Anda di halaman 1dari 10

TOPIK: TATALAKSANA TIM RS PARU RESPIRA

EFUSI PLEURA dr. AMRI HASAN F


dr. STONIA ELLEN L

PERIODE 2019 C.KETUT SUBIYANTO, S.Kep, Ns


LATAR BELAKANG
Efusi pleura merupakan kondisi di mana terdapat akumulasi cairan berlebih pada cavitas pleuralis yang
disebabkan oleh meningkatnya produksi atau berkurangnya absorpsi cairan pleura yang merupakan
manifestasi dari banyak penyakit, mulai dari penyakit paru sampai inflamasi sistemik atau malignansi.
Di Amerika Serikat, insiden efusi pleura diestimasi mencapai 1,5 juta per tahun. Sedangkan di Indonesia
menurut Riskesdas 2006, kasus efusi pleura mencapai 2,7% dari penyakit infeksi saluran napas lainnya.
Rumah Sakit Paru Respira menangani sebanyak 9,1% kasus efusi pleura dalam rentang waktu tahun 2019.
Untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien, sesuai dengan PPK/CP yang telah ada
didukung dengan guideline terbaru, tindakan USG-guided pleural puncture merupakan standar yang telah
dibakukan. Namun demikian dalam kenyataan tindakan ini belum sepenuhnya dilakukan pada semua kasus
efusi pleura yang memerlukan tindakan pungsi. Begitu pula dengan kebutuhan Ro Thorax post pungsi
evakuasi, dalam guideline yang sama disebutkan bahwa Ro Thorax ulang hanya dibutuhkan apabila ada
penetapan gejala maupun pemberatan gejala dan atau timbul gejala baru lain.
Masalah yang terjadi dalam tatalaksana efusi pleura yaitu: belum maksimalnya kepatuhan terhadap PPK/CP
yang menimbulkan penambahan biaya selama masa perawatan dan belum terpenuhinya baku standar dalam
penegakan diagnosis dan terapi yang beresiko terhadap keselamatan pasien pada kasus efusi pleura.
(Deutsches azteblatt international 2019, Ejbronchology 2018, PDPI 2017, PERPARI 2013)
TUJUAN AUDIT KLINIS
TATALAKSANA EFUSI PLEURA
Meningkatkan mutu pelayanan, diagnostik dan terpenuhinya standar
keselamatan pasien.
KRITERIA AUDIT Kriteria output/outcome
Kriteria proses diagnosis
Adanya perbaikan klinis tidak
Dilakukan pemeriksaan Ro Thorax PA pada hari ke-1 sesak, Sa02>92% RA , RR<24x/m,
dan evaluasi Ro hanya bila terjadi tambahan gejala tidak ada pengingkatan usaha
baru.
napas.
Dilakukan analisis cairan pleura pada hari ke-2 atau
setelah didapatkannya sampel cairan pleura. Tidak didapatkan komplikasi
Kriteria proses terapi/tindakan pneumothorak, hematothorak,
emboli udara post pungsi.
Diberikan oksigenasi Nasal Kanul 2-5lpm bila SaO2
<92% RA, RR>24x/m, dan terdapat peningkatan
usaha napas.
Dilakukan USG-guided pleural puncture pada hari
ke-2 atau H-1 bila disertai gejala berat.
POPULASI DAN SAMPEL
AUDIT
Jumah Populasi : 166 Pasien rawat inap dengan Efusi Pleura 2019
Perlu Sampel : 117 sampel  36 sampel (Okt-Des 2019)
Pengambilan sampel secara : Simple Random sampling (10 sampel)
HASIL AUDIT TINGKAT
KETIDAKSESUSAIAN TATALAKSANA
EFUSI PLEURA (N=10)
Kiriteria Audit Jumlah Penyimpangan Persentase
1.Dilakukan pemeriksaan Ro Thorax 8 80%
PA pada hari ke-1 dan evaluasi Ro
hanya bila terjadi tambahan gejala baru.
2. Dilakukan analisis cairan pleura pada 2 20%
hari ke-2 atau setelah didapatkannya
sampel cairan pleura.
3. Diberikan oksigenasi Nasal Kanul 2- 2 20%
5lpm bila SaO2 <92% RA, RR>24x/m,
dan terdapat peningkatan usaha napas.
4. Dilakukan USG-guided pleural 8 80%
puncture pada hari ke-2 atau H-1 bila
disertai gejala berat.
5. Adanya perbaikan klinis tidak sesak, 0 0%
Sa02>92% RA , RR<24x/m, tidak ada
pengingkatan usaha napas.
6. Tidak didapatkan komplikasi 1 10%
pneumothorak, hematothorak, emboli
udara post pungsi.
PENYEBAB PENYIMPANGAN
1. KLINISI
 Kurangnya manajemen terapi
 Ketidak-update-an guideline terbaru
 Ketidaktahuan adanya PPK/CP

2. MANAJEMEN
 Kelonggaran dalam pemberian keputusan klinis oleh klinisi
 Tidak ada evaluasi rutin mengenai kepatuhan terhadap PPK/CP
RENCANA PERBAIKAN
1. Evaluasi PPK/CP apakah sudah sesuai dgn guideline/PNPK
2. Evaluasi rutin terhadap kepatuhan pelaksaan prosedur
3. Sosialisasi kembali PPK/CP yang sudah dibuat
4. Meningkatkan komitmen dan kinerja komite mutu untuk menjaga tercapainya
kesesuaian antara PPK/CP yang dibuat dengan pelaksanaannya.
Kegiatan Tujuan Indikator keberhasilan Pelaksana Jangka waktu
1. Evaluasi PPK/CP apakah Menghasilkan Terdapat PPK/CP yg Komite medis, komite 1 bulan
sudah sesuai dgn PPK/CP yg sesuai dgn disepakati keperawatan, KSM,
guideline/PNPK perkembangan direksi dan
terkini dan disetujui manajemen
oleh semua yg
terlibat
2. Evaluasi rutin terhadap Mengurangi biaya Prosedur Komite mutu 3 bulan
kepatuhan pelaksaan perawatan dan diagnostik/tindakan
prosedur diagnostik/tindakan meningkatkan dilaksanakan sesuai
keselamatan pasien PPK/CP
selama prosedur
tindakan
3. Sosialisasi kembali Klinisi/DPJP lebih PPK/CP baru dipahami KSM, Komite medis 1 bulan
PPK/CP yang sudah dibuat patuh thd PPK/CP dan dilaksanakan
4. Meningkatkan komitmen Komite mutu lebih Peningkatan kinerja Direksi/Pimpinan 6 bulan
dan kinerja komite mutu aktif dalam komite mutu
untuk menjaga tercapainya melakukan
kesesuaian antara PPK/CP pengawasan
yang dibuat dengan
pelaksanaannya
Mohon persetujuan komite

TERIMA KASIH medik, komite


keperawatan dan direksi
untuk rencana perbaikan