Anda di halaman 1dari 43

EDEMA PARU

Khusnul Rahman 1840312616


Fatimah Az Zahra 1940312057
Yesti Hanifah 1940312097

dr. Dina Arfiani Rusjdi, SpRad


01 BAB 1
PENDAHULUAN

02 BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

03 BAB 3
KESIMPULAN
PENDAHULUAN

BAB1
Edema paru merupakan akumulasi
cairan di paru akibat perpindahan
cairan dari vaskular paru ke interstisial
dan alveoli paru

PENDAHULUAN
Latar Belakang

Edema paru merupakan adanya akumulasi cairan di


paru-paru (ruang interstitial dan alveolus).

Di dunia 74,4 juta, Di Inggris 2,1 juta, di AS 5,5 juta dan di


Jerman 6 juta penduduk menderita edema paru.
Pertama kali Indonesia ditemukan di Indonesia tahun 1971.
Sejak itu menyebar ke berbagai daerah, sampai tahun 1980
seluruh propinsi di Indonesia
Latar Belakang

Edema paru : Kardiogenik dan Non-kardiogenik.

Tekanan intravaskular yang tinggi (edem paru kardiak)

Peningkatan permeabilitas membran kapiler (edem paru non kardiogenik) terjadinya


ekstravasasi cairan secara cepaat mengakibatkan gangguan pertukaran udara di alveoli
secara progresif hipoksia.

Gambaran radiologi penyakit edema paru dapat membantu untuk menegakkan diagnosis
Batasan Tujuan Manfaat
masalah Penulisan Penulisan

Membahas definisi hingga Gambaran radiollogi edema Menambah peengetahuan


gambaran radiologi edema paru penulis dan pembaca
paru
BATASAN TUJUAN MANFAAT
MASALAH PENULISAN PENULISAN

1. Mengetahui gambaran
radiologi edema paru.

membahas tentang definisi, 2. . Mengetahui definisi,


etiologi, epidemiologi, Menambah
etiologi, epidemiologi, pengetahuan
faktor resiko, patofisiologi, faktor resiko,
manifestasi klinis, diagnosis, Patofisiologi, Saturn is a gas giant,
tatalaksana hingga composed mostly of
Manifestasi klinis, hydrogen
prognosis, serta gambaran diagnosis, tatalaksana
radiologi dari edema paru. dan prognosis.
TINJAUAN
PUSTAKA

BAB 2
ANATOMI
PARU
RADIOANATOMI (X-RAY)
RADIOANATOMI (X-RAY)
RADIOANATOMI (X-RAY)
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo,
including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik.
CT-SCAN

Potongan Bidang pada Pemeriksaan CT Scan. (A) Aksial,


(B), Coronal, (C) Sagital
Potongan Koronal Dan
Aksial Pada Karina
Gambar fisura dan
Lobus paru
MRI
DEFINISI

Edema paru merupakan


kondisi yang disebabkan
oleh akumulasi cairan di
paru-paru (ruang
interstitial dan alveolus).
PREVALENCE

Diindonesia ditemukan pada tahun 1971


1998Incidence Rate (IR) = 35,19 per
100.000 penduduk dan CFR = 2%.
1999 IR menurun tajam sebesar 10,17%,
Tahun-tahun berikutnya IR cenderung
meningkat yaitu 15,99 (tahun 2000); 21,66
(tahun 2001); 19,24 (tahun 2002); dan
23,87 (tahun 2003).
KLASIFIKASI
Klasifikasi edema paru

Disertai perubahan tekanan kapiler

KLASIFIKAS Kardiak
Gagal ventrikel kiri
Penyakit katup mitral

I Penyakit pada vena pulmonal


Penyakit oklusi vena primer
Mediastinitis sklerotik kronik
Aliran vena pulmonal yang abnormal
Stenosis atau atresi vena congenital
Neurogenik
Trauma kepala
Tekanan intrakranial meningkat

Tekanan kapiler normal


Ketoasidosis diabetik
Feokromositoma
Pankreatitis
Obstruksi saluran nafas
Penurunan tekanan onkotik kapiler
PATOGENESIS dan PATOFISIOLOGI

Edema paru terjadi bila


volume plasma berlebihan Atelektasis, peningkatan
memasuki ruang interstisial resistensi jalan napas,
dan alveoli peningkatan kerja napas

Gagal napas Kelelahan otot respiratorik,


MANIFESTASI KLINIS

Edema Paru non-


kardiogenik
Takipneu dan dispneu

Edema Paru
Kardiogenik
tidak adanya edema
perifer, distensi vena
jugularis, dan gallop
ventrikel
GAMBARAN RADIOLOGIS EDEMA PARU

Terdapat gambaran radiologis


yang penting dalam edema paru.
Gambaran tersebut adalah
penebalan septa interlobar yang
biasa disebut septal lines atau
kerley lines, peribronchial cuffing,
cairan di fisura, dan efusi pleura.

[Gambar Kiri] Kerley lines A (panah putih), Kerley lines B (kepala panah
putih), Kerley lines C (kepala panah hitam), [Gambar Kanan]
Peribronchial cuffing, pleural effusion.
Perbedaan gambaran radiologis CPE dan non CPE
1. Edema karena Peningkatan Tekanan Hidrostatik

Gambar 18. Gambaran foto thorax edema peningkatan tekanan hidrostatik karena akut mikolitik leukemia
yang datang dengan kelebihan cairan karena gagal ginjal dan gagal jantung. Panah hitam pada gambar b
menunjukkan adanya pelebaran progresif pembuluh darah lobus (peribronchial cuffing), panah putih
gambar c menunjukkan adanya bilateral kerley lines, dan juga terdapat area noduler dengan peningkatan
opasitas. Kelebihan cairan dapat dikonfirmasi dari pertambahan ukuran dari vena zygos.
Gambaran CT-scan edema peningkatan tekanan
hidrostatik. Didapatkan adanya peribronchial cuffing
(panah hitam) pada bagian anterior paru kiri. Kedua
paru terlihat adanya ground-glass area.
2. Bat Wing Edema

• Gambaran radiologis ini biasanya


terdapat pada 10% kasus edema
paru, dan secara keseluruhan
terjadi pada kasus perkembangan
cepat gagal jantung berat seperti
pada insufisiensi katub mitral akut
atau pada kasus gagal ginjal.

• Pada kasus bat wing edema,


korteks paru bersih dari cairan
alveolar ataupun interstitial.
Kondisi patologis ini berkembang
secara cepat yang ditandai secara
radiologis dengan infiltrat alveolus,
dan gambaran tipikal edem pulmo
jarang ditemukan.
3. Distribusi Asimetris dari Edema akibat Peningkatan
Tekanan Hidrostatik

Penyebab tersering terjadinya distribusi asimetris dari edema tekanan


adalah perubahan morfologi dari parenkim paru pada kasus penyakit paru
obstruksi kronis
4. Near Drowning Pulmonary Edema
Near drowning didefinisikan sebagai asfiksiasi yang diakibatkan
karena inhalasi air dan masih bertahan hidup sampai minimal 24
jam setelahnya

Gambaran radiologis yang dapat terlihat adalah


kerley lines, peribronchial cuffing, patchy,
konsolidasi alveolar perihilar. Gambaran
tersebut akan hilang setelah 24 sampai 48 jam
dilakukan terapi

Gambaran radiologis pada stadium dua dan tiga


biasanya tidak spesifik. Bisa didapatkan
gambaran ill-defiined lessions dan konsolidasi
ruang udara lobus.
Gambaran foto thorax dan CT scan setelah 3 jam
kejadian, menunjukkan adanya penurunan edema
paru.
5. Edema Paru Neurogenik

• Terjadi pada lebih dari 50% pasien dengan gangguan


otak berat seperti pada trauma, perdarahan
subaraknoid, stroke, maupun status epileptikus

• Gejala nya diantaranya adalah dispneu,


takipneu, dan sianosis yang terjadi
setelah adanya gangguan pada otak

• Gambaran radiografi pada kasus ini adalah adanya bilateral,


homogen konsolidasi, dengan predominasi apices pada 50%
kasus. Gambaran radiologi ini biasanya menghilang setelah 1-2
hari.
Diagnosis Banding

Pada umumnya diagnosis banding dari edema paru didasarkan kepada

keadaan patologis pada gambaran foto polos toraks berupa adanya

gambaran opak yang difus pada lapangan paru, seperti pada keadaan

diffuse pulmonary hemorrhage


gambaran CT scan toraks dan foto polos pada diffuse pulmonary hemorrhage.
Penatalaksanaan

Edema Paru Non- Edema Paru


kardiogenik kardiogenik

Terapi oksigen
Terapi oksigen

PEEP (positive end Retriksi Cairan


exspiratory pressure)
mempertahankan
fungsi kardiovaskula
Komplikasi

Kebanyakan komplikasi-komplikasi dari pulmonary edema mungkin


timbul dari komplikasi-komplikasi yang berhubungan dengan penyebab
yang mendasarinya.

Lebih spesifik, pulmonary edema dapat menyebabkan pengoksigenan


darah yang dikompromikan secara parah oleh paru-paru.

Pengoksigenan yang buruk (hypoxia) dapat secara potensial menjurus


pada pengantaran oksigen yang berkurang ke organ-organ tubuh yang
berbeda, seperti otak.
Pencegahan

Dalam hal tindakan-tindakan pencegahan, tergantung pada penyebab


dari pulmonary edema, beberapa langkah-langkah dapat diambil.

Pencegahan jangka panjang dari penyakit jantung dan


serangan-serangan jantung, kenaikan yang perlahan ke ketinggian-
ketinggian yang tinggi, atau penghindaran dari overdosis obat dapat
dipertimbangkan sebagai pencegahan.

Pada sisi lain, beberapa sebab-sebab mungkin tidak sepenuhnya dapat


dihindari atau dicegah, seperti ARDS yang disebabkan oleh infeksi atau
trauma yang berlimpahan.
Prognosis

Prognosis jangka panjang dari edema paru ini sangat tergantung pada
penyakit dasar dan faktor penyebab yang dapat di obati atau pencetus,
serta faktor kormobiditas yang menyertai.

mortalitas akibat edema paru akut termasuk yang disebabkan oleh


kelainan kardiak masih tinggi.

Setelah mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat pasien dapat


membaik dengan cepat dan kembali pada keadaan sebelum serangan.

Diantara beberapa gejala edema paru ini terdapat tanda dan gejala
gagal jantung.
KESIMPULAN

Penebalan septal
Merupakan akumulasi Gambaran radiologis
linterlobar biasanya
cairan di paru yang yang penting: penebalan
tidak terlihat pada
disebabkan peningkatan septal interlobar yang
rintgen dada. Dan
tekanan intravaskular biasa disebut septal lines
terlihat jika terdapat
atau permeabilitas atau kerley lines,
akumulasi cairan pada
kapiler (kardiogenik peribronchial cuffing,
daerah tersebut.
atau non-kardiogenik) cairan di fisura, danefusi
pleura.