Anda di halaman 1dari 17

HIPERTENSI

PRIMER
DEFINISI
• Hipertensi adalah tekanan darah sistolik (TDS) > 139 mmhg dan/ atau tekanan
darah diastolik (TDD) > 89 mmHg, berdasarkan rerata dua atau tiga kali
pengukuran yang cermat sewaktu duduk dalam satu atau dua kali kunjungan.
• Hipertensi adalah tingginya tekanan darah arteri secara persisten ; penyebabnya
mungkin tidak diketahui atau mungkin disebabkan oleh penyakit lain – kamus
Dorland
• Menurut Joint National Committe on Prevention Detection, Evaluation, and
Treatment of High Blood Pressure VII/ JNC 2003 hipertensi adalah suatu
keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan diastolik ≥90
mmHg (Depkes RI,2013)
FAKTOR RESIKO

• Faktor pemicu hipertensi dibedakan menjadi yang tidak dapat dikontrol seperti riwayat
keluarga, jenis kelamin, dan umur.
• Faktor yang dapat dikontrol seperti obesitas, kurangnya aktivitas fisik, perilaku merokok, pola
konsumsi makanan yang mengandung natrium dan lemak jenuh.
EPIDEMIOLOGI
• Menurut Riset Kesehatan Dasar Nasional
tahun 2007 pravelansi hipertensi pada
penduduk usia 18 tahun keatas mencapai
28%, dan akan lebih tinggi pada usia lanjut
usia.
KLASIFIKASI
Klasifikasi Tekanan Tekaran darah sistolik Tekanan darah diastolik

Darah (mmHg) (mmHg)


     

Normal < 120 < 80

Prehipertensi 120 – 139 80–89

Hipertensi ≥ 140 90

Hipertensi Stage 1 140-159 90–99

Hipertensi Stage 2 ≥ 160 ≥ 100


GEJALA KLINIS
• Hipertensi tidak memberikan keluhan dan gejala yang khas sehingga banyak penderita
tidak menyadarinya (Silent Killer).
• Hipertensi ditandai oleh meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg
dan atau diastolik lebih besar dari 90 mmHg.
PATOFISIOLOGI
DM  HIPERTENSI

• Diabetes mellitus yang ditandai dengan adanya hiperglikemia merupakan salah satu faktor risiko
terjadinya Hipertensi .
• Hiperglikemi sering disertai dengan timbulnya sindrom metabolik : hipertensi, dislipdemia, obesitas,
disfungsi endotel, dan faktor protrombotik yang kesemuanya itu akan memicu dan memperberat
komplikasi kardiovaskuler. Salahsatu komplikasi makroangiopati diabetes dapat terjadi karena perubahan
kadar gula darah, kadar gula darah yang tinggi akan menempel pada dinding pembuluh darah yang
menimbulkan AGEs ( Advanced Glycosylated Endproducts) mrp zat yg dibentuk dari kelebihan gula dan
protein yg saling berikatan. Keadaan ini merusak dinding bagian dalam dari PD dan menarik lemak yg
jenuh/ kolesterol menempel pada dinding PD, sehingga reaksi inflamasi terjadi. Leukosit dan trombosit
serta bahan2 lain ikut menyatu menjadi satu bekuan plak, yang membuat dinding pembuluh darah keras
dan kaku akhirnya timbul penyumbatan yg mengakibatkan perubahan TD
DM  HIPERTENSI

• Pada pasien DM tipe 2, hipergilikemia sering dihubungkan dengan hiperinsulinemia,


dislipidemia, dan hipertensi yang bersama-sama mengawali terjadinya penyakit kardiovaskuler
dan stroke. Pada DM tipe ini, kadar insulin yang rendah merupakan prediposisi dari
hiperinsulinemia, dimana untuk selanjutnya akan mempengaruhi terjadinya hiperinsulinemia.
Apabila hiperinsulinemia ini tidak cukup kuat untuk mengkoreksi hiperglikemia, keadaan ini
dapat dinyatakan sebagai DM tipe 2. Kadar insulin berlebih tersebut menimbulkan peningkatan
retensi natrium oleh tubulus ginjal yang dapat menyebabkan hipertensi. Lebih lanjut, kadar
insulin yang tinggi bisa menyebabkan inisiasi aterosklerosis, yaitu dengan stimulasi proliferasi
sel-sel endotel dan sel-sel otot pembuluh darah (Masharani dan German, 2003)
• peningkatan konsentrasi insulin yang menyebabkan hipertensi terjadi akibat peningkatan
retensi natrium di ginjal dan peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis.Selain itu, insulin
memiliki kerja seperti hormon pertumbuhan yang dapat merangsang hipertropi dari sel-sel otot
halus dari pembuluh. Insulin juga dapat meningkatkan tekanan darah dengan cara
meningkatkan konsentrasi kalsium intraseluler, yang akan mengarah pada peningkatan
resistensi dari pembuluh
HIPERTENSI  DM

• Hipertensi mrp faktor risiko utama terjadinya DM


• Hubungannya dengan DM tipe 2 sangatlah kompleks, hipertensi dapat membuat sel tidak
sensitif terhadap insulin (resisten insulin). Padahal insulin berperan meningkatkan ambilan
glukosa di banyak sel dan dengan cara ini juga mengatur metabolisme karbohidrat, sehingga
jika terjadi resistensi insulin oleh sel, maka kadar gula di dalam darah juga dapat mengalami
gangguan (Guyton, 2008).
TUJUAN DAN SASARAN PENGOBATAN
• Tujuan pengendalian hipertensi adalah untuk mencegah kerusakan terhadap organ-organ sasarn
atau komplikasi.
• Penderita hipertensi diobati secara keseluruhan, tapi ada sasaran tekanan darah yang harus
dicapai berdasarkan kondisi yang ada pada penderita.
TATALAKSANA
• Modifikasi gaya hidup untuk menurunkan tekanan darah
• Farmakologi
ACE Inhibitions
Angiotensin Receptor Blockers
Alpha 1 Receptor Blocker
Beta Blockers
Calcium Channel Blockers
Diuretics
Endothelin Receptor Antagonist
KOMPLIKASI

• Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh yaitu jantung (hipertrofi ventrikel kiri),
ginjal (nefropati), syaraf otak (ensyefalopati), mata (retinopati dan perdarahan), dan bahkan
disfungsi ereksi.
REFERENSI

• Kamus Dorland
• PKV 5 Rahasia, Lily
• Youtube Armando Hasudungan – Pharmacology Antihipertensives