Anda di halaman 1dari 34

PENGORGANISASIAN

MASYARAKAT
PENGERTIAN
( menurut Ross Murray )

: Suatu proses dimana masyarakat dapat


mengidentifikasi kebutuhan – kebutuhan dan
menentukan prioritas dari kebutuhan – kebutuhan
tersebut, dan mengembangkan keyakinan untuk
berusaha memenuhi kebutuhan – kebutuhan
sesuai dengan skala prioritas berdasarkan atas
sumber – sumber yang ada dalam masyarakat
sendiri maupun yang berasal dari luar dengan
usaha secara gotong royong.
02/22/21 2
Pendekatan
Pengorganisasian Masyarakat

Perencanaan
Sosial
Aksi Sosial

Pengembangan
masyarakat
LANGKAH – LANGKAH
( menurut Adi Sasongko )

1. Persiapan sosial :
a) Pengenalan Masyarakat
b) Pengenalan Masalah
c) Penyadaran Masyarakat
2. Pelaksanaan
3. Evaluasi
4. Perluasan
02/22/21 4
Penerapan
Pengorganisasian Masyarakat
dalam Kep Kes Jiwa Kom

Perawat Kes
Jiwa Kom

Perawat Masyarakat
Komunitas
Bekerjasama
Tsunami & Perubahan
Gempa karakteristik
masyarakat

Respon:

Masalah
Sehat/adaptif psikososial Gangguan Jiwa

Pengorganisasian
masyarakat
Mengidentifikasi kebutuhan
dan masalah, sumber daya di masy.

Mengelompokkan data masy. :


Sehat jiwa
Masalah psikososial
Perawat keswamas Gangguan jiwa
Perawat komunitas
Masyarakat Merencanakan dan melakukan
tindakan terhadap kasus :
Jadwal aktivitas harian
Jadwal kunjungan rumah

Evaluasi dan tindak lanjut

Kasus dirujuk atau tidak


Mengidentifikasi kebutuhan dan
masalah serta sumber daya yang
ada di masyarakat

• Cara memperoleh data :


• a.  Informasi dari masyarakat termasuk guru,
tentang anggota masyarakat yang
mengalami gangguan jiwa
• b. Informasi dari perawat komunitas
• c. Menemukan sendiri dengan melakukan
pengkajian langsung baik perorangan,
keluarga maupun kelompok
• d. Melalui pertemuan-pertemuan formal &
informal
Mengelompokkan data yang
dikumpulkan
• a. Jika ditemukan anggota masyarakat yang
masih sehat diperlukan program
pencegahan dan peningkatan kes wa agar tidak
terjadi masalah psikososial dan gangguan jiwa.
• b. Jika ditemukan masyarakat yang mengalami
masalah psikososial diperlukan
program untuk intervensi pemulihan segera.
• c. Jika ditemukan kasus gangguan jiwa
diperlukan intervensi pemulihan segera dan
rehabilitasi.
Merencanakan dan melaksanakan
tindakan keperawatan terhadap kasus

• Perawat kesehatan jiwa komunitas membuat


jadual dalam melakukan tindakan terhadap
kasus dengan menggunakan modul asuhan
keperawatan, meliputi :

• a.Jadual aktivitas harian sesuai dengan


program kerja harian
• b.Jadual kunjungan terhadap kasus-
kasus yang ditangani sesuai
dengan program pemulihan
Melakukan evaluasi dan tindak
lanjut
Mencatat kemajuan perkembangan pasien dan
kemampuan keluarga merawat pasien

• a. Jika kondisi kasus berkembang kearah yang


lebih baik diteruskan rencana asuhan yang telah
ditetapkan sampai pasien mandiri diteruskan
perawatannya oleh keluarga untuk mencegah
kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup
pasien
  
• c. Jika ditemukan tanda dan gejala yang
memerlukan pengobatan perawat
kesehatan jiwa komunitas dapat memberikan
obat sesuai dengan standar
pendelegasian program pengobatan serta
memonitor pengobatan
• d. Jika dengan perawatan dan pengobatan
pasien tidak mengalami perubahan
(kondisi bertambah berat) pasien
dirujuk ke puskesmas/RSU/RSJ
SISTEM RUJUKAN
KESWAMAS
Pelayanan kesehatan jiwa adalah
pelayanan yang kontinum yaitu :

• Sepanjang hidup
• Sepanjang rentang sehat-sakit
• Pada tiap konteks keberadaan : di
rumah, di sekolah, di tempat kerja,
di rumah sakit (dimana saja)
PIRAMIDA PELAYANAN
KESEHATAN JIWA KOMUNITAS
rendah tinggi

RS Jiwal
Psikiater, psikolog
Frequensi Biaya klinis, perawat jiwa
kebutuha 5 Unit pelayanan kesehatan jiwa di
n RSU

4 Pelayanan kesehatan jiwa masyarakat


Psikiater, psikolog klinis,
perawat keswamas
3 Pelayanan kesehatan jiwa melalui pelayanan
kesehatan dasar

2 Dukungan masyarakat formal dan informal di luar sektor Perawat keswamas


kesehatan

1
Perawatan mandiri individu dan keluarga

tinggi rendah
Kuantitas pelayanan yang dibutuhkan
(Maramis A, 2005; adapted from van Ommeren, 2005)
1. Perawatan Mandiri Individu &
Keluarga

• Masyarakat baik individu maupun


keluarga diharapkan dapat secara
mandiri memelihara kesehatan jiwanya.

Pada tingkat ini sangat penting


pemberdayaan keluarga dengan
melibatkan mereka dalam memelihara
kesehatan anggota keluarganya.
2. Pelayanan formal & informal /
Dukungan di luar sektor kesehatan

• Tokoh masyarakat, kelompok formal


dan informal diluar tatanan pelayanan
kesehatan merupakan target pelayanan
kesehatan jiwa

• Target Pelayanan
TOMA
• Mitra tim Kes jiwa
Pengobatan
tradisional kom
3. Pelayanan Kesehatan Jiwa
melalui pelayanan kesehatan dasar
• Semua pemberi pelayanan kesehatan
yang ada di masyarakat yaitu praktik
pribadi dokter/bidan/perawat/psikolog,
• semua sarana pelayanan kesehatan
(seperti puskesmas, balai pengobatan)

Merupakan mitra kerja tim


kesehatan jiwa.
Memerlukan penyegaran dan
penambahan pengetahuan tentang
pelayanan kesehatan jiwa agar dapat
memberikan pelayanan kesehatan jiwa
komunitas bersamaan dengan pelayanan
kesehatan yang dilakukan

Pelatihan yang perlu PJ pelayanan:


diberikan adalah PJ pelayanan
konseling, deteksi dini kesehatan jiwa
dan pengobatan segera, komunitas di tingkat
keperawatan jiwa dasar puskesmas
4. Pelayanan kesehatan jiwa
masyarakat

Tim kesehatan PJ Pelay Kes


jiwa Jiwa Komunitas
di Puskesmas
Psikiater,
Psikolog klinik •Konsultasi
dan perawat •Supervisi
jiwa. •Monitoring
•Evaluasi
berkedudukan di
tingkat DinasKesn
Kabupaten/ Kota
5. Unit pelayanan kesehatan
jiwa di RSU

pelayanan rawat
jalan dan rawat
inap bagi pasien
RSUD gangguan jiwa
Tingkat
Kabupaten/Kota
Sistem
rujukan
6. Rumah Sakit Jiwa
Pelayanan spesialistik Merujuk kembali
kesehatan jiwa yang
difokuskan pada pasien
gangguan jiwa yang tidak
berhasil dirawat di
keluarga/Puskesmas/RSU. Puskesmas

Kontinuitas
asuhan di
keluarga.
PENGORGANISASIAN
SUMBER DAYA
KESEHATAN
Tenaga Kesehatan yang Berperan
Dalam Pelayanan Kesehatan Jiwa

Komunitas

• Psikiater
• Psikolog klinis
• Perawat kesehatan jiwa
komunitas
Perawat Kesehatan Ditempatkan di
Jiwa Komunitas Puskesmas

Tahap berikut
fokus pelay: Masalah
Tahap awal psikososial &
fokus pelay: Gangguan
Gangguan jiwa
jiwa
Melakukan Melibatkan kel.
pelayanan kes formal&nonformal
jiwa di wil kerja Pemberdayaan diluar sektor kes.
pasien & kel
Puskesmas
Psikiater
Tim Kes Psikologi klinis
Jiwa Kom
Perawat Keswa Kom

Konsultan
Perkeswa Kom
di Puskesmas
Bertanggung jawab
atas keberhasilan
perawatan pasien di Mampu merawat
keluarga pasien sehingga dapat
berfungsi dalam
kehidupan sehari-hari
RSUD Kab/Kota
(Psikiater, psikolog klinis, perawat jiwa)
Perawat yang bekerja di unit rawat inap
jiwa RSU bertujuan:
• Memulihkan kondisi pasien pada fase akut
• Memampukan pasien dan
keluarga/masyarakat untuk mengatasi
masalahnya.
• Perawat bekerja secara tim.
• Perawat di RSU berhubungan langsung
dengan perawat puskesmas dalam rangka
kontinuitas perawatan.
RS. Jiwa
(Psikiater, psikolog klinis, perawat jiwa)

Perawat yang bekerja di RSJ mempunyai


peran yang sama dengan RSU, namun
lebih intensif dan spesialistis.
Peran dan Fungsi
Perawat Kesehatan Jiwa
komunitas
Pemberi Asuhan Secara Langsung
(Practitioner)
Perawat Pasien Kemampuan
menyelesaikan
masalah
Askep
Fungsi
Proses kehidupan
Keperawatan meningkat
• Pengelolaan kasus
• Tindakan kep. Indiv & kel
• Kolaborasi
Pendidik ( Educator )

• Mengembangkan kemampuan
Pendidikan
menyelesaikan masalah
Kesehatan
• Melakukan 5 tugas kesehatan
kel.
• Mengenal masalah
• Mengambil keputusan
• Merawat anggota
• Memodifikasi lingkungan
• Memanfaatkan pelayanan
Koordinator (Coordinator)
Koordinasi
dalam kegiatan:

Penemuan kasus
Berkoordinasi dengan
masyarakat,TOMA,
anggota tim kes
Rujukan
Bersifat timbal balik
Mempertahankan
kontinuitas pelayanan
a
jal –
&
e
g di
a pat
PROSES RUJUKAN
d Ka
a
n tan k d Dg
s us
t
u ka & td mah Puskesmas n as
dk
ad
ke
tem jiwa diru p ap
i
D n ni & er
Gg nga
Konsultasi pengobatan pe
ng
ub
ah
an
ob
Ta Dengan dokter
Rujuk P
Konsultasi
ata
n
engobata
n
Psikotera
p i
Perawatan dirumah
(CMHN) TIM Keswamas
Individu/keluarga

ka ruba
pe
su ha
Rujuk

st n
dk
ad
a
RSU / RSJ