Anda di halaman 1dari 24

Pemurnian dan Pembaharuan di

Dunia Islam
Yusmaniar Nur Aini, M.Pd
Ruang Lingkup Pembahasan
a. Kemajuan peradaban Islam dalam berbagai bidang
b. Sebab-sebab kemunduran peradaban Islam
c. Perlunya pemurnian dan pembaharuan
d. Tokoh-tokoh pembaharu dalam dunia Islam
Sejarah Kemajuan Umat Islam
• Dinasti Umayah (661-750 M)
• Dinasti Abasiyah (750-1258 M)
• Dinasti Umayah di Spanyol (757-1429 M)
• Dinasti Fatimiyah (919-1171 M)
Faktor Kemajuan Peradaban Islam

• Terjadinya Asimilasi antara Bangsa Arab dan Bangsa Lain


• Gencarnya Gerakan Penerjemah
– Pada masa Khalifah Al-Mansyur hingga Harun ar-Rasyid. Pada fase
ini penerjemahan didominasi oleh karya-karya di bidang
astronomi dan mantik.
– Pada masa Khalifah Al-Makmun hingga tahun 300 H. Buku-buku
yang banyak diterjemahkan adalah bidang filsafat dan kedokteran.
– Setelah tahun 300H. Dalam fase ini proses penerjemahan semakin
berkembang, terutama setelah adanya pembuatan kertas.
• Berkembangnya Kebudayaan Islam secara Mandiri
• Termotivasi oleh Metode Berpikir Filsuf Yunani
• Adanya semangat untuk Mancapai Kamajuan dalam Berbagai Ilmu
Pengatahuan
Tokoh Kejayaan Umat Islam
• Al Kindi = filsafat, logika, astronomi, kedokteran, ilmu jiwa,
politik, musik, dan matematika.
• Al Farabi = ilmu pengetahuan antara lain logika, musik,
kemiliteran, metafisika, ilmu alam, teologi, dan astronomi.
• Ibnu Rusyd (Averroes) = ilmu fikih, ilmu kalam, sastra
Arab, matematika, fisika, astronomi, kedokteran, dan
filsafat
• Ibnu Sina (Avicenna) = Kedokteran
• Al Khawarizmi (Algorithm) = Matematika
• dll
Kemunduran Dunia Islam
• Krisis dalam bidang sosial politik
• Krisis dalam bidang keagamaan
• Krisis bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan
Krisis bidang sosial politik
• Rapuh menghayati nilai islam -> timbul penyakit hati
-> perebutan kekuasaan
• Motif Penjajahan >> 3G “Gospel (injil), Gold (emas)
dan Glory (menang)”
• Dampak perang salib >> kebangkitan bangsa Eropa
Krisis dalam bidang keagamaan
• Pernyataan Pintu Ijtihad telah tertutup
– ijtihad adalah pengerahan segala kesanggupan
seorang faqih untuk memperoleh pengetahuan
tentang hukum sesuatu melalui dalil syara’
• Melakukan taqlid buta
Krisis bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan

• Umat islam tidak lagi melahirkan ulama-ulama kritis


• Umat islam terkekang dalam pengetahuannya sendiri
karena adanya filsafat yang menyimpang
Perlunya pemurnian dan pembaharuan
• Pembaruan atau pemurnian dalam bahasa Arab yang
 secara  etimologi  berakar pada kata (‫ ) جديد‬yang
menunjukan kepada tiga arti pokok :
• (1) keagungan,
• (2) bahagian,
• (3) pegangan.
Pengertian
• Prof. Dr. H. Harun Nasution mendefenisikan
Pembaruan Islam adalah upaya-upaya untuk
menyesuaikan paham keagamaan Islam dengan
perkembangan baru yang ditimbulkan kemajuan ilmu
pengetahuan dan tekhnologi modern
Pembaharuan dalam Islam
• Dalam Islam sendiri, seputar ide tajdid ini, Rasulullah saw. sendiri
telah menegaskan dalam haditsnya tentang kemungkinan itu.
Beliau mengatakan, yang artinya: “Sesungguhnya Allah akan
mengutus untuk ummat ini pada setiap pengujung seratus tahun
orang yang akan melakukan tajdid (pembaharuan) terhadap
agamanya.” (HR. Abu Dawud , no. 3740).
• Tajdid yang dimaksud oleh Rasulullah saw di sini tentu bukanlah
mengganti atau mengubah agama, akan tetapi –seperti
dijelaskan oleh Abbas Husni Muhammad maksudnya adalah
mengembalikannya seperti sediakala dan memurnikannya dari
berbagai kebatilan yang menempel padanya disebabkan hawa
nafsu manusia sepanjang zaman.
Ciri Gerakan Pembaharuan dalam Islam
• Memberi ruang dan peluang ijtihad dalam berbagai
kajian keagamaan yang berkaitan dengan mmalah
duniawiyah
• Tidak terikat secara mutlak dengan ulama-ulama
terdahulu
• Memerangi kaum yang menyimpang
• Kembali pada Al Qur’an dan Sunnah sebagai sumber
utama
Bentuk Pembaharuan
• Pertama, memurnikan agama -setelah perjalanannya
berabad-abad lamanya- dari hal-hal yang menyimpang
dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Konsekuensinya tentu
saja adalah kembali kepada bagaimana Rasulullah saw
dan para sahabatnya mengejawantahkan Islam dalam
keseharian mereka.
• Kedua, memberikan jawaban terhadap setiap persoalan
baru yang muncul dan berbeda dari satu zaman dengan
zaman yang lain. Meski harus diingat, bahwa
“memberikan jawaban” sama sekali tidak identik
dengan membolehkan atau menghalalkannya.
TOKOH PEMBAHARU DUNIA ISLAM
• Muhammad Ibn Abd Al Wahab
• Jamaludin Al Afghani
• Muhammad Abduh 1. Siapa beliau?
• Muhammad Rasyid Ridha 2. Apa Pendapat
• Muhammad Iqbal /pemikiranny
• Syed Naquib Al Atas a? Jelaskan!
Tokoh pembaharu dalam dunia Islam
1. Muhammad Ibn Abd Al-Wahhab
Pemikiran-pemikiran Muhammad Ibn Abd Al-Wahab
yang mempunyai pengaruh pada perkembangan
pemikiran pembaharuan di abad ke-19, yaitu :
a. Hanya al-Qur’an dan hadislah yang
merupakan sumber asli dari ajaran-ajaran
Islam.
b. Taklid kepada ulama tidak dibenarkan.
c. Pintu ijtihad terbuka.
Jamaludin Al-Afghani
• Bentuk pengajaran Jamaluddin Al Afghani tersimpul dalam dua
kesimpulan.
• Pertama beliau menekankan supaya pengajaran agama Islam itu
diperbaiki supaya sesuai dan dapat mengikuti zaman modern dan
• kedua bertujuan untuk membebaskan negara-negara Islam di
Timur dari cengkaman kekuasaan Barat.
• Beliau senantiasa berpendapat bahwa umat Islam telah merosot
akhlaknya dan lemah semangat serta dikuasai oleh hawa nafsu
yang buas. Beliau menaruh keyakinan penuh bahwa kekuasaan
negara Barat ke atas negara-negara Islam adalah amat bahaya
dengan keadaan demikian jika umat Islam tidak berubah, mereka
pasti akan menerima nasib yang lebih buruk lagi. Oleh karena itu,
umat Islam hendaknya bangkit untuk mengembalikan agama dan
diri mereka sebagai umat yang mulia lagi terpuji.
Muhammad Abduh
• Pemikiran-pemikiran Muhammad Abduh meliputi :
1. Pendidikan, Abduh menentang dualisme pendidikan
yang memisahkan antara pendidikan agama dari
pendidikan umum.
2. Politik, Abduh menganggap perlu adanya pembatas
kekuasaan suatu pemerintahan dan perlunya kontrol
sosial dari rakyat terhadap penguasa.
3. Taklid dan ijtihad, Abduh mengecam taklid dan
menyerukan ijtihad karena keterbelakangan dan
kemunduran Islam disebabkan oleh pandangan dan
sikap jumud dikalangan umat Islam.
Muhammad Rasyid Rida
• Keagamaan, menurut Rasyid Rida bahwa kemuduran yang di
derita ummat Islam karena mereka tidak mengamalkan ajaran
Islam yang sebenarnya, mereka telah menyeleweng dari
ajaran tersebut. Untuk itu umat Islam harus dikembalikan
pada ajaran Islam yang semestinya dan ia juga menganjurkan
pembaharuan salam bidang hukum yakni penyatuan madzhab.
• Pendidikan, Rasyid Rida mengajukan pengajaran ilmu-ilmu
pengetahuan umum dengan ilmu-ilmu agama Islam di sekolah-
sekolah.
• Politik, menurut Rasyid Rida bahwa paham nasionalisme
bertentangan dengan ajaran persaudaraan seluruh umat
Islam.
Muhammad Iqbal
• Keagamaan, Muhammad Iqbal memandang bahwa kemunduran
umat Islam di sebabkan oleh kebekuan umat Islam dalam pemikiran
dan di tutupnya pintu ijtihad. Oleh karenanya ijtihad di anggap
sebagai prinsip yang dipakai dalam soal gerak dan perubahan dalam
hidup sosial manusia sehingga ijtihad mempunyai kedudukan
penting dalam pembaharuan Islam.
• Pendidikan, Muhammad Iqbal tidak menjadikan barat sebagai
model pembaharuannya karena menolak kapitalisme dan
imperialisme yang dipengaruhi oleh materialisme dan telah mulai
meninggalkan agama. Yang harus diambil umat Islam dari barat
hanyalah ilmu ilmu pengetahuannya.
• Politik, Muhammad Iqbal memandang bahwa India pada hakikatnya
tersusun dari dua bangsa Islam dan Hindu. Umat Islam India harus
menuju pada pembentukan negara tersendiri, terpisah dari negara
Hindu di India sehingga beliau di pandang sebagai bapak Pakistan
Syed M. Naquib al-Attas
• Di antara ide-ide Al-Attas yang sangat luar biasa
adalah teorinya tentang Islamisasi Ilmu Pengetahuan
Kontemporer, Ketidaknetralan Ilmu, Pandangan Alam
Islam (The Islamic Worldview/Ru’yatuul Islam li al-
Wujud), tentang Sejarah Islam di Kepulaun Melayu,
Filsafat Sains, konsep Bahasa, konsep kebahagiaan,
keadilan dan Pendidikan.
Muhammadiyah dan Pembaharuan
• Pertama, Muhammadiyah sebagai gerakan
keagamaan mengarahkan diri pada pemahaman
Islam murni (tanzih: purifikasi) sehingga kita lebih
akrab ketika mendengar jargon “kembali pada al-
Quran dan Hadist”.
• Kedua, Muhammadiyah mengarahkan gerakannya
pada perubahan-perubahan dalam konteks
Horizontal (hablun min an-nas).
Maka . . .
• Perkuat amal dengan ibadah
• Perkuat ilmu dengan belajar
• Dan jadialah yang bermanfaat bagi orang lain

Ilmu yang amaliyah dan


amal yang ilmiah

Anda mungkin juga menyukai