Anda di halaman 1dari 24

INDEKS KEBERSIHAN GIGI

DAN MULUT

Bab IV
Pengertian Kebersihan Gigi dan
Mulut
Oral Hygiene adalah usaha menjaga
kebersihan gigi dan mulut dari plak
(bakteri dalam mulut yang bercampur
dengan sisa makanan). Kebersihan Gigi dan
Mulut yang tidak baik dapat
menyebabkan bau mulut, kerusakan gigi
dan radang gusi.
A. Pengukuran Kebersihan Gigi dan Mulut
Menurut Green dan Vermillion

Untuk mengukur kebersihan gigi dan


mulut, dan menilai efektivitas dari
penyakit gigi, Green and Vermillion
menggunakan indeks yang dikenal dengan
Oral Hygiene Index (OHI) dan Simplified Oral
Hygiene Index (OHI-S).
Oral Hygiene Index (OHI)

OHI terdiri atas komponen indeks debris dan


indeks kalkulus, dan merupakan hasil
penjumlahan dari indeks debris dan indeks
kalkulus, setiap indeks menggunakan skala nilai
dari 0-3.
Pada oral hygiene index, penentuan skor
untuk tiap gigi dilakukan sebagai berikut :
Indeks Debris Indeks Kalkulus
Skor Gigi bersih dari debris Skor Gigi bersih dari kalkulus.
0 0
Skor Jika gigi ditutupi oleh debris tidak lebih dari
1 1/3 dari permukaan gigi atau tidak ada debris Skor Jika terdapat kalkulus tidak lebih dari 1/3 dari
tetapi terdapat stain, baik pada bagian fasial 1 permukaan gigi mulai dari servikal.
maupun bagian lingual.

Skor Jika terdapat kalkulus supragingival lebih dari


2 1/3 tetapi kurang dari 2/3 dari permukaan
Skor Jika gigi ditutupi oleh debris lebih dari 1/3
gigi atau terdapat sedikit kalkulus subgingival.
2 tetapi kurang dari 2/3 dari luas permukaan
gigi.

Skor Jika gigi ditutupi oleh debris lebih dari 2/3 Skor Jika terdapat kalkulus lebih dari 2/3 dari
3 permukaan gigi. 3 permukaan gigi atau terdapat kalkulus
Skor debris indeks: jumlah skor seluruh subgingival yang melingkari servikal.
rahang.
OHI-S (Oral Hygiene Index Simplified)

Green & Vermillion kemudian memilih Oral


Hygiene Index Simplified yang hanya meliputi
6 permukaan gigi yang mewakili semua
segmen anterior dan posterior dalam rongga
mulut.
GIGI – GIGI INDEKS OHIS

• Gigi 16 pada permukaan bukal


• Gigi 26 pada permukaan bukal
• Gigi 36 pada permukaan lingual
• Gigi 46 pada permukaan lingual
• Gigi 11 pada permukaan labial
• Gigi 31 pada permukaan labial
GIGI PENGGANTI
• Apabila gigi M1 RA atau RB tidak ada, maka penilaian dilakukan
pada gigi M2 Ra atau RB.
• Apabila gigi M1 dan M2 RA dan RB tidaka ada, maka penilaian
dilakukan pada gigi M3 RA atau RB.
• Apabila gigi M1, M2 dan M3 RA dan RB tidak ada, maka penilaian
tidak dpt dilakukan.
• Apabila gigi I1 kanan RA tidak ada, maka penilaian dilakukan pada
gigi I1 kiri RA.
• Apabila gigi I1 kanan dan kiri RA tidak ada, maka tidak dapat
dilakukan penilaian.
• Apabila gigi I1 kiri RB tidak ada, maka penilaian dilakukan pada gigi
I1 kanan RB.
• Apabila gigi I1 kanan dan kiri RB tidak ada, maka tidak dapat
dilakukan penilaian.
DEBRIS INDEX SIMPLIFIED
Cara pemeriksaan debris dapat dilakukan dengan
menggunakan larutan disklosing ataupun tanpa
menggunakan larutan disklosing.
- Jika digunakan larutan disklosing, alangkah lebih baik
sebelum penetesan disklosing bibir pasien dibersihkan
dari lipstik kemudian ulasi bibir dengan vaselin agar
disklosing tidak menempel pada bibir.
- Jika tidak menggunakan larutan disklosing, gunakanlah
sonde biasa atau dental probe untuk pemeriksaan debris.
Gerakan sonde secara mendatar pada permukaan gigi,
dengan demikian debris akan terbawa oleh sonde.
Kriteria skor debris terdapat pada tabel
berikut :

Skor Kondisi

0 Tidak ada debris atau stain

1 Plak menutup tidak lebih dari 1/3 permukaan servikal


atau terdapat stain ekstrinsik di permukaan yang
diperiksa
2 Plak menutup lebih dari 1/3 tapi kurang dari 2/3
permukaan yang diperiksa

3 Plak menutup lebih dari 2/3 permukaan yang diperiksa


CALCULUS INDEX SIMPLIFIED

Kalkulus adalah deposit keras yang terjadi


akibat pengendapan garam-garam anorganik
yang komposisi utamanya adalah kalsium
karbonat dan kalsium fosfat yang bercampur
dengan debris, mikroorganisme, dan sel-sel
epitel deskuamasi.
Kriteria skor kalkulus terdapat pada tabel
berikut:

Skor Kondisi
0 Tidak ada kalkulus
1 Kalkulus supragingiva menutup tidak lebih dari 1/3
permukaan servikal yang diperiksa
2 Kalkulus supragingiva menutup lebih dari 1/3 tapi
kurang dari 2/3 permukaan yang diperiksa, atau ada
bercak-bercak kalkulus subgingiva di sekeliling servikal
gigi
3 Kalkulus supragingiva menutup lebih dari 2/3
permukaan atau ada kalkulus subgingiva yang kontinu
KRITERIA INDEKS DEBRIS, KALKULUS,
DAN OHI-S
Menurut Greene dan Vermilllion, kriteria penilaian debris dan
kalkulus sama, yaitu mengikuti ketentuan sebagai berikut:
• Baik : jika nilainya antara 0-0,6
• Sedang : jika nilainya antara 0,7-1,8
• Buruk : jika nilainya antara 1,9-3,0
OHI-S mempunyai kriteria tersendiri, yaitu mengikuti ketentuan
sebagai berikut:
• Baik : jika nilainya antara 0,0-1,2
• Sedang : jika nilainya antara 1,3-3,0
• Buruk : jika nilainya antara 3,1-6,0
OHI-S atau Oral Hygiene Index Simplified merupakan hasil
penjumlahan Debris Index (DI) dan Calculus Index (CI). 
• Rumus OHI-S = Debris Index + Calculus Index
B. Penilaian Indeks Plak Menurut Modifikasi
Turesky-Gilmore-Glickman dari Quigley-Hein

Menurut Quigley dan Hein (1962),


pengukuran indeks plak, dilakukan dengan
membagi gigi menjadi tiga bagian, dan yang
diperiksa hanyalah permukaan fasial dari gigi
anterior, setelah mempergunakan obat kumur
berbahan dasar fuchsin sebagai disklosing,
rentang penilaian dari 0-5.
Kriteria indeks plak modifikasi Tureskey-Gilmore-
Glickman dari Quigley-Hein adalah sebagai
berikut:
Skor Kondisi
0 Tidak ada plak
1 Terdapat bercak-bercak plak yang terpisah pada bagian
margin servikal dari gigi
2 Terdapat lapisan tipis plak sampai setebal 1 mm pada
bagian margin servikal dari gigi
3 Terdapat lapisan plak lebih dari 1 mm tetapi mencapai 1/3
bagian mahkota
4 Terdapat lapisan plak, lebih dari 1/3 akan tetapi tidak lebih
dari 2/3 bagian mahkota
5 Terdapat lapisan plak, menutupi seluruh permukaan gigi
C. Pengukuran Kebersihan Mulut Menurut Podshadley
dan Haley (Patient Hygiene Performance Index atau
Indeks PHP)

• Cara pemeriksaan klinis berdasarkan indeks plak PHP


adalah sebagai berikut:
1. Menggunakan larutan disklosing
2. Pemeriksaan dilakukan pada mahkota gigi bagian
fasial atau lingual dengan membagi tiap permukaan
mahkota gigi menjadi lima subdivisi, yaitu : D, distal;
G, sepertiga tengah gingival; M, mesial; C, sepertiga
tengah; I/O, sepertiga tengah insisal atau oklusal.
•  Cara penilaian plak adalah sebagai berikut. Nilai 0 =
3.
tidak ada plak, nilai 1 = ada plak.

4. Cara pengukuran untuk menentukan indeks plak


PHP yaitu :
•   :
Kasus

Jumlah total skor plak yang diperiksa = 8 ( pada gigi molar 1 kiri
atas, molar 2 kiri bawah, caninus kiri bawah, premolar 1 kiri
bawah, insisiv 2 kanan atas , premolar 1 kanan bawah, molar 1
kanan bawah, molar 2 kanan atas )
IP PHP = = 0.25 ( baik )

Kriteria penilaian tingkat kebersihan mulut berdasarkan indeks


plak PHP (Personal Hygiene Perfomance), yaitu :
• Sangat baik = 0
• Baik = 0,1 - 1,7
• Sedang = 1,8 - 3,4
• Buruk = 3,5 – 5
D. Pengukuran Kebersihan Mulut Menurut Personal
Hygiene Perfomance Modified (PHPM) oleh Marten
dan Meskin

• Prinsip pemeriksaan hampir sama dengan PHP, akan


tetapi permukaan yang diperiksa adalah bagian bukal dan
lingual. Geligi yang diperiksa adalah gigi kaninus atas
kanan, gigi premolar atau molar kuadran kiri atas, gigi
kaninus kiri bawah, dan gigi premolar dan molar kuadran
kanan bawah.
• Plak terlihat di salah satu area, maka diberi skor 1, jika
tidak ada plak diberi skor 0 atau tanda (-). Hasil penilaian
plak yaitu dengan menjumlahkan setiap skor plak pada
setiap permukaan gigi, sehingga skor plak untuk setiap
gigi dapat berkisar antara 0-10. Skor plak untuk semua gigi
dapat berkisar antara 0-60   .
• Tahapan penentuan skor PHP-M :
Penilaian dimulai dengan membuat garis imaginer
pada gigi sehingga membentuk 5 garis imaginer.

• Kriteria penilaian kebersihan gigi dan mulut berdasarkan


indeks PHP-M yaitu :
Baik          : 0 – 20
Sedang     : 21 – 40
Buruk       : 41 – 60
E. Pengukuran Kebersihan Mulut Menurut Hygiene
Index (HI)

• Pengukuran
  ini merupakan pemeriksaan yang
paling akurat karena penilaian akumulasi plak
dilakukan pada seluruh gigi, dan mencakup
empat permukaan yaitu fasial, mesial, distal
dan lingual/palatal.
• Cara menghitung skor HI yaitu :
HI = x 100%

Anda mungkin juga menyukai