Anda di halaman 1dari 22

Menerapkan

Pengadaan
Sarana dan
Prasarana
OLEH : VIENA SEPTIARINI
SUMBER: SRI ENDANG&M. AGUS FAUZI
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan dapat:

1. Mendeskripsikan pengertian pengadaan sarana dan prasarana dengan


komunikatif

2. Mengemukakan jenis-jenis kegiatan pengadaan sarana dan prasrana


dengan komunikatif

3. Mengemukakan tujuan pengadaan sarana dan prasarana dengan

Tujuan
santun

4. Mengemukakan prinsip-prinsip pengadaan sarana dan prasarana

Pembelajaran 5.
dengan cermat

Mengemukakan pihak-pihak yang terkait dalam pengadaan barang


dan jasa dengan teliti

6. Mengemukakan tata cara atau metide pemilihan penyedia barang


dengan penuh tanggung jawab

7. Mengemukakan panitia pengadaan dan oenyedia barang atau jasa,


serta

8. Mengemukakan etika pengadaan dengan santun.


Pengertian pengadaan sarana
prasarana
Pengadaan sarana dan prasarana merupakan serangkaian
kegiatan menyediakan berbagai jenis sarana dan prasarana
baik barang maupun jasa sesuai dengan kebutuhan
kantor/perusahaan dari mulai perencanaan kebutuhan,
penyusunan rencana, pelaksanaan pengadaan, pemilihan
penyedia, penandatanganan kontrak, pelaksanaan dan
pengendalian kontrak, hingga diterimanya barang atau jasa
untuk mencapai tujuan dari kantor atau perusahaan tersebut.
Jenis-jenis Kegiatan Pengadaan
Sarana dan Prasarana

Rekon
Peneri disi/ Produ Pendau Pemi
Pembe Penuk Penye
lian aran
maan ksi
waan
rulanga njam
hibah perbai sendiri n
kan an
Jenis-jenis Kegiatan Pengadaan
Sarana dan Prasarana
PEMBELIAN PENUKARAN

Pembelian merupakan cara umum yan Penukaran adalah cara pemenuhan sarana
gbiasa dilakukan kantor. Pembelian adalah dan prasarana dengan jalan menukarkan
pemenuhan kebutuhan sarana dan barang yang dimiliki oleh kantor dengan
prasarana dengan cara kantor barang yang dimiliki oleh oihak lain, tentu
menyerahkan sejumlah uang kepada saja barang yang ditukarkan adalah sarana
penjual untuk memperoleh sarana dan dan prasarana yang sudah tidak bermanfaat
prasarana sesuai dengan kesepakatan bagi kantor tersebut.
kedua belah pihak
Jenis-jenis Kegiatan Pengadaan
Sarana dan Prasarana
PENERIMAAN HIBAH REKONDISI/PERBAIKAN

Penerimaan hibah merupakan cara Rekondisi atau perbaikan adalah cara


pemenuhan kebutuhan sarana dan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana
kantor yang telah mengalami kerusakan.
prasarana dengan jalan menerima Perbaikan dapat dilakukan melalui
pemberian sukarela dari pihak lain. penggantian bagian-bagian yang telah rusak
Penerimaan hibah dapt berasal dari sehingga sarana dan prasarana yang rusak
pemerintah (pusat atau daerah) dan dapat digunakan Kembali sebagaimana
pihak swasta. mestinya.
Jenis-jenis Kegiatan Pengadaan
Sarana dan Prasarana
PRODUKSI SENDIRI PENYEWAAN

Produksi sendiri merupakan cara pemenuhan Penyewaan adalah cara pemenuhan


kebutuhan kantor melalui pembuatan sendiri kebutuhan sarana dan prasarana kantor
yang dilakukan oleh karyawan kantor yang dengan jalan memanfaatkan sementara
bersangkutan. Cara ini akan efektif jika barang milik pihak lain untuk kepentingan
dilakukan unutk memenuhi kebutuhan sarana kantor dan kantor tersebut membayarnya
dan prasarana yang sifatnya ringan. Kegiatan berdasarkan perjanjian sewa-menyewanya.
produksi sendiri ini dapat melatih kreativitas
dan melatih jiwa kewirausahaan karyawan.
Jenis-jenis Kegiatan Pengadaan
Sarana dan Prasarana
PENDAURULANGAN PEMINJAMAN

Pendaurulangan adalah cara Peminjaman adalah cara pemenuhan


pemenuhan sarana dan sarana dan prasarana kantor dengan
jalan memanfaatkan barang pihak
prasarana kantordengan halan
lain untuk kepentingan kantor secara
memanfaatkan barang bekas sukarela sesuai dengan perjanjian
agar dapat digunakan untuk pinjam-meminjam
kepentingan kantor.
Tujuan Pengadaan Sarana dan
Prasarana
Pengadaan sarana dan prasarana dapat dilakukan secara konvensional ataupun secara elektronik sesuai
dengan perkembangan teknologi saat ini. Secara umum, tujuan pengadaan sarana dan prasarana adalah untuk
memperoleh barang atau jasa (sarna dan prasarana) dengan harga yang dapat dipertanggungjawabkan, jumlah
dan mutu yang sesuai, serta pengadaannya yang tepat waktu.

Tujuan pengadaan sarana prasarana menurut pasal 107 Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang
tujuan pengadaan barang atau jasa secara elektronik, yaitu sebagai berikut:

1. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas

2. Meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat

3. Memperbaiki tingkat efisiensi proses pemgadaan

4. Mendukung proses monitoring dan audit

5. Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.


Prinsip-prinsip Pengadaan Barang
atau Jasa
Prinsip dalam pengadaan
barang atau jasa sebagaimana
tertuang dalma pasal 5
• Efisien
Peraturan Pemerintah Nomor
54 Tahun 2010 adalah untuk
• Efektif
meningkatkan kepercayaan • Transparan
masyarakat terhadap proses
pengadaan barang atau jasa
• Terbuka
karena hasilnya dapat • Bersaing
dipertanggungjawabkan
secara administrasi, teknis • Adil atau tidak diskriminatif
dan keuangan. Prinsip-prinsip
tersebut adalah sebagai
• Akuntabel
berikut.
Prinsip-prinsip Pengadaan Barang
atau Jasa
Efisien. Pengadaan barang dan jasa harus di usahakan dengan menggunakan dana dan daya yang minimum untuk
mencapai kualitas dan sasaran dalam waktu yang ditetapkan atau menggunakan dana yang telah ditetapkan untuk
mencapai hasil dan sasaean dengan kualitas maksimum tanpa menurunkan kualitas barang yang ada.

Efektif. Pengadaan barang atau jasa harus sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah
ditetepkan serta memberikan mandaat sebesar-besarnya dengan melihat ketersediaan barang
yanf ada.
Transparan. Transparan semua ketentuan dan informasi mengenai pengadaan baranf atau jasa
bersifat jelas dan dapar diketahui secara luas oleh penyedia barang atau jasa yang berminat
serta oleh masyarakat pada umumnya.

Terbuka. Pengadaaan barang atau jasa dapat diikuti oleh semua penyedia barang atau jasa yang
memenuhi persyaratan atau kriteria tertentu berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas.
Prinsip-prinsip Pengadaan Barang
atau Jasa
Bersaing. Pengadaan barang atau jasa harus dilakukan melalui persaingan yang sehat di antara
sebanyak mungkin pengadaan barang atau jasa yang setara dan memenuhi persyaratan sehingga
dapat diperoleh barang atau jasa yang kompetitif dan tidak ada intervensi yang mengganggu
terciptanya mekanisme pasar dalam pengadaan barang atau jasa.

Adil atau tidak diskriminatif. Artinya memberikan perlakukan yang sama bagi semua
calon pengadaan barang atau jasa dan tidak mengarah untuk memberi keuntungan
kepada pihak tertentu dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional.

Akuntabel. Akuntabel artinya harus sesuai dengan aturan dan


ketentuan yang terkait dengan pengadaan barang atau jasa.
Pihak-Pihak yang Terkait dalam
Pengadaan Barang dan Jasa
Pengadaan barang dan jasa di perusahaan swasta biasanya telah diatur oleh kebijakan masing-masing
mengenai pihak yang terkait dalam kegiatan tersebut. Adapun pihak-pihak yang terkait dengan
pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan, antara lain sebagai berikut:

1. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintan (LKPP)

LKPP adalah Lembaga pemerintah nondepartemen (Lembaga pemerintah nonkementrian) yang


bertanggungjawab kepada presiden. LKPP bertugas mengembangkan diri dan memusnahkan kebijakan
pengadaan barang dan jasa pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden No. 106
Tahun 2007 tentang Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah.
Pihak-Pihak yang Terkait dalam
Pengadaan Barang dan Jasa
2. Pengguna Anggaran dan Kuasa Pengguna Anggaran (PA dan KPA)

Pengguna anggaran biasanya adalah seseorang dengan jabatan tertinggi pada instansi yang
membuka pengadaan baranf dan jasa, misalnya pengguna anggaran pada kementerian, yaitu
Menteri; pengguna anggaran pada BUMN yaitu pemimpin BUMN; dan demikian juga pada
Lembaga lainnya. Oleh karena itu, tanggungjawab penuh atas Pengguna Anggaran (PA) yang
telah disediakan untuk pengadaan barang dan jasa berada ditangan PA sebagai pembawa
anggaran dan kebojakan. PA dapat menunjuk Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) agar tidak
memberatkannya. KPA bisa terdiri dari saru orang atau beberapa orang yang memiliki
kekuasaan terhadap operasional anggaran yang disediakan untuk pengadaan barang dan jasa
pemerintah tersebut.
Pihak-Pihak yang Terkait dalam
Pengadaan Barang dan Jasa
3. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

Berdasarkan Pasal 11 Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 dalam melaksanakan tugasnya, PA dan
KPA perlu menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PKK). Yang nantinya bertugas untuk mengurusi
hal-hal yang berhubungan dengan rencana pengadaan, surat-menyurat, dan penandatanganan kontrak.

4. Unit Layanan Pengadaan (ULP)

Pihak ULP merupakan pihak yang dibentuk oleh instansi pemerintah pemberi lowongan pengadaan
baranf dan jasa kepada pihak yang akan terlibat langsung dalam proses pengadaan tersebut.
Ketentuan pembentukan ULP ini diatur sedemikian rupa sehingga yang menjabat adalah pihak yang
ditunjuk atau dibentuk langsung oleh pimpinan instansi pemerintahan yang akan mengadakan
lelang pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Pihak-Pihak yang Terkait dalam
Pengadaan Barang dan Jasa
5. Panitia atau Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP)

PHHP merupakan seorang atau sekelompok orang dari lingkungan PNS atau BUMN dan instansi
yang bersangkutan yang bertugas menerima hasil pekerjaan. Pekerjaan yang dimaksud tentunya
pengadaan barang dan jasa pemerintah pada instansi masing-masing. PHHP juga memeriksa hail
pekerjaan rekanan dalam –engadaan barang dan jasa, menerima hasilnya setelah melalui
pemeriksaan tersebut, lalu menandatangani berita acara serah terima hasil pekerjaan tersebut.

6. Penyedia Barang dan/atau Jasa (Rekanan/Kontraktor)

Penyedia barang dan/atau jasa merupakan perseorangan atau suatu badan usaha yang menjadi
penyedia barang tau jasa yang dibutuhkan instansi pemerintah atau Lembaga terkait lainnya.
Rekanan ini dipilih berdasarkan beberapa metode, diantaranya penunjukan langsung, seleksim
dan pelelangan.
Tata Cara atau Metode Pemilihan
Penyedia Barang atau Jasa
1. Pelelangan

Pelelangan adalah metode pemilihan penyedia barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya untuk semua pekerjaan
yang dapat diikuti oleh semua penyedia barang/pekerjaan konstuksi/jasa lainnya yang memenuhi syarat.

2. Penunjukan Langsung

Penunjukan langsung adalah metide pemilihan penyedia barang/jasa dengan cara menunjuk langsung satu
penyedia barang/jasa.

3. Pengadaan Langsung

Salah satu metode pemilihan adalah pengadaan barang atau asa langsung kepada penyedia baranf atau jasa tanpa
melalui proses pelelangan atau seleksi.
Tata Cara atau Metode Pemilihan
Penyedia Barang atau Jasa
4. Kontes

Kontes adalah pemilihan metide penyedia barang yang memperlombakan barang/benda tertentu yang
tidak mempunyai harga pasar dan yang harga/biayanya tidak dapat dutetapkan berdasarkan harga satuan.

5. Swakelola Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Selain memilih penyedia jasa dari luar, pengadaan barang dan jasa pemerintah juga bisa dilakukan
secara mandiri oleh instansi yang bersangkutan. Hal ini memang telah dijelskan dalam peraturan yang
berlaku. Berbeda dengan menggunakan penyedia baranf/jasa diluar instansi tersebut untuk
merencanakan, mengorganisasi, mengerjakan, dan mengawasi secara mandiri proses pengadaan barang
dan jasa. Sistem ini bisa dilakukan untuk pekerjaan dengan kriteria khusus.
Panitia Pengadaan dan Penyedia
Barang atau Jasa
Pihak yang menjadi panitia pemilihan penyedia baranf atau jasa harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

1. Memiliki keahlian kemampuan manajerial dan teknis yang memadai, berpengalaman, dan sesuai dengan
persyaratan yang diminta oleh instansi yang memberikan proyek pengadaan barang atau jasa.

2. Memenuhi aturan menjalankan usaha seperti yang ditentukan oleh perundang-undangan menyangkut
bentuk dan legalitas usaha.

3. Mempunyai kapasitas hukum untuk menandatangani kontrak unutk proyek yang akan dikerjakan.

4. Bebas dari keadaan pailit, pengawasan pengadilan, ataupun memiliki direksi yang tidak dalam proses
hukum

5. Memenuhi kewajiban sebagai wajib pajak pada tahun sebelumnya yang dibuktikan dengan pelampiran
SPT dan SSP tahun terakhir
Etika Pengadaan

Pengadaan sarana dan prasarana merupakan kegiatan yang rawan penyelewengan. Oleh karena itu,
agar tidak terjebak dalam penyelewengan para pihak yang terlibat dalam pengadaan sarana dan
prasarana harus berpedoman pada etika pengadaan barang atau jasa yang telah ditetapkan oleh
presiden. Berdasarkan Pasal 7 Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018, semua pihak yang terlibat dalam
pengadaan barang/jasa mematuhi etika sebagai berikut.
 Melaksanakan tugas secara tertib, disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran, kelancaran,
dan ketepatan tujuan pengadaan baranf atau jasa.

 Bekerja secara professional, mandiri, dan menjaga kerahasiaan informasi yang menurut sifatnya
harus dirahasiakan untuk mencegah penyimpangan dalam pengadaan barang atau jasa.
Etika Pengadaan
 Tidak saling memengaruhi, baik langsung maupun tidak langsung yang berakibat pada terjadinya persaingan
usaha tidak sehat.
 Menerima dan bertanggungjawab atas segala keputusan yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan tertulis
pihak yang terkait.
 Menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan pihak yang terkait,baik secara langsung
maupun tidak langsung, yang berakibat persaingan usaha tidak sehat dalam pengadaan barang/jasa.
 Menghindari dan mencegah pemborosan dan kebocoran keuangan negara

 Tidak menerima, tidak menawarkan, atau tidak menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah, imbalan,
komisi, rabat dan apa saja dari atau kepada siapapun yang diketahui atau patut diduga berkaitan dengan
pengdaan barang atau jasa.

Anda mungkin juga menyukai