Anda di halaman 1dari 27

KAJIAN KASUS NEUROMUSKULER

STROKE HEMIPARESIS

DISUSUN OLEH KELOMPOK 24A :

ESTY NUR LARASATY 2010306087


AMELIA EKA YANI SALIM 2010306123
SRI WIJAYANTI 2010306134

GRIYA FISO AVICENNA


Definisi stroke
O Stroke adalah suatu keadaan
yang timbul karena terjadi
gangguan peredaran darah di O Stroke Non-Hemoragik
otak yang menyebabkan (Stroke Iskemik, Infark Otak,
terjadinya kematian jaringan Penyumbatan) Iskemia jaringan
otak sehingga mengakibatkan otak timbul akibat sumbatan
seseorang menderita pada pembuluh darah
kelumpuhan atau kematian servikokranial atau hipoperfusi
jaringan otak oleh berbagai
faktor seperti arterotrombosis,
emboli, atau ketidakstabilan
hemodinamik
Etiology stroke
O Stroke Non-Hemoragik (Stroke Iskemik, Infark Otak,
Penyumbatan) Iskemia jaringan otak timbul akibat
sumbatan pada pembuluh darah servikokranial atau
hipoperfusi jaringan otak oleh berbagai faktor seperti
arterotrombosis, emboli, atau ketidakstabilan
hemodinamik
Patology stroke
O Stroke iskemik adalah stroke yang timbul akibat
trombosis atau embolilisasi yang terjadi dan mengenai
pembuluh darah otak yang menyebabkan obstruksi
aliran darah otak yang mengenai satu atau lebih
pembuluh darah
Identitas pasien
O Nama : Tn. Munir
O Usia : 65 th
O Jenis kelamin : laki laki
O Pekerjaan : pensiunan PNS
Pemeriksaan
O Subyektif
Pasien mengeluhkan kekakuan anggota gerak atas maupun
bawah bagian kiri semenjak teridentifikasi stroke 1 tahun
yang lalu. Pasien sudah mampu mobilisasi mandiri, sudah
mampu grooming mandiri namun sering kali merasakan
hilang keseimbangan dan kelemahan pada anggota gerak
atas maupun bawah bagian tubuh sebelah kiri
Vital sign
O TD : 110/70
O DN : 78x/m
O RR : 22x/m
O SPO2 : 98
O BB : 54 kg
O TB : 165cm
O Suhu tubuh : 37’celcius
O Inspeksi :
Postur : forward head, AGA sinistra : protraksi shoulder, tumpuan BB
saat berdiri ada pada sisi kiri, fleksi elbow, palmar fleksi, jari jari tangan
menggenggam, AGB iistra : jari kaki mencengkeram
Kebutuhan Prostetik : tripod untuk berjalan, kursi roda untuk beribadah
(sholat)
O palpasi
Nyeri : gerak, tekan, diam pada AGA AGB sinistra 0
Tonus tight pada regio AGA, AGB sinistra
O Integritas Refleks : refleks babinski positive
O Integritas Sensorik : rangsang panas dingin kasar halus berkurang
O Ventilasi dan Respirasi / Pertukaran Gas : normal. SPO2 diatas 90
1. Impairment a. Pasien mengalami keterbatasan
a. Adanya kekakuan pada untuk berjalan.
tungkai bagian kiri. b. Pasien mengalami kesulitan
b.Adanya keterbatasan dalam untuk memakai baju, memakai
melakukan gerakan fleksi- sandal, mengancingkan baju
ekstensi wrist, elbow, shoulder, 3. participation restriction
hip, knee bagian kiri. Pasien mengalami hambatan saat
c. Adanya penurunan group otot beraktivitas sosial ketika
bagian kiri menggunakan AGA dan AGB bagian
kiri
2. Fungtional Limitation
Diagnosis fisioterapi
O Berpotensi untuk terjadi gangguan kinerja system
neuromuskuler
O Gangguan Perkembangan Neuromotor
O Gangguan motor function dan sensory integration yang
berkaitan dengan Non progressive disorder CNS –
congenital atau pada bayi dan masa anak.
O Gangguan motor function dan sensory integration yang
berkaitan dengan Non progressive disorder CNS – pada
usia dewasa
O Gangguan motor function dan sensory integration yang
berkaitan dengan progressive disorder CNS
Intervensi fisioterapi
O IR 10 mnt untuk melancarkan peredaran darah/vaskularisasi
sehingga tejadi peningkatan kadar O2 dalam darah
O Electrical stimulation 10 mnt untuk stimulasi otot sehingga
terjadi kontraksi sehingga minimalisir kontraktur jaringan
O Terapi latihan
O Terapi Latihan
a. Gerak AGA dan AGB secara Aktif Arahkan pasien untuk
menggerakkan tangan ke atas dan dan menekuk tangan. Lalu gerakkan
tungkai untuk mengangkat dan menekuk tungkai. Ulangi gerakan 3x
pengulangan.
b. Latihan Gerakan Pasif Fleksi Bahu . Posisikan pasien senyaman
mungkin. Lalu pegangan fisioterapis pada tangan dan lengan bawah
pasien. Posisi awal pada tangan adalah mid position. Kemudian arahkan
pasien untuk rileks. Gerakkan bahu ke arah Fleksi. Lakukan pengulangan
sebanyak 8 kali.
c. Latihan Gerakan pasif Fleksi-Ekstensi Wrist Posisikan pasien
senyaman mungkin. Lalu pegangan fisioterapis pada pergelengan tangan
dan sendi siku pasien. Kemudian arahkan pasien untuk rileks. Gerakkan
pergelangan tangan ke arah Fleksi dan Ekstensi . Lakukan pengulangan
sebanyak 8 kali.
d. Latihan Gerakan pasif Fleksi-Ekstensi Hip dan Knee Posisikan pasien
senyaman mungkin. Lalu pegangan fisioterapis pada tumit serta sisi
bawah dan tepi luar lutut pasien. Kemudian arahkan pasien untuk rileks.
Gerakkan hip ke arah Fleksi dan Ekstensi hingga menbentuk Fleksi knee.
Lakukan pengulangan sebanyak 8 kali.
O PNF Repeated Contaction Arahkan pasien untuk
menggerakkan tangan ke arah diagonal. Lalu ketika bergerak
berikan sedikit tahanan. Lakkan gerakan ini 4 kali. Hold Rilex
Arahkan pasien untuk meluruskan tangan namun diberi
tahanan oleh fisioterapis, beri aba-aba untuk menahan lalu
rileks kan gerakan ke arah Fleksi. Ulangi 8 kali gerakan.
Definisi stroke secara umum :

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak


berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya
pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah, otak tidak akan
mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada
area otak yang terdampak akan segera mati. Stroke adalah sindrom
neurologis yang ditandai secara bertahap atau cepat, yang terjadi
ketika suplai oksigen ke area lokal di otak terputus, sehingga
terjadi penyumbatan atau pemndarahan, yang mengakibatkan
terjadi kehilangan perfusi ke pembuluh darah otak secara akut yang
menimbulkan kehilangan fungsi neurologis secara cepat.
Etiologi stroke

Aliran darah yang menuju ke otak dapat terganggu dan menurun


dengan beberapa cara. Iskemia terjadi ketika suplai darah
kebagian dari otak terganggu atau tersumbat total.Kemampuan
bertahan yang utama pada jaringan otak dalam kondisi iskemia
bergantung pada lama waktu kerusakan serta tingkat gangguan
dari metabolisme otak.Iskemik biasanya terjadi karena thrombosis
atau embolik.
Pendarahan (hemoragik) intraserebal paling banyak disebabkan
oleh adanya arterioklerotik dan hipertensi pembuluh darah, yang
bisa menyebabkan pendarahan ke jaringan otak. Pendarahan
intraserebal paling sering terjadi akibat penyakit hipertensi dan
umunya terjadi pada usia diatas 50tahun.
Stroke Hemiparesis dan Hemiplegia

Hemiparesis (kelemahan) dan Hemiplegia (kelumpuhan/paralisis)


dari satu bagian tubuh bias terjadi setelah stroke. Penurunan
kemampuan ini biasanya terjadi karena stroke pada arteri
serebraanterior atau media, sehingga mengakibatkan infark pada
bagian otak yang mengontrol gerakan (saraf motorik) dan korteks
bagian depan.
Identitas Pasien :

Nama : Ny. Siti Aminah


Usia : 76 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Pensiunan perawat
Alamat : Panjer, Kebumen

Vital Sign:

TD : 140/90 mmHg
DN : 83
RR : 26
SpO2 : 98
BB : 60 kg
TB :155 cm
Suhu : Normal
Pemeriksaan subjektif :
Pasien mengeluhkan kekakuan pada anggota gerak bagian kiri atas
maupun bawah sekitar 2 tahun yang lalu, 1 bulan terakhir keadaan
memburuk sehingga untuk aktifitas toileting dilakukan di dalam
kamar dan dibantu karena merasakan lemas setelah diare. Pasien saat
ini untuk toileting (BAK, BAB, mandi), memakai baju dibantu. Pada
saat berjalan pasien harus dibantu oleh orang lain karena untuk
keseimbangan dan koordinasi tidak sempurna.

Inspeksi :
Postur : forward head, bahu kiri lebih tinggi.

Palpasi :
Nyeri gerak, diam, tekan pada AGA dan AGB 0
Tonus mengalami thigt pada AGA dan AGB
Refleks : reflex babinski (+)
Sensorik : rangsangan halus kasar tajam tumpul pada AGB berkurang

Impairment :
1. Adanya kekakuan pada AGB sinistra
2. Terdapat keterbatasan gerak fleksi, ekstensi, adduksi shoulder, fleksi,
ekstensi wrist, dorso fleksi dan plantar sinistra
3. Terdapat penurunan kekuatan otot pada bagian tubuh sinistra
4. Terdapat penurunan LGS pada AGA dan AGB sinistra
Fungsional Limitation :
5. Pasien mengalami keterbatasan pada saat berjalan
6. Pasien mengalami keterbatasan untuk melakukan aktifitas fungsional
(mandi, BAB, BAK, memakai baju, static cycle).
Participation Restriction :
1. Pasien mengalami keterbatasan gerak, aktifitas fungsional pada AGB dan
ABA sinistra.
Intervensi Fisioterapi :
1. Infrared
Dilakukan selama 10-15menit yang berfungsi melancarkan peredaran
darah sehingga terjadi peningkatan kadar O2 dalam darah.
2. Terapi latihan dilakukan sebanyak 8x2sesi yang berfungsi untuk
meningkatkan kekuatan otot dan meningkatan lingkup gerak sendi
pada AGA dan AGB
3. Massage + pasif exercise
Dilakukan selama 10menit dengan tehnik eflurage, petrisage dan
friction pada area AGA dan AGB yang berfungsi melancarkan
peredaran darah dan rileksasi otot.
4. Static cycle
Dilakukan sesuai toleransi pasien yang berfungsi untuk meningkatkan
kekuatan otot pasien.
5. Arm curl dilakukan sebanyak 8x2sesi yang berfungsi untuk
meningkatkan kekuatan otot lengan pasien
Hemorrhagic Stroke
O Stroke tipe ini terjadi karena integritas
pembuluh darah terganggu, dan menyebabkan
perdarahan yang terjadi dalam jaringan otak
atau dalam ruang yang mengelilingi otak
(ventricular, subdural, dan subarachnoid)
O Perdarahan intraserebral paling banyak
disebabkan oleh adanya rupture
arteriosklerotik dan hipertensi yang berat
Identitas pasien

O 1. TD: 110/ 90 mmHg


O Nama : Tn. T
O 2. HR : 87/mnt
O Umur : 55 tahun O 3. Suhu: 37oC
O Jenis Kelamin : laki laki O 4. RR : 25x/mnt
O Agama : Islam O 5. Alat bantu : walker
O Pekerjaan : satpam
O Alamat :
kutowinangun
Pemeriksaan obyektive
Inspeksi statis :
O Palpasi:
 jari-jari tangan kiri tampak menekuk kaku
 Elbow sedikit flexi, supinasi  Mampu merasakan sentuhan
 Bahu asimetri (kiri lbh tinggi)  Suhu tubuh terasa normal
 Kaki kiri cenderung ke arah plantar, inversi
 Forward head O Vas :
 Scapula dan pinggul lebih tinggi kiri
O AGA
OInspeksi Dinamis:
- diam : 5,5 – 2,5 – 0,5
 saat berjalan menggunakan walker dan
- gerak : 6,5 – 4,1 - 2
pola gerak : initial contact (-), inisial swing
- tekan : 0 – 0 – 0
(-), mid swing (-)
 keterbatasan gerak pada semua gerak O AGB

shoulder, elbow, wrist bagian sinistra - diam : 0


 keterbatasan gerak pada semua gerak hip, - gerak : 0
knee, ankle, phalang sinistra - tekan : 0

 kompensasi saat melakukan fleksi knee-hip


kearah eksternal rotasi hip
• Nyeri gerak pada shoulder kiri
Semua gerakan
baik pada lengan
sinistra dan
tungkai sinistra
terbatas dengan
hasil MMT
keduanya 3

Skala asworth AGA 3, AGB 3


Reflek fisiologis : reflek patologis:
• Triceps + Babinski +
• Biceps + chadok +
• Patella +
Tajam-Tumpul (+)
Kasar-Halus (-)bagian elbow
Diagnosis fisioterapi
Impairment (Body Structure & Body Function)

 Kekakuan sendi hip dan knee sehingga terjadi keterbatasan ROM

 Kekakuan sendi pada DIP, PIP, MCP

 Nyeri pada caput humerus

 Keterbatasan gerak pada gerakan shoulder, elbow, wrist, phalang dan akhir gerakan
terdapat nyeri

 Adanya Spastisitas pada lengan bawah dan tugkai bawah

Functional Limitation

 Kesulitan dalam memakai baju

 Kesulitan berjalan

Participation Restriction

- Tidak bisa bekerja kembali


Intervensi fisioterapi

1. Infrared pada AGA dan AGB


Dilakukan selama 15menit yang berfungsi melancarkan peredaran darah sehingga
terjadi peningkatan kadar O2 dalam darah.
2. Terapi latihan active assisted dilakukan sebanyak 8x2sesi yang berfungsi untuk
meningkatkan kekuatan otot dan meningkatan lingkup gerak sendi pada AGA dan
AGB
3. Massage + pasif exercise
Dilakukan selama 10menit dengan tehnik eflurage, petrisage dan friction pada area
AGA dan AGB yang berfungsi melancarkan peredaran darah dan rileksasi otot.
4. PNF pada hakikatnya memberikan rangsangan pada proprioseptor untuk
meningkatkan kebutuhan dari mekanisme neuromuskular, sehingga diperoleh respon
yang mudah. Sistem mekanisme neuromus-cular mempersiapkan suatu gerakan
dalam memberikan respon terhadap kebutuhan aktivitas.
O F=3x/minggu

O I=2set

O T=2-5menit

O t= rhytmical initiation,

O R=10-20x
terimakasih