Anda di halaman 1dari 19

Samarinda

PENANGANAN COVID19

PROTOKOL
POSYANDU
SELAMA
COVID 19

TIM PPI
30/06/2020 UPT. BLUD PUSKESMAS BAQA
PROTOKOL YANG PERLU DI
PERHATIKAN
 SELALU CUCI TANGAN (CTPS ATAU CAIRAN HANDRUB)
 JAGA JARAK
 GUNAKAN APD UNTUK PETUGAS (SARUNG TANGAN, FACE SHIELD,
MASKER)
 MEMBUAT JADWAL BERDASARKAN KELOMPOK
 PASTIKAN SEHAT SAAT PERGI KE POSYANDU, JIKA KURANG SEHAT
TUNDA DULU KE POSYANDU
 DESINFEKSI PERMUKAAN
 SATGAS COVID MENDESINFEKSI TEMPAT SETELAH KEGIATAN
POSYANDU
 SEDIAKAN TEMPAT SAMPAH MEDIS KHUSUS
 MANDI SETELAH SAMPAI DI RUMAH DAN CUCI BAJU YANG TELAH DI
GUNAKAN
MENGAPA PERLU CUCI
TANGAN?
 Setiap petugas kesehatan, pemberi pelayanan dan orang
yang terlibat dalam pelayanan pasien harus peduli pada
hand hygiene
 Maka hand hygiene harus menjadi kepedulian anda!
 Anda harus melakukan hand hygiene dengan tujuan:
 Melindungi terhadap kuman yang berbahaya yang

terbawa oleh tangan anda atau kulit pasien itu sendiri


 Melindungi diri dan lingkungan kerja terhadap kuman

yang berbahaya
 Kebersihan tangan dilakukan
dengan mencuci tangan
menggunakan sabun dan air mengalir bila
tangan jelas kotor atau terkena cairan tubuh,
atau
menggunakan alkohol (alcohol-based
handrubs)bila tangan tidak tampak kotor.
Kuku petugas harus selalu bersih dan
terpotong pendek, tanpa kuku palsu, tanpa
memakai perhiasan cincin.
CARA HAND HYGIENE
MENGGUNAKAN HAND RUB
Agar efektif untuk
mencegah
perkembangan
bakteri di tangan,
handrub harus di
lakukan sesuai
langkah instruksi dan
di lakukan selama
20-30 detik
CARA HAND HYGIENE CTPS
Agar efektif untuk
mencegah
perkembangan
bakteri di tangan,
CTPS harus di
lakukan sesuai
langkah instruksi dan
di lakukan selama
40-60 detik
DESINFEKSI
 Disinfeksi adalah proses pengurangan jumlah
kemungkinan mikroorganisme ke tingkat bahaya
yang lebih rendah.
 Disinfeksi permukaan adalah proses pengurangan
jumlah kemungkinan mikroorganisme ke tingkat
bahaya lebih rendah pada permukaan yang
terindikasi
kontaminasi oleh mikroorganisme
TUJUAN DESINFEKSI :
 Mencegah terjadinya infeksi.
 Mencegah kontaminasi mikroorganisme.
SASARAN :
a. Disinfeksi lingkungan permukaan datar seperti
lantai, dinding, meja, kursi, lemari, perabot
rumah tangga.
b. Disinfeksi benda yang paling sering bersentuhan
dengan tangan seperti pegangan tangga, gagang
pintu, gagang telepon, workstation, peralatan
dapur dan makan, toilet dan westafel.
c. Disinfeksi ventilasi buatan seperti air conditioner,
air sterilization, air purifier, AC sentraL.
BAHAN DESINFEKTAN :
 Bleaching (Pemutih) : 30 ml untuk 1 L air
 Karbol : 30 ml untuk 1 L air
 Pembersih Lantai : 30 ml untuk 1 L air
 Detol : 50 ml untuk 1 L air
CARA DESINFEKSI :
a. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan dan
masker sekali
pakai saat melakukan disinfeksi.
b. Persiapkan tisu, kain mikrofiber (MOP) dan botol sprayer.
c. Persiapkan cairan disinfektan yang akan digunakan sesuai dengan
takaran yang telah ditetapkan
d. Semprotkan cairan disinfektan pada kain dan lakukan pengelapan
secara zig-zag atau memutar dari tengah keluar.
e. Untuk disinfeksi peralatan pribadi dapat menggunakan cairan
disinfektan personal (alkohol atau detol) pada saat sebelum dan
setelah digunakan untuk bekerja.
f. Lepaskan APD dan lanjutkan dengan cuci tangan pakai sabun dan
air mengalir.
g. Selalu melaksanakan Cuci Tangan Pakai Sabun dan Air Mengalir
sebagai bentuk personal hygiene dari pekerja.
PENANGANAN LIMBAH MEDIS
 Rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lain
sebagai sarana pelayanan kesehatan adalah
tempat berkumpulnya orang sakit maupun sehat:
 dapat menjadi tempat sumber penularan penyakit
 memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan dan
gangguan kesehatan,
 menghasilkan limbah yang dapat menularkan penyakit
TUJUAN PENGELOLAAN LIMBAH
 1)Melindungi pasien, petugas kesehatan,
pengunjung dan masyarakat sekitar fasilitas
pelayanan kesehatan dari penyebaran infeksi dan
cidera.
 2) Membuang bahan-bahan berbahaya (sitotoksik,
radioaktif, gas, limbah infeksius, limbah kimiawi
dan farmasi) dengan aman.
PEMISAHAN LIMBAH
 Tempatkan limbah sesuai jenisnya:
 Limbah infeksius: Limbah yang terkontaminasi darah dan cairan tubuh masukkan
kedalam kantong plastik berwarna kuning.
 Limbah non-infeksius: Limbah yang tidak terkontaminasi darah dan cairan tubuh,
masukkan ke dalam kantong plastik berwarna hitam.
 Limbah benda tajam: Limbah yang memiliki permukaan tajam, masukkan kedalam
wadah tahan tusuk dan air.
 Limbah cair segera dibuang ke tempat pembuangan/pojok limbah cair (spoelhoek).
WADAH TEMPAT PENAMPUNGAN
SEMENTARA LIMBAH INFEKSIUS
 Harus tertutup
 Mudah dibuka dengan menggunakan pedal kaki
 Bersih dan dicuci setiap hari
 Terbuat dari bahan yang kuat, ringan dan tidak
berkarat
 Jarak antar wadah limbah 10-20 meter, diletakkan di
ruang tindakan dan tidak boleh di bawah tempat
tidur pasien
 Ikat kantong plastik limbah jika sudah terisi 3⁄4 penuh
PENGANGKUTAN
 Limbah infeksius setelah penyelenggaraan
posyandu selanjutnya akan di bawa oleh
petugas Puskesmas saat kembali ke
Puskesmas agar di tindak lanjuti sesuai
dengan SOP penangan limbah medis
Puskesmas.