Anda di halaman 1dari 55

KETUBAN PECAH DINI

LAPORAN KASUS
Disusun oleh :
Adelita - 1865050007
Kevin Gabriel– 1865050018
Hana Maria- 1965050026

Dokter Pembimnbing :
dr. Tigor Simanjuntak Sp. OG

KEPANITERAAN ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI


PERIODE 14 DESEMBER 2020 - 30 JANUARI 2021
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN
INDONESIA
JAKARTA
01 STATUS PASIEN

02 TINJAUAN PUSTAKA

03 ANALISA KASUS

Table of Contents
STATUS PASIEN
Identitas Pasien
Nama : Ny. Y
Usia : 32 tahun
No. RM : 00.10.99.66
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Jl. Teratai no 4 rt 013 rw 002
Status Perkawinan : Menikah
Agama : Islam
Tanggal Masuk : 04 Januari 2021
ANAMNESIS
Autoanamnesis : 04 Januari 2021
Keluhan Utama : Keluar air-air
Keluhan Tambahan : Hamil 9 bulan

Riwayat Penyakit Sekarang :

Pasien wanita hamil 9 bulan datang ke IGD RS UKI dengan keluhan keluar air-air dari jalan lahir yang

tidak bisa ditahan sejak ± 1 hari SMRS. Keluarnya air-air dirasakan tiba-tiba. Air yang keluar berwarna

putih jernih tidak disertai bau dan darah segar. Keluarnya air-air dirasakan terus menerus sehingga

pasien harus mengganti celana dalam 3-4 kali per hari. Pasien tidak menyadari adanya air yang keluar

dari jalan lahir. Keluhan dirasakan tidak berkurang saat istirahat. Pasien menyangkal adanya riwayat

jatuh sebelumnya dan berhubungan seksual dengan suami


Pasien juga mengeluh keluar flek berwarna coklat sejak kapan 3
hari SMRS berupa bercakan yang hilang sebelum keluarnya air-
air. Pasien tidak melakukan apapun sebelum keluhan terjadi.
Pasien tidak meminum obat dan keluhan tidak berkurang setelah
istirahat serta tidak bertambah banyak pada keadaan apapun.
Pasien mengaku sedang hamil anak yang kedua dengan usia
kehamilan 38 minggu. Pasien mengetahui dirinya hamil saat
pasien tidak haid selama satu bulan kemudian melakukan tes
kehamilan tes pact hasilnya positif kemudian memastikan
keklinik dan dinyatakan hamil oleh dokter. Pasien juga
mengatakan tidak darah (-), lendir (-), keputihan (-), demam (-),
mual dan muntah disangkal, BAB dan BAK tidak ada keluhan.
RIWAYAT HAID

Haid pertama umur : 13 tahun


Siklus haid : Teratur (28hari)
Lamanya : 7 hari
Banyaknya : 3 kali ganti pembalut dalam sehari
HPHT : 15 April 2020
Lamanya : 7 hari
Banyaknya : 3 kali ganti pembalut dalam sehari
Taksiran Persalinan : 22 Januari 2021
RIWAYAT PERKAWINAN

Pasien menikah 1 kali

Lama pernikahan 4 tahun

RIWAYAT KEHAMILAN PERSALINAN NIFAS YANG LALU

No Usia Persalinan Jenis BBL Jenis Usia


Persalinan Kelamin Sekarang

1. 38 minggu Pervaginam 3100 gr Perempuan 22 bulan

2. HAMIL INI
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

No. Kelainan berdasarkan Sistem Keterangan

1. SSP Disangkal

2. Kardiovaskuler Disangkal

3. Traktus Respiratorius Disangkal

4. Trakstus Gastrointestinal Disangkal

5. Traktus Urogenital Disangkal

6. Hematologi Disangkal

7 Imunologi/Metabolik Disangkal

8. Lainnya… Disangkal
RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

No. Kelainan berdasarkan Sistem Keterangan

1. SSP Disangkal

2. Kardiovaskuler Disangkal

3. Traktus Respiratorius Disangkal

4. Trakstus Gastrointestinal Disangkal

5. Traktus Urogenital Disangkal

6. Hematologi Disangkal

7 Imunologi/Metabolik Disangkal

8. Lainnya… Disangkal
RIWAYAT OPERASI

Jenis Operasi : Tonsilektomi


Tahun :Saat pasien berusia kurang lebih 12 tahun

METODE KB

Pasien Tidak melakukan program KB


RIWAYAT ANC
Waktu ANC Usia Tempat Masalah Penatalaksanaan
Kehamilan
26/05/20 6 minggu Klinik Mual, Prestrenol 1x1
muntah Inbion 1x1
Vomil 2x1
10/06/20 9-10 minggu Klinik Mual, Vomil 1x1
muntah Promavit 1x1
08/07/20 13-14 minggu Klinik Mual, Promavit 1x1
muntah Elkana 1x1
10/08/20 16 minggu Klinik - -
09/09/20 20-21 minggu Klinik - -
04/11/20 28-29 minggu Klinik - -
02/12/20 32-33 minggu Klinik - -
21/12/20 35 minggu Klinik - -
04/01/21 37 minggu Klinik - -
OBJEKTIF

STATUS GENERALIS
Keadaan umum : tampak sakit sedang KEPALA
Kesadaran : compos mentis • Bentuk : Normocephali
Tekanan darah : 111/70mmHg
• Mata: Konjungtiva anemis -/-
Nadi : 88x/ menit
Sclera ikterik -/- Cekung -/-
Pernafasan : 20x/ menit
• Mulut : Bibir kering (-)
Suhu : 36,7C
Saturasi oksigen : 99% • Gigi : Gigi lubang (-) , karies (-)
Tinggi badan : 150 cm • THT : Liang telinga lapang,
Berat badan : 77 kg korpus alienum (-)
BMI : kg (Normal/ideal) • Leher : KGB tidak membesar
THORAX
JANTUNG PARU
• Inspeksi : Pulsasi ictus cordis tidak terlihat •Inspeksi : Dinding dada simetris,
• Palpasi : Pulsasi ictus cordis teraba retraksi iga -
pada ICS V linea midclavicularis sinistra
•Palpasi : Vokal fremitus simetris
• Perkusi : Batas jantung kanan dan kiri
dalam batas normal
•Perkusi : sonor/sonor
• Auskultasi : Bunyi jantung I dan II regular,
murmur (-), gallop (-) •Auskultasi : BND vesikuler, Rh -/-, Wh -/-

ABDOMEN EKSTERMITAS

• Inspeksi. :Perut tampak membesar, •Superior : Akral hangat, CRT <2 detik,
Sikatrik (-) edema -/-
• Auskultasi : Bising usus sulit dinilai
•Inferior : Akral hangat, CRT <2 detik,
• Palpasi : nyeri tekan (-) edema -/-

• Perkusi : Timpani, nyeri ketok (-)


Pemeriksaan obstetric (pemeriksaan luar)
Inspeksi

• Mammae : Simetris kanan dan kiri, Pembesaran mammae (+/+) sesuai usia
kehamilan, aereola melebar hiperpigmentasi, inverted nipple (+/-), massa
(-/-), ASI (+/+)

• Abdomen : Perut tampak membesar sesuai usia kehamilan, striae


gravidarum (+), linea alba (-), linea nigra (+), sikatriks (-)

• Genital : fluksus (-), fluor (-)


Palpasi

• TFU : 30 cm, LP : 112 cm

• Leopold I : Bulat, lunak, tidak melenting 🡪 Bokong

• Leopold II : Keras, memanjang, tidak terputus-putus 🡪 Puki

• Leopold III : Bulat, keras, melenting 🡪 Kepala

• Leopold IV : bagian terendah janin belum memasuki PAP Konvergen, Perabaan 5/5

• HIS : (-)

Auskultasi

• DJJ : 165 kali/menit, teratur


Palpasi

• TFU : 30 cm, LP : 112 cm

• Leopold I : Bulat, lunak, tidak melenting 🡪 Bokong

• Leopold II : Keras, memanjang, tidak terputus-putus 🡪 Puki

• Leopold III : Bulat, keras, melenting 🡪 Kepala

• Leopold IV : bagian terendah janin belum memasuki PAP Konvergen, Perabaan 5/5

• HIS : (-)

Auskultasi

• DJJ : 177 kali/menit, teratur


Inspekulo
- Portio = - warna sama dengan sekitar
- adanya cairan yang mengalir keluar dari OUI

Nitrazin Test = +
DIAGNOSIS
Ibu : G2P1A0 Hamil 37 Minggu + KPD
Janin : Tunggal, hidup, intrauterine, presentasi kepala

PROGNOSIS
Kehamilan: Bonam
Persalinan: Malam
Planning :

• IVFD RL +10 IU oxytocin 4tpm

Tiap 15 menit naik 2 tpm

• Ceftriaxon 2x1gr IV

• O2 3 lpm

• Pro SC
FOLLOW UP HARIAN
FOLLOW UP PH1 (05/01/2021)
S O A P
Pasien mengeluh nyeri Status Generalis: P2A0 post SCTP a.i IVFD RL :
pada luka bekas KPD+ gawat janin IVFD RL 12 tpm + 1 amp
KU: Tampak sakit sedang Kes: Compos mentis TD: 114/85 mmHg
operasi, VAS 5 N: 97xmenit (reguler, isi cukup, kuat angkat) RR: 22x/menit S:
proterine
Pusing (-) sesak (-) 36,7⁰C (axilla) SpO2 : 99% Dexamethason 2 amp/12
mual (+) muntah (-) jam
Flatus (-), BAB (-) Kepala : normochepali Inbion 3x1 tab
Mata: KA -/- SI -/-
Leher: tidak ada pembesaran KGB
Thorax: pulmo dan COR DBN
Abdomen:
I: perut tampak mendatar
A: BU 3x/menit
P: pekak, Nyeri Ketok (+)
P: supel, nyeri tekan (+)
Ekstremitas : akral hangat, crt < 2 detik, edema-/-/-/-

Status Purpuralis :
-Mammae : simetris, warna kulit sekitarnya sama, nyeri (-/-), massa
(-/-), retraksi puting susu (+/-), ASI (+/+)
- Abdomen:
Kontraksi uterus kuat (+) teraba 1 jari dibawah umbilikus
Terpasang verban pada luka bekas operasi, rembesan darah (-)
- Genitalia : fluor (-) fluksus (-) lochea Rubra (+) minimal
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
(5 Januari 2021)

Hematologi Hasil Nilai Rujukan


Hemoglobin 13.2 12 – 14 g/dl
Leukosit 12200 H 5000 – 10000 ribu/uL
Hematokrit 39.2 37-43%
Trombosit 175.000 150.000 – 400.000 ribu/uL
FOLLOW UP PH2 (06/01/2021)
S O A P
Pasien mengeluh nyeri Status Generalis: P2A0 post SCTP a.i IVFD : aff
pada luka bekas KPD+ gawat janin Diet : lunak
KU: Tampak sakit sedang
operasi, VAS 4 Kes: Compos mentis
Mm /
Pusing (-) sesak (-) TD: 115/73 mmHg Cefadroxil 3 x 500 mg
mual (-) muntah (-) N: 82 x/menit (reguler, isi cukup, kuat angkat) Asam mefenamat 3x 500
Flatus (+), BAB (-) RR: 19 x/menit mg
S: 36.6⁰C (axilla) Inbion 1x 1 caps
SpO2 : 99%

Kepala : normochepali
-Obat injeksi habis aff
Mata: KA -/- SI -/- infus
Leher: tidak ada pembesaran KGB -DC aff sore
Thorax: pulmo dan COR DBN -Mobilisasi
Abdomen:
I: perut tampak mendatar
A: BU 3x/menit
P: pekak, Nyeri Ketok (+)
P: supel, nyeri tekan (+)
Ekstremitas : akral hangat, crt < 2 detik, edema-/-/-/-

Status obstetri :
-Mammae : simetris, warna kulit sekitarnya sama, nyeri (-/-), massa
(-/-), retraksi puting susu (+/-), ASI (+/+)
- Abdomen:
Kontraksi uterus kuat (+) teraba 3 jari dibawah umbilikus
Terpasang verban pada luka bekas operasi, rembesan darah (-)
- Genitalia : fluor (-) fluksus (-) lochea Rubra (+) minimal
FOLLOW UP PH3 (07/01/2021)
S O A P
Pasien mengeluh nyeri Status Generalis: P2A0 post SCTP a.i IVFD : aff
pada luka bekas KPD+ gawat janin Diet : lunak
KU: Tampak sakit sedang Kes: Compos mentis TD: 110/72mmHg
operasi, VAS 3 N: 86 x/menit (reguler, isi cukup, kuat angkat) RR: 20 x/menit
Mm /
Pusing (-) sesak (-) S: 36.5⁰C (axilla) SpO2 : 99% Cefadroxil 3 x 500 mg
mual (-) muntah (-) Asam mefenamat 3x 500
Flatus (+), BAB (+) Kepala : normochepali mg
Mata: KA -/- SI -/- Inbion 1x 1 caps
Leher: tidak ada pembesaran KGB
Thorax: pulmo dan COR DBN
Abdomen:
-Diet biasa
I: perut tampak mendatar -Mobilisasi aktif
A: BU 3x/menit
P: pekak, Nyeri Ketok (+)
P: supel, nyeri tekan (+)
Ekstremitas : akral hangat, crt < 2 detik, edema-/-/-/-

Status obstetri :
Status Purpuralis :
-Mammae : simetris, warna kulit sekitarnya sama, nyeri (-/-), massa
(-/-), retraksi puting susu (+/-), ASI (+/+)
- Abdomen:
Kontraksi uterus kuat (+) teraba 3 jari dibawah umbilikus
Terpasang verban pada luka bekas operasi, rembesan darah (-)
- Genitalia : fluor (-) fluksus (-) lochea Rubra (+) minimal
TINJAUAN PUSTAKA
KETUBAN PECAH DINI
Ketuban pecah dini (KPD) diartikan sebagai pecahnya selaput ketuban
sebelum terjadinya persalinan.

• KPD aterm atau premature rupture of membranes (PROM)


Ketuban pecah dini dapat terjadi pada atau setelah usia gestasi 37 minggu

• KPD preterm atau preterm premature rupture of membranes (PPROM).


Ketuban pecah dini dapat terjadi sebelum usia gestasi 37 minggu

Mercer BM, Crocker LG, Pierce WF SB. KETUBAN PECAH DINI Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Clin Charact
outcome twin gestation Complicat by preterm premature rupture Membr. 2016: 1-16.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEHAMILAN
No Parameter Kasus

1 Infeksi Genitourinari 36 (18%)

2 Infeksi yang tidak diobati 22 (11%)

3 76 (38%)
Status sosial ekonimi & ANC yang buruk

4 Anemia 32 (16%)

5 Malpresentasi 28 (14%)

6 Kehamilan multipel 15 (7.5%)


7 Polyhidramnion 12 (6%)
Tingakatan frekuensi koitus(sekali/dua kali
8 22 (11%)
seminggu )

9 Merokok 38 (19%)

10 Pendarahan pada trimester ke 2/3 18 (9%)


11 Trauma karena jatuh 9 (4.5%)
Choudhary M, Rathore S, Chowdhary J, Garg S. Pre and post conception risk factors in PROM. Int J Res Med Sci. 2015;3(10):2594–8.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN RIWAYAT
KEHAMILAN

No Parameter Kasus

1 Aborsi ( trimester 1) 45(22.5%)

2. Ketidakmampuan servik ( aborsi trimester ke 2) 15 (7.5%)

3 Persalinan Prematur 16 (8%)

4 PROM pada kehamilan sebelumnya 58 (29%)

5 Infeksi Genitourinari 42 (21%)


135
6 Multi Para / multigravida (67.5%)

7 Obesitas/ kegemukan sebelum konsepsi (BMI >24) 65 (32.5%)

8 Persalinan pervagunam sulit sebelumnya 9 (4.5%)

Choudhary M, Rathore S, Chowdhary J, Garg S. Pre and post conception risk factors in PROM. Int J Res Med Sci. 2015;3(10):2594–8.
Penilaian awal dari ibu hamil yang datang dengan keluhan KPD

aterm harus meliputi 3 hal:

- konfirmasi diagnosis

- konfirmasi usia gestasi dan presentasi janin

- penilaian kesejahteraan maternal dan fetal

Perkumpulan Obstetri Ginekologi (POGI) & Himpunan Kedokteran Feto Maternal (HKFM). Pedoman Nasional Pelayanan
Kedokteran (PNPK): Ketuban Pecah Dini. Indonesia: POGI & HKFM. 2016; 1-17
ANAMNESIS

Melalui anamnesis perlu diketahui :

• waktu dan kuantitas dari cairan yang keluar

• usia gestasi dan taksiran persalinan

• riwayat KPD sebelumnya

• faktor risikonya

Perkumpulan Obstetri Ginekologi (POGI) & Himpunan Kedokteran Feto Maternal (HKFM). Pedoman Nasional Pelayanan
Kedokteran (PNPK): Ketuban Pecah Dini. Indonesia: POGI & HKFM. 2016; 1-17
PEMERIKSAAN FISIK

⮚ Pemeriksaan Spekulum

-Keluar cairan amnion dari OUE

-Mengetahui warna, bau

-Mengetahui pembukaan

Perkumpulan Obstetri Ginekologi (POGI) & Himpunan Kedokteran Feto Maternal (HKFM). Pedoman Nasional Pelayanan
Kedokteran (PNPK): Ketuban Pecah Dini. Indonesia: POGI & HKFM. 2016; 1-17
PEMERIKSAAN FISIK

⮚ Nitrazine test/lakmus

Tes pH dari forniks posterior vagina


(pH cairan amnion biasanya ~ 7.1-7.3 sedangkan sekret vagina ~ 4.5 - 6)

dan cari arborization of fluid dari forniks posterior vagina.

Sensitivitas 90% Dan Spesifisitas 83%.


Perkumpulan Obstetri Ginekologi (POGI) & Himpunan Kedokteran Feto Maternal (HKFM). Pedoman Nasional Pelayanan
Kedokteran (PNPK): Ketuban Pecah Dini. Indonesia: POGI & HKFM. 2016; 1-17
⮚ Hasil Tes Positif Palsu Dapat Terjadi :

-darah

-air mani,

-antiseptik alkali

-vaginosis bakteri
⮚Hasil Tes Negatif Palsu Dapat Terjadi

-ketuban pecah berkepanjangan

-cairan residu minimal.


Perkumpulan Obstetri Ginekologi (POGI) & Himpunan Kedokteran Feto Maternal (HKFM). Pedoman Nasional Pelayanan
Kedokteran (PNPK): Ketuban Pecah Dini. Indonesia: POGI & HKFM. 2016; 1-17
⮚ Fern Test
Pemeriksaan mikroskopis tes pakis. Tes Pakis dilakukan dengan cara
meneteskan cairan amnion pada objek glas, tunggu hingga kering dan
diperiksa di mikroskop,

Jika Kristal cairan tersebut berbentuk seperti pakis,


maka cairan tersebut adalah cairan amnion yang
menandakan tes pakis positif

1. Meller CH, Carducci ME, Cernadas JMC, Otaño L. Preterm premature rupture of membranes. Arch Argent Pediatr.
2018;116(4):e575–81.
TATALAKSANA

❖PROM <24 minggu


• Rujuk pasien untuk konsultasi.
• rawat jalan jika pasien memilih manajemen hamil dan tidak ada infeksi
• Menyarankan kerumah sakit jika ada indikasi
• Kortikosteroid antenatal dan antibiotik latensi
• Profilaksis GBS, tokolisis dan perlindungan saraf (magnesium sulfat)
tidak dianjurkan sebelum viabilitas.

ACOG Guidance Update: Diagnosis and Management of PROM (Prelabor Rupture of Membranes) - The ObG Project
[Internet]. The ObG Project. 2020.
TATALAKSANA
❖Preterm PROM di 24- 33 minggu
• Rawat inap
• Antibiotik latensi
- IV ampisilin (2 g setiap 6 jam) dan eritromisin (250 mg setiap 6 jam)
selama 48 jam
- amoksisilin oral (250 mg setiap 8 jam) erythromycin (333 mg setiap 8
jam) selama 5 hari.
- Azitromisin (1 g dosis tunggal) sebagai alternatif.
- Asam amoksisilin-klavulanat tidak direkomendasikan

ACOG Guidance Update: Diagnosis and Management of PROM (Prelabor Rupture of Membranes) - The ObG Project
[Internet]. The ObG Project. 2020.
TATALAKSANA
❖Term (≥ 37 minggu)

• Jika tidak ada persalinan spontan, induksi persalinan dengan


oksitosin
• Berikan waktu fase laten untuk induksi persalinan yang gagal
• profilaksis antibiotic tidak dianjurkan di luar indikasi GBS
ACOG Guidance Update: Diagnosis and Management of PROM (Prelabor Rupture of Membranes) - The ObG Project
[Internet]. The ObG Project. 2020.
TABEL MEDIKAMENTOSA YANG DIGUNAKAN PADA KPD

Magnesium MAGENSIUM SULFAT IV

Untuk efek neuroproteksi pada PPROM < 31 Bolus 6 gram selama 40 menit dilanjutkan infus 2

minggu bila persalinan diperkirakan dalam waktu gram/jam untuk dosis pemeliharaan sampai

24 jam persalinan atau sampai 12 jam terapi

Kortikosteroid BETAMETHASONE

Untuk menurunkan risiko sindrom distress 12 mg IM setiap 24 jam, dikali 2 dosis jika

pernapasan betamethasone tidak tersedia, gunakan

deksamethason 6 mg IM setiap 12 jam

Perkumpulan Obstetri Ginekologi (POGI) & Himpunan Kedokteran Feto Maternal (HKFM). Pedoman Nasional Pelayanan
Kedokteran (PNPK): Ketuban Pecah Dini. Indonesia: POGI & HKFM. 2016; 1-17
TABEL MEDIKAMENTOSA YANG DIGUNAKAN PADA KPD

Antibiotik AMPICILLIN
Untuk memperlama masa laten 2 gram IV setiap 6 jam dan
ERYTHROMYCIN
250 mg IV setiap 6 jam selama 48 jam, dikali 4 dosis diikuti dengan
AMOXICILLIN
250 mg PO setiap 8 jam selama 5 hari dan
ERYTHROMYCIN
333 mg PO setiap 8 jam selama 5 hari, jika alergi ringan dengan
penisilin, dapat digunakan :
CEFAZOLIN
1 gram IV setiap 8 jam selama 48 jam dan

Perkumpulan Obstetri Ginekologi (POGI) & Himpunan Kedokteran Feto Maternal (HKFM). Pedoman Nasional Pelayanan
Kedokteran (PNPK): Ketuban Pecah Dini. Indonesia: POGI & HKFM. 2016; 1-17
TABEL MEDIKAMENTOSA YANG DIGUNAKAN PADA KPD
Antibiotik
ERYTHROMYCIN
Untuk memperlama masa
laten 333 mg PO setiap 8 jam selama 5 hari jika alergi berat penisilin, dapat

diberikan’

VANCOMYCIN

1 gram IV setiap 12 jam selama 48 jam dan

ERYTHROMYCIN

250 mg IV setiap 6 jam selama 48 jam diikuti dengan

CLINDAMYCIN

300 mg PO setiap 8 jam selama 5 hari

Perkumpulan Obstetri Ginekologi (POGI) & Himpunan Kedokteran Feto Maternal (HKFM). Pedoman Nasional Pelayanan
Kedokteran (PNPK): Ketuban Pecah Dini. Indonesia: POGI & HKFM. 2016; 1-17
ANALISA KASUS
ANALISA KASUS
Pemeriksaan Anamnesis
KASUS TEORI
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia 2016
• keluhan keluar air-air dari jalan lahir yang
tidak bisa ditahan sejak ± 1 hari SMRS. • Ketuban pecah dini (KPD) diartikan sebagai pecahnya
Keluarnya air-air dirasakan tiba-tiba. Air selaput ketuban sebelum terjadinya persalinan.
yang keluar berwarna putih jernih tidak • KPD aterm atau premature rupture of membranes
disertai bau dan darah segar. Keluarnya (PROM)
air-air dirasakan terus menerus sehingga
pasien harus mengganti celana dalam 3-4 • Ketuban pecah dini dapat terjadi pada atau
kali per hari. Pasien tidak menyadari setelah usia gestasi 37 minggu
adanya air yang keluar dari jalan lahir.
Keluhan dirasakan tidak berkurang saat • KPD preterm atau preterm premature rupture of
istirahat. Pasien menyangkal adanya membranes (PPROM).
riwayat jatuh sebelumnya dan
• Ketuban pecah dini dapat terjadi sebelum usia
berhubungan seksual dengan suami.
gestasi 37 minggu
Pasien mengaku sedang hamil anak yang
kedua dengan usia kehamilan 38 minggu.
ANALISA KASUS
Pemeriksaan fisik
KASUS TEORI
Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran
Adanya cairan yang
(PNPK) Ketuban Pecah Dini
mengalir keluar dari OUI
Pemeriksaan Spekulum
• Keluar cairan amnion dari OUE
• Mengetahui warna, bau
• Mengetahui pembukaan
ANALISA KASUS
Pemeriksaan Laboratorium
KASUS TEORI
Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Ketuban
Nitrazine test + Pecah Dini

1. Pemeriksaan Nitrazine test/lakmus

tes pH dari forniks posterior vagina (pH cairan


amnion biasanya ~ 7.1-7.3 sedangkan sekret
vagina ~ 4.5 – 6)

2. Fern test
ANALISA KASUS
TATALAKSANA
KASUS TEORI
Pro SC NCBI : Premature Rupture Of Membranes
ANALISA KASUS
TATALAKSANA
KASUS TEORI
Pro SC NCBI : Premature Rupture Of Membranes
ANALISA KASUS
TATALAKSANA
KASUS TEORI
Pro SC Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Ketuban Pecah Dini
Tatalaksana
KASUS TEORI
ACOG Guidance Update
IVFD
Term (≥ 37 minggu)
RL + 10 IU
Oxitoxyn • Jika tidak ada persalinan spontan, induksi persalinan dengan oksitosin

Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Ketuban Pecah Dini


ANALISA KASUS
Tatalaksana

KASUS TEORI
Pedoman Nasional Pelayanan CEFAZOLIN 1 gram IV setiap 8 jam selama 48 jam
Kedokteran (PNPK) Ketuban Pecah untuk memperlama masa laten
Dini

Ceftriaxone
1 gram
ANALISA KASUS
Tatalaksana

KASUS TEORI
Pedoman Nasional Pelayanan CEFAZOLIN 1 gram IV setiap 8 jam selama 48 jam
Kedokteran (PNPK) Ketuban Pecah untuk memperlama masa laten
Dini

Antibiotik Profilaksis pada pembedahan obstetrik – ginekologi 2013

Ceftriaxone
1 gram
THANK YOU