Anda di halaman 1dari 14

PERENCANAAN PEMBELAJARAN

BERBASIS HOTS

Taksonomi Ranah Kompetensi


DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2019
Alur penjabaran

1.Kompetensi 2. IPK 3. Materi


Dasar (KD) Pembelajaran

6. Bentuk dan 5. Proses 4. Tujuan


Teknik Penilaian Pembelajaran Pembelajaran

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Kurikulum berbasis Kompetensi 3

Kompetensi adalah seperangkat sikap, pengetahuan,


dan keterampilan yang harus dimiliki, dihayati, dan
dikuasai oleh Peserta Didik setelah mempelajari suatu
muatan pembelajaran, menamatkan suatu program,
atau menyelesaikan satuan pendidikan tertentu.
Ciri/Tanda Kompetensi tercapai adalah Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
a. Kemampuan yang dapat diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan Kompetensi Dasar pada
Kompetensi Inti 1 dan Kompetensi Inti 2; dan
b. Kemampuan yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan
Kompetensi Dasar pada Kompetensi Inti 3 dan Kompetensi Inti 4.
PEMAHAMAN TAKSONOMI

 Taksonomi dimaknai sebagai seperangkat prinsip klasifikasi atau struktur dan kategori ranah
kemampuan tentang perilaku peserta didik yang terbagi ke dalam ranah sikap, pengetahuan dan
keterampilan

 Pembagian taksonomi hasil belajar dilakukan untuk mengukur perubahan perilaku peserta didik
selama proses belajar sampai pada pencapaian hasil belajar (untuk pencapaian kompetensi lulusan)
yang dirumuskan dalam aspek perilaku (behaviour).

 Klasifikasi perilaku hasil belajar berdasarkan taksonomi Bloom disempurnakan oleh Anderson dan
Krathwohl dikelompokan menjadi: (1) Sikap (affective) yaitu perilaku, emosi dan perasaan dalam
bersikap dan merasa, (2) Pengetahuan (cognitive) yaitu kapabilitas intelektual dalam bentuk
pengetahuan atau berpikir, (3) Keterampilan (psychomotor) yaitu keterampilan manual atau motorik
dalam bentuk melakukan.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


RANAH SIKAP

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


RANAH SIKAP

Tingkatan Sikap Deskripsi


Menerima (accepting) nilai Kesediaan menerima suatu nilai dan memberikan
perhatian terhadap nilai tersebut
Menanggapi (responding) Kesediaan menjawab suatu nilai dan ada rasa puas
nilai dalam membicarakan nilai tersebut
Menghargai (valuing) nilai Menganggap nilai tersebut baik; menyukai nilai
tersebut; dan komitmen terhadap nilai tersebut
Menghayati (organizing/ Memasukkan nilai tersebut sebagai bagian dari
internalizing) nilai sistem nilai dirinya
Mengamalkan Mengembangkan nilai tersebut sebagai ciri dirinya
(characterizing/ actualizing) dalam berpikir, berkata, berkomunikasi, dan
nilai bertindak (karakter)

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


RANAH PENGETAHUAN
PENGETAHUAN

Dimensi proses Dimensi


Kognitif Pengetahuan
C-1
Mengingat Faktual
C-2
Memahami Konseptual
C-3
Menerapkan Prosedural
C-4
Menganalisis
C-5 Metakognitif
Mengevaluasi
C-6
Mengkreasi
© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
DIMENSI PROSES KOGNITIF
 C1; mengingat (remember), mengingat kembali pengetahuan dari memorinya.
 C2; memahami (understand), mengkonstruksi makna dari pesan baik secara lisan,
tulisan, dan grafis.
 C3; menerapkan (apply), penggunaan prosedur dalam situasi yang diberikan atau
situasi baru.
 C4; menganalisis (analyse), penguraian materi ke dalam bagian-bagian dan
bagaimana bagian-bagian itu saling berhubungan satu sama lain dalam keseluruhan
struktur.
 C5; mengevaluasi (evaluate) membuat keputusan berdasarkan kriteria dan standar.
 C6; mengkreasi (create) menempatkan elemen-elemen secara bersamaan ke
dalam bentuk modifikasi atau mengorganisasi elemen-elemen ke dalam pola baru
(struktur baru).

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


BENTUK/DIMENSI PENGETAHUAN

 Pengetahuan faktual; pengetahuan terminologi atau


pengetahuan detail yang spesifik dan elemen.
 Pengetahuan konseptual; pengetahuan yang lebih kompleks
berbentuk klasifikasi, kategori, prinsip dan generalisasi.
 Pengetahuan prosedural; pengetahuan tentang bagaimana
melakukan sesuatu.
 Pengetahuan metakognitif; pengetahuan tentang kognisi
(mengetahui dan memahami) yang merupakan tindakan atas
dasar suatu pemahaman, meliputi kesadaran dan
pengendalian berpikir serta penetapan keputusan tentang
sesuatu.
© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
HUBUNGAN DIMENSI PROSES KOGNITIF DAN
DIMENSI PENGETAHUAN

Perkembangan Berfikir
Taksonomi Bloom Revised Bentuk Pengetahuan
No Keterangan
Anderson (Cognitive Process (Knowledge Dimension)
Dimension)
1. Mengingat (C1) Pengetahuan Faktual Lower Order
Memahami/Menginterprestasi Thinking Skills
2. Pengetahuan Konseptual
prinsip (C2) (LOTS)
3. Menerapkan (C3) Pengetahuan Prosedural
4. Menganalisis (C4) Higher Order
5. Mengevaluasi (C5) Pengetahuan Metakognitif Thinking Skills
6. Mengkreasi(C6) (HOTS)

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


RANAH KETERAMPILAN
KETERAMPILAN olahan Dyer, Dave, Simpson

Ketrampilan Abstrak Keterampilan konkret


KA-1
Mengamati Persepsi,
P-1 Kesiapan, Meniru
KA-2 Imitasi
Menanya
KA-3 P-2
Mencoba Manipulasi Membiasakan
KA-4 P-3
Menalar Presisi Mahir
KA-5 P-4
Menyaji Alami
Artikulasi
KA-6 P-5
Mencipta Naturalisasi Orisinal
Dyer Dave Simpson
© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
DIMENSI KETERAMPILAN ABSTRAK
Kemampuan
Deskripsi
Belajar
Mengamati Perhatian pada waktu mengamati suatu objek/membaca suatu tulisan/mendengar suatu
penjelasan, catatan yang dibuat tentang yang diamati, kesabaran, waktu (on task) yang
digunakan untuk mengamati
Menanya Jenis, kualitas, dan jumlah pertanyaan yang diajukan peserta didik (pertanyaan faktual,
konseptual, prosedural, dan hipotetik)
Mengumpulkan Jumlah dan kualitas sumber yang dikaji/digunakan, kelengkapan informasi, validitas
informasi/menco informasi yang dikumpulkan, dan instrumen/alat yang digunakan untuk mengumpulkan
ba/ mengolah data.
Menalar/mengaso Mengembangkan interpretasi, argumentasi dan kesimpulan mengenai keterkaitan
siasi/ mengolah informasi dari dua fakta/konsep, interpretasi argumentasi dan kesimpulan mengenai
informasi keterkaitan lebih dari dua fakta/konsep/teori, mensintesis dan argumentasi serta
kesimpulan keterkaitan antar berbagai jenis fakta-fakta/konsep/teori/pendapat;
mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi, dan kesimpulan yang
menunjukkan hubungan fakta/konsep/teori dari dua sumber atau lebih yang tidak
bertentangan; mengembangkan interpretasi, struktur baru, argumentasi dan kesimpulan
dari konsep/teori/pendapat yang berbeda dari berbagai jenis sumber.
Mengomunikasi Menyajikan hasil kajian (dari mengamati sampai menalar) dalam bentuk tulisan, grafis,
kan/ menyaji media elektronik, multi media dan lain-lain.
Mencipta Menghasilkan ide-ide, rancangan dan atau keputusan-keputusan baru.
(creating)
© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
DIMENSI KETERAMPILAN KONKRET
Tingkat Tingkatan
No.
Taksonomi Uraian Taksonomi Uraian
Simpson Dave
1.  Persepsi  Menunjukkan perhatian untuk melakukan Imitasi Meniru kegiatan yang telah didemonstra-sikan
  suatu gerakan. atau dijelaskan, meliputi tahap coba-coba hingga
 Kesiapan  Menunjukkan kesiapan mental dan fisik mencapai respon yang tepat.
untuk melakukan suatu gerakan.
 Meniru  Meniru gerakan secara terbimbing.
2. Membiasakan Melakukan gerakan mekanistik. Manipulasi Melakukan suatu pekerjaan dengan sedikit
gerakan percaya dan kemampuan melalui perintah dan
(mechanism) berlatih.
3. Mahir (complex or Melakukan gerakan kompleks dan Presisi Melakukan suatu tugas atau aktivitas dengan
overt response) termodifikasi. keahlian dan kualitas yang tinggi dengan unjuk
kerja yang cepat, halus, dan akurat serta efisien
tanpa bantuan atau instruksi.
4. Menjadi gerakan Menjadi gerakan alami yang diciptakan Artikulasi Keterampilan berkembang dengan baik sehingga
alami (adaptation) sendiri atas dasar gerakan yang sudah seseorang dapat mengubah pola gerakan sesuai
dikuasai sebelumnya. dengan persyaratan khusus untuk dapat
digunakan mengatasi situasi problem yang tidak
sesuai SOP.
5. Menjadi tindakan Menjadi gerakan baru yang orisinal dan Naturalisasi Melakukan unjuk kerja level tinggi secara alamiah,
orisinal sukar ditiru oleh orang lain dan menjadi tanpa perlu berpikir lama dengan mengkreasi
(origination) ciri khasnya. langkah kerja baru.

© Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


TERIMA KASIH