhubungan satu dengan yang lainnya karena
adanya gerak Brown
• Contoh: gel selulosa, gel bentonit, dan gel
aerosil
• Procaine penicilline G (40-70% w/v in water)
(parenteral suspensions used for
intramuscular depot therapy)