Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN KASUS 2

PENEGAKKAN DIAGNOSTIK DAN


PENATALAKSANAAN NPSLE PADA WANITA
DEWASA MUDA

Oleh :

Derina Dewi

Program Pendidikan Dokter Spesialis-I (PPDS-1)


Bagian Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala –RSUZA Banda Aceh
2016
Pendahuluan

Systemic lupus erythematosus (SLE)

penyakit inflamasi autoimun kronik dengan etiologi yang


belum diketahui. Faktor genetik, imunologi dan hormonal
serta lingkungan diduga berperan dalam patofisiologi SLE.

Kasjmir,Yoga I,dkk. Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik,Rekomendasi Perhimpunan Rheumatologi Indonesia.
Jakarta.2011,6-7
NPSLE (Neuropsikiatri systemic lupus erythematosus )

Multifaktorial dan melibatkan berbagai sitokin


inflamasi
Autoantibodi, dan kompleks imun mengakibatkan
vasculopathic

Sitotoksik dan cedera neuronal autoantibody


• Prevalensi SLE di Amerika : 15 – 50 per 100.000 populasi
• Di Indonesia data yayasan Lupus :
• Bali 19,3 %
• Aceh 18,3 %
• Jawa Barat 17,5 %,
• Papua 15,4 %
• Manifestasi klinis terbanyak
• Artritis 48,9 %,
• Ruam malar 31,1 %,
• Nefropati 27, 9%,
• Fotosensitiviti 22,9 %
• Neurologik 19,4%
• Demam 16,6%.
Etiologi

• Etiologi utama belum diketahui

• Faktor predisposisi :
• genetik,
• Imunologi
• Hormonal
• lingkungan

Bertsias,George. Cervera, Richard.Baumpas, Dimitrius, Systemic Lupus Erithematosus : Pathogenesis and clinical features and outcome of lupus and of lupus nephritis in
Eular textbook on Rheumatic Disease.2012;20:477-505
Kriteria ACR ( American College of
Rheumatologi )
Ruam Malar
Gangguan
Ruam discoid Imunologik

Gangguan
Fotosensitivitas
hematologi

Kriteria Diagnosis
SLE
Ulkus mulut Gangguan neurologi

Artritis Gangguan renal

Serositis
Manifestasi klinis NPSLE
• Nyeri kepala
• Penyakit serebrovaskular
• Disfungsi kognitif
• Kejang
• Gangguan Gerak
• Acute Confusional State (ACS )
• Gangguan psikiatrik
• Mielopati

Bertsias G, Cervera R, Boumpas DT. Systemic Lupus Erythematosus: Pathogenesis and Clinical Features in EULAR Textbook on
Rheumatic Diseases. 2012:477-505.
Patofisiologi

1. Hanh, Bevra Hannah. Systemic Lupus Erithematosus in Harison Principle Of Internal


Medicine 19thth edition part 15.2125-2133
KASUS…
Laporan kasus
Identitas
Nama : Ny. N
Umur : 48 tahun
Jenis kelamin : perempuan
Pekerjaan : wiraswasta
Alamat : sigli
Tanggal masuk : 4 November 2016
Tanggal keluar : 12 November 2016

10
Riwayat Penyakit Sekarang
Keluhan Utama :
Penurunan kesadaran sejak 12 jam sebelum masuk RS
Riwayat penyakit sekarang :
Riwayat kejang 1 kali di rumah, dan 2 kali kejang di RS Sigli dan lama kejang 5 – 7
menit
Nyeri sendi
Bercak pada wajah, terasa pedih dan kemerahan dan makin memerah bila terkena
matahari
Adanya sariawan
Silau bila terkena cahaya matahari
Rambut rontok di jumpai
Riwayat keguguran 2 kali
• Riwayat Penyakit Dahulu :
Tidak ada
- Riwayat Penyakit keluarga
Tidak ada keluarga pasien yang mempunyai penyakit
yang sama seperti pasien
- Riwayat pemberian obat
Metil prednisolon ( tidak diketahui ),
- Riwayat sosial dan ekonomi
Pasien seorang ibu rumah tangga dengan 5 anak
Foto Klinis
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium

Hb 8,2 gr/dl, Eritrosit 3,1 x 10/mm3,trombosit


189 x 10/mm3, Leukosit 16,1x10/mm3
Natrium 146mmol/l,kalium 5,6 mmol/l,klorida 114
mmol/l

Anti ds DNA positis SLE, Ana IF positif

CT – Scan Kepala dalam batas normal

ECHO: efusi perikard


Keadaan
umum : Baik

Kesadaran :
Suhu : 36,8°C apatis E4 M6
V4 Thorak : auskultasi dijumpai rhonki
pada 1/3 paru kana bagian depan
Kepala Perkusi : sonor memendek
Status Mata : Konjungtiva palpebral inferior
pucat (+/+), sklera ikterik (-/-)
Present Pemeriksaan
Fisik
Frekuensi Tekanan
Pernafasan : Darah :
26 kali/menit 150/90mmHg
Abdomen Ekstremitas atas : tampak vesikel dan
Dalam batas normal krusta pada tangan
Frekuensi
Nadi : 100
kali/menit

BB : 70 kg
TB : 160 cm
IMT : 27,3kg/m2
Diagnosis dan Terapi

Terapi :
Diagnosis : - drip. Methilprednisolon 1 gr / 24 jam
• SLE derajat berat ( NPSLE ( selama 3 hari ) selanjutnya metilprednisolon
) oral 1mg/kgBB/hari
• Hipertensi stage I - IV. Meropenem 1 gr / 8 jam
• HAP - IV. Prosogan 1 vial / 12 jam
- Lenal Ace tablet 2 x 1
- Oscal tablet 2 x 5 mg
- Amlodipin tablet 1 x 10 mg
- Asam folat tablet 1 x 1
- Siklosporin 2x100 mg
Hari 1 rawatan
• Pasien dikonsulkan ke bagian Neuro dengan permasalahan riwayat
kejang dan mendapat terapi tambahan phenitoin Capsul 2 x 100 mg
• Dan di sarankan untuk CT Scan kepala
Hari Rawatan ke 2
• Pasien di konsulkan ke bagian kulit dengan permasalahan ruam
kemerahan pada wajah dan tangan dan diberikan terapi Sunblock
cream ( pagi – siang ) dan Asam salisilat + desoksimethasone cream
( malam )
DISKUSI
DISKUSI
TEORI : KASUS :
SLE lebih banyak • Pasien wanita, usia 48
menyerang wanita tahun
dibanding laki laki,
dengan insiden puncak
15-40 tahun

Laurence, J, Wong, JE, Nachman, R. The cellular hematology of systemic lupus erythematosus. In: Systemic Lupus Erythematosus, 2d ed,
Lahita, RG (Ed), Churchill Livingstone, New York 1992
DISKUSI
TEORI : KASUS :
• Kriteria diagnosis sesuai • Pada pasien ditemukan ruam
dengan kriteria diagnosis malar
ACR • Fotosensitivitas
• Ruam malar • Gangguan hematologi
• Gangguan imunologi (Hb: 8,2 gr/dl) gangguan
• Gangguan hematologi neurologi (kejang), gangguan
• Gangguan neurologi renal (ureum 104 mg/dl)
• Gangguan renal
• Serositis
• Artritis
Kasjmir,Yoga, Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Diagnosis dan pengelolaan lupus eritematosus sistemik. 2011;1-47
TEORI : KASUS :

• Ulkus mulut • creatinin (3,88 mg/dL)


• Fotosensitivitas • anti dsDNA positif (538,7)
• Ruam discoid • ANA IF positif

Kasjmir,Yoga, Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Diagnosis dan pengelolaan lupus eritematosus sistemik. 2011;1-47
DISKUSI
TEORI : KASUS :
• Manifestasi spesifik • Pada pasien riwayat
NPSLE: kejang dijumpai 12 jam
• Nyeri kepala sebelum MSRS
• Penyakit serebrovascular • Kejang 1 kali di rumah, 2
• Disfungsi kognitif kali kejang di RS sigli
• Gangguan gerak • Penurunan kesadaran
• Acute confusional State selama 1 hari
( ACS )
• Hasil Ekokardiografi di
• Kejang
jumpai adanya efusi
perikad
Tadjoedin Hilman, Toruan Toman, et al. Multiple Myeloma in Indonesia. In: Indonesian Journal of Cancer. 2011
Hasil ekokardiografi
• Left Ventrikel baik, dengan EF 61%,
Left Ventrikel fungsi diastolik
abnormal relaksasi : E / A 0,5 %
efusi pericard dijumpai
CT – Scan kepala
• Dalam batas normal
Penatalaksanaan

Teori Kasus
• Kortikosteroid digunakan • Pada kasus pasien diberi terapi:
sebagai pengobatan utama pada • IV metil prednisolon 1 g/24 jam
pasien dengan NPSLE. jam selama 3 hari
• Antikonvulsan di berikan untuk • Siklosporin 2x100 mg
• Phenithoin capsul 2 x 100 mg
mencegah kejang berulang.

Kasjmir,Yoga, Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Diagnosis dan pengelolaan


lupus eritematosus sistemik. 2011;1-47
Prognosis
• Teori • Pada kasus : pasien dengan
• Bervariasi riwayat kejang dan setelah
diberikan pulse terapi
• Menunjukkan adanya keterlibatan
kortikosteroid pasien mengalami
neurologi
perbaikan setelah mendapat
• Membaik dalam beberapa minggu terapi sistemik dan terapi topikal

Contreras G, Pardo V, Leclerg B et al. Sequential therapies for


proliferative lupus nephritis. N Engl J Med 2004; 350: 971‐980
Terima Kasih
Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Diagnosis dan pengelolaan lupus
eritematosus sistemik. 2011;1-47