Anda di halaman 1dari 26

SISTEM

ORGANISASI
KEHIDUPAN
Struktur bagian dalam katak
• melihat struktur sel pada
sayatan gabus di bawah
TEORI SEL
mikroskop. Dari hasil
Robert pengamatannya diketahui
Hooke terlihat rongga-rongga yang • setelah mengamati struktur
dibatasi oleh dinding tebal Felix
sel, Felix Durjadin dan
• Satuan terkecil dari rongga Durjadin
Johannes Purkinye melihat
tersebut dinamakan sel dan
ada cairan dalam sel,
Johannes
Schleiden • Mengadakan penelitian kemudian cairan itu diberi
Purkinye
nama protoplasma
Schwann tentang tumbuhan dan hewan

• mengamati struktur sel pada • protoplasma merupakan


jaringan tanaman anggrek dan dasardasar fisik kehidupan.
Max
Robert melihat benda kecil yang Protoplasma merupakan
Schultze
Brown terapung-apung dalam sel tempat terjadinya proses
yang kemudian diberi nama hidup
inti sel atau nukleus
SEL

Satuan unit kehidupan


terkecil penyusun
tubuh makhluk hidup
Sel merupakan unit
struktural, fungsional,
hereditas dan
pertumbuhan
Sel Menyusun jaringan
Ukuran Sel
SEL

PROKAROTIK
(tidak memiliki EUKARIOTIK
membrane inti (memiliki)
sel)
Prokariotik
Pengamatan Mikroskop Daun Rhoeo discolor
Sel bawang merah

Sel Bawang Merah Sel Epitel Rongga Mulut


SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN
PERBEDAAN SEL TUMBUHAN DAN
HEWAN
SEL TUMBUHAN SEL HEWAN
Memiliki dinding sel yang berselulosa Tidak punya dinding sel berselulosa
Memiliki plastida Tidak punya plastida
Bentuk tetap karena dinding sel kaku Bentuk tidak tetap karena membrane sel elastis
Tidak memiliki sentrosoma Memiliki sentrosoma
Vakuola sedikit ukurannya besar Vakuola banyak ukurannya relative kecil
Punya Kloroplas Tidak punya kloroplas
Epitel

Jaringan
Otot
HEWAN

Saraf
JARINGAN EPITEL
• Jaringan yang tersusun dalam lapisan pipih.
• Jaringan ini melapisi berbagai rongga dan
tabung pada tubuh, serta membentuk kulit
yang membungkus tubuh.
• Fungsi jaringan epitel adalah melindungi
jaringan di bawahnya terhadap kerusakan
karena gesekan mekanis, radiasi UV, dan
serangan bakteri, melapisi seluruh kelenjar
pencernaan pada tubuh, tabung air dan
rongga paru-paru serta menghasilkan sel-sel
kelamin yang akan dilepaskan dari tubuh.
JARINGAN OTOT
• Otot halus melapisi dinding organ berongga pada tubuh. Misalnya
usus dan pembuluh darah kontraksinya menciutkan ukuran organ-
organ tubuh yang berongga.
• Otot rangka, terdiri atas serat-serat panjang yang kontraksinya
menimbulkan gerak pindah (locomotion) dan juga terjadinya macam-
macam gerak tubuh lainnya.
• Otot jantung merupakan otot yang membentuk jantung.
JARINGAN SARAF

• Saraf terdiri atas neuron, yaitu sel-sel khusus


yang menghantar implus (rangsangan)
• Setiap neuron terdiri atas tubuh sel yang
berisikan nukleus dan memiliki sambungan
seperti rambut.
• Sepanjang sambungan inilah berjalan impuls
saraf (neurit/ akson) yang ujung-ujung
sambungan ini (dendrit) bertemu dengan
neuron-neuron lain atau jaringan-jaringan lain
(misalnya otot).
Epidermis

Kolenkim,
Meristem
Jaringan Sklerenkim
Tumbuhan
Permanen Parenkim

Xilem dan
Pengangkut
Floem

Gabus
JARINGAN MERISTEM
• Berdasarkan asal pembentukannya, jaringan meristem
dibagi tiga, yaitu promeristem, meristem primer, dan
meristem sekunder.
• Menurut letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi
meristem apikal, interkalar, dan lateral.
• Berdasarkan sifat-sifat dasar selnya, jaringan meristem
dibagi menjadi meristem primer dan meristem sekunder.
• Merupakan jaringan yang aktif membelah.
• Disebut juga jaringan meristematik atau embrional.
• Terdapat pada ujung akar, ujung batang, dan kambium
ikatan pembuluh.
• Tumbuh secara vertikal dan horisontal
JARINGAN EPIDERMIS
• Merupakan selapis sel pipih, tipis, dan rapat.
• Terletak paling luar/tepi.
• Memiliki lapisan kutikula/lilin.
• Berfungsi untuk menutupi permukaan daun, bunga, buah dan akar.
SKLERENKIM
• Jaringan Stereon/Penguat, yaitu jaringan sklerenkim
• Merupakan sel-sel yang telah mati, terdiri atas fiber/serat dan sel
batu/sklereid.
• Mengalami penebalan pada seluruh dinding sel oleh zat lignin/zat
kayu.
• Bersifat kaku/mudah patah.
• Berfungsi untuk melindungi dan menguatkan bagian dalam sel.
JARINGAN KOLENKIM
• Penebalan terjadi di sudut-sudut sel oleh zat selulose.
• Bersifat lentur/fleksibel.
• Mengandung klorofil.
• Terdapat pada batang, daun, buah, dan akar.
• Berfungsi untuk menguatkan tubuh tumbuhan
JARINGAN PARENKIM
• Disebut juga jaringan dasar.
• Berada juga di berkas pengangkutan
• Bentuknya bermacam-macam seperti, tiang/palisade, spons/ bunga
karang, bintang, dan lipatan.
• Selnya tipis dan terdapat ruang antarsel
• Berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, air, udara,
fotosintesis, dan transportasi.
JARINGAN PENGANGKUTAN

XILEM FLOEM
• Disebut jaringan kayu. • Disebut juga jaringan tapis.
• Terletak di bagian paling dalam. • Terletak di sebelah luar jaringan
• Memiliki trakeid yang xilem.
mengalami penebalan. • Memiliki sel tapis yang bentuknya
kecil dan sel tetangga.
• Berfungsi untuk mengangkut air,
garam mineral, dan unsur hara • Berfungsi untuk mengangkut hasil
dari akar ke daun dan seluruh fotosintesis dari daun ke seluruh
jaringan tubuh tubuh tumbuhan.
JARINGAN GABUS/PERIDERM
• Merupakan sel pengganti epidermis yang telah mati.
• Mengandung zat suberin/zat gabus.
• Berfungsi sebagai pelindung dan jalur transportasi air.
ORGAN DAN
SISTEM
ORGAN