Anda di halaman 1dari 34

BIOLOGI SEL

KOMPOSISI KIMIA SEL


PENDAHULUAN
 Elemen utama sebuah sel adalah protoplasma.
terdiri atas dua komponen utama, yaitu komponen anorganik dan komponen
organik
 Komponen anorganik:
 air
 garam-garam mineral
 gas oksigen
 karbon dioksida
 nitrogen
 amonia.
 komponen organik:
 Karbohidrat
 Lipida
 Protein
 Asam Nukleat
 komponen-komponen spesifik seperti enzim, vitamin, dan hormon  
KOMPONEN ANORGANIK
•AIR
 Pd sel hewan dan tumbuhan mgndung 75-85%)
 Air berperan sebagai :
 pelarut
 medium dispersi sistem koloid,
 medium tempat berlangsungnya transpor nutrien,
 reaksi-reaksi enzimatis metabolisme sel,
 absorbsi panas
 transpor energi kimia.
 Kandungan air (persen dari berat basah total) pada
berbagai sel berbeda-beda.
H2O & Polar Covalence
IKATAN KOVALEN MOL. AIR
STRUKTUR MOLEKUL AIR
Molekul air bermuatan,
dengan atom oksigen yang
lebih negatif (δ-) dan atom
hidrogen yang lebih positif (
δ+).

Akibat muatan yang


berlawanan tersebut,
molekul air satu dengan
lainnya terhubung melalui
ikatan hidrogen.

Ikatan tersebut lemah dan


sangat penting dalam
biologi
H2O & Hydrogen Bonds

H
Maximum 4 ikatan
KEMAMPUAN MELARUTKAN MOLEKUL AIR
TITIK DIDIH DAN TITIK LEBUR AIR
Jenis Zat Titik Lebur Titik Didih Panas
Cair (0C) (0C) Penguapan
(Kal/g)*
Air 0 100 540
Metanol -98 65 263
Etanol -117 78 204
Propanol -127 97 164
Aseton -95 56 125
Hexana -98 69 101
Benzen 6 80 94
Khloroform -63 61 59
Garam-garam Mineral

 Di dalam sel, garam-garam mineral dapat mengalami


disosiasi menjadi anion dan kation, dapat terlarut di dalam
cairan sel atau terikat secara khusus pada molekul-molekul
lain seperti protein dan lipida
 Secara umum, garam-garam mineral memiliki dua
fungsi yaitu :
 Fungsi Osmosis dimana Konsentrasi total garam-
garam terlarut berpengaruh terhadap pelaluan air
melintasi membran sel;
 Fungsi yang lebih spesifik, yaitu peran seluler setiap
ion terhadap struktur dan fungsi dari partikel-partikel
seluler dan makromolekuL
Fungsi Ion Anorganik sbg
Kofaktor
KOMPONEN ORGANIK

 Komponen-komponen organik penyusun sel


adalah:
 Protein (10-20%)
 Lipida (2-3%)
 Karbohidrat (1%)
 Asam nukleat (DNA) (≤ 1%)
 10-20% isi sel terdiri atas protein, kurang
lebih 1% karbohidrat , sedangkan lipida
berkisar 2-3%.
PROTEIN
 Protein adalah makromolekul yang terdiri atas asam-asam
amino yang saling berikatan dengan ikatan kovalen diantara
gugus karboksil asam amino dengan gugus amino dari asam
amino yang lain.
 Ikatan di antara asam amino disebut ikatan peptida.

KLASIFIKASI PROTEIN
Klasifikasi protein yang menonjol didasarkan pada:
 Kelarutan

 Bentuk

 Peranan biologis
Insulin
Protein
Berdasarkan fungsinya, protein diklasifikasikan menjadi
 Protein Enzim

 Protein Struktural

 Protein Transpor

 Protein Pertahanan

Berdasarkan strukturnya, protein diklasifikasikan menjadi:


 Protein globular, Rantai polipeptida mengandung banyak
lipatan dan berbelit misalnya insulin
 Protein fibrosa, Rantai polipeptida atau kelompok rantai yang
membelit dalam bentuk spiral atau heliks, misalnya keratin dan
miosin.
Komponen Dasar Membran

 Cell Membrane
Membran sel terdiri atas
lipida, protein, dan
karbohidrat.
 Rasio antara lipida,
protein dan karbohidrat
tergantung pada tipe sel
dan spesiesnya. Umumnya
lipida kurang lebih 40%,
protein 40%, karbohidrat
1-10%, dan air  20%.
protein

 PROTEIN
Protein
 Ikatan-ikatan pada struktur protein
 Ikatan peptida
 Ikatan disulfida
 Ikatan Hidrogen
 Interaksi hidrofobik
 Interaksi elektrostatik
protein

 Sifat-sifat Protein
 Membentuk ion
Protein dalam air mampu membentuk ion + dan -,
dalam suasana asam membentuk ion positif dan
dalam suasana basa membentuk ion negatif.
 Denaturasi
Asam Amino

Asam Amino (asam karboksilat yang mempunyai


gugus amino)
 Asam amino esensial adalah asam amino yang
tidak dapat dibuat dalam tubuh.
 Asam amino non esensial adalah asam amino yang
dapat dibuat dalam tubuh.
karbohidrat

 KARBOHIDRAT
Molekul karbohidrat adalah substansi yang terdiri
atas atom-atom C, H, dan O.
Perbandingan antara molekul C, H dan O adalah
1:2:1. Jadi memiliki rasio yang sama dengan
molekul air (H2O), misalnya:
Ribosa = C6H10O5
Glukosa = C6H12O6
Rumusa empiris dari karbohidrat adalah Cn(H2O)n
Karbohidrat
 KARBOHIDRAT
 MONOSAKARIDA
Triosa (C3H6O3), Tetrosa (C4H8O4), Pentosa (C5H10O5), Heksosa
(C6H12O6)
 DISAKARIDA
Maltosa Glukosa + Glukosa
Laktosa Glukosa + Galaktosa
Sukrosa Glukosa + Fruktosa
 POLISAKARIDA
Polisakarida menghasilkan lebih dari enam molekul monosakarida
bilamana mengalami hidrolisis, misalnya :
Amilum : amilosa  250-300 glukosa
amilopektin  1000 glukosa
Karbohidrat

 Ikatan Glikosida pada disakarida

Carbohydrates, II

• Disaccharides
√ glycosidic linkage (covalent
bond) between 2
monosaccharides;
√ covalent bond by dehydration
reaction
• Sucrose (table sugar)
√ most common disaccharide
LIPIDA
C 4-36
Lipida
 Fosfolipida
Kardiolipin adalah fosfolipida
yang ditemukan dalam membran
mitokondria, Fosfatidilkolin
mempunyai fungsi metabolik
dan struktural yang sangat
penting pada membran sel.
Sfingomielin merupakan jenis
fosfolipida yang banyak
dijumpai pada jaringan otak dan
saraf.
Lipida
 Glikolipida
mengandung seramida dan galaktosa.
 Steroid
Hormon steroid merupakan hormon turunan
kolsterol, bersifat lipofilik dan dapat masuk ke
dalam sel target. Hormon steroid bekerja
mengaktivasi DNA untuk sintesis protein.
Beberapa contoh hormon steroid adalah cortisol,
estrogen, and testosterone
  
Asam Nukleat
 Asam Nukleat
 tersusun atas unit-unit nukleotida.
 Setiap nukleotida tersusun atas basa purin atau
pirimidin yang terikat pada gula pentosa dan
diesterifikasi dengan asam fosfat
 Di alam dikenal dua jenis asam nukleat yaitu DNA
dan RNA.
Gula pentosa terdiri atas ribosa dan
deoksiribosa
Struktur basa purin dan basa pirimidin

Anda mungkin juga menyukai