Anda di halaman 1dari 11

FILSAFAT DAN ILMU

PENGETAHUAN
Kelompok 1:

1. NURUL ISNAINI (J410120022)

2. BELLA OKTAVIA (J410140001)

3. DYAH EKA N (J410140002)

4. NUR FAJAR A (J410140003)

5. HADID AMIRUL A (J410140004)

6. EVI FEBRIKA W (J410140005)


FILSAFAT & ILMU PENGETAHUAN

4 PENDEKATAN
FILSAFAT
Pendekatan

DEFINISI SISTEMATIKA TOKOH & ALIRAN SEJARAH


TAHAPAN
YUNANI KUNO

FILOSOF MANUSIA
BERKEMBANG
MENJADI ABAD PERTENGAHAN
POSMODERNISASI
FILSAFAT MODERN

POSITIVISME

ALAM SIMBOLIS
 Filsafat merupakan ratunya ilmu-ilmu. Kemunculan filsafat di masa
Yunani kuno sebagai langkah awal pembebasan akal manusia dari
kultur mistis.
 Bertrand Rusell mendefiisikan filsafat “daerah tak bertuan” antara
teologi dan ilmu pengetahuan. Pengertian Russell merupakan bukti
bahwa filsafat adalah dsiplin tersendiri yang terus menerus
mengasah pisau kritisnya sehingga tidak pernah terjebak pada
otoriter baik teologis maupun ilmu pengetahuan.
 Institusi social Frankfurt (Frankfurt schule) adalah institusi yang di
dirikan para sekelompok intelektual dari berbagai latar belakang
yang mengembangkan suatu teori yang di sebut teori kritis, dan
filsafat bagi mereka adalah kecurigaan terus menerus.
 Filsafat professional (dokter, pengacara, dan pemain tenis)
 Martin Heidegger mengatakan Universitan hanya memproduksi
pengajar buannya peneliti, dan filsafat tidak lagi disiplin berkipir
melainkan lebih pada memertahankan hidup.
HOME
4 Pendekatan Filsafat
1. Pendekatan Definisi
Filsafat didefinisikan sebagai upaya mencari atau memperoeh jawaban atas
berbagai pernyataan lewat penalaran sistematika yang kritis, radikal, refleksif
dan integral.
Melalui pendekatan definisi kita akan melihat perbedaan antar ilmu
pengetahuan maupun teologi.

2. Pendekatan sistematika
Dari 3 pertanyaan Immanuel Kant menghasilkan tiga wilayah besar filsafat
yaitu :
a. Wilayah pengetahuan
Wilayah pengetahuan terdiri dari empat dsiplin filsafat:
1. Epistomologi
2. Filsafat ilmu pengetahuan
3. Logika
4. Metodologi
HOME
SKEMA TIGA WILAYAH FISAFAT

ONTOLOGI METAFISIKA

ADA

PE M
aaa
NG
FILSAFAT ILMU ETA ETIKA
H UA
EPISTEMOLOI N NILAI

METODOLOGI
LOGIKA
ESTETIKA
b. Wilayah ada
Wilayah ada dibagi menjadi 2 disiplin filsafat:
1. Ontology
2. Metafisika
c. Wilayah nilai
Wilayah nilai terdiri dari 2 disiplin filsafat:
1. Etika
2. Estetika
3.Pendekatan melalui tokoh dan aliran
Beberapa filosof dengan aliran pemikiranya masing-masing
a. Rene Descartes, Spinaza, dan Leibniz
b. David Hume, John Locke, dan Berkelcy
c. Immanuel Kant
d. Hegel, Fichte, dan Schelling
4.Pendekatan sejarah
Pembagian sejarah filsafat secara konvensional dapat dibagi menjadi periode :
yunani kuno, Skolastik dan Modern. Pembagian tersebut oleh Susan Langer
dikembangkan menajdi 6 tahapan.

HOME
1. Yunani Kuno
Periode ini ditandai oleh pergeseran pemikiran dari mitos kelogos, revolusi ini merupakan
revolusi pertama.
Filsafat dijadikan sebagai landasan berfikir oleh bangsa Yunani untuk menggali ilmu
pengetahuan.
Theles, ia menyatakan bahwa air diyakini sebagai dasar terbentuknya alam semesta, alasannya
adalah air dapat mengambil berbagai macam wujud dan keabsahannya dianggap sebagai
kehidupan itu sendiri yang selalu bergerak.
Para filosof lain yang menjelaskan tentang alam ialah Anaximender (610-547SM) dan
Anaximenes(546SM), mereaka mengatakan bahwa alam semesta berasal dari udara.

2. Filosof-filosof Manusia
filosof-filosof yang memfokuskan pemikirannya pada permasalahan manusia, diantaranya
Socrates(470-399SM), Plato(429-347SM), Aristoteles(384-322SM),

3. Abad Pertengahan
Pemikiran filosofis pada abad ini bercirikan teosentris (berpusat pada kebenaran wahyu
tuhan). Para pemikir zaman ini hampir semuannya klerus, yaitu golongan rohaniawan.
Golongan rohaniawan tersebut diantaranya Tomas Aquinas(1225-1274), St.
Bonaventura(1221-1257), dan St. Augustinus (1354-1430)
Dimasa ini pertentangan antara wahyu dan akal bahkan semakin menajam dan cenderung
mengeras.
Banyak ilmuwan yang dieksekusi karena mewartakan kebenaran ilmiah yang tidak sesuai
dengan kebenaran wahyu. Ilmu pengetahuan pun menjadi surut perkembangannya.
HOME
4. Filsafat Modern (Abad 17-18)

± sepuluh abd pemikiran filosofis & ilmu pengetauan yaitu berdasarkan


iman.

Munculnya suatu gerakan “Renaisans’ yang menjadi titik tolak


modernisme dimana ilmu pengetahua, filsafat dan ideologi berkemebang
sangat pesat.

Munculnya seorang filosof Perancis yaitu Rene Descartes (1596-1650) .


Beliau telah mempelopori suatu perkembanga ilmu pengetahuan yang
pengaruhnya cukup besar yaitu “Rasionalisme”.

Pendapat Rene Descartes mendapat reaksi keras dari kaum Imperialisme


yaitu David Hume, John Locke, George Berkeley.

Pertentangan tersebut berlanjut sampai muncul seorang Filosof Jerman


“Immanuel Kant” yang telam berhasil membuat sintesis antara Rasionalisme
dan Imperialisme.
HOME
5. Positivisme
a. Dipelopori oleh August Conte (1798-1857), beliau juga mencetuskan istilah
sosiologi
b. Dimasa ini adalah puncak pandangan dunia empirisme yang obyektif dalam
memandang pengetahuan.
c. kriteria-kriteria ilmu bisa dikatakan sebagai ilmu pengetahuan yang benar
menurut dunia positivistic
1.Obyektif
2.Fenomenalisme
3.Reduksionisme
4.Naturalisme
 
6. Alam Simbiolisme
a. Positivisme seolah-olah membelenggu kekayaan ilmu pengetahuan di bumi
ini
b. Pada tahapan ini menentang keras positivisme.
c. Menurut Ernest Cassirer, manusia adalah makhluk simbolik (animal
simbolicum)
d. Manusia mampu memberi jarak antara rangsangan dan tanggapan, dari situ
tercipta sistem-sistem simbolis seperti ilmu pengetahuan, seni, religi, dan
bahasa. HOME
Posmodernisme
1. Perkembangan pemikiran paling mutakhir
2. Sangat anti terhadap kemajuan, emansipasi, lineeritas sejarah, dan
sebagainya
3. Merupakan terminolgi untuk mewakili suatu pergeseran wacana di berbagai
bidang
4. Tidak bisa dijelaskan dalam satu definisi yang jelas dan terpilah
5. Narasi awal dikemukakan oleh Daniel Bell
6. Klaim sama dikemukakan oleh Jean Baudrillard
7. Dunia meurut baudillard didominasi oleh simulakrum
8. Permasalahan kuasa juga menjadi tema yang digemari para pemikir posmo
9. Frederic Jameson memandang pluralisme kuasa secara positif
10. Jean Francois Lyotard dalah pemikir pertama posmodernisme secara
komperhensif

HOME