Anda di halaman 1dari 15

NEGARA DAN GEREJA:

Gereja Katolik dalam


Pusaran Perubahan Politik di Indonesia

Rm. A. Benny Susetyo


State-Market-Society-Party-Mafia

State

INVISIBLE
PLAYERS
(mafia)

Marke
Society
t

PARTAI
POLITIK
Pragmatisme Politik
Pendidikan Politik
Kaderisasi Politik

TAK ADA

Pengusaha
PARTAI Artis
Pejabat Modal
POLITIK Publik Politik
Mantan TNI/Polri
Demokrasi: 20 Tahun Reformasi

Demokrasi berjalan tanpa “SCRIPT”

TRANSAKSI politik, bukan


TRANSFORMASI

Surplus POLITISI, defisit NEGARAWAN


Permasalahan

Hegemoni Kemiskinan &


Oligarki Politik
Ekonomi Kesenjangan

Intoleransi & Politik Identitas


Radikalisme (SARA)

Primordialism Politik
e Identitas
Quo Vadis

Beriman KATOLIK dan Bernegara INDONESIA


adalah satu paket dalam satu tarikan nafas.

BerGERE
JA BerNEGAR
A

Menjadi 100% Katolik dan 100 % Indonesia (Mgr. Soegijapranata).


Lintas Sejarah: Rm. van Lith
 Franciscus Georgius
Josephus Van Lith
atau disingkat sebagai
Frans van Lith berasal
dari Oirschot, Belanda
 Romo van Lith SJ
meletakkan dasar
karya Katolik di Jawa
Lintas Sejarah: Mgr. Soegijapranata
 Mgr. Albertus
Soegijapranata lahir
dengan nama Soegija
 Mgr. Soegija merupakan
orang Indonesia pertama
yang diangkat menjadi
Uskup Agung setelah
sebelumnya dinobatkan
menjadi Vikaris
Apostolik Semarang.
Lintas Sejarah: IJ Kasimo
 Ignatius Joseph Kasimo
Hendrowahyono adalah
salah seorang pelopor
kemerdekaan Indonesia.
 Kasimo juga merupakan
salah seorang pendiri
Partai Katolik Indonesia.
 Kasimo juga pernah
menjabat sebagai
beberapa Menteri setelah
Indonesia merdeka.
Belajar dari Rm. Mangunwijaya

- Aggionamento (Italia): menyesuaikan diri dengan hari-kini (zaman now)


- Aggiornamen
Fleksibel tetapi teguh dalam prinsip (satu prinsip, bentuk banyak)
to
- Hubungan paguyuban, suasana kekeluargaan
- Susunan kerjasama yang teratur tetapi luwes
Jaringan GEREJ IMAN
HARAPAN
- Amendewasakan
Serba saling komunikatif, saling KASIH
- Bhinneka Tunggal Ika
Diaspora
- Diaspora: benih-benih yang serba tersebar, terpencar
- Tidak kompak dalam satu tempat
- Tidak terisolasi dan terkonsentrasi dalam satu wilayah tertutup yang padat
Solidaritas Komunio

 Moral absolut: kemanusiaan demi memuliakan Allah


 Gereja: berjalan bersama dengan orang miskin
 Pemerdekaan melalui pendidikan
 Penghargaan terhadap martabat manusia khususnya
perempuan
 Religiositas – merangkul kemanusiaan – solidaritas
manusia – menuju komunio
 Ajur-ajer
 Prinsip harmoni yang damai sejahtera
BerGereja
 BerGereja = berSakramen
 Gereja hamba kaum miskin
 Gereja yang mendidik generasi masa depan
 Gereja umat Allah  Gereja DIASPORA
 Paguyuban
 Melayani
 Memerdekakan
 Bersama dalam religiositas (kesatuan pengalaman akan Allah)
Gereja Diaspora
 Keadaan diaspora: membawa berkah bagi evangelisasi 
religiositas: mengalami Allah dan bersatu dengan Allah
 Peranan jaringan: antar umat dan semua orang
berkehendak baik
 Peran awam: KERASULAN AWAM tingkat akar rumput
– menciptakan masyarakat damai sejahtera, ajur-ajer
 Gereja pelayan: manajemen dalam Gereja bukan kuasa,
tapi pelayanan
 BONUM COMMUNE
“Politik adalah kerja yang mulia. Kita seharusnya
melakukan penilaian ulang terhadapnya dan
mempraktikkannya dengan rasa keterpanggilan
dan dedikasi yang menuntut kesaksian, kesediaan
berkorban, (termasuk) mengorbankan nyawa demi
kebaikan umum.”
– Paus Fransiskus
TERIMA KASIH