Anda di halaman 1dari 29

PANDANGAN ISLAM

TERHADAP ASUHAN PRA


KONSEPSI,PERSALINAN,K
EHAMILAN DAN REMAJA.
ASUHAN KESEHATAN PADA
MASA REMAJA
Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Konteks Kesehatan Masyarakat 
1. Remaja dan Permasalahannya
Masa remaja merupakan salah satu periode perkembangan manusia. Masa ini merupakan
masa perubahan atau peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang
meliputi perubahan biologic, perubahan psikologik, dan perubahan sosial. Di sebagian
 besar masyarakat dan budaya masa remaja pada umumnya dimulai  pada usia 10-13 tahun
dan berakhir pada usia 18-22 tahun. Sedangkan menurut
World Health Organitation (WHO) remaja merupakan individu yang sedang mengalami
masa peralihan yang secara berangsur-angsur mencapai kematangan seksual, mengalami
perubahan jiwa dari jiwa kanak-kanak menjadi dewasa, dan mengalami perubahan keadaan
ekonomi dari ketergantungan menjadi relative mandiri (Notoatmodjo, 2007). Mohammad
(dalam Notoatmodjo, 2007) mengemukakan bahwa remaja adalah anak berusia 13-25
tahun, di mana usia 13 tahun merupakan batas usia pubertas pada umumnya, yaitu ketika
secara  biologis sudah mengalami kematangan seksual dan usia 25 tahun adalah usia ketika
mereka pada umumnya secara sosial dan  psikologis mampu mandiri.
ASUHAN KESEHATAN PADA
MASA REMAJA
2. Perilaku Seksual Remaja dan Kesehatan Reproduksi
Perilaku dapat diartikan sebagai respons organisme atau respons seseorang terhadap
stimulus (rangsangan) yang ada (Notoatmodjo, 1993).Sedangkan seksual adalah
rangsangan-rangsangan atau dorongan yang timbul berhubungan dengan seks.Jadi perilaku
seksual remaja adalah tindakan yang dilakukan oleh remaja berhubungan dengan dorongan
seksual yang datang baik dari dalam dirinya maupun dan luar dirinya. Adanya penurunan
usia rata-rata pubertas mendorong remaja untuk aktif secara seksual lebih dini. Dan adanya
persepsi bahwa dirinya memiliki risiko yang lebih rendah atau tidak berisiko sama sekali
yang berhubungan dengan perilaku seksual, semakin mendorong remaja memenuhi
dorongan seksualnya pada saat sebelum menikah.
Persepsi seperti ini disebut youth vulnerability oleh Quadrel et. al. (1993) juga
menyatakan bahwa remaja cenderung
melakukan underestimate terhadap vulnerability dirinya. Banyak remaja mengira bahwa
kehamilan tidak akan terjadi pada intercourse(sanggama) yang pertama kali atau mereka
merasa bahwa dirinya tidak akan pernah terinfeksi HIV/AIDS karena pertahanan tubuhnya
cukup kuat. 
ASUHAN KESEHATAN PADA
MASA REMAJA

3. Risiko Perilaku Seksual


Sebenarnya  perilaku seksual remaja pranikah sudah ada sejak manusia ada. Tetapi
informasi tentang perilaku tersebut cenderung tidak terungkap secara luas. Sekarang
kondisi masyarakat telah berubah, dengan telah makin terbukanya arus informasi, makin
banyak pula penelitian atau studi yang mengungkap permasalahan perilaku seksual
remaja, termasuk hubungan seksual pranikah Di Indonesia sendiri ada  beberapa
penelitian yang menggambarkan fenomena perilaku seksual remaja pranikah.
ASUHAN KESEHATAN PADA
MASA REMAJA
Kesehatan Reproduksi Remaja dalam perspektif islam Dalam tradisi agama dan fiqh,
perkembangan seseorang dari anak-anak menjadi dewasa (aqil- baligh) menjadi isu tersendiri.
Masa remaja yang bagi anak laki-laki ditandai dengan mimpi basah, dan bagi anak  perempuan
ditandai dengan menstruasi atau haidh.
Sebagian ulama menyatakan bahwa peristiwa haidh terkadang dipandang sebagai
“kekurangan”perempuan. Bahkan dalam pandangan konservatif (Yahudi, dan sebagian muslim),
perempuan yang sedang haidhterkadang harus dikucilkan karena dinilai bisa mendatangkan
bencana; tidak boleh menginjakkan kaki di masjid atau di surau-surau, karena darah yang keluar
dari rahimnya dianggap kotor.
Pandangan Badriyah Fayumi tentang haihdalam Tubuh, Seksualitas, dan Kedaulatan
Perempuan, Bunga Rampai Pemikiran Ulama Muda. Menurutnya, menstruasi atau yang dalam
bahasa agama Islam disebut haidhmerupakan siklus reproduksi yang menandai keadaan sehat dan
 berfungsinya organ-organ reproduksi remaja perempuan. Haidh dalam pandangannya juga
menandakan "kematangan" seksual remaja perempuan dalam arti bahwa ia memiliki ovum yang
dapat dibuahi, bisa hamil, dan melahirkan anak, sebagaimana fungsi-fungsi reproduksinya.
ASUHAN KESEHATAN PADA
MASA REMAJA
Dalam hal ini Nabi Muhammad saw. pernah mengecam dan menolak keras tradisi yang
mengisolasi remaja maupun perempuan yang sedang haidh atau menjalani fungsi dan proses
reproduksinya. Ini terjadi karena ada seorang sahabat yang mengadu kepada Nabi tentang kaum
Yahudi dan sebagian muslimin yang selalu memandang buruk, bahkan tidak mau makan bersama
anak perempuan atau istrinya yang sedang
haidh.
Karenanya, turunlah QS. Al-Baqarah: 222. Dan Nabi saw. juga bersabda, “Berbuat
apa sajalah (terhadap istri yang sedang haidh) kecuali berhubungan seks.”
Selanjutnya, kaum muslimin sesungguhnya juga meyakini ajaran Islam adalah ajaran yang
mengatur seluruh dimensi kemanusiaan. Tidak ada satu pun persoalan kemanusiaan yang tidak
tersentuh oleh pesan ajaran Islam.Islam shalihun likullizamanin wa makanin” sangat mengukuhkan
universalitas Islam.
ASUHAN KESEHATAN PADA
MASA REMAJA
Selanjutnya, kaum muslimin sesungguhnya juga meyakini ajaran Islam adalah ajaran
yang mengatur seluruh dimensi kemanusiaan. Tidak ada satu pun persoalan kemanusiaan
yang tidak tersentuh oleh pesan ajaran Islam.Islam shalihun likullizamanin wa makanin”
sangat mengukuhkan universalitas Islam.Dengan misi “rahmatan lil alamin” Islam diyakini
pula mengemban misi perlindungan terhadap hak kesehatan reproduksi bagi setiap umat,
lelaki dan perempuan; anak-anak, dewasa, maupun remaja. Sebab itulah seluruh ulama
sepakat, bahkan semua agama-agama, bahwa misi utama agama adalah mewujudkan
kemaslahatan seluruh umat manusia ( Nakha'i, 2009).
Kemaslahatan manusia dunia akhirat akan tercapai manakala
kebutuhan dharuri mereka terpenuhi. Kebutuhan dharurisebagaimana dirumuskan Al-
Ghazali adalah mencakup hifdzuad- din, hifdzu an-nafsi, hifdzu al-
nasl, hifdzu al-‟irdhi, hifdzual -‟aql, danhifdzu al-ma.
ASUHAN KESEHATAN PADA
MASA REMAJA
a) Tak syak lagi
Bahwa hifdzu al-nafs, hifdzu an-nasl, danhifdzu al
‟irdhi merupakan  bagian darimaqashid asy- syari‟ah yang berkaitan erat dengan upaya
 pemeliharaan kesehatan reproduksi. Demi melindungi an-nafs, Islam melarang segala
bentuk tindakan yang dapat membahayakan atau menghilangkan hak hidup seseorang
sebagai hak dasar dalam kesehatan reproduksi bagi setiap individu. Dalam
konteks hifdzu al-nasl, Alquran juga menganjurkan agar setiap orang menjalankan dan
menggunakan fungsi reproduksinya pada saat yang tepat. Misalnya, hanya mengandung
dan melahirkan keturunan yang berkualitas  pada waktunya (tidak di usia remaja); dan
sebisa mungkin menghindari melahirkan keturunan yang lemah (dzurriyatan dhi‟afa) yang
dapat menjadi beban orang lain. Karenanya, remaja yang masih dalam masa tumbuh
kembang diharapkan untuk tidak melahirkan yang dapat menurunkan rendahnya kualitas
keturunan.
ASUHAN KESEHATAN PADA
MASA REMAJA
b) Kesehatan Reproduksi
Kesehatan reproduksi berkaitan dengan kemampuan untuk memiliki kehidupan seksual
yang memuaskan dan aman, serta kemampuan untuk memiliki keturunan dan bebas
menentukan waktu memiliki keturunan dan jumlah keturunan.Islam sebagai pandangan
hidup tentu saja memiliki kaitan dengan kesehatan reproduksi mengingat Islam berfungsi
sebagai pengatur kehidupan manusia dalam rangka mencapai keadaan sesuai dengan
definisi kesehatan reproduksi itu sendiri. Islam mengatur kesehatan reproduksi manusia
ditujukan untuk memuliakan dan menjunjung tinggi derajat manusia. Dan Islam sejak
 belasan abad yang lalu jauh sebelum kemajuan ilmu kesehatan dan kedokteran
mengaturnya sesuai dengan Quran, hadits, dan ijma para ulama, yang mencakup
seksualitas, kehamilan, menyusui, kontrasepsi dan KB, dan aborsi, serta hal lain yang tidak
dapat dijelaskan satu-satu persatu.
di  zaman Rasulullah. Rasul mengetahui hal itu terapi tidak melarang kami melakukannya‟. Beberapa ulama menggunakan qyas,
bila azl diperbolehkan maka metode ikhtiar pengaturan kehamilan lainnya pun boleh, kecuali sterilisasi. Jarak kehamilan dalam Islam pun telah
diatur melalui program menyusui.Penggunaan kontrasepsi dilarang jika ditujukan untuk menyuburkan kolonialisme dan imperialism.Intinya
ketentuan Islam yang berhubungan dengan kontrasepsi atau KB bergantung kepada niat.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu kajian kesehatan reproduksi adalah kehamilan.Sayangnya kehamilan ini tidak
selamanya dikehendaki, apabila terjadi kehamilan diluar pernikahan, kerap sekali terjadi tindak aborsi. Dimanaaborsi itu sendiri berarti
penghentian kehamilan sebelum usia 20 minggu. Didalam islam tindak aborsi menimbulkan pro dan kontra. Dimana ada kalangan yang tidak
setuju adanya aborsi dikarenakan telah melakukan tindakan dosa besar yaitu pembunuhan.Hal ini di jelaskan dalam QS. Ath-Thalaq: 3.
Sementara itu kalangan muslim lainnya membolehkan aborsi hanya untuk alasan berat seperti mengancam nyawa ibu atau kemungkinan janin
lahir cacat. Secara medis aborsi ada 2 yaitu aborsi profokatus dan aaborsi spontan.

Seperti yang dikemukan dalam islam bahwa aborsi itu di larang karena membunuh jiwa, dalam medis aborsi yang seperti ini
disebut aborsi profokatus.
Aborsi profokstus memang dilarang untuk dilakukan di Indonesia. Tenaga medis  professional dilarang untuk melakukan
aborsi ini, sehingga banyak terjadi aborsi tidak aman.. Hal ini dikarenakan yang melakukan adalah bukan tenaga ahli.
Sedangkan aborsi yang dibolehkan oleh beberapa kalangan
muslim untuk alasan  berat seperti mengancam nyawa ibu atau kemungkinan janin lahir cacat, dalam ilmu kedokteran disebut dengan
aborsi spontan.
Jika dilihat dari sudut pandang permasalahan secara global masalah reproduksi ini baik menurut pandangan islam dan pandangan dar
mana saja yang memandang permasalahan ini akan memiliki satu tujuan yang sama pada akhirnya. Untuk intervensinya bisa
dilakukan dengan pengenalan pendidikan seks dasar dari masa kanak-kanak dengan bahasa yang baik dan benar, serta
pendekatan didalam keluarga itu sendiri. Dibicarakan sedini mungkin akan memberikan dampak yang hebat untuk di kemudian
harinya.

C. Kesehatan Seksual
Sebagaimana telah dijelaskan di atas, masyarakat pesantren telah lamamemberikan pendidikan seks dan reproduksi melalui
pengajian kitab kuning.Khususnya kitab fiqih yang menjadi basis keilmuan pesantren. Namun dalamkehidupan bermasyarakat
ataupun kehidupan sehari –  hari membicarakan tentang pendidikan seks masih menjadi hal yang tabu meskipun tujuannya adalah
untuk pendidikan. Akibatnya anak-anak yang berangkat remaja jarang yang mendapat bekal pengetahuan seks yang cukup dari
orang tua.Dalam ilmu fiqih dijelaskan bahwa proses reproduksi dan seksualitas bukan hanya biologis namun merupakan perbuatan
mulia dan ibadah apabiladilakukan oleh pasangan laki –  laki dan perempuan yang sudah menikah secarasah. Realita yang terjadi
sekarang ini adalah banyak remaja yang melakukan hubungan seksual sebelum menikah dengan tujuan untuk kepuasan
saja. Padahaldalam islam sudah dijelaskan bahwa melakukan hubungan seksual sebelummenikah sangat dilarang seperti yang sudah
dijelaskan dalam Quran surat Al Israa: 32 “ Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan
yang keji dan satu jalan yang jahat (yang membawa kerusakan).”
Dari zaman nabi Luth islam juga melarang hubungan seksual melaluidubur dan mulut ( anal dan oral seks ), homoseksual,
sodomi, lesbianism, dan perilaku seksual lain yang tidak wajar. Hal ini sekarang sudah terbukti dengandiadakanpenelitian tentang
penyebab penyakit kelamin dengan perilaku seksualyang menyimpang. Dr. Paat dan dr. Boyke menjelaskan
mengenai risikomelakukan hubungan seksual pranikah perlu ditekankan. Umpamanya, kehamilan,kemungkinan terinfeksi HIV atau
tertular penyakit kelamin kalau bergonta-ganti pasangan. Bila terjadi kehamilan dan kandungan terpaksa
digugurkan, merekamenghadapi kemungkinan perdarahan, infeksi, kemandulan, bahkan kematian.Belum lagi stres atau rasa berdosa
yang akan dihadapi si anak. Juga diingatkan,dengananak yang mereka lahirkan di luar mereka juga yang harus bertanggung jawab
sebagai ayah dan ibunya.
B. Asuhan pada masa pra konsepsi (konsep pernikahan)
Pernikahan merupakan satu hal yang penting dan banyak diimpikan setiap manusia.Dalam ajaran Islam, menikah salah satu
ibadah yang dianjurkan. Karena dengan menikah seseorang akan membina rumah tangga dan membentuk keluarga
sakinah, mawaddah, dan wa rahman.Menjalin silaturahmi dengan keluarga dan memiliki keturunan. Selain itu juga
menghindari zina. Dalam Islam, zina adalah haram. Maka diperintahkan untuk menikah bagi yang mampu dan berpuasa bagi
yang belum mampu. Dalam agama Islam, pernikahan juga diatur dengan baik.Di mana memiliki dasar hukum pernikahan.
 a. Arti nikah.
Dalam buku Fiqh Keluarga Terlengkap (2018) karya Rizem Aizid, secara bahasa nikah memiliki arti menghimpun atau
mengumpulkan. Pada Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 dijelaskan bahwa pernikahan adalah ikatan lahir batin
antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri. Di mana dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal
berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sementara pernikahan menurut Islam, di mana bercampurnya atau berkumpulnya
dua orang (laki-laki dan perempuan) yang bukan mahram dalam ikatan akad (perjanjian) untuk kemudian diperbolehkan
melakukan hubungan seksual.
1. Dasar hukum pernikahan
Dasar hukum pernikahan dalam Islam adalah Al-Qur’an dan Sunnah.
• Al Quran
Ada beberapa surat dalam Al Quran yang mengenai dasar hukum pernikahan.
Ayat-ayat tersebut menjadi bukti bahwa pernikahan memiliki dasar hukum yang kuat di dalam Al Quran.
Berikut ayat-ayat tersebut :
 Al Quran Surat Annisa ayat 1
Artinya: "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari
padanya Allah menciptakan istrinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang
banyak. Dan, bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan
(peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya, Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."
 Al Quran Surat An Nuur ayat 31
Artinya: "Dan, kawinkanlah orang-orang yang sendiriadi antara kamu, orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-
hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan
mereka dengan karunia-Nya. Dan, Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui."

 Al Quran Surat Ar Ruum ayat 21


Artinya: "Dan, diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptkan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya
kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan

dijadikan- Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berpikir.“

 Al Quran Surat An Nahl ayat 72


Artinya: "Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu,
anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka, mengapakah mereka beriman kepada yang
batil dan mengingkari nikmat Allah."
01 Hadist
Dalam hadist atau sunnah ada beberapa yang menjadi dasar hukum pernikah, yakni:
"Wanita dinikahi karena empat perkara, yaitu karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena
agamanya.Maka, dapatkanlah wanita yang taat beragama niscaya kamu akan beruntung." (HR Bukhari dan Muslim).
"Tetapi aku salat, tidur, berpuasa, berbuka, dan mengawini perempuan.Barang siapa membenci sunnahku, ia tidak
termasuk ummatku." (HR Bukhari dan Muslim).
"Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya.Karenanya, bertakwalah kepada Allah
pada separuh lainnya." (HR Baihaqi)

03 Hadist Nabi:

Wahai sekalian pemuda, barang siapa yang telah mampu


hendaklah menikah, karena menikah itu lebih dapat
02 Pandangan Islam Terhadap Masa Pra- menjga pandangan dan memelharakemaluan (dari zina).
Selain itu, anjuran Rasulullah SAW bahwa seorang
Kehamilan pemuda hendaklah memilih calon istri yang memenuhi
Masa pra-kehamilan dapat dibagi dua bagian. Pertama masa kriteria baik, yaitu agamanya, keturunannya, hartanya dan
pra-nikah dan kedua masa pra-hamil setelah nikah ; kecantikannya. Di sini perlu kehati-hatian dan bukannya
Berdasarkan Hadist Rasulullah SAW bahwa setiap pemuda mengedepankan nafsu sehingga mengabaikan faktor
yang sudah berkemampuan baik dari segi fisik (jasmani dan agama sang istri. Bahkan dalam alqur’ansurah….
rohani), materi dan mental untuk segera memenuhi disebutkan bahwa menikahi seorang budak mukmin jauh
lebih baik dari menikahi wanita kafir meskipun ia sangat
sunnatullah yaitu mendirikan rumah tangga (nikah). cantik dan kaya. (AlBaqarah: 221)
(i). Memberi Nafkah Terhadap Istri.
Ayat Allah SWT dalam surah (Talaq ayat 7) :
Artinya : Hendaklah orang yang mampu itu
memberikan nafkah kepada istrinya menurut
kemampuannya, dan orang yang sempit rezekinya
itu, hendaklah memberi nafkah menurut (kadarnya)
apa yang diberikan Allah kepadanya (Talaq: 7)
Perempuan sebagai istri berhak mendapatkan jaminan kesejahteraan.Baik berupa sandang dan pangan yang cukup. Tidak hanya ketika istri
sedang menjalani proses reproduksi( mengandung,melahirkan dan menyusui). Tetapi di luar masa-masa itu, statusnya sebagai istri dan ibu
dari anak-anak, harus diprhatikan pula. Hal ini di sebutkan dalam firman Allah SWT :
Artinya: ”Di atas pundak ayah terletak tanggung jawab memberikan nafkah dan perlindungan bagi ibu dan anak-anaknya secara makruf”.
(QS.Al-Baqarah:233).

(ii) Wanita Berhak Atas Tempat Tinggal yang Layak dari Suaminya


Seorang istri membutuhkan tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk mendukung perkembangan psikologis. Baik bagi sang istri maupun janin
yang ada di dalam kandungannya. Dalam hal ini Islam telah mewajibkan suami untuk bertanggung jawab atas ketersediaan rumah dan tempat tinggal
yang memadai untuk istrinya, bahkan dengan bahasa yang cukup jelas Al-Quran menyatakan:
Artinya: “ Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka
untuk menyempitkan (hati) mereka. (S.At-Talaq:6)

 Dalam ayat ini ada beberapa pengertian yang bisa diambil:


1. Suami harus menyediakan rumah bagi istrinya sesuai dengan kemampuannya.
2. Suami harus tinggal bersama istrinya. Tidak sering meniggalkannya kecuali untuk keperluan yang sangat penting.Kalau dalam kondisi normal saja
seorang suami tidak boleh sembarangan meninggalkan istrinya, apalagi ketika hamil yang sangat membutuhkan perhatian dari suaminya.
3. suami tidak boleh menyakitkan hati istri dengan tidak memberikan fasilitas yang dibutuhkan.

(iii) Melayani istri dengan baik


Ayat allah SWT:
Dan bergaullah dengan mereka secara baik, kemudian jika tidak menyukai mereka (bersabarlah), karena mungkin kamu tidak menyukai
sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak (Annisa: 19)
Dari ayat di atas, suami sebagai kepala keluarga diminta selalu melayani istrinya dengan baik, bahkan saat suami menemukan satu
kelemahan dari istrinya, maka suami harus meyakini bahwa istri masih memiliki berbagai kebaikan lainnya. Demikian juga bagi sang istri,
harus meyakini bahwa suaminya banyak kebaikan meskipun adakalanya suami memiliki sifat yang kurang baik.
(iv). Wanita Berhak Melakukan dan Menikmati Hubungan Suami Istri
Melakukan hubungan suami-istri dalam Islam boleh dilakukan
kapan saja, kecuali pada masa datang bulan atau nifas .
(melahirkan).Selain dari waktu terlarang tersebut kedua pihak baik suami maupun istri berhak melakukannya selama
masih dalam ketentuan yang ditetapkan Allah swt.Berkaitan dengan kehamilan tidak ada satu dalil pun yang melarang
pasangan suami isteri untuk melakukan hubungan tersebut.
Allah SWT berfirman:
Artinya:” Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu
sukaii.”(Al-Baqarah : 223)
Dalam melakukan hubungan intim tersebut istri berhak untuk mendapatkan kenikmatan dan kepuasan sebagaimana
yang diperoleh suaminya. Dalam hal ini Rasulullah saw telah memberikan peringatan supaya seseorang tidak egois
dalam melakukan hubungan intim dengan melupakan pasangannya.
Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: “Jika seorang ( suami) di antara kalian bersetubuh dengan istrinya maka hendaklah ia melakukan dengan
sungguh-sungguh. Bila ia sudah lebih dahulu mencapai orgasme sebelum istri merasakannya, hendaklah ia tidak
berburu-buru (mengeluarkan zakarnya) sampai istri terpenuhi hajatnya memperoleh orgasme”.
Dalam hadits lain Rasulullah SAW besabda:
Artinya: “Jika seorang di antara kalian hendak menggauli isrtinya maka janganlahmelakukannya seperti dua ekor unta
atau keledai. Hendaklah memulainya dengan kata-kata (rayuan) dan ciuman.”(HR.Ibnu Majah)
Isi kandungan tersebut adalah:
01 Suami istri memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kepuasan ketika
melakukan hubungan intim

Dalam berhubungan intim, suami istri berperan sama-sama sebagai subjek. Tidak
02 adil jika yang merasakan kenikmatan hanya satu pihak,sementara yang lain kecewa.

Suami Istri berhak mendapatkan perlakuan yang baik dari pasangannya dalam
03 berhubungan intim
C.Asuhan pada Masa kehamilan
Kehamilan merupakan saat yang pasti ditunggu-tunggu oleh pasangan suami-istri. Kehadiran buah hatiakan menjadi penyejuk hati
bagi keluarga yang diharapkan untuk segera datang. Namun, sebagai muslim, kita juga harus percaya bahwa anak merupakan
bagian dari rezeki yang diberi oleh Allah. Kita tidak bisa memaksa Allah untuk mempercepat pemberiannya karena Allah lebih
mengetahui yang terbaik untuk kita. Allah akan memberi rezeki sesuai kebutuhan dan kemampuan hamba-Nya.

Dalam agama Islam, kehamilan merupakan salah satu bentuk kebesaran Allah dan bukti bahwa Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu. Hal ini tercermin dalam firman Allah di surat Az Sajdah ayat 7-10 yang berbunyi, “Yang membuat segala sesuatu yang
Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari
saripati air yang hina (air mani).

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh (ciptaan)Nya dan Dia menjadikan bagi kamu
pendengaran, penglihatan dan hati, (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. Dan mereka berkata, ‘Apakah bila kami telah lenyap
(hancur) di dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?’Bahkan (sebenarnya) mereka ingkar akan
menemui Rabbnya”.

kita telah bisa memahami bahwa kehamilan yang terjadi sebagai salah satu proses penciptaan manusia merupakan bentuk
kebesaran Allah yang telah sempurna mengaturnya. Allah telah menciptakan wanita dengan mekanisme tubuh yang
dipersiapkan untuk mampu mengandung dan melahirkan bayi. Tidak berhenti di situ, Allah juga telah mengatur sedemikian
rupa proses kehamilan hingga terbentuk bayi yang sempurna dan siap dilahirkan ke dunia. Dengan adanya fitrah seorang
wanita untuk bisa mengandung dan melahirkan,
keutamaan wanita hamil dalam Islam:
Malaikat beristighfar untuknya – seorang wanita yang sedang hamil akan mendapati malaikan
01 beristighfar untuknya. Allah subhanahu wa ta’ala pun mencatatakan untuknya 1000 kebaikan
setiap hari dan menghapus 1000 keburukannya.

Pahala sholat lebih banyak – hitungan rakaat sholat wanita yang sedang hamil bernilai 80 rakaat
02 lebih baik dibandingkan hitungan rakaat sholat wanita yang sedang tidak hamil.

Pahala yang tidak putus – seorang wanita yang sedang hamil akan mendapat pahala berpuasa
sepanjang hari dan pahala beribadah sepanjang malam.
03
Mendapat pahala jihad – ketika seorang wanita hamil mulai merasakan sakit saat akan melahirkan,
Allah akan memberinya pahala yang sama dengan pahala orang berjihad di jalan Allah.
04
Dihapusnya dosa – setelah seorang wanita melahirkan bayi yang dikandungnya, maka hilanglah
pula dosa-dosa wanita tersebut seperti saat dia baru dilahirkan

05
2. Amalan Sunnah saat
Hamil
beberapa amalan yang menunjukkan rasa syukur kita pada Allah atas kehamilan yang kita dapatkan

1. Gembira atas kabar kehamilan 2. Memohon perlindungan Allah dari gangguan setan

Bergembira bisa menjadi bentuk syukur kita atas nikmat dan harus dilakukan oleh setiap muslim dan muslimah, apalagi ibu
kepercayaan yang Allah berikan untuk bisa memiliki buah hati. hamil. Untuk itu, hendaknya seorang ibu hamil selalu membaca
Kegembiraan atas kehamilan seharusnya dirasakan tidak hanya dzikir yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
saat kehamilan pertama, namun juga untuk kehamilan kedua, seperti membaca surat al Ikhlas, al Falaq dan an Naas, dan bacaan
ketiga dan kehamilan selanjutnya Kegembiraan atas kehamilan dzikir lainnya yang sesuai al Quran dan sunnah
bahkan juga disebutkan dalam al Quran surat ash Shafat ayat
101, “Maka Kami beri dia (Ibrahim) kabar gembira dengan
3. Perbanyak baca al Quran
seorang anak yang amat sabar (yakni Ismail)”. Tidak hanya itu,
dalam surat al Hijr ayat 53, Allah berfirman, “Sesungguhnya Bacaan al Quran bisa membantu menstimulasi pendengaran janin
kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran di kandungan. Dengan banyak membaca dan mendengar bacaan
seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim al Quran, diharapkan bacaan akan melekat pada bayi, hingga dia
(yakni Ishaq)”. lahir dan tumbuh besar. Maka, daripada memperdengarkan lagu
atau musik yang tidak sesuai ajaran Islam, lebih baik semasa
hamil ibu dan janin mendengarkan lantunan ayat al Quran.
2. Amalan Sunnah saat
Hamil
beberapa amalan yang menunjukkan rasa syukur kita pada Allah atas kehamilan yang kita dapatkan

4. Hindari kepercayaan mitos 5. Jaga kesehatan

Mempercayai mitos atau kepercayaan yang tidak Sebaiknya ibu hamil secara rutin memeriksakan diri
sesuai akidah hanya akan menambah ke dokter kandungan. Hal ini akan menjadi
kekhawatiran ibu hamil. Hal ini akan membuat pelengkap ikhtiar ibu hamil, setelah rajin beribadah,
kita tidak tenang dan berpikiran negatif. Maka, berdzikir dan berdoa kepada Allah. Tidak hanya itu,
sebaiknya hindari mempercayai mitos dan cukup ibu hamil juga harus makan dan minum yang bergizi
banyak berdoa dan memasrahkan diri pada Allah serta rajin berolahraga dengan menyesuaikan kondisi
subhanahu wa ta’ala. kehamilannya. Dengan usaha-usaha ini, ibu hamil
akan merasa lebih tenang menjalani masa
kehamilannya.
D. Asuhan pada Masa Persalinan
- MASA
MELAHIRKAN -
Bebas dari aktivitas ibadah fisik Setelah melahirkan seorang ibu
akan mengalami masa nifas (darah kotor) selama 40 hari. Pada
01 masa itu seorang wanita dibebaskan, bahkan diharamkan dari
kegiatan ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik seperti shalat,
puasa, dan membaca Al-Quran.
Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Pasca melahirkan Larangan Untuk Melakukan Hubungan Suami Istri

02 wanita memerlukan perhatian khusus dibidang


kesehatan.
03 Selama Masa Nifas Islam melarang suami istri untuk
melakukan hubungan intim pada masa nifas sampai darah
kotor tersebut berhenti.
Di samping banyaknya darah kotor yang keluar pada masa nifas,
kondisi wanita juga masih dalam keadaan luka (karena Kalau ditinjau dari segi kesehatan, larangan tersebut
melahirkan).Perawatan kesehatan diperlukan untuk mencegah mengandung cukup banyak hikmah, seperti, jalan lahir anak
berbagai penyakit.Diakui bahwa kebersihan merupakan pangkal pada wanita masih dalam penyembuhan dari luka yang
kesehatan Islam telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa diakibatkan dari kelahiran bayi.
kebersihan merupakan anjuran yang dikaitkan dengan keimanan.
Ayat allah SWT Artinya: dan mereka menanyakan kepadamu
Rasulullah saw bersabda: Artinya:” Kebersihan merupakan bagian (Muhammad) tentang haid. Katkanlah, “Itu adalah sesuatu yang
dari iman.Jika jatuh sakit, Islam menganjurkan supaya manusia segera kotor” karena itu jauhilah istri pada waktu haid; dan jangan
berobat.Ikhtiar atau usaha merupakan kewajiban dalam kamu dekati mereka sebelum mereka suci…. (al-Baqarah: 222)
agama.Seseorang tidak boleh menyerah pada nasib dengan alasan Dari ayat di atas, pengertian setelah mereka suci, baik itu
taqdir, karena sesungguhnya Islam selalu menyuruh kita berobat setelah haid maupun darah kotor pada saat nifas (setelah darah
ketika sakit. Rasulullah saw bersabda: Artinya: “ Berobatlah kamu berhenti keluar).
karena Allah tidak akan mengadakan penyakit melainkan mengadakan
pula obatnya, kecuali hanya satu penyakit yang tidak dapat diobati
yaitu ketuaan. “
Mandi Setelah Berakhirnya Masa Nifas Setelah berkahirnya masa nifas, seorang wanita
04 diwajibkan untuk mandi. Dengan demikian maka ia kembali menjadi bersih dan suci.

Artinya, segala aktivitas keagamaan mulai harus diaktifkan kembali dan juga telah sah untuk
berhubungan suami istri.Masa 40 hari merupakan waktu yang cukup untuk memulihkan
seorang wanita baik kesehatan fisik maupun mentalnya.
Dalam surat Lukman ayat 14 Al Qur’an yaitu :“ Ibunya telah
mengandungnya dalam keadaan yang lemah dan bertambah-tambah…”.
Allah memberikan kemuliaan kepada ibu melahirkan melaui sabda
Rasulullah saw yang artinya, “ …wanita yang meninggal karena melahirkan
adalah syahid…” (HR. Ahmad)

Wajar bila Islam mewajibkan Negara untuk memberikan


pelayanan yang berkualitas dan dapat dijangkau oleh semua
kaum ibu sejak masa kehamilan sampai persalinan bahkan
PANDANGAN hingga masa nifas dan menyusui.Layanan tersebut adalah
bagian integral dari sistem kehidupan Islam.

ISLAM
Islam membebankan terpenuhinya kebutuhan tersebut pada
TENTANG Khalifah sebagai pemimpin umat.Negara wajib
menyelenggarakan pelayanan bersalin (atenatal, bersalin,

PERSALINAN nifas) berkualitas bagi semua ibu bersalin secara gratis.


Strategi penyelenggaraan layanan
bersalin mengacu pada 3 prinsip
dasar :
01 Kesederhanaan aturan

02 Kecepatan pelayanan

Standar layanan bersalin bersalinberkalitas sesuai


03 syariat.
Negara wajib menyediakan semua sarana dan prasarana yang berkualitas termasuk tenaga medis
baik dokter spesialis, kebidanan dan kandungan maupun bidan secara merata di seluruh wilayah
Negara baik pada pelayanan dasar ( puskesmas ) maupun lanjutan ( Rumah Sakit ).

Dalam ranah fikih, menjadi tenaga medis ( dokter kadungan, bidan, perawat ) adalah fardu
kifayah.

Dalam sejarah Masa Keemasan Islam layanan bersalin yang memadai terlihat dari banyaknya Rumah Sakit.Pada
zaman keemasan Islam, ilmu kedokteran dan kebidanan termasyur ada di Harran, Baghdad, dan Jundi Syahpur.

Lembaga pendidikan menengah dan tinggi ilmu kedokteran dan kebidanan merata ada di setiap kota besar seperti
Damsyiq, Isfahan, Rayy, Baghdad, Al Qahirah, Tunis, Marakisy(Maroko), dan Qurtuba (Kordoba).

Salah satu fakta di Baghdad, masa Khalifah Harun Al Rasyid (170-193 H), disamping didirikan Rumah Sakit terbesar
di kota Baghad, dan beberapa Rumah Sakit kecil, juga didirikan rumah sakit bersalin terbesar yang disampingnya
didirikan sekolah pendidikan kebidanan.

Kedua sarana tersebut berdiri atas perintah Khalifah Harun Al Rasyid kepada Al Musawaih yang menjabat menteri
kesehatan dan dokter kekhilafahan.
Terimakasih!