Anda di halaman 1dari 24

Modul: 06

SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK

Antena pada Sistem Seluler

MALANG, 2020

PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Macam-Macam Jenis Antena yang ada di BTS
1) Omnidirectional Pada kondisi awal biasanya
digunakan pola
Rx
Rx
omnidirectional (tergantung
Tx
permintaan).
Kegunaan dari pola Sectoring
Sebuah.
2) Pembuatan Sektor 120Hai Menambah kapasitas
b. Membatalkan
interferensi

3) Pembuatan Sektor 60Hai

PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Bentuk Konfigurasi Sektor Sel

4 sektor (sektor quad)

PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
RBS / BTS
= Radio Base Station / Base Transceiver Station
= Merupakan perangkat transceiver yang berhubungan dari / ke
pelanggan (Interface / repeater antara MS dan MSC) .
= Elemen-elemen RBS :
 Transceiver
 Control Unit / BSC / Base Station Controller
 Antena
 Data terminal

Bagaimana bentuk antena


pada lokasi situs? s it e 3 s e k t o r d e n g a n 7
a r r a y a n t e n a t ia p s in g le
s e k to rn y a a n te n n a

b a s e s t a t io n
j a lu r t r a n s m is i h o u s in g
g e lo m b a n g
m ik r o m e n u j u
BSC

PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Sistem Radio (Tx & Rx)

perambatan
Sinyal
Sumber Sinyal

PA
Txer Rxer
(Suara, Informasi
data, dll) Filter feedline Filter Rx Pra-Amp
Tx

• Sumber Sinyal: Pengolahan Informasi & Baseband.


• Tx-er: Modulator, Encoder Saluran, InterleSebuahver, dll.
• PA: Penguat Daya.
• Feedline: Kabel, Konektor dan Jumper.
• Pra-Amp: LNA.
• Rx-er: Demodulator, Decoder Saluran, De-Interleaver, dll.
PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Struktur Transmitter

Penyambu
ng Pelonca
Info BB t

PA
Mod
Sinyal Pengolahan

Bergantung pada Pelonca Kabel


jenis Mod yang t
digunakan
• Pengolahan BB: untuk mengolah sinyal analog menjadi sinyal digital &
pemrosesan lainnya
• Mod: terjemahkan dari BB freq. Untuk frekuensi RF tergantung pada jenis
sistem seluler yang digunakan misalnya modulator G-MSK untuk GSM.
• Power Amp:
- Kelas A: linearitas tinggi
- Kelas B: daya keluaran yang lebih besar lebih efisien daripada Kelas A,
tetapi kurang linier
- Kelas AB: gabungan adv. dari kelas A & B menjadi banyak digunakan di
nirkabel. PT3163-SISKOMBER-MODUL:
- Kelas C: lebih hemat daya  banyak 06 digunakan di nirkabel
Mengirimkan Combiners
• Memungkinkan banyak pemancar
untuk memberi makan antena
tunggal, menyediakan
– Kehilangan daya minimum dari
pemancar ke antena
– Isolasi maksimum antar pemancar
• Jenis penggabung
– Disetel
• kerugian penyisipan rendah ~ 1-3 dB
• frekuensi pemancar harus dipisahkan
secara signifikan
– Hibrida
• kerugian penyisipan -3 dB per tahap
• tidak ada batasan pada pemancar
• frekuensi
– Penguat linier
– Linearitas dan intermodulasi adalah
masalah desain dan pengoperasian
utama
PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Struktur Generik Rxer
SEBUA Rxer
Hantena JI
1 K
pelonca
2 A
t . Jalur Data/

JIKA
PA
X
. Pembuat enkodeSinyal
.
Sarin
N
g
feedline Multicoupler / LO
Distributor RF
• Diagram blok Rxer bervariasi tergantung pada jenis modulasi, encoder, dan /
atau pemrosesan base band.
• Parameter yang harus diperhatikan adalah:
- rentang frekuensi
- jangkauan dinamis
- kepekaan
- distorsi
- kebisingan
- kecepatan penyetelan
PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Komponen Penerima
• Antena: untuk mengubah energi elektromagnetik dari
energi listrik atmosfer dan mentransfernya ke saluran
umpan
• Garis pakan = Konektor

Peloncat Kabel Peloncat


 Jumper untuk memudahkan perawatan dan pemasangan

• Filter & Pra-Amplifier:


- Filter: untuk melewatkan sinyal yang diinginkan &
melemahkan gangguan  dirancang untuk
bekerja sesuai dengan band yang dimaksudkan
- Pre-Amplifier digunakan untuk meningkatkan S / N
yang diterima sinyal.
PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Komponen Penerima
• Multicoupler:
- digunakan untuk distribusi RF
- banyak sinyal / pengguna dapat berbagi antena
penerima yang sama:
sinyal
#1
1: 4 #2
Pembelah #3
#4

RFin 1: 4
Pembelah

# 13
1: 4 # 14
Pembelah # 15
# 16
PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
4 Sistem Antena Dasar.


 Pesawat darat
G = 2,14 dBi G = 4 dBi
 
Sebuah. Dipol b. monopole

 Titik umpan konduktor


dielektrik


Pesawat darat

c. Loop d. Microstrip / tambalan


PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Antena Stasiun Pangkalan.
• Gunakan antena dengan penguatan lebih tinggi
• Bisa omnidirectional atau sektoral tergantung pada jenis
sel
• Antena collinear:

4 Omnidirectional
Radiasi
lobus utama
Pola

2
pengum
S pan
garis boresight
 (ketinggian)
2
lobus samping

PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Antena Stasiun Pangkalan.
• Catat larik dipol berkala (LPDA) Radiasi Arah
Penularan Dipol Pola
garis

- BW sangat lebar, dengan SWR konstan


- keuntungan khas 10 dBi

• Antena Yagi
lobus utama
Reflektor Elemen penggerak (dipol) Direktur

lobus belakang
- BW lebih kecil dari LPDA lobus samping lobus utama
- keuntungan khas 12 - 14 dB
PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Antena Miringkan

PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Sudut Depresi Vertikal

PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Jenis Downtilt

PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Antena Miringkan:
Kurangi Interferensi

PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Antena Miringkan:
Hindari Overshoot

PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
SWR Antena
Amplitudo

V.maks

V.min

• SWR = Vmax / Vmin, tentukan level yang cocok antara antena dan
saluran feeder
• Koefisien refleksi: 
SWR  1

SWR  1
diman  mewakili persentase daya pantulan yang
2

a
 
ditentukan oleh:
Re turn Loss  10 log 
2

PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Kriteria Kinerja Antena
• Pola antena, ditentukan pada orientasi azimuth dan elevasi  baik
antena omni atau dua arah
• Lobus utama & lobus samping, lobus samping bawah lebih tahan
terhadap gangguan
• Impedansi input, biasanya impedansi input pencocokan yang
kompleks dan impedansi saluran pengumpan sangat penting untuk
mendapatkan transfer daya maksimum dari pengumpan ke antena
• Beamwidth, biasanya didefinisikan sebagai pemisah sudut di mana
ada pengurangan 3 dB dari bore-sight
• Directivity & Gain, adalah rasio intensitas radiasi pada arah yang
diinginkan dan intensitas radiasi cakupan pada semua arah
G   .D
• Bandwidth, menentukan jangkauan operasi antena, dibatasi oleh
SWR. BW tipikal adalah untuk SWR 1: 1.2 di tepi pita.
• Polarisasi, ditentukan oleh orientasi E

PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Kriteria Kinerja Antena
• Front to Back Ratio, merupakan perbandingan antara
lobus utama & lobus belakang, sangat penting untuk
antena terarah.
• Keanekaragaman spasial:
d

h 835
Rx2 Rx1 d x ( feet )
11 f
h
dengan f dalam MHz

PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Pemasangan Antena
Tx Tx Rx2
d

Rx2 Rx1 d

a) Menara
Rx1

b) Atap Atas, Tepi Bangunan


c) Atap Atas
sektor 1 Rx1

Tx Rx2
d

d 2 Tx

Rx1 3 
Rx2
d) Pemasangan di Dinding
PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Toleransi Pemasangan Antena
• Berlaku untuk orientasi fisik & ketelitian instalasi
• Untuk antena omnidirectional, tidak diperlukan. Tetapi
untuk antena directi-onal sangat penting
• Biasanya diambil +/- 5% dari pola horizontal / azimuth
antena. Tabel: Toleransi Antena Horizontal
Pola Azimuth / Horizontal Toleransi dari Bore
Sight
110HAI +/- 5.5Hai
92HAI +/- 4,5Hai
60HAI +/- 3.0Hai
40HAI +/- 2.0Hai
PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06
Isolasi Antena

Tx 
x y
y Tx Rx

Rx

Sebuah. vertical b) horizontal c. miring

 y x 
VI  28  40 log  dB HI  22  20 log  dB SI  VI  HI   HI dB
   
o
90
where y   where x  10 where  slant angle

PT3163-SISKOMBER-MODUL:
06