Anda di halaman 1dari 36

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN

DENGAN TERAPI HIPERBARIK OKSIGEN

Ns. SUROSO.S.Kep.,M.Kep
(Letkol Laut (K) NRP.13569/P)
Kasubdep Dukkes/DepKesla/RSAL Mintohardjo

1
GUIDELINE
DOKUMENTASI

DOKUMENTASI
PROSES
KEPERAWATAN

DOKUMENTASI
DOKUMENTASI Merujuk pada persiapan & pemeliharaan rekam
medis/catatan yg menjelaskan ttg perawatan pasien.

QUALITY OF PATIENT’S CARE, OUTCOME OF CARE AND THE


THERAPHY STILL REQUIRED OR NOT
ELEMEN PADA DOKUMENTASI/ REKAM MEDIS PASIEN

HALAMAN MUKA / ALASAN PASIEN MASUK


LEMBAR IDENTITAS
BERISI TENTANG:

BERISI TENTANG: Pemeriksaan awal


kesehatan & evaluasi
sebelum masuk.
Identitas pasien (Nama,
TTL, No. Kartu Identitas,
Status Perkawinan,
Informasi ttg asuransi).
Bisa juga berisi informasi WHY PATIENT IS HERE AND
ttg alergi obat, diagnosis WHAT HAS TAKEN PLACE
saat ini, dokter yg UP THIS POINT
menangani pasien saat ini.
PENGKAJIAN AWAL
KEPERAWATAN

 Riwayat kesehatan pasien.


LEMBAR CATATAN
 Pemriksaan fisik & DOKTER
psikososial (status nutrisi,
usia & tingkat pendidikan.

 Status fungsi dasar


Merupakan catatan ttg
(mobilitas, disability & alat
pesanan dokter, yg ditulis
bantu yg digunakan.
secara langsung maupun
 Informasi ttg lingkungan tidak langsung oleh dokter.
sosial pasien (keluarga &
orang penting bagi pasien).
DAFTAR MASALAH, DIAGNOSA
KEPERAWATAN & DATA TAMBAHAN
 Digunakan pada pelayanan kesehatan yg menerapkan
sistem pendokumentasian Problem Oriented Record
(POR).
 Lembar ini diisi oleh Perawat.
 Data tambahan bila diperlukan yg meliputi 4 hal, yaitu:
1. Diagnosis.
2. Obat-obatan (alergi & prosedur invasif yg diberikan).
3. Informasi tambahan (rujukan pelayanan, misalnya:
terapi medis lainnya, terapi okupasi, diet, dsb).
4. Pemeriksaan penunjang lainnya (hasil Lab., X-Ray,
dsb).
RENCANA PERAWATAN GRAPHIC SHEET

 Merupakan lembar yg berisi  Umumnya ttg


rencana keperawatan, bisa perjalanan tanda-tanda
disusun per diagnosis pada vital pasien & berat
rekaam medis pasien. badan.

 Pada lembar ini juga  Bisa juga berisi ttg


disusun menjadi ”Team informasi gula darah
Planning” yg berisi ttg pasien, balance
rencana perawatan yg caairan, encana
disusun oleh semua tim keperawatan,
kesehatan yg menangani pengkajian status
pasien (dokter, perawat, neurologis pasien
fisioterapis, nutrisionis, (GCS).
dsb).
CATATAN
CATATAN PERKEMBANGAN
ADMINISTRASI
PERAWAT & DOKTER
PENGOBATAN
 Merupakan catatan ttg  Catatan Perkembangan
terapi pengobatan Perawat berisi ttg catatan
pasien (daftar obat, intervensi keperawatan
dosis, route-nya, dsb). spesifik yg diberikan &
respon pasien.
 Bisa dipisahkan dari  Catatan Perkembangan
rekam medis pasien, Dokter yg isinya serupa
misalnya buku obat, dengan yg disusun oleh
dsb. perawat yg berisi ttg hasil
observasi dokter & catatan
perkembangan pasien.

CATATAN PERKEMBANGAN
TERINTEGRASI
LEMBAR HASIL
PEMERIKSAAN
Hasil pemeriksaan penunjang yg
PENUNJANG : dilakukan selama perawatan k/p.

LEMBAR Rujukan pada profesional untuk


KONSULTASI : diagnosis & perawatan atau terapi.

LEMBAR Berisi ttg rencana saat pasien selesai


DISCHARGE dari perawatan yg umumnya berisi
PLANNING & catatan pengobatan di rumah, diet,
SUMMARY tanggal kontrol, dsb.
DOKUMENTASI PROSES KEPERAWATAN
PADA PASIEN DGN TERAPI HBO

PENGKAJIAN PELAKSANAAN
ASESSMENT IMPLEMENTATION

PERENCANAAN
PLANNING

DIAGNOSA KEP EVALUASI


NURSING DIAGNOSTIC EVALUATION
PENGKAJIAN
 IDENTITAS : Nama, alamat, lahir, pekerjaan, pendidikan, dsb.
 KELUHAN UTAMA : DCS, klinis, kebugaran.
 RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG :
 DCS (Penyelaman dilakukan dimana, dikedalaman berapa,
pasien menunjukkan gejala pada kedalaman brp, pingsan
berapa lama, menyelaman menggunakan apa, dan
pertolongan apa yang sdh dilakukan).
 Klinis : Riwayat penyakit s/d dilakukan terapi HBO.
 Kebugaran.

 RIWAYAT PENYAKIT YG PERNAH DIDERITA :


Penulusuran terhadap bbrp penyakit yang menjadi kontra
indikasi terapi HBO.

Sebutkan Kontraindikasi Terapi HBO !!!


PEMERIKSAAN FISIK : PENGKAJIAN PRA HBO :
 Observasi TTV.  Observasi TTV.
Mencakup suhu, detak  Ambang demam.
jantung, tekanan darah,
suara paru-paru, uji  Evaluasi tanda2 pilek atau
otoscopic & gula darah flu (batuk, demam, sakit
pada semua penderita tenggorokan, pilek, mual,
IDDM. diare, malaise).
 Kepala, Mata, Telinga,  Auskultasi paru-paru.
Hidung & Tenggorokan.  Lakukan uji gula darah pada
 Neurologis. pasien dengan IDDM.
 Pernafasan.
 Kardiovaskuler.
 Pencernaan.
 Perkemihan.
 Musculoskeletal.
 Integumen.
PENGAJIAN PRA HBO :
 Observasi cedera orthopedic umum dalam luka trauma.
 Tes pada pasien keracunan CO/ Oksigen.
 Uji ketajaman penglihatan.
 Mengkaji tingkat nyeri.
 Penilaian status nutrisi terutama pada pasien dengan DM
dengan pengobatan atau insulin.

Ada zat & barang2 pribadi dilarang di ruang hiperbaric:


 Semua zat yang mengandung minyak atau alkohol (yaitu, kosmetik,
hair spray, cat kuku, deodoran, lotion, cologne, parfum, salep).
 Pasien harus melepas semua perhiasan, cincin, jam tangan, kalung,
sisir rambut, dll Sebelum memasuki ruangan.
 Lensa kontak harus dilepas sebelum memasuki ruang.
 Alat bantu dengar harus dilepas.
 Menggunakan pakaian berbahan katun 100%.
 Untuk antisipasi claustrophobia, premedikasi dengan obat anti-
kecemasan (Valium, Ativan) diberikan sedikitnya 30 menit sebelum
memulai pengobatan.
Pengkajian Intra OHB
 Mengamati tanda2 & gejala barotrauma, keracunan oksigen &
komplikasi/efek samping ditemui dalam HBOT.
 Mendorong pasien untuk menggunakan teknik atau kombinasi
teknik yg paling efektif atau nyaman.
 Pasien perlu diingatkan bahwa manuver Valsava hanya untuk
digunakan selama dekompresi & mereka perlu bernapas normal
selama terapi (tidak menahan napas).
 Jika pasien mengalami nyeri ringan sampai sedang, hentikan
dekompresi hingga nyeri reda. Jika nyeri ringan sampai sedang
tidak lega, pasien harus dikeluarkan dari ruang & diperiksa oleh
dokter THT.
 Untuk mencegah barotrauma GI, ajarkan pasien bernafas secara
normal (jangan menelan udara) & menghindari makan besar atau
makanan yg memproduksi gas atau minum sebelum perawatan.
 Pantau adanya claustrophobia, untuk mencegah atau mengurangi
efek dari claustrophobia gunakan media seperti TV, film, buku2,
kaset tape, atau perawat/anggota keluarga duduk di sisi ruangan.
 Monitor pasien selama dekompresi terutama selama dekompresi
darurat untuk tanda2 pneumotoraks tersebut.
 Segera periksa gula darah jika terdapat tanda2 hypoglycemia.
PENGKAJIAN PASCA HBO
 Utk pasien dgn tanda2 barotrauma, uji ontologis harus dilakukan.
 Tes gula darah pd pasien IDDM.
 Pasien dgn iskemia trauma akut, sindrom kompartemen, nekrosis
& pasca implantasi harus dilakukan penilaian status neurovaskular
& luka.
 Pasien dgn keracunan CO mungkin memerlukan tes psicyometri
atau tingkat carboxyhemoglobin.
 Pasien dgn insufisiensi arteri akut retina memerlukan hasil
pemeriksaan pandangan yg luas.
 Pasien dirawat karena penyakit dekompresi, emboli gas arteri, atau
edema cerebral harus dilakukan penilaian neurologis.
 Pasien yg mengkonsumsi obat anti ansietas selama terapi dilarang
mengemudikan alat transportasi atau menghidupkan mesin.
 Lakukan pendokumentasian pasien pasca HBO utk alasan medis /
hukum.
DIAGNOSA KEPERAWATAN PADA PASIEN HBO
1. Cemas b.d defisit pengetahuan tentang terapi oksigen
hiperbarik & prosedur perawatan.
2. Risiko cidera b.d pasien transfer in/out dari ruang (chamber),
ledakan peralatan, kebakaran, dan/atau peralatan dukungan
medis.
3. Risiko barotrauma ke telingga, sinus, gigi, & paru-paru, atau
gas emboli serebral b.d perubahan tekanan udara didalam
ruang oksigen hiperbarik.
4. Risiko keracunan oksigen b.d pemberian oksigen 100% selama
tekanan atmosfir meningkat.
5. Risiko terapi pengiriman gas tidak memadai b.d sistem
pengiriman & kebutuhan / keterbatasan pasien.
6. Kecemasan dan ketakutan b.d perasaan kecemasan kurungan
terkait dgn ruang oksigen hiperbarik (claustrofobia).
7. Nyeri b.d masalah medis yg terkait.
DIAGNOSA KEPERAWATAN PADA PASIEN HBO
8. Gangguan rasa nyaman b.d perubahan suhu &
kelembaban didalam ruang hiperbarik.
9. Ketidakefektifan koping individu b.d stress thdp penyakit
dan atau kurangnya sistem dukungan psikososial
10. Risiko disritmia b.d patologi penyakit.
11. Kekurangan volume cairan b.d dehidrasi atau pergeseran
cairan.
12. Perubahan perfusi jaringan serebral b.d keracunan CO,
penyakit dekompresi, infeksi nekrotik akut, gas emboli.
13. Risiko perubahan dalam kenyamanan, cairan, dan
(ketidakseimbangan) elektrolit b.d mual & muntah.
14. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan b.d defisit
pengetahuan untuk : manajemen luka kronis,
keterbatasan yg menyertai penyakit dekompresi, gejala
yang dilaporkan setelah keracunan gas karbon
monoksida.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN & INTERVENSI KEPERAWATAN
KRITERIA HASIL
1. Kecemasan. 1. Kaji & dokumentasikan pemahaman
Kriteria Hasil : pasien dan klg ttg & tujuan terapi HBO
Pasien & keluarga & prosedur dlm terapi serta efek
mengungkapkan: samping terapi.
Alasan terapi HBO. 2. Identifikasi hambatan &kebutuhan
Tujuan terapi HBO. belajarnya terkait dgn informasi ttg:
Prosedur dalam  Tujuan & hasil yg diharapkan dari
terapi HBO. terapi oksigen hiperbarik.
Risiko bahaya (efek  Urutan prosedur perawatan & apa yg
samping) dari terapi diharapkan (yaitu, tekanan,
HBO. temperatur, suara, perawatan luka).
 Sistem pengiriman oksigen.
 Tehnik mengosongkan telinga.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN & INTERVENSI KEPERAWATAN
KRITERIA HASIL
2. Risiko cidera. 1. Bantu pasien masuk & keluar dari ruang
dgn tepat.
2. Amankan peralatan didalam ruang sesuai
Kriteria Hasil :
dgn kebijakan & prosedur.
Pasien tidak akan 3. Monitor peralatan & supple utk perubahan
mengalami cidera. tekanan & volume.
4. Ikuti prosedur pencegahan kebakaran
sesuai kebijakan yg ditentukan &
prosedur.
5. Monitor adanya udara di IV line &
tekanan tubing line invasif. Udara semua
harus dikeluarkan dari tabung, jika ada.
6. Dokumentasikan bahwa semua lini invasif
terbebas dari udara terutama saat
chamber di berikan tekanan & setelah
diberikan tekanan.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN INTERVENSI KEPERAWATAN
& KRITERIA
HASIL
3. Risiko 1. Kelola dekongestan, instruksi dokter, sebelum perawatan terapi oksigen
barotrauma hiperbarik.
2. Sebelum perawatan instruksikan pd pasien ttg teknik pengosongan telinga
pada telinga, dgn cara menelan, mengunyah, menguap modifikasi manuver valsava, atau
sinus, gigi & head tilt.
paru. 3. Kaji kemampuan pasien melakukan teknik pengosongan telinga saat tekanan
dilakukan.
4. Lakukan tindakan keperawatan :
Kriteria Hasil :  Ingatkan pasien utk bernapas dgn normal selama perubahan tekanan,
Tanda & gejala  Konfirmasi ET / manset Trach diisi dengan NS sebelum tekanan udara.
dari barotrauma  Beritahukan operator ruang multiplace jika pasien tidak dpt menyesuaikan
akan diakui, persamaan tekanan.
5. Dokumentasikan hasil pengkajiaan:
ditangani &  Monitor secara berkelanjutan untuk mengetahui tanda-tanda dan gejala
segera barotrauma termasuk:
dilaporkan. • Ketidakmampuan untuk menyamakan telinga, atau sakit di telinga dan / atau
sinus (terutama setelah pengobatan awal, dan setelah perawatan berikutnya).
• Peningkatan kecepatan dan / atau kedalaman pernafasan.
• Tanda dan gejala dari pneumotoraks, termasuk: Tiba2 nyeri dada tajam,
kesulitan atau bernafas cepat, gerakan dada abnormal pd sisi yg terkena, dan
takikardia dan / atau kecemasan.
6. Ikuti perintah dokter hiperbarik untuk manajemen pasien.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN INTERVENSI KEPERAWATAN
& KRITERIA
HASIL
1. Catat hasil pengkajian pasien dari dokter hiperbarik :
 Peningkatan Suhu tubuh.
4. Risiko  Riwayat penggunaan steroid.
keracunan  Riwayat kejang oksigen.
oksigen.  Penggunaan vitamin C dosis tinggi atau aspirin.
 FiO2> 50%.
 Faktor risiko tinggi lainnya.
2. Monitor kondisi pasien saat terapi berlangsung & dokumentasikan
Kriteria Hasil : tanda&gejala dari keracunan oksigen pada sistem saraf pusat :
Tanda & gejala  Mati rasa dan berkedut.
keracunan  Telinga berdenging atau halusinasi pendengaran.
 Vertigo.
oksigen  Penglihatan kabur.
dikenali &  Gelisah & mudah tersinggung.
ditangani  Mual.
(Catatan: SSP toksisitas oksigen pada akhirnya dapat mengakibatkan
dengan tepat. kejang).
3. Ubah sumber oksigen 100% untuk pasien jika tanda2 & gejala muncul &
beritahukan kepada dokter hiperbarik.
4. Monitor pasien selama terapi oksigen hiperbarik & dokumentasikan tanda &
gejala keracunan oksigen paru, termasuk: nyeri & rasa terbakar di dada,
sesak di dada, batuk kering (terhenti-henti), kesulitan menghirup napas penuh
& dispneu saat bergerak.
5. Memberitahukan dokter hiperbarik jika tanda-tanda dan gejala keracunan
oksigen paru muncul.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN INTERVENSI KEPERAWATAN
& KRITERIA
HASIL
5. Risiko terapi 1. Kaji kondisi pasien, kebutuhan, dan keterbatasan untuk sistem
pengiriman gas pengiriman gas terbaik :
 Face mask untuk anak2 & dewasa.
tidak memadai.  "T" piece utk pasien yg menggunakan intubasi atau trakeostomi.
 Ventilator utk pasien dgn intubasi yg memerlukan bantuan ventilasi.
Kriteria Hasil : 2. Monitor respon pasien dgn sistem pengiriman oksigen, termasuk
Tanda & gejala kemampuan mereka utk mentolerir sistem yg dipilih.
pengiriman 3. Bantu teknisi hiperbarik dgn sistem pengiriman yg sesuai.
oksigen yg tdk Tutup Kepala:
 Bantu pasien menggunakan & melapas tutup kepala.
memadai akan
 Setelah terpasang, periksa kebocoran.
diakui &  Amati pasien utk tanda2 & gejala penumpukan CO2, termasuk
dilaporkan kegelisahan
segera. Face Mask :
Menilai kondisi  Bantu pasien menggunakan & melepas masker & perbaiki posisi masker
pasien, jika diperlukan
kebutuhan &  periksa kebocoran & kelangsungan seal pada wajah pasien.
keterbatasan utk T-piece:
 Proses pemasangan
sistem  Monitor kecepatan dan kedalaman respirasi & dengarkan suara nafas
pengiriman gas  Beritahukan kepada dokter hiperbarik jika pasien mengalami kesulitan
yg terbaik bernafas.
 Lakukan penghisapan jika diperlukan.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN INTERVENSI KEPERAWATAN
& KRITERIA
HASIL
Ventilator:
Dokumentasikan manajemen ET manset dgn NS sebelum
penekanan turun.
Letakkan peralatan suction di dekatnya & siap utk
digunakan (suction sesuai kebutuhan).
Monitor dan dokumentasikan volume tidal pasien, laju
pernapasan & bunyi napas sebelum & setelah diberikan
tekanan pd chamber, setiap 30-60 menit atau sesuai yg
diperintahkan.
Monitor terjadinya gangguan pernapasan & memberitahu
dokter hiperbarik jika terjadi.
Berikan oksigen secara manual pada pasien jika perlu
(ambubag).
Monitor tingkat TCPO2 & tingkat PO2 pada hasil analisa
gas darah (BGA) sebagaimana diperintahkan.
Beritahukan dokter hiperbarik apabila terdapat pembacaan
abnormal.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN INTERVENSI KEPERAWATAN
& KRITERIA
HASIL
1.Kaji riwayat kecemasan dan ketakutan pasien and ulang kembali
6. Kecemasan informasi dari dokter hiperbarik yang relevan
Lakukan tindakan pencegahan yang sesuai (mis. HE, Orientasi
& ketakutan.
chamber, dan obat)
Kriteria Hasil : Saat terapi berlangsung monitor tanda & gejala dari kecemasan
Pasien mampu termasuk :
mentolelir Gelisah
Terapi HBO. Ketidakmampuan untuk mentolerir masker wajah atau tudung
kepala.
Laporkan perasaan tertutup atau terjebak.
2.Jaga ketenangan.
3.Pastikan terjadi kontak mata dgn pasien.
4.Yakinkan pasien bahwa dia aman.
5.Libatkan pasien dalam pemecahan masalah / perasaannya thd
kecemasan kurungan.
6.Beri obat anti kecemasan ssi perintah dokter hiperbarik dan nilai
efektivitas atau pengobatan.
7.Beritahukan dokter hiperbarik,respon pasien terhadap obat anti
kecemasan, langkah-langkah dan kemampuan untuk mentolerir
kurungan.
8.Dokumentasikan hasil intervensi.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN INTERVENSI KEPERAWATAN
& KRITERIA
HASIL
1. Nilai pengalaman sakit pasien, apakah rasa sakit
7. Nyeri. meningkat selama terapi oksigen hiperbarik.
Kriteria Hasil :
2. Obati nyeri pasien sebelum terapi oksigen
Pasien akan
hyperbarik, sesuai kebutuhan, dan
menyatakan
dokumentasikan efek analgesik yang diberikan.
kepuasan dengan
manajemen nyeri.
3. Siapkan obat analgesik selama pengobatan
terapi oksigen hiperbarik.

4. Berikan posisi yang nyaman pada pasien.

5. Hindari obat IM sebelum perawatan.


DIAGNOSA
KEPERAWATAN INTERVENSI KEPERAWATAN
& KRITERIA
HASIL
1.Nilai secara berkala kenyamanan pasien
8. Gangguan dengan perubahan kelembaban dan suhu.
rasa nyaman.
Kriteria Hasil : 2.Tawarkan tindakan kenyamanan pasien
Pasien akan (misalnya, selimut, botol air panas, atau kain
mentolerir iklim dingin).
internal ruangan.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN INTERVENSI KEPERAWATAN
& KRITERIA
HASIL
1. Berikan dukungan dan dorongan tanpa melebihi
9. Risiko harapan hasil dari pengobatan.
Ketidakefektifan 2. Bahas kemampuan pasien untuk mengatasi
Koping. meningkatkan koping dengan caregiver lainnya,
Kriteria Hasil : dan tetap informasikan kemajuan dan
Pasien akan pendekatan pertolongan.
dapat memenuhi 3. Fasilitasi komunikasi antara pasien dan / atau
prosedur keluarga dan anggota/ staf pelaksana terapi
perawatan terapi oksigen hiperbarik.
oksigen 4. Berikan dorongan pada pasien, jika mampu,
hiperbarik. untuk membahas keprihatinan dan perasaan.
5. Dokumentasikan hasil diskusi dan penilaian
DIAGNOSA
KEPERAWATAN INTERVENSI KEPERAWATAN
& KRITERIA
HASIL

1. Monitor hasil bacaan EKG saat pasien di dalam


10. Risiko
disrithmia. chamber.
2. Monitor & dokumentasikan TD jika diperlukan.
Kriteria Hasil :
Tanda & gejala 3. Kaji & dokumentasi tanda dari hipokalemia pada
disritmia dikenali pasien dengan infeksi nekrotik akut.
& diatasi dengan
tepat. 4. Pertahankan infus sesuai instruksi.
5. Pertahankan tekanan invasif pada monitor &
catat nilainya jika diperlukan.
6. Dapatkan hasil lab. sesuai instruksi.
7. Beritahukan dokter hiperbarik jika diperlukan.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN INTERVENSI KEPERAWATAN
& KRITERIA
HASIL
1. Nilai keseimbangan cairan dan elektrolit
11. Kekurangan dan hidrasi, jaga dan / atau dukung
volume cairan. pemenuhan cairan saat penekanan
Kriteria Hasil : dilakukan ssi perintah.
Tanda & gejala
kekurangan 2. Monitor intake output pasien.
volume cairan
dikenali dan
3. Monitor tanda2 vital pasien.
diatasi dengan
tepat
DIAGNOSA
KEPERAWATAN INTERVENSI KEPERAWATAN
& KRITERIA
HASIL
1. Kaji status neurologi pasien saat terapi
12. Perubahan berlangsung.
perfusi 2. Monitor & dokumentasikan tes neurologi
jaringan pada kondisi tertentu.
serebral. 3. Bandingkan hasil pengkajian neurologi
sebelum & sesudah terapi berlangsung.
Kriteria Hasil : 4. Kaji dan dokumentasikan fungsi motorik &
Tanda & gejala sensori.
penurunan 5. Sediakan reorientasi & dukungan emosional
perfusi jaringan yg diperlukan.
cerebral dikenali 6. Sediakan tes neuro-psikometri seperti yg
dan diatasi diperintahkan.
dengan tepat. 7. Beritahu dokter hyperbarikc perubahan yg
signifikan seperti yg ditunjukkan.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN INTERVENSI KEPERAWATAN
& KRITERIA
HASIL
1. Nilai & dokumentasikan keluhan pasien
13. Risiko perubahan mual.
dalam kenyamanan,
cairan 2. Jaga integritas jalan nafas utk mencegah
(ketidakseimbangan) aspirasi.
elektrolit.
3. Beritahu dokter hiperbarik jika mual terjadi
Kriteria Hasil : & berikan pengobatan sesuai instruksi.
Pasien akan
menunjukkan 4. Pasang NG tube jika diperintahkan.
penurunan gejala
5. Pantau & dokumentasikan jumlah & emesis
mual & muntah.
pada pasien.
6. Catatan intake & output.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN INTERVENSI KEPERAWATAN
& KRITERIA
HASIL
1. Nilai defisit pengetahuan yg berkaitan dgn
14. Ketidakefektifan patologi yg mendasari.
Pemeliharaan
kesehatan. 2. Diskusikan dgn pasien dan / atau intructions
debit & kebutuhan keluarga, termasuk dana.
Penyembuhan Luka:
Kriteria Hasil :  Prinsip2 dasar penyembuhan luka & efek terapi
Pasien & oksigen hiperbaric di penyembuhan.
keluarga dpt  Pengaruh merokok pada penyembuhan luka.
menjelaskan  Bagaimana diet adekuat protein, cairan &
kembali saran, vitamin C meningkatkan penyembuhan luka.
batasan serta  Konsultasi dgn tim perawatan kesehatan
gejala & multidisipliner.
mengikuti terapi  Perawatan luka sesuai prosedur.
HBO.
DIAGNOSA
KEPERAWATAN & INTERVENSI KEPERAWATAN
KRITERIA HASIL
Penyakit dekompresi :
 Istirahat, menghindari alkohol & kafein, mendorong cairan
& diet yg cukup, menghindari aktivitas berat &
menghindari mandi panas atau mandi selama 24 jam
setelah selesai terapi oksigen hiperbarik.
 Hubungi departemen hiperbarik jika ada gejala kembali.
 Hindari paparan ketinggian selama 72 jam atau bawah air
selam sesuai instruksi dokter.
 Perkuat pentingnya tindak lanjut setelah pulang.
Karbon Monoksida Poisioning :
 Anjurkan pasien & keluarga utk melaporkan gejala
perubahan perilaku, kelesuan, muntah persisten, sakit
kepala persisten, peningkatan kehilangan memori, nyeri
dada, tremor, ataksia, atau gangguan haid.
 Anjurkan pasien utk tidak menggunakan kendaraan atau
mengoperasikan mesin sampai kondisi fisik stabil
sepenuhnya.
 Jelaskan pentingnya perawatan tindak lanjut.
 Dokumen pasien dan / atau keluarga dgn sesuai dengan
instruksi tertulis.
SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN
PELAKSANAAN / DILAKUKAN TINDAKAN TERAPI OKSIGEN
HIPERBARIK
IMPLEMENTASI
SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN
DILAKUKAN TINDAKAN TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK
Saya yang bertandatangan di bawah ini :
Nama : ....................................................................................
Umur : ....................................................................................
Pangkat / Gol : ....................................................................................
PRE Alamat : ....................................................................................
Bukti Diri / KTP : ....................................................................................
Nomor RM : ....................................................................................
Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya telah memberikan :
PERSETUJUAN
Untuk dilakukan tindakan medis berupa Terapi Oksigen Hiperbarik
Terhadap diri saya sendiri / istri / suami / anak / ayah / ibu *), saya dengan
Nama : .................................................................................
Umur : ................ tahun
Jenis kelamin : Laki-laki / perempuan
Pangkat / Gol : ................
NRP/NIP : ......................
Kesatuan : .....................................
Alamat
INTRA : ...............................................................................................................................
Bukti diri / KTP : ...............................................................................................................................
Yang tujuan, sifat dan perlunya tindakan medis tersebut diatas serta resiko yang dapat ditimbulkannya telah
cukup dijelaskan oleh dokter dan telah saya mengerti sepenuhnya.
Demikian pernyataan persetujuan ini saya buat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan.

Saksi-saksi Dokter Surabaya, ................20.......


Tanda tangan, Tanda tangan, Yang membuat pernyataan,
(............................) (...............................) Tanda tangan,

POST Nama Jelas


*) Pilih salah satu
Nama Jelas (.................................)
Nama Jelas
PELAKSANAAN / IMPLEMENTASI
Disesuaikan dgn diagnosa yg ditegkkan/muncul.
CATATAN TINDAKAN PERAWAT

Nama :…………………………………… Usia : ………. th


Jns Kelamin : L / P No. RM : ……………………

Tgl/Jam Tindakan Keperawatan Paraf Tgl/Jam Tindakan Keperawatan Paraf


PRE CHAMBER INTRA CHAMBER POST CHAMBER

 TTV.  Atur posisi yg  Monitor tanda2


 Informasi ttg nyaman. barotrauma &
terpai HBO.  Ingatkan & cek keracunan gas.
 Cara valsava yg barang2 yg tdk  Bantu output
benar. boleh dibawa. pasien.
 Barang2 yg tdk  Monitor tanda2  Rapikan &
boleh dibawa. barotrauma & bersihkan
keracunan O2. chamber.
 Cek ada-tdknya
kontraindikasi.  Ingatkan valsava.  Dokumentasikan.
 Claustrophobia.  Monitor K.U
Pasien.
 Bantu input
pasien.

EVALUASI :
 Keluhan Pasien.
 Rencana Tindak lanjut.

Anda mungkin juga menyukai