Anda di halaman 1dari 51

MATERI INTI 3

PENGELOLAAN KELAS IBU


HAMIL

Kemenkes RI – Kelas Ibu


TUJUAN UMUM PEMBELAJARAN

Pada akhir sesi, peserta mampu


melakukan pengelolaan Kelas Ibu, baik
Kelas Ibu Hamil maupun Kelas Ibu Balita
dalam upaya meningkatkan
pemanfaatan Buku KIA

2
Kemenkes RI – Kelas Ibu
TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti materi ini, peserta


mampu:
Melakukan pengelolaan umum Kelas Ibu
Melakukan pengelolaan pelaksanaan
Kelas Ibu Hamil
Melakukan pengelolaan pelaksanaan
Kelas Ibu Balita

3
Kemenkes RI – Kelas Ibu
PENGERTIAN KELAS IBU
Merupakan kegiatan terencana sesuai kebutuhan untuk
membahas materi Buku KIA secara diskusi dlm kelompok & tukar
pengalaman antara ibu yg difasilitasi petugas kesehatan

KELAS IBU HAMIL


Kegiatan bagi ibu hamil, berdiskusi & tukar pengalaman utk
meningkatkan pengetahuan & keterampilan ttg kehamilan, persalinan,
perawatan nifas & perawatan bayi baru lahir melalui praktek dgn
menggunakan Buku KIA yg difasilitasi petugas kesehatan

KELAS IBU BALITA


Kegiatan bagi ibu yg mempunyai anak usia 0-5 thn berdiskusi & tukar
pengalaman utk meningkatkan pengetahuan & keterampilan ttg
pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi & stimulasi tumbuh kembang
anak dgn menggunakan Buku KIA yg difasilitasi petugas kesehatan

Kemenkes RI – Kelas Ibu


TUJUAN KELAS IBU

Meningkatkan pengetahuan,
merubah sikap dan perilaku ibu tentang kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas serta
tumbuh kembang balita yg optimal

Kemenkes RI – Kelas Ibu


TUJUAN KHUSUS KELAS IBU HAMIL

1. Meningkatnya interaksi dan berbagi pengalaman


antar peserta
2. Meningkatnya pemahaman, perubahan sikap dan
perilaku ibu hamil tentang :
 Pemeriksaan kehamilan agar ibu dan janin sehat ,
 Persalinan aman, nifas nyaman, ibu selamat, bayi
sehat
 Pencegahan penyakit, komplikasi kehamilan,
persalinan dan nifas, agar ibu dan bayi sehat
 Perawatan bayi baru lahir agar tumbuh kembang
optimal
 Aktivitas fisik dan senam ibu hamil

Kemenkes RI – Kelas Ibu


MANFAAT
KELAS IBU HAMIL
Bagi Ibu dan Keluarga
1.Sarana untuk mendapat teman & bertanya
2.Memperoleh informasi penting tentang kehamilan,
persalinan, nifas dan perawatan bayi bayi baru lahir
3.Membantu dalam menjalankan kehamilan, menghadapi
persalinan & nifas dengan aman, nyaman, sehat &
selamat

Bagi Petugas Kesehatan


1.Lebih mengetahui masalah kesehatan ibu hamil &
keluarganya
2.Lebih dekat dengan ibu hamil, keluarganya serta
masyarakat
Kemenkes RI – Kelas Ibu
KONSEP KELAS IBU HAMIL
 Menggunakan Buku KIA sebagai referensi
utama
 Buku KIA adalah referensi utama untuk dibaca
dan dibahas dalam Kelas Ibu
 Pendekatan belajar orang dewasa
 Metode
Partisipatif interaktif disertai praktek.
seperti: ceramah, tanya-jawab, peragaan-praktek (posisi
menyusui, membuat menu bergizi, stimulasi
perkembangan), curah pendapat, penugasan dan
simulasi PHBS

Kemenkes RI – Kelas Ibu


TAHAPAN PENGELOLAAN KELAS IBU
HAMIL
P Penilaian kebutuhan dalam
E masyarakat, termasuk
R pemilihan materi yang
S dibutuhkan
I
A
P
A Pembentukan Tim
N

Sosialisasi kepada Masyarakat

Pelaksanaan Kelas Ibu


Pelaksanaan

Monitoring dan Evaluasi


Monitoring dan Pelaksanaan Kelas Ibu
Evaluasi

Kemenkes RI – Kelas Ibu


PENGELOLAAN KELAS IBU HAMIL

Persiapan
1 A.Organisasi Pelaksana
B.Pengkajian Kebutuhan Data Dasar dan Analisa
Situasi
C.Perencanaan Pelaksanaan Kelas Ibu

2 Pelaksanaan
A.Pelatihan Fasilitator
B.Sosialisasi Kader/PKK/Tenaga Sukarela lainnya
C.Promosi Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita
D.Pelaksanaan Kegiatan Kelas Ibu Hamil & Kelas Ibu Balita

3 Pemantauan dan
Evaluasi

Kemenkes RI – Kelas Ibu


1 Persiapan …….
Organisasi Pelaksana
Penanggung jawab : Kepala Puskesmas.
Pelaksana : Bidan koordinator dan bidan terlatih kelas ibu
Penggerak : Kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat,
kader, dan PKK

Pengkajian Kebutuhan Data Dasar & Analisis Situasi


A.Mengumpulkan data sekunder untuk mendapatkan gambaran
umum dan khusus tentang kebutuhan warga/masyarakat dalam
pengetahuan kesehatan ibu hamil sebagai upaya kemandirian untuk
menjaga kesehatan ibu hamil
B.Data yang dikumpulkan: data sasaran, cakupan program, fasilitas,
ketenagaan, Desa Siaga, kader, ketersediaan Buku KIA

Membuat Perencanaan untuk


A.Pertemuan organisasi pelaksana
B.Pelatihan petugas kesehatan
C.Penyeliaan, pemantauan dan evaluasi
D.Promosi
Kemenkes RI – Kelas Ibu
2 Pelaksanaan …….
Pelatihan Fasilitator
dilaksanakan secara berjenjang di tingkat Kabupaten/Kota
dan Puskesmas atau melalui on the job training

Sosialisasi Kader/PKK/Tenaga Sukarela lainnya


Tujuan : Meningkatkan peran kader/PKK/tenaga sukarela dalam
pelaksanaan Kelas Ibu Hamil/Kelas Ibu Balita

Promosi Kelas Ibu


agar lebih dikenal, difahami dan menjadi kebutuhan ibu hamil dan
ibu balita, suami dan keluarga, melalui : lembar info, pamflet, CD, dsb

Pelaksanaan Kegiatan Kelas Ibu Hamil & Kelas Ibu Balita


Untuk menjamin pelaksanaan Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita
berjalan dengan baik, berkualitas dan sesuai dengan rencana.

Kemenkes RI – Kelas Ibu


3 Pemantauan dan Evaluasi …
Monitoring / Pemantauan
untuk menjamin pelaksanaan Kelas Ibu Hamil & Kelas Ibu Balita
berjalan dengan baik, berkualitas dan sesuai dengan rencana

Evaluasi
dilaksanakan setelah kegiatan berjalan dlm suatu periode tertentu
Tujuan :
Mengevaluasi hasil penyelenggaraan Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu
Balita
Mengidentifikasi masukan positif dalam pelaksanaan kelas ibu
hamil dan kelas ibu balita serta kemungkinan pengembangannya.
Mengidentifikasi permasalahan/hambatan dalam pelaksanaan
kegiatan Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita serta upaya
pemecahannya.
Menyusun rencana tindak lanjut untuk tahun berikutnya

Kemenkes RI – Kelas Ibu


3 Indikator Keberhasilan
 Indikator Input
• Persentase tenaga kesehatan terlatih sebagai fasilitator Kelas Ibu
• Persentase kader yang terlibat dalam penyelenggaraan Kelas Ibu
• Kelengkapan sarana dan prasarana Kelas Ibu
• Tersedianya anggaran untuk pelaksanaan kelas ibu
 Indikator Proses
• Fasilitator: manajemen waktu, penggunaan variasi metode
pembelajaran, bahasan penyampaian, penggunaan alat bantu,
kemampuan melibatkan peserta, informasi Buku KIA
• Peserta: frekuensi kehadiran, keaktifan bertanya dan berdiskusi,
hasil pra dan pasca kuesioner Kelas Ibu Penyelenggaraan:
tempat, sarana, waktu
 Indikator Output
• Persentase peningkatan jumlah ibu hamil dan ibu balita yang
memiliki Buku KIA

Kemenkes RI – Kelas Ibu


KEKHUSUSAN
Kelas Ibu Hamil
PESERTA

Ibu hamil dgn usia kehamilan dari awal


kehamilan
•Umur kehamilan < 20 minggu
 aktivitas fisik
•Umur kehamilan > 20 minggu
 aktivitas fisik & senam hamil
Jumlah maksimal 10 orang per kelas/kelompok
Diharapkan suami / keluarga
ikut untuk 1 kali pertemuan

Kemenkes RI – Kelas Ibu


KEKHUSUSAN
Kelas Ibu Hamil
WAKTU & TEMPAT PELAKSANAAN

Dilaksanakan minimal 4 kali pertemuan


selama kehamilan, dengan lama
pertemuan 2 – 2,5 jam.

Di RS, RB, Puskesmas, Polindes, Posyandu,


Desa, dll sesuai situasi setempat
Sebaiknya tidak terlalu jauh dari rumah
peserta.

Kemenkes RI – Kelas Ibu


KEKHUSUSAN
Kelas Ibu Hamil
MATERI

2 lembar balik:
Lembar balik I : 4 materi
1.Pemeriksaan kehamilan agar ibu dan janin
sehat
2.Persalinan aman, nifas nyaman, ibu dan bayi
selamat
3.Pencegahan penyakit, gangguan gizi dan
komplikasi
4.kehamilan agar ibu & bayi sehat
5.Perawatan bayi agar tumbuh kembang optimal
Lembar balik II : 1 materi
Aktivitas Fisik Ibu Hamil
Kemenkes RI – Kelas Ibu
KEKHUSUSAN
Kelas Ibu Hamil
SARANA PRASARANA

Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil


Pegangan Fasilitator Kelas Ibu Hamil
Lembar Balik Kelas Ibu Hamil
Stiker P4K
Alat peraga (KB kit, boneka, food model,
metode kangguru, dll) – Kalau ada
VCD senam hamil
Tikar/ karpet (matras)

Kemenkes RI – Kelas Ibu


KEKHUSUSAN
Kelas Ibu Hamil – Kelas Ibu Balita
PROSES
Penyajian materi :
•Pertemuan 1 (Materi 1)
•Pertemuan 2 (Materi 2)
•Pertemuan 3 (Materi 3)
•Pertemuan 4 (Materi 4)
•Materi 5 pd setiap akhir sesi

Jumlah kali pertemuan minimal 4x selama


hamil dan materinya disesuaikan dgn
kebutuhan

Kemenkes RI – Kelas Ibu


CONTOH JADWALPERTEMUAN

KELAS IBU HAMIL


MATERI METODE WAKTU ALAT BANTU
Penjelasan Umum & perkenalan 5 mnt Buku KIA
Evaluasi awal pertemuan 10 mnt Kuesioner
Curah pendapat ttg materi 10 mnt Lembar balik
pertemuan Ceramah
Materi Kelas Ibu Hamil tanya 75 mnt Buku KIA, lembar
(sesuai materi setiap pertemuan) jawab balik, food model,
stiker P4K
Evaluasi harian pertemuan 10 mnt Kuesioner
Kesimpulan 5 mnt Buku KIA
Aktivitas Fisik / senam ibu hamil 15 mnt Lembar balik/CD

Kemenkes RI – Kelas Ibu


STRATEGI PELAKSANAAN KELAS IBU
HAMIL
1. Semua fasilitas pelayanan pelayanan KIA sebaiknya
melaksanakan Kelas Ibu Hamil, tetapi jika Sumber daya
terbatas, prioritaskan bagi daerah dengan cakupan
program masih rendah
2. Peningkatan komitmen Penanggung jawab dan pengelola
program KIA di semua tingkatan
3. Peningkatan SDM dalam pelaksanaan Kelas Ibu Hamil
4. Pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan Kelas Ibu
Hamil
5. Pengembangan materi sesuai dengan masalah spesifik
daerah
6. Tersedianya kecukupan anggaran/dana pelaksanaan
melalui pendanaan pemerintah daerah, swasta, dan donor
yang terintegrasi dengan dana BOK maupun ADD untuk
operasionalisasi Kelas Ibu Hamil
7. Tingkatkan Pemantauan dan evaluasi

Kemenkes RI – Kelas Ibu


MONITORING
 Bertujuan melihat perkembangan, pencapaian dan masalah
pelaksanaan Kelas Ibu (KIH & KIB)
 Sebagai bahan acuan perbaikan dan pengembangan Kelas Ibu
(KIH & KIB) berikutnya
 Dilakukan secara berkala dan berjenjang mulai dari Desa,
Puskesmas, Kabupaten/Kota dan Provinsi.
 Monitoring di tingkat Prov dan Kab/Kota dilakukan minimal 3
bulan sekali.
Hal-hal yg dimonitor :
 Peserta (kehadiran, minat peserta, keaktifan)
 Sarana prasarana (tempat, fasilitas belajar)
 Fasilitator (persiapan, penyampaian materi, penggunaan alat
bantu, membangun suasana belajar aktif)
 Waktu (ketepatan waktu, efektif )
22
Kemenkes RI – Kelas Ibu
INDIKATOR KELAS IBU HAMIL
INPUT PROSES OUTPUT

1. Jumlah petugas 1. Jumlah fasilitator yg 1. Cakupan K1


kesehatan sebagai melaksanakan kelas ibu 2. Cakupan K4
fasilitator Kelas Ibu hamil
3. % ibu/keluarga
Hamil 2. Jumlah kelas ibu Hamil dengan
2. Tersedianya 3. % ibu hamil yg Perencanaan
anggaran mengikuti Kelas Ibu Persalinan
pelaksanaan Kelas Hamil 4. Cakupan Pn
Ibu Hamil
4. % suami /anggota 5. Cakupan Kf
3. Kelengkapan keluarga yg hadir
sarana dan mengikuti Kelas Ibu 6. Cakupan Kn
prasarana Kelas Ibu Hamil
Hamil (Jumlah
5. Jumlah kader yg terlibat
Pedoman dan paket
dalam penyelenggaraan
Kelas Ibu)
Kelas Ibu Hamil

Kemenkes RI – Kelas Ibu


EVALUASI

 Evaluasi dilakukan oleh pelaksana (Bidan/Bikor)


setiap selesai pertemuan Kelas Ibu ( KIH / KIB )
 Dinkes Kab/Kota serta Dinkes Provinsi melakukan
evaluasi bersama setiap 1 kali setahun.
Tujuan Evaluasi :
 Menilai peningkatan kemampuan ibu hamil & ibu
balita pada akhir pertemuan
 Menilai kemampuan fasilitator Pelaksanaan Kelas
Ibu ( KIH / KIB )
 Indikator keberhasilan

24
Kemenkes RI – Kelas Ibu
PELAPORAN

 Pelaporan dilakukan secara berkala dan


berjenjang
 Pelaporan oleh bidan/pelaksana dilakukan
setiap selesai pertemuan atau setiap angkatan
pelaksanaan Kelas Ibu Balita
 Kab/Kota dan Prov pelaporan disusun setiap 3
bulan sekali dan laporan tahunan.

25
Kemenkes RI – Kelas Ibu
PELAPORAN DI TINGKAT PELAKSANA

Pelaporan dilakukan oleh bidan/pelaksana


setiap selesai pertemuan atau setiap angkatan
pelaksanaan Kelas Ibu ( KIH / KIB )
Isi laporan :
Waktu pelaksanaan
Jumlah peserta
Proses pertemuan
Masalah dan hasil capaian pelaksanaan
Hasil evaluasi

Kemenkes RI – Kelas Ibu


CONTOH FORMAT PELAPORAN BIDAN DESA
Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil

Kemenkes RI – Kelas Ibu


PELAPORAN DI TINGKAT PUSKESMAS

Pelaporan oleh bidan koordinator/RS ke Dinas Kesehatan Kab /


Kota

Isi laporan :
1.Jumlah fasilitator yg melaksanakan Kelas Ibu Hamil/Kelas Ibu Balita
2.Jumlah Kelas Ibu Hamil
3.Jumlah Kelas Ibu Balita
4.Jumlah ibu hamil yg mengikuti KIH
5.Jumlah ibu balita yg mengikuti KIB
6.Jumlah suami /anggota keluarga yg hadir mengikuti Kelas Ibu Hamil
7.Jumlah suami /anggota keluarga yg hadir mengikuti Kelas Ibu Balita

28
Kemenkes RI – Kelas Ibu
FOTO-FOTO PELAKSANAAN KELAS IBU HAMIL

Kemenkes RI – Kelas Ibu


Kemenkes RI – Kelas Ibu
PENUGASAN

Kemenkes RI – Kelas Ibu


TUGAS KELOMPOK

 Peserta dibagi atas 4 kelompok, masing-masing


kelompok terdiri dari 5 orang
 Masing-masing kelompok membahas 1 kasus
yang dibagikan oleh fasilitator selama 20 menit,
dan diketik dalam bentuk power point
 Masing-masing kelompok memaparkan hasil
pembahasan kelompok selama masing-masing 10
menit dan setiap peserta dapat mengajukan
pertanyaan/ tanya jawab tentang hal yang belum
dipahami.

Kemenkes RI – Kelas Ibu


JAWABAN

Kemenkes RI – Kelas Ibu


KASUS 1

Saudara seorang bidan koordinator yang sudah dilatih


sebagai fasilitator kelas ibu di Puskesmas Sehat.
Jumlah penduduknya pada tahun 2014 sebanyak 74.500
dengan sasaran ibu hamil 1.262, sasaran ibu bersalin
1.204, sasaran bayi 1.147, dan sasaran anak balita 5.864.
Puskesmas ini terdiri dari 12 desa dengan jumlah
Posyandu sebanyak 36 dan jumlah kader sebanyak 70
orang.
Puskesmas Sehat mempunyai 2 orang dokter, 3 bidan di
Puskesmas, 12 bidan desa dan 4 BPM

Kemenkes RI – Kelas Ibu


JAWABAN KASUS 1
a. Upaya yang akan dilakukan dalam pengelolaan Kelas Ibu di Puskesmas adalah :
1.Melakukan persiapan meliputi :
•Pembentukan tim organisasipelaksanaan Kelas Ibu (kelas ibu hamil dan kelas ibu balita)
•Melakukan kajian kebutuhan dasar dan analisas situasi meliputi :
kebutuhan sarana dan prasarana (paket kelas ibu hamil dan kelas ibu balita, Buku KIA)
dan faslitas kesehatan, sumber dana, sumber daya manusia/SDM : bidan desa : 12 Bidan
Puskesmas : 3, Kader posyandu : 70 orang
menentukan sasaran ibu hamil : 1.262, bayi : 1.147, anak balita : 5.864
analisa cakupan program meliputi K1, K4, Pn
•Melakukan perencanaan meliputi rencana anggaran dan rencana kegiatan
2.Melakukan pelaksanaan meliputi :
•Melakukan sosialisasi (OJT) pelaksanaan kelas ibu hamil dengan 12 bidan desa termasuk
bidan puskesmas yang belum dilatih
•Sosialisasi pelaksanaan kelas ibu kepada kader/PKK/tenaga sukarela/tokoh masyarakat
•Melakukan promosi pelaksanaan kelas ibu hamil
•Melakukan pemantauan dan evaluasi kegiatan melalalui sistem pencatatan dan pelaporan

Kemenkes RI – Kelas Ibu


JAWABAN KASUS 1
b. Pengelolaan Kelas Ibu Hamil yang dapat dilakukan adalah :
1. Melakukan persiapan meliputi :
-Identifikasi semua ibu hamil yang ada saat ini di wilayah kerja
-Mempersiapkan tempat bisa di Puskesmas, poskesdes, posyandu atau di balai desa
-Mempersiapkan materi, alat bantu dan jadwal pelaksanaan
-Persiapan peserta mengundang peserta ibu hamil di wilayah kerjanya, dengan membagi peserta sesuai
dengan usia kehamilan atau lokasi tinggal ibu hamil
-Menyiapkan tim fasilitator dan nara sumber kelas ibu hamil sebanyak minimal 12 fasilitator
2. Melakukan pelaksanaan kelas ibu hamil meliuti :
-Analisa singkat untuk mengetahui kebutuhan yang diperukan dalam pelaksanaan kelas ibu hamil
-Pelaksanaan kelas ibu hamil yaitu :
pertemuan dilakukan minimal 4 kali pertemuan selama hamil. Mulai dilakukan sedini mungkin,
dengan jumlah peserta maksimal 10 orang. Diharapkan 1 kali pertemuan dapat dihadiri oleh suami.
Pertemuan dilakukan maksimal selama 2 jam yang diakhiri dengan senam ibu hamil bagi usia
kehamilan > 20 minggu
Materi yang disampaikan meliputi materi kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir
Pelaksanaan dengan mengunakan prinsip belajar orang dewasa, dengan menggunakan alat bantu
lembar balik dan buku KIA

Kemenkes RI – Kelas Ibu


JAWABAN KASUS 1
b. Pengelolaan Kelas Ibu Hamil yang dapat dilakukan adalah :
3. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kelas ibu hamil
•Yang perlu dimonitor adalah peserta (kehadiran, keaktifan), sarana dan prasarana,
fasilitator (persiapan, penyampaian, penggunaan alat bantu), waktu (efektifitas waktu)
•Yang perlu dievaluasi adalah : evaluasi pelaksanaan melalui kuesioner awal
dankuesioner akhir, evaluasi kemampuan fasilitator, evaluasi hasil pelaksanaan melalui
pencatatan dan pelaporan meliputi : jumlah bidan yang melakukan kelas ibu hamil,
Jumlah kelas ibu hamil, jumlah ibu hamil, suami yang hadir.
•Dampak pelaksanaan kelas ibu hamil juga dapat dievaluasi berdasarkan hasil cakupan
program pelayanan kesehatan ibu

Kemenkes RI – Kelas Ibu


JAWABAN KASUS 1
c. Bagaimana pengelolaan Kelas Ibu Balita di wilayah Saudara?
1. Melakukan persiapan meliputi :
-Identifikasi semua ibu yang mempunyai balita yang ada saat ini di wilayah kerja
-Mempersiapkan tempat bisa di Puskesmas, poskesdes, posyandu atau di balai desa atau bergabung
dengan BKB-PAUD
-Mempersiapkan materi, alat bantu dan jadwal pelaksanaan
-Persiapan peserta mengundang peserta ibu balita di wilayah kerjanya, dengan membagi peserta
sesuai dengan usianya (0-1 tahun, 1-2 tahun, 2-5 tahun) atau lokasi tinggal ibu balita
-Menyiapkan tim fasilitator dan nara sumber kelas ibu balita sebanyak minimal 12 fasilitator
2. Melakukan pelaksanaan kelas ibu balita meliputi :
-Analisa singkat untuk mengetahui kebutuhan yang diperukan dalam pelaksanaan kelas ibu balita
-Pelaksanaan kelas ibu balita yaitu :
pertemuan dilakukan minimal 1 kali pertemuan setiap bulan dengan jumlah peserta maksimal 15
orang
Pertemuan dilakukan maksimal selama 2 jam atau sesuai kondisi
Materi yang disampaikan sesuai usia balita
Pelaksanaan dengan mengunakan prinsip belajar orang dewasa, dengan menggunakan alat bantu
lembar balik dan buku KIA

Kemenkes RI – Kelas Ibu


JAWABAN KASUS 1
c. Bagaimana pengelolaan Kelas Ibu Balita di wilayah Saudara?
3. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kelas ibu balita
•Yang perlu dimonitor adalah peserta (kehadiran, keaktifan), sarana dan prasarana,
fasilitator (persiapan, penyampaian, penggunaan alat bantu), waktu (efektifitas waktu)
•Yang perlu dievaluasi adalah : evaluasi pelaksanaan melalui kuesioner awal
dankuesioner akhir, evaluasi kemampuan fasilitator, evaluasi hasil pelaksanaan melalui
pencatatan dan pelaporan meliputi : jumlah bidan yang melakukan kelas ibu balita,
Jumlah kelas ibu balita, jumlah ibu balita.
•Dampak pelaksanaan kelas ibu balita juga dapat dievaluasi berdasarkan hasil cakupan
program pelayanan kesehatan anak

Kemenkes RI – Kelas Ibu


KASUS 2

Saudara seorang bidan desa yang sudah dilatih sebagai


fasilitator kelas ibu di Puskesmas Sehat.
Saat ini jumlah ibu hamil yang sudah terdata sebanyak 30
orang dengan ibu hamil dengan usia kehamilan kurang
dari 12 minggu sebanyak 12 orang, ibu hamil dengan usia
kehamilan kurang dari 24 minggu sebanyak 9 orang dan
ibu hamil dengan usia kehamilan lebih dari 24 minggu
sebanyak 9 orang.
Sementara, jumlah bayi (0-1 tahun) yang terdata
sebanyak 25 orang, anak usia 1-2 tahun sebanyak 23
orang, dan anak usia 2-5 tahun sebanyak 60 orang.
Sebagai seorang bidan desa Wana Sari yang sudah dilatih
sebagai fasilitator kelas ibu

Kemenkes RI – Kelas Ibu


JAWABAN KASUS 2
a. Bagaimana rencana pelaksanaan kelas ibu hamil di desa Saudara:
-Berapa ibu hamil yang boleh ikut kelas ibu hamil?
•Semua ibu hamil boleh mengikuti kelas ibu hamil. Dalam satu kelas, ibu hamil berjumlah
maksimal sepuluh orang ibu hamil (10 )
-Berapa kelas ibu hamil yang harus terbentuk?
•Tiga (3) Kelas Ibu hamil
-Berapa ibu hamil yang dapat mengikuti senam ibu hamil?
•Sembilan orang ibu hamil ( 9 )
b. Bagaimana rencana pelaksanaan kelas ibu balita di desa Saudara:
-Berapa ibu balita yang boleh ikut kelas ibu balita?
•Seluruh ibu yang memiliki bayi dan balita boleh mengikuti kelas ibu balita dengan jumlah
peserta maksimal 15 kelas ibu balita
-Berapa kelas ibu balita yang harus terbentuk?
1.Kelompok umur 0-1 thn : dua kelas ibu balita, dengan masing-masing kelompok berisi 7-8
orang ibu balita.
2.Kelompok umur 1-2 thn : dua kelas ibu balita, dengan masing-masing kelompok berisi 7-8
orang ibu balita.
3.Kelompok umur 2-5 thn : empat kelas ibu balita, dengan masing-masing kelompok berisi 15
orang ibu balita.

Kemenkes RI – Kelas Ibu


JAWABAN KASUS 2
c. Apa yang saudara lakukan dalam pelaksanaan pelaporan, monitoring dan evaluasi kelas ibu
wilayah tersebut?
• Pelaporan kelas ibu (Ibu hamil dan ibu balita) :
1. Pelaporan setiap selesai pelaksanaan kelas ibu.
• Seluruh rangkaian hasil proses pelaksanaan kegiatan kelas ibu (ibu hamil dan ibu balita)harus
dibuatkan laporan. Pelaporan hasil pelaksanaan kelas ibu dijadikan sebagai dokumen, sehingga
dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan pembelajaran bagi pihak-pihak yang
berkepentingan Pelaporan disusun pada setiap selesai melaksanakan kelas ibu.
• Isi laporan minimal memuat tentang :
- Waktu pelaksanaan
- Jumlah peserta
- Proses pertemuan
- Masalah dan hasil capaian pelaksanaan
- Hasil evaluasi
• Registrasi yang dapat digunakan antara lain kohort ibu, kohort bayi, kohort balita dan pelaporan
LB3 KIA.

Kemenkes RI – Kelas Ibu


JAWABAN KASUS 2
c. Apa yang saudara lakukan dalam pelaksanaan pelaporan, monitoring dan evaluasi kelas ibu wilayah
tersebut?
• Pelaporan kelas ibu (Ibu hamil dan ibu balita) :
2. Monitoring dan evaluasi
• Monitoring dilakukan dalam rangka melihat perkembangan dan pencapaian, serta masalah dalam
pelaksanaan kelas ibu, hasil monitoring dapat dijadikaan bahan acuan untuk perbaikan dan
pengembangan kelas ibu selanjutnya. Kegiatan monitoring dilakukan secara berkala. Evaluasi dilakukan
untuk melihat keluaran dan dampak baik positif maupun negatif pelaksanaan kelas ibu berdasarkan
indikator. Dari hasil evaluasi tersebut bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran guna melakukan
perbaikan pada pelaksanaan kelas ibu berikutnya.
• Evaluasi dilakukan dengan menggunakan instrumen evaluasi yang lebih spesifik berupa daftar
isian yang disusun dengan indikator-indikator tertentu.
- Sebelum penyajian materi pada setiap pertemuan kelas ibu , mulailah dengan melakukan
penjajakan pengetahuan awal peserta melalui curah pendapat dengan cara memberikan
pertanyaan kepada peserta dan peserta diminta untuk menjawab secara bergilir
- Evaluasi akhir: dilakukan setelah selesai penyampaian semua materi pertemuan pada setiap
pertemuan Kelas Ibu. Evaluasi ini bertujuan untuk melihat peningkatan pengetahuan peserta
pada akhir pertemuan Kelas Ibu dengan cara memberikan pertanyaan kepada peserta dan
peserta diminta untuk menjawab secara bergilir, kemudian bandingkan antara hasil curah
pendapat pertama dengan setelah diberikan materi.

Kemenkes RI – Kelas Ibu


JAWABAN KASUS 2
c. Jika di desa tersebut ada Praktek Bidan Mandiri, maka Bidan Desa harus melakukan evaluasi terhadap BPM dengan cara sebagai berikut:
a)Evaluasi Kemampuan Fasilitator Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil.
(1)Untuk mengetahui kemampuan fasilitator dalam memfasilitasi pelaksanaan kelas ibu hamil dilakukan evaluasi harian/setiap kali pertemuan.
(2)Evaluasi dilakukan setiap akhir pertemuan (pertemuan I, II, III, IV)
(3)Evaluasi dilakukan oleh bidan koordinator Aspek yang dievaluasi meliputi:
(a)Pengenalan kelas ibu hamil
(b)Persiapan
(c)Keterampilan memfasilitasi Penggunaan Buku KIA pada pertemuan kelas ibu hamil.
b) Evaluasi Kemampuan Fasilitator Pelaksanaan Kelas Ibu Balita.
(1)Untuk mengetahui kemampuan fasilitator dalam memfasilitasi pelaksanaan kelas ibu hamil dilakukan evaluasi harian/setiap kali pertemuan.
(2)Evaluasi dilakukan setiap akhir pertemuan
(3)Evaluasi dilakukan oleh koordinator bidan atau Kepala Puskesmas atau Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten atau Dinas Kesehatan Provinsi.
(4)Aspek yang dievaluasi:
(a)Pengenalan Kelas Ibu Balita
(b)Persiapan :
-Kemampuan mengatur ruangan yang mendukung kelancaran proses pembelajaran,
-Kemampuan mempersiapkan materi dan alat bantu
(c) Keterampilan memfasilitasi :
-Menciptakan dan membina suasana / hubungan akrab dengan peserta dan kalangan peserta,
-Kemampuan mendemonstrasikan keterampilan
-Penguasaan isi/topik pertemuan,
-Kemampuan menciptakan situasi partisipasi dalam proses dan mencapai hasil pembelajaran,
-Kemampuan memberikan umpan balik positif yang tepat,
-Keterampilan menggunakan alat bantu visual (Lembar balik, buku KIA dll),
-Penyajian materi yang kondusif sesuai situasi dan kondisi peserta dan tujuan pembelajaran,
(a)Keterampilan merangkum sesi, mengevaluasi tanggapan peserta dan membuat kesepakatan untuk membuat sesi lanjutan.
(e) Penggunaan Buku KIA pada pertemuan Kelas Ibu Balita.
(f) Lakukan review bersama fasilitator tentang hasil observasi, hal-hal positif dan kekurangan dalam memfaslitasi pertemuan Kelas Ibu Balita
agar pada penampilan Fasilitator pada pertemuan berikutnya bisa lebih baik lagi

Kemenkes RI – Kelas Ibu


KASUS 3

Hari ini, jumlah ibu hamil yang datang melakukan


pelayanan antenatal ke Puskesmas Cerdas sebanyak 40
orang dengan ibu hamil dengan usia kehamilan kurang
dari 12 minggu sebanyak 18 orang, ibu hamil dengan usia
kehamilan kurang dari 24 minggu sebanyak 12 orang dan
ibu hamil dengan usia kehamilan lebih dari 24 minggu
sebanyak 10 orang.
Sebagai seorang bidan puskesmas yang sudah dilatih
fasilitator kelas ibu ,apa yang akan Saudara lakukan
untuk pengembangan kelas ibu hamil di Puskesmas?

Kemenkes RI – Kelas Ibu


JAWABAN KASUS 3

Untuk mengembangkan kelas ibu hamil di Puskesmas maka yang dapat


dilakukan adalah :
•Memberikan informasi kepada ibu hamil pada saat pelayanan antenatal,
bahwa di Puskesmas dilakukan pelaksanaan kelas ibu hamil 1 kali dalam 1
minggu. Misalnya materi I pada minggu I, Materi ke II pada minggu ke II,
materi ke III pada minggu ke III dan materi ke IV pada minggu ke IV. Setiap
Ibu ditawarkan supaya dapat mengikuti kelas tersebut, sesuai dengan
waktu yang disepakati atau usia kehamilannya. Pada kasus ini bisa dibentuk
: 4 kelas sesuai jadwal yang disepakati, dengan mendahulukan yang usia
kehamilan di atas 24 minggu.

•Pembentukan kelas ibu hamil I usia kehamilan lebih 24 minggu - 1 kelas,


usia kehamilan 12 – 24 minggu - 1 kelas dengan jumlah peserta maksimal
10 orang sehingga 2 orang sisa dapat digabungkan ke usia kehamilan
kurang dari 12 minggu. Maka jumlah kelas ibu hamil usia kurang dari 12
minggu dapat dibentuk 2 kelas.

Kemenkes RI – Kelas Ibu


JAWABAN KASUS 3

Contoh Jadwal :
Kelas Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV
Bulan I
Minggu I Pert. I
Minggu II Pert. I
Minggu III Pert. I
Minggu IV Pert. I
Bulan II
Minggu I Pert. II
Minggu II Pert. II
Minggu III Pert. II
Minggu IV Pert. II
Bulan III
Minggu I Pert. III
Minggu II Pert. III
Minggu III Pert. III
Minggu IV Pert. III
Bulan IV
Minggu I Pert. IV
Minggu II Pert. IV
Minggu III Pert. IV
Minggu IV Pert. IV

Kemenkes RI – Kelas Ibu


KASUS 4

Di desa wilayah Puskesmas Cerdas, Saat ini jumlah bayi


(0-1 tahun) yang terdata sebanyak 30 orang, anak usia 1-
2 tahun sebanyak 27 orang, dan anak usia 2-5 tahun
sebanyak 80 orang.
Di desa tersebut terdapat 1 BKB- 2 PAUD.
Saudara seorang bidan desa yang sudah dilatih sebagai
fasilitator kelas ibu.
Saudara ingin mengembangkan kelas ibu balita di desa
Saudara. Apa yang akan Saudara lakukan?

Kemenkes RI – Kelas Ibu


JAWABAN KASUS 4

1. Melakukan Pertemuan Persiapan


Pertemuan ini untuk mensosialisasikan serta menyamakan persepsi tentang kelas ibu balita kepada
stakeholder (Kepala Desa/lurah, PKK, tokoh masyarakat, Tokoh agama, kader BKB, tenaga
pendidik PAUD) yang diakhiri dengan membuat kesepakatan seperti penentuan sasaran/peserta
kelas ibu balita dan fasilitator/narasumber.
a. Sasaran/peserta kelas ibu balita adalah kelompok belajar ibu-ibu yang mempunyai anak usia 0 – 5
tahun dengan pengelompokan 0-1 tahun, 1-2 tahun, 2-5 tahun. Peserta kelompok belajar paling
banyak 15 orang dengan dibantu seorang fasilitator yang memahami teknis pelaksanaan kelas ibu
balita.
Rencana membentuk kelas ibu balita sebanyak :
 Kelompok umur 0-1 thn : dua kelas ibu balita, dengan masing-masing kelompok berisi 15 orang ibu
balita.
 Kelompok umur 1-2 thn : dua kelas ibu balita, dengan masing-masing kelompok berisi 13-14 orang
ibu balita.
 Kelompok umur 2-5 thn : enam kelas ibu balita, dengan masing-masing kelompok berisi 13-14
orang ibu balita.
b. Fasilitator dan narasumber
• Fasilitator kelas ibu balita adalah bidan/perawat/tenaga kesehatan lainnya yang telah mendapat
pelatihan fasilitator kelas ibu balita. Dalam pelaksanaan kelas ibu balita fasilitator bisa minta
bantuan narasumber untuk menyampaikan materi bidang tertentu. Narasumber adalah tenaga
kesehatan yang mempunyai keahlian bidang tertentu, misalnya dibidang gizi, gigi, tenaga pendidik
PAUD, penyakit menular, dan lain-lain

Kemenkes RI – Kelas Ibu


JAWABAN KASUS 4

c. Mempersiapkan tempat dan sarana belajar


•Tempat belajar bagi kelas ibu balita usia 2 – 5 tahun dapat dilakukan di PAUD atau tempat
yang tidak jauh dari PAUD dan dilaksanakan pada waktu belajar sehingga proses pembelajaran
ibu lebih fokus tidak terganggu oleh anak. Untuk kelompok kelas ibu balita usia 0-1 tahun dan
1-2 tahun tempat belajar diharapkan dapat disediakan oleh pemerintah setempat yang tidak
terlalu jauh dari rumah warga. Sebaiknya ibu-ibu peserta dianjurkan datang dengan suami
atau kerabat yang dapat mengasuh bayi/anak saat ibu mengikuti kelas.
d. Mempersiapkan materi
•Persiapan materi mencakup pembuatan jadwal belajar yang terdiri dari jam, topik/materi,
nama fasilitator dan daftar alat bantu (flip chart/lembar balik, kertas, spidol dsb) untuk setiap
materi.
e. Mengundang ibu yang mempunyai anak berusia antara 0-5 tahun
•Undangan disampaikan secara lisan dan tertulis. Pastikan apakah undangan diterima ke
sasaran.
f. Menyusun rencana anggaran
•Anggaran perlu ditata dengan baik, termasuk rancangan pelaporannya. Perlu juga dipastikan
apakah ada dana bantuan keuangan pihak ketiga (donatur, CSR, dan lain-lain).

Kemenkes RI – Kelas Ibu


JAWABAN KASUS 4

3. Melakukan pelaksanaan meliputi:


 Analisa singkat untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan dalam pelaksanaan kelas ibu balita
 Pelaksanaan kelas ibu balita;
- Pertemuan dilakukan minimal 1 kali pertemuan setiap bulan dengan jumlah peserta maksimal 15
orang
- Materi disampaikan sesuai kelompok usia balita dan materi berdasarkan kesepakatan dengan ibu
balita
- Pertemuan dilakukan selama 2 jam atau sesuai kondisi
- Pelaksanaan dengan menggunakan prinsip belajar orang dewasa dengan menggunakan alat
bantu lembar balik kelas ibu balita, buku kia dan alat bantu lain sesuai dengan materi.
 
4. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kelas ibu balita
Yang perlu di monitor adalah peserta (kehadiran, keaktifan), sarana dan prasarana, fasilitator
(persiapan, penyampaian, penggunaan alat bantu, sikap/penampilan),waktu (efektifitas waktu).
 Yang perlu dievaluasi adalah: evaluasi pelaksanaan melalui kuesioner awal dan kuesioner akhir,
evaluasi kemampuan fasilitator, evaluasi hasil pelaksanaan melalui pencatatan dan pelaporan
meliputi: jumlah kelas balita yang terbentuk dan jumlah ibu balita
 Dampak pelaksanaan kelas ibu balita juga dapat dievaluasi berdasarkan hasil cakupan program
kesehatan anak balita.

Kemenkes RI – Kelas Ibu