Anda di halaman 1dari 22

Aspek Biokimia yang berpengaruh dalam proses reproduksi

kesehatan ibu, bayi, janin, dan anak


1.Enzym dan Koenzym
A. Pengertian Enzim
Enzim adalah biomolekul berupa protein yang
berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat
proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi
kimia organik.
Koenzim adalah ko-faktor yang berupa molekul
organik kecil yang merupakan bagian enzim yang tahan
panas, mengandung ribose dan fosfat larut dalam air dan
bisa bersatu dengan apoenzim membentuk holoenzim
B. Macam Macam Enzim
1) Amilase
2)Protease
3) Lipase
4) Maltase
5)Laktase
6) Sukrase
C. CARA KERJA ENZIYM
Cara kerja enzim sebagai biokatalisator dilakukan melalui
percepatan reaksi dengan cara menurunkan energi yang
diperlukan untuk berlangsungnya reaksi kimia di dalam sel
hidup. Enzim bekerja sebagai spesifik dan 1 jenis enzim hanya
akan terlibat dalam satu jenis reaksi saja. beberapa ahli
mengambil hipotesis bahwa cara kerja enzim sesuai dengan
teori teori kunci gembok (lock and key) yang dipopulerkan
oleh Emil Fischer, serta teori - teori induksi pas (induced fit)
yang dipopulerkan oleh Daniel Kashland.
D. Sifat Kinetik Enzim
Enzim sebagai katalisator juga mempunyai sifat-sifat seperti
katalisator pada umumnya, seperti ikut bereaksi, tetapi
padaakhir reaksi didapatkan kembali dalam bentuk semula.
Hal tersebut mengakibatkan enzim dapat dipakai kembali
setelah melaksanakan aktivitasnya,sehingga tubuh kita tidak
membutuhkan enzim dalam jumlah yang besar.
Pengukuran kadar enzim dapat dilakukan dengan cara, yaitu
dilakukan dengan membandingkan enzim yang ingin diukur
kadarnya dengan enzim murni yang sudah diketahui
kadarnya. Kadar enzim dinyatakan dengan satuan µg.
Sebagai contoh misalnya enzim murni dengan kadar 2 ug
dapat mengkatalisis substrat dengan jumlah tertentu selama
10 detik. Jika memakai enzim yang ingin diukur kadarnya
membutuhkan waktu 20 detik, maka kadar enzim yang
bersangkutan adalah 1 ug.
E. Regulasi dan Aktivitas Enzim

Enzim bekerja atau aktivitas enzim berlangsung di dalam sel dan


hanya sebagian kecil yang bekerja di luar sel. Enzim menekan
energi aktivasi dengan mengatalisasireaksi dan meningkatkan
kecepatan proses metabolisme. Bayangkan, reaksi fosfat
dekarboksilase, jika tidak dikatalisasi oleh enzim orotidina 5,
memerlukan waktu 78 juta tahun untuk mengubah 50% substrat
menjadi produk. Namun, dengan adanya enzim tersebut, proses
hanya berlangsung 25 milidetik .
Enzim yang bekerja di dalam sel disebut enzim intraseluler,
misalnya enzim katalase yang berfungsi memecah senyawa-
senyawa berbahaya. Sementara enzim yang bekerja di luar sel,
disebut enzim ekstraseluler . Enzim-enzim tersebut
mengendalikan reaksi biokimia, seperti respirasi, pertumbuhan,
perkecambahan, fotosintesis, pencernaan, dan lain-lain.
2. Oksidasi Biologi Dan Senyawa Berenergi
Tinggi
A. Proses Oksidasi Biologi
Pengertian proses oksidasi biologi secara kimia yaitu
dehydrogenasisubtratyang diikuti oleh penganggkutannya ke aseptor
terakhir yaitu oksigen melalui sistem sitrokom dan enzim sitromoksidase.
Dehidrogenasi artinya setiap prosesnya selalu terjadi pelepasan hidrogen
urutan proses oksidasi :
subtrat>nikotinamidadinukleotida (NAD)>Nikotinamidadinukleotida
fosfat (ANDP)>Flavoadenindinukletida (FAD) >Sitokrom> oksigen>
energi

3 proses utama reaksi oksidasi :


• glikolisis
• siklus krebs
• fosforilasi oksidatif dan transfor elektron
B. Peranan enzym, koenzym dan logam dalam oksidasi
biologi
Enzim adalah protein yang khusus disintesa oleh sel hidup untuk
mengkatalisa reaksi yang langsung didalamnya. Oleh karena itu reaksi itu
banyak sekali, maka biokatalisator yang membentuk jumlah maupun
jenisnya tak terhitung banyaknya. Untuk aktifitasnya kadang-kadang
enzim itu membutuhkan kofaktor yang bisa berupa senyawa organik
dengan besar molekul cukup tinggi, atau logam. Fungsi logam pada
umumnya adalah untuk memantapkan ikatan antara substrat pada enzim
atau mentransfer elektron yang timbul selama proses katalisa. Kecepatan
gerak pada enzim dapat diukur dari jumlah substrat yang berkurang. Enzim
tersusun atas protein, oleh karena itu pengaruh pH berhubungan erat
dengan sifat asam-basa yang dipunyai oleh protein.
• Enzim Oksidase
• Enzim Dehidrogenase
•  Enzim Hidroperoksidase
• Enzim Oksigenase
C. Transfer elektron dalam sel
Secara singkat, proses transpor elektron adalah tahapan mengubah
FADH2 dan NADH yang dihasilkan pada 3 tahapan respirasi aerob
(glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, dan siklus kreb) menjadi energi yang
dapat digunakan oleh tubuh yang berupa ATP.
FADH2 merupakan kofaktor redoks yang dibuat selama Siklus Krebs
dan digunakan selama bagian terakhir dari respirasi (rantai transpor
elektron). Fungsi dari FADH2 adalah sebagai kurir elektron dalam rantai
transpor elektron.
Baik FADH2 dan NADH adalah bentuk energi yang belum dapat
digunakan oleh tubuh. Agar dapat digunakan oleh tubuh, kedua molekul
tersebut perlu diubah menjadi ATP (Adenosin Trifosfat). Selanjutnya, ATP
ini akan menjadi bentuk energi yang dapat digunakan tubuh dalam
melakukan berbagai aktivitas. Rangkaian proses transfer electron dalam
rantai respirasi yang menghasilkan ATP dikenal sebagai FOSFORILASI
OKSIDATIF.
D. Hubungan Rantai Pernafasan dengan Senyawa Fosfat
Berenergi Tinggi
• Rantai respirasi (pernafasan) terdiri dari serangkaian protein dengan gugus
protestik yang terikat kuat, dan mampu menerima dan memberikan
elektron.
• Setiap anggota dapat menerima elektron dari anggota sebelumnya dan
memindahkan elektron ke molekul anggota berikutnya dalam urutan reaksi
yang spesifik.
• Elektron yang masuk kaya akan energi, saat elektron tersebut melalui
rantai menuju oksigen dengan setahap demi setahap elektron kehilangan
energi bebasnya.
Pemahaman rangkaian proses respirasi ini memungkinkan kita dapat
melakukan tindakan preventif dan kuratif terhadap kasus keracunan karena
obat (misal : AMOBARBITOL) dan racun (misal: SIANIDA dan
KARBONMONOKSIDA), maupun kasus kematian karena kelainan
DISFUNGSI RENAL dan MIOPATI MITOKONDRIA INFANTILIS.
Urutan proses produksi energi dimulai dari pencernaan makanan sampai
dengan rantai respirasi berupa transfer electron pada bagian membrane
dalam mitokondria.
E. Oksidasi Hydrogen (H) dalam Mitochondria

Oksidase merupakan enzim yang berperan mengkatalisis Hidrogen yang


ada dalam substrat dengan hasil berupa H2O dan H2O2. Enzim ini
berfungsi sebagai AKSEPTOR ion Hidrogen. Enzim ini banyak terdapat
dalam mioglobin, hemoglobin, dan sitokromlain Enzim ini merupakan
zat terakhir dari rangkaian proses respirasi yangberperan memindahkan
electron yang dihasilkan dari proses oksidasi sebelumnya yaitu oleh
enzim dehidrogenase. Bentuk-bentuk lain yang perannya sama dengan
enzim oksidase yaitu Flavoprotein Mononukleotida (FMN) dan Flavin
Adenin Dinukleotida(FAD) yang berasal dari VITAMIN riboflavin.
FMN banyak terdapat dalam ginjal, usus halus, dan hati. FAD
banyak terdapat dalam hati ENZIM OKSIDASE memanfaatkan
OKSIGEN sebagai AKSEPTOR HIDROGEN.
F. Struktur dan fungsi Mitochondria

Lapisan luar dilindungi oleh membran luar yang halus dan


bervariasi dalam bentuk dari mulai bentuk gumpalan bulat
sampai berbentuk batang panjang.

• Membran dalam
• Ruang Antar Membran
• Krista
• Matrix
G. Proses Transfer Elektron Di Mikrosom
Pengangkutan elektron yang terjadi dalam reticulum endoplasma
(mikrosom) berlangsunh dengan adanya sistem pengangkutan elektron
yang terikat pada membran organel tersebut. Proses dalam organel ini
dirangkai dalam proses hidroksilasi berbagai senyawa kimia (substrat) di
dalam sel. Sistem transfer elektron di mikrosom yang terdapat di dalam
sel hati terdiri dari molekul pembawa elektron NADP ,NADP
dehydrogenase,suatu Flafoprotein yang di sebut NADPH-sitokrom P450
reduktase (enzim yang mengandung FAD) dan sitokrom P450 ,bentuk
reduksi P450 yaitu P450. Fe (II) atau P450.Fe2+,berekasi dengan
molekul O. Dalam reaksi ini satu atom O direduksi menjadi H2O dan satu
atom O lainnya dimasukkan kedalam molekul subtract. Mekanisme
dimulai dengan mengikat suatu molekul substrat A oleh system P450
dalam bentuk oksidasinya (P450.Fe³+). (P450.Fe³+) direduksi oleh suatu
electron dari NADPH (melalui FAD) menghasilkan bentuk reduksinya
(P450.Fe²+), lalu dioksigenesi dan satu lagi electron NADPH dipakai
untuk mengubah oksigen (yang terikat pada P450) menjadi radikalnya O2.
Suatu reaksi oksidasi dalam kemudian berlangsung menghasilkan substrat
yang terhidroksilasi dan H2O. Tahap mekanisme ini diakhiri dengan
regenerasi P450 menjadi bentuk oksidasinya kembali (P450.Fe³+).
H. Proses Oksidasi Reduksi Di Sel Darah Merah
Pada sel darah merah, kegunaan pertama dari NADPH adalah untuk
mereduksi bentuk disulfide dari glutathione menjadi bentuk sulfhydryl,
reduksi gluthione ini adalah untuk mempertahankan struktur normal dari
sel darah merah dan untuk menjaga bentuk hemoglobin dalam bentuk
Fe2+
Sel Darah Merah ( RBC ) Sel darah merah atau eritrosit adalah sel yang tidak
berinti yang berumur ± 120 hari dengan proses pematangan sel darah merah 1
minggu dan tidak mempunyai organel. dan ribosom.Normal
SDM:5.000.000.000 sel/ml darah.
Bentuk eritrosit adalah:
Lempeng berkonkraf ,Fungsinya adalah menghasilkan luas permukaan yang
lebih besar bagi difusi O2 menembus membrane dari pada yang dihasilkan
oleh sel bulat denagn volume yang sama.
Hemoglobin adalah suatu pigmeb(yaitu secara alamiah berwarna. Karena
kandunagan besinya , hemoglobin tampak kemerahan apabila berikatan
dengan O2 dan kebiruan apbila mengalami deoksigenasi.Dengan demikian
,darah arteri yang teroksigenasi sempurna tampak merah dan darah vena yang
telah kehilangan sebagian O2 nya di jaringan memperlihatkan rona kebiruan.
Molekul hemoglobin terdiri dari 2 bagian :
1. Bagian Globin,suatu protein yang terbentu dari empat rantai polipeptida
yang sangat berlipat-lipat
2. gugus nitrogenosa nonprotein mengandung besi yang dikenal sebagai
gugus hem (heme) ,yang masing-masing terikat ke satu poipeptida.

Pembentukan sel darah merah


Proses pembentukan sel darah merah disebutdengan eritropoesis melalui
sum – sum tulang belakang jaringan lunak yang seluler yang mengisi
rongga internal tulang .sum – sum tulang belakng dapat memproduksi sel
darah merah dengan kecepatan 2 – 3 juta x / detik . Pembentukan eritrosi
pada usia prenatal yaitu selama masa perkembangan janin , eritosit di
produksi di kantong kunir ( yolk suc )---Usia janin 3 – 10 minggu ,
kemudian akan dilanjutkan di hati pada usia janin 6 minggu sampai janin
berusia 3-4 bulan dan masih berlansung beberapa minggu sebelum janin
lahir .Setelah itu limfa di mulai pada usia janin 10 minggu mencapai
puncaknya usia 4 bulan dan menurun sesudah usia 6 bulan . kemudian
akan di ambil alih oleh sum – sum tulang belakang sampai seumur hidup .
3. Siklus Krebs Sebagai Rangkaian Aksi Untuk Oksidasi Lengkap
Bahan Makanan
A. Sumber Ostetik KoA
Siklus Krebs Adalah satu seri reaksi yang terjadi di dalam mitokondria
yang membawa katabolisme residu asetyl, membebaskan ekuivalen
hidrogen, yang dengan oksidasi menyebabkan pelepasan dan
penangkapan ATP sebagai kebutuhan energi jaringan.

Fungsi Utama Siklus Krebs, yaitu


1) Menghasilkan karbondioksida terbanyak pada jaringan manusia.
2) Menghasilkan sejumlah koenzim tereduksi yang menggerakkan rantai
pernapasan untuk produksi ATP
3) Mengkonversi sejumlah energi serta zat intermidiet yang berlebihan
untuk digunakan pada sintesis asam lemak. 
4) Menyediakan sebagian bahan keperluan untuk sintesis protein dan asam
nukleat.
5) Melakukan pengendalian langsung (produkbakal produk) atau tidak
langsung (alosterik) terhadap sistem enzim lain melalui komponen-
komponen siklus.
Kepentingan piruvat pada siklus Krebs
1. Energi yang terkandung pada siklus pinjaman
melalui piruvat, sumber utama asetil KoA.
2. Kompleks enzim yang mendekarboksilasi piruvat
menjadi asetil KoA sangat mirip dari segi lokasi
subsel, komposisi dan hubungan kerja dengan a-
ketoglutarat dehidrogenase kompleks.
Reaksi Siklus Krebs
Siklus reaksi diawali dengan reaksi antara asetil KoA dan asam
oksaloasetat (4C) yang menghasilkan asam trikarboksilat, sitrat.
Selanjutnya dirilis 2 molekul atom Co, dirilis dan teregenerasi.
Sebenarnya hanya sedikit oksaloasetat yang diperlukan untuk
menginisiasi siklus asam sitrat sehingga oksaloasetat dikenal
dengan perannnya sebagai agen katalitik pada siklus Krebs.
 
Daur Siklus Krebs
1. Karbohidrat, Protein dan Lemak / Lipid akan dimetabolisme yang
hasil akhirnya menjadi asetyl Co-A, sedangkan asetyl Co-A
merupakan substrat untuk siklus krebs.
2. Kemudian dari siklus krebs dihasilkan CO ,, Hidrogen (FAD
NAD) dan ATP.
3. Hidrogen (mengurangi ekivalen) merupakan substrat untuk rantai
respirasi (RR).
4. Siklus Krr harus berjalan dalam Siklus Asam Sitrat (Siklus Krebs)
B.Fungsi Amfibolik Siklus Siklus
Asam sitrat adalah penyebab katabolik yang terlibat
dalam penguraian dan penghasil energi utama dalam
organisme terbesar. Akan tetapi beberapa jalur
fotosintesis menggunakan senyawa perantara dalam
siklus asam sitrat sebagai senyawa transisi. Jadi
siklus asam sitrat bersift amfibolik, katabolic
maupun anabolic.
Siklus asam sitrat mengubah amfibolik, yang artinya
memiliki dua sifat yaitu. anabolik (sintesis molekul
menjadi kompleks yang lebih kompleks) atau
katabolik (pemecahan molekul menjadi lebih
sederhana) hal ini disebabkan karena senyawa
intermidiete harus digantikan.
Senyawa yang menggunakan senyawa intermidiete
siklus asam sitrat adalah:
1. Biosintesis kalsium (glukoneogenesis) -
oxaloacetate. (yang ditransportasikan sebagai malat)
2. Biosintesis lipid -acetyl-CoA dari ATP-citrate lyase.
ATP + sitrat + CoA J ADP + Pi + oksaloasetat +
asetil-KoA
3. Biosintesis asam amino - a-ketoglutarat
(dehidrogenasi atau transaminasi dari glutamat) dan
transaminasi oksaloasetat.
4. Biosintesi porfirin - succinyl-CoA. Sifat amfibolik
yang dimiliki oleh siklus Asam Sitrat
C. Pembentukan Energi pada Siklus Krebs
Ada 8 enzim dalam siklus asam sitrat yang mengkatalisis
serangkaian reaksi yang secara keseluruhan adalah oksidasi
gugus asetil menjadi 2 mol CO2 diikuti dengan pembentukan
3 NADH, 1 FADH dan GTP. Reaksitersebut adalah:
1. Kondensasi asetil CoA dengan oksaloasetat membentuk
sitrat, sesuai dengan nama siklusnya. Reaksi ini dikatalisis
enzim citrate synthase.
2. Pengaturan kembali sitrat menjadi bentuk isomernya supaya
lebih mudah untuk dioksidasi nantinya.Aconitase mengubah
sitrat, alkohol tersier yang tidak siap untuk dioksidasi,
menjadi senyawa alkoholsekunder, isositrat, merupakan
senyawa yang lebih mudah dioksidasi.
3. Oksidasi isositrat membentuk asam keto intermedier,
oksalosuksinat disertai dengan reduksi NAD+menjadi
NADH.
4. Aketoglutarat selanjutnya didekarboksilasi
membentuk suksinil CoA oleh multienzim a
ketoglutarat dehidrogenase.
5. Suksinil CoA selanjutnya diubah menjadi suksinat
oleh suksinil CoA sinthetase.
6. Reaksi selanjutnya dalam siklus ini adalah
oksidasi suksinat menjadi oksaloasetat kembali
untuk persiapan putaran berikutnya dalam siklus.
7. Fumarase selanjutnya mengkatalisis hidrasi ikatan
rangkap fumarat menjadi malat.
8. Tahapan terakhir adalah membentuk kembali
oxaloasetat melalui moksidasi malat oleh enzim
malat dehidrogenase.

Anda mungkin juga menyukai