Anda di halaman 1dari 22

PERENCANAAN PAJAK ATAS PENILAIAN

KEMBALI ASET TETAP

OLEH:
KELOMPOK 5
1. NUR MUTS MAK INNA
2. AGUS DWI SURYANTO
3. NURUL FAHMI SULTAN
4. MEGA PRATIWI EDIANA KOLE

http://www.free-powerpoint-templates-design.com
POINT OF VIEW
GAMBARAN UMUM REVALUASI
1 ASET TETAP

REVALUASI ASET TETAP


2 BERDASARKAN SAK

REVALUASI ASET TETAP


3 BERDASARKAN PERPAJAKAN

HAL-HAL YANG PERLU


4 DIPERHATIKAN DALAM REVALUASI
ASET TETAP
GAMBARAN UMU
M REVALUASI AS
ET TETAP
PENGERTIAN REVALUASI ASET TETAP

Menurut Waluyo & Ilyas (2002:122) Revaluasi Aset tetap adalah penilaian

kembali aset tetap perusahaan, yang diakibatkan adanya kenaikan nilai aset

tetap tersebut dipasaran atau karena rendahnya nilai aktiva tetap dalam

laporan keuangan perusahaan yang disebabkan oleh devaluasi atau sebab

lain,sehingga nilai aset tetap dalam laporan keuangan tidak lagi

mencerminkan nilai yang wajar.


TUJUAN REVALUASI ASET TETAP

Tujuan penilaian kembali aset tetap perusahaan dimaksudkan agar


perusahaan dapat melakukan perhitungan penghasilan dan biaya
lebih wajar sehingga mencerminkan kemampuan dan nilai
perusahaan sebenarnya. Revaluasi aktiva tetap ini sangat penting
dilakukan oleh perusahaan atau wajib pajak badan karena akan
berpengaruh pada nilai aset mereka, pelaporan akuntansi, serta
laporan yang berhubungan dengan pajak.
REVALUASI ASET TETAP BERDASARKA
N SAK
REVALUASI ASET TETAP BERDASARKAN SAK

• Dalam PSAK nomor 16 disebutkan bahwa penilaian kembali aset tetap pada umumnya
tidak diperkenankan karena Standar Akuntansi Keuangan (SAK) menganut penilaian aset
berdasarkan harga perolehan atau harga pertukaran. Penyimpangan dari ketentuan ini
mungkin dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah.
• Revaluasi atau penyajian kembali (restatement) aset dan kewajiban menimbulkan
kenaikan atau penurunan ekuitas. Meskipun memenuhi definisi penghasilan dan beban
menurut pemeliharaan modal tertentu, kenaikan dan penurunan ini tidak dimasukkan
kedalam laporan laba rugi. Sebagai alternatif pos ini dimasukkan ke dalam ekuitas sebagai
penyesuaian pemeliharaan modal atau cadangan revaluasi.
REVALUASI
ASET TETAP
BERDASARKAN
PERPAJAKAN
ASET YANG DAPAT DIREVALUASI

Aset tetap berwujud


Dalam bentuk tanah, • Penilaian kembali
kelompok bangunan, dan Aset yang berada atau dapat dilakukan kepada
bukan bangunan yang tidak terletak di Indonesia seluruh aset atau
dimaksudkan untuk sebagian aset tetap
dialihkan atau dijual ang dimiliki perusahaan

Dalam hal nilai pasar atau


Penilaian kembali aset Selisih antara nilai pasar
nilai wajar yang ditetapkan
tetap dilakukan atau nilai wajar dengan nilai
penilai kemudian tidak
berdasarkan nilai pasar buku fiskal aset tetap yang
mencerminkan keadaan
atau nilai wajar aset tetap dinilai kembali wajib
yang sebenarnya, maka
pada saat penilaian dikompensasikan terlebih
Dirjen Pajak akan
dilakukan yang ditetapkan dahulu dengan kerugian
menetapkan kembali nilai
oleh penilai fiskal tahun berjalan
tersebut
ASET YANG DAPAT DIREVALUASI

Selisih lebih karena Bagi wajib pajak yang Pajak penghasilan yang
penilaian kembali setelah melakukan penggabungan harus dilunasi untuk setiap
dilakukan kompensasi usaha, pajak penghasilan tahun paling sedikit sebesar
kerugian dikenakan pajak yang terutang sebesar 20% dari jumlah pajak yang
penghasilan yang bersifat 10%, dapat dibayar dalam terutang, kecuali pelunasan
final sebesar 10% jangka waktu 5 tahun untuk tahun terakhir

Apabila wajib pajak Aset tetap yang telah


melakukan penilaian Nilai pasar atau wajar dilakukan penilaian kembali
kembali aset tetap sebelum merupakan dasar dan telah dikenakan pajak
akhir tahun pajak, maka penyusutan aset mulai penghasilan tidak dapat
kerugian fiskal pada tahun tahun pajak dilakukannya dialihkan kepada pihak lain
buku yang bersangkutan, penilaian kembali aset tetap sebelum lewat jangka
diperhitungkan sampai tersebut waktu 5 tahun setelah
dengan dilakukannya revaluasi
revaluasi aset tetap tersebut
ASET YANG DAPAT DIREVALUASI

Apabila wajib pajak


mengalihkan aset tetap tersebut
Dikecualikan dalam jangka
sebelum jangka waktu 5 tahun,
waktu 5 tahun, jika aset tetap
maka atas selisih penilaian aset
tersebut dialihkan kepada
tetap tersebut tetap dikenakan
pemerintah atau dialihkan
Pajak Penghasilan yang
dalam rangka penggabungan,
terutang sebesar 10% dan
peleburan, atau pemekaran
tambahan pajak penghasilan
yang bersifat final sebesar 15%
KETENTUAN REVALUASI ASET TETAP
Dalam Peraturan Menteri Keuangan No 79/PMK.03/2008 dinyatakan bahwa perusahaan dapat
melakukan penilaian kembali aktiva tetap perusahaan untuk tujuan perpajakan, dengan syarat
telah memenuhi semua kewajiban pajaknya sampai dengan masa pajak terakhir sebelum masa
pajak dilakukannya penilaian kembali
Adapun perusahaan yang dapat melakukan revaluasi menurut PMK 79/2008 adalah wajib
pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap (BUT), tidak termasuk perusahaan yang
memperoleh izin menyelenggarakan pembukuan dalam bahasa Inggris dan mata uang dolar
Amerika Serikat (AS).
Untuk melakukan penilaian kembali aktiva tetap perusahaan, perusahaan mengajukan
permohonan kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak. Dirjen Pajak diberi wewenang untuk
menerbitkan surat keputusan penilaian kembali aktiva tetap perusahaan atas permohonan yang
diajukan oleh perusahaan.
METODE REVALUASI

Penilaian kembali aktiva tetap perusahaan harus dilakukan berdasarkan nilai


pasar atau nilai wajar aktiva tetap tersebut yang berlaku pada saat penilaian
kembali aktiva tetap yang ditetapkan oleh perusahaan jasa penilai atau ahli
penilai, yang memperoleh izin dari pemerintah. Revaluasi aktiva tetap
perusahaan dilakukan dalam jangka waktu paling lama 1 tahun sejak tanggal
laporan perusahaan jasa penilai atau ahli penilai.
Dalam hal nilai pasar atau nilai wajar yang ditetapkan oleh perusahaan jasa
penilai atau ahli penilai ternyata tidak mencerminkan keadaan yang
sebenarnya, Dirjen Pajak menetapkan kembali nilai pasar atau nilai wajar
aktiva yang bersangkutan.
KETENTUAN LAIN
PMK 79/2008 juga memberikan ketentuan batasan terhadap wajib pajak badan yang
melakukan revaluasi aktiva tetap, yaitu sebagai berikut:
 penilaian kembali aktiva tetap tidak dapat dilakukan sebelum lewat jangka waktu 5
tahun terhitung sejak revaluasi terakhir.
 perusahaan yang melakujan revaluasi komersial namun tidak memperoleh
persetujuan Dirjen Pajak, maka nilai revaluasi yang ditetapkan tidak dapat
digunakan sebagai dasar melakukan penyusutan fiskal.
 penjualan aset yang telah direvaluasi sebelum masa penyusutannya berakhir (aset
kelompok 1 dan 2) akan dikenakan tambahan PPh final sebesar selisih tarif terakhir
dikurangi 10% atau (25%-10% = 15%) dikalikan dengan selisih lebih revaluasi.
KETENTUAN LAIN

 penjualan aktiva tetap kelompok 3 dan 4, bangunan, dan tanah yang telah
memperoleh persetujuan revaluasi sebelum lewat jangka waktu 10 tahun maka akan
dikenakan tambahan PPh final sebesar selisih tarif terakhir dikurangi 10% atau (25%-
10% = 15%) dikalikan dengan selisih lebih revaluasi.
 selisih antara nilai pengalihan aktiva tetap perusahaan dengan nilai sisa buku fiskal
pada saat pengalihan merupakan keuntungan atau kerugian sesuai dengan UU PPh.
Insert Your Image

HAL HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


DALAM REVALUASI ASET TETAP
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM REVALUASI A
SET TETAP

Revaluasi Parsial atau


Menyeluruh

A
Pembayaran PPh 10%
yang Bersifat Final B C Pembayaran Pajak
Selama 5 Tahun
Insert Your Image

PERENCANAAN PAJAK TERHADAP


REVALUASI ASET TETAP
PERENCANAAN PAJAK TERHADAP
REVALUASI ASET TETAP
Jika Laba,
berapa
besarnya dan
Kondisi apakah sudah
perusahaan mencapai

01 02
apakah dalam lapisan kena
keadaan Laba pajak dengan
atau Rugi tarif tertinggi

Bagaimana
Jika rugi, kapan dampak
terjadi rugi dan
kapan batas 03 04 revaluasi
terhadap beban
akhir pajak tahun
kompensasi berjalan dan
kerugian tahun
tersebut sebelumnya
CONTOH KASUS
PT Smartogre akan melakukan revaluasi atas bangunan yang dibeli pada bulan January 2009.
Bangunan tersebut memiliki nilai perolehan sebesar 3,000,000,000.- PT Smartogre telah
mengajukan permohonan dan mendapatkanpersetujuan Desember 2015.
Nilai fair value atas bangunan tersebut sesuai dengan data dari jasa penilai 31 December 2015:
4,000,000,000.- 
Metode penyusutan yang digunakan straightline.
Tarif Revaluasi aset
3%, untuk permohonan sampai dengan 31 Desember 2015.
4%, untuk permohonan periode 1 Januari 2016 sampai dengan 30 Juni 2016.
6%, untuk permohonan periode 1 Juli 2016 sampai dengan 31 Desember 2016.
10% selain ketentuan diatas (2017).
Thank you
Any Questions?