Anda di halaman 1dari 36

Penegakan Disiplin PNS LIPI

(PP NO. 53 TAHUN 2010)


Dasar Hukum

Proses Penegakan Disiplin PNS di LIPI

Absensi Pegawai

Perjalanan Keluar Kota dan Cuti DI Masa Pandemi


Undang-Undang Peraturan Kepala Badan
1 4 Kepegawaian Negara Nomor 21
Nomor 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Tahun 2010 tentang Ketentuan
Negara Pelaksanaan Peraturan
Pemerintah Nomor 53 Tahun
2010 tentang Disiplin Pegawai
Peraturan Pemerintah 2 Negeri Sipil
Nomor 53 Tahun 2010
tentang Disiplin Pegawai
DASAR 5 Peraturan Kepala LIPI
Negeri Sipil HUKUM Nomor 7/E/2010 tentang
Pendelegasian Wewenang
Pengurusan Kepegawaian di
Peraturan Pemerintah Nomor 3 Lingkungan LIPI
11 Tahun 2017 tentang
Manajemen Pegawai Negeri
Sipil jo. PP 17 tahun 2020 Surat Edaran Kepala BKN Nomor
6 12/SE/IV/2020 tentang
Pelaksanaan, Pemanggilan,
Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Pemeriksaan, dan Penyampaian
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1
7 Keputusan Penjatuhan Hukuman
Tahun 2021 tentang Penegakan Disiplin Disiplin PNS Melalui Media
Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Elektronik Pada Masa Kedaruratan
Instansi Pemerintah Kesehatan Masyarakat Covid-19
KEWAJIBAN [17 POIN]

LARANGAN [15 POIN]


KEWAJIBAN PNS
[Pasal 3]

1 Mengucapkan sumpah janji PNS 6 Menjunjung tinggi kehormatan negara,


Pemerintah, dan martabat PNS

2 Mengucapkan sumpah/janji jabatan Mengutamakan kepentingan negara daripada


7 kepentingan sendiri, seseorang, dan/atau golongan
Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila,
Undang-Undang Dasar Negara Republik
3
Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Memegang rahasia jabatan yang menurut
Republik Indonesia 8 sifatnya atau menurut perintah harus
dirahasiakan
4 Menaati segala ketentuan peraturan
perundang-undangan Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan
9 bersemangat untuk kepentingan negara
Melaksanakan tugas kedinasan yang
5
dipercayakan kepada PNS dengan penuh
Pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab
Mencapai sasaran kerja pegawai yang
KEWAJIBAN PNS 12
ditetapkan
[Pasal 3] Menggunakan dan memelihara barang-
13 barang milik negara dengan sebaik-
Melaporkan dengan segera kepada baiknya
10
11 atasannya apabila mengetahui ada hal
yang dapat membahayakan atau 14 Memberikan pelayanan sebaik-baiknya
merugikan negara atau pemerintah kepada masyarakat
terutama di bidang keamanan, keuangan,
15 Membimbing bawahan dalam melaksanakan
dan materiil
tugas
11 Masuk kerja dan menaati
ketentuan jam kerja Memberikan kesempatan kepada
16 bawahan untuk mengembangkan karier

Menaati peraturan kedinasan yang


17
ditetapkan oleh pejabat yang
berwenang
LARANGAN PNS [Pasal 4]

1 4 6 8
Menyalahgunakan Melakukan kegiatan bersama dgn
Bekerja pada perusahaan Menerima hadiah atau sesuatu
wewenang atasan, teman sejawat, bawahan,
asing, konsultan asing, pemberian apa saja dari siapapun
atau orang lain di dalam maupun
atau lembaga swadaya juga yang berhubungan dengan
di luar lingkungan kerjanya
2 masyarakat asing jabatan dan/ atau pekerjaannya
dengan tujuan untuk keuntungan
Menjadi perantara pribadi, golongan, atau pihak lain,
untuk mendapatkan yang secara langsung atau tidak
keuntungan pribadi langsung merugikan negara 9
5
dan/atau orang lain dengan Bertindak sewenang-
Memiliki, menjual, wenang terhadap
menggunakan kewenangan
membeli, menggadaikan, bawahannya
orang lain
menyewakan, Atau meminjamkan 7
barang-barang baik bergerak atau 10
Memberi atau
3 tidak bergerak, dokumenatau surat Melakukan suatu tindakan atau tidak
menyanggupi akan memberi
Tanpa izin Pemerintah berharga milik negara secara tdk melakukan suatu tindakan yang
sesuatu kepada siapapun
sah dapat menghalangi atau mempersulit
menjadi pegawai atau baik secara langsung
salah satu pihak yang dilayani
bekerja utk negara lain dan/ atau tidak langsung dan sehingga mengakibatkan kerugian
atau lembaga atau dengan dalih apapun untuk bagi yang dilayani
organisasi internasional diangkat dalam jabatan
LARANGAN PNS [Pasal 4]
11 12 13

Menghalangi berjalannya Memberikan dukungan kepada calon Memberikan dukungan kepada calon
tugas kedinasan Presiden/Wakil Presiden, DPR, DPD, Presiden/Wakil Presiden dengan cara :
atau DPRD dengan cara : a. Membuat keputusan dan/atau tindakan yg
a. Ikut serta sebagai pelaksana menguntungkan atau merugikan salah
kampanye
b. Menjadi peserta kampanye dengan satu pasangan calon selama masa
menggunakan atribut partai atau kampanye
atribut PNS b. Mengadakan kegiatan yg mengarah kpd
14 c. Sebagai peserta kampanye dengan
keberpihakan terhadap pasangan calon yg
mengerahkan PNS lain; dan
Memberikan dukungan kepada calon d. Sebagai peserta kampanye dengan menjadi peserta pemilu sebelum, selama,
anggota DPD atau calon Kepala menggunakan fasilitas negara dan sesudah masa kampanye meliputi
Daerah/ Wakil Kepala Daerah dgn
cara memberikan surat dukungan pertemuan, himbauan, seruan, atau
disertai fotokopi KTP atau Surat Ket. pemberian barang kepada PNS dalam
Tanda Penduduk sesuai peraturan lingkungan unit kerja, anggota keluarga
perundang-undangan
dan masyarakat
LARANGAN PNS [Pasal 4]

15
Memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dgn cara:
a. terlibat dalam kegiatan kampanye utk mendukung calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah
b. menggunakan fasilitas yang terkait dgn jabatan dlm kegiatan kampanye
c. membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon
selama masa kampanye; dan/atau
d. mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap pasangan calon yg menjadi peserta
pemilu sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye meliputi pertemuan, ajakan, himbauan, seruan,
atau pemberian barang kpd PNS dlm lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat.
Tingkat dan Jenis Hukuman
Disiplin Ringan
Hukuman Disiplin Ringan (Pasal 8 dan 11)
(apabila pelanggaran berdampak negatif pada unit kerja )

Teguran Teguran Pernyataan tidak puas


lisan tertulis secara tertulis

Dinyatakan dan Dinyatakan dan


Dinyatakan dan
disampaikan secara disampaikan secara
disampaikan secara
tertulis oleh pejabat tertulis oleh pejabat
tertulis oleh pejabat yang
yang berwenang yang berwenang
berwenang menghukum
menghukum kepada menghukum kepada
kepada PNS yang
PNS yang melakukan PNS yang melakukan
melakukan pelanggaran
pelanggaran disiplin pelanggaran
Tingkat dan Jenis Hukuman
Disiplin Sedang
Hukuman Disiplin Sedang (Pasal 8 dan 11)
(apabila pelanggaran berdampak negatif bagi instansi yang bersangkutan)

Penundaan kenaikan gaji Penundaan kenaikan Penurunan pangkat setingkat


berkala selama 1 tahun pangkat selama 1 tahun lebih rendah selama 1 tahun

Ditetapkan untuk masa sekurang- Ditetapkan untuk masa sekurang- Ditetapkan untuk masa sekurang-
kurangnya tiga bulan dan untuk kurangnya tiga bulan dan untuk paling kurangnya enam bulan dan untuk paling
paling lama satu tahun. Masa lama satu tahun. Setelah lama satu tahun, terhitung mulai tanggal
penundaan KGB tersebut dihitung masa menjalani hukuman disiplin kenaikan pangkat PNS yang bersangkutan
penuh untuk KGB berikutnya tersebut selesai, maka gaji pokok dapat dipertimbangkan
PNS yang bersangkutan langsung
kembali pada gaji pokok semula
Tingkat dan Jenis Hukuman
Disiplin Berat
Hukuman Disiplin Berat (Pasal 8 dan 11)
(apabila pelanggaran berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara)

Penundaan pangkat setingkat Pembebasan dari jabatan Pemberhentian


lebih rendah selama 3 tahun Berarti pada pencabutan segala wewenang ▶ tidak dengan
Ditetapkan untuk masa sekurang-kurangnya yang melekat pada jabatan itu
hormat sebagai PNS
6 (enam) bulan, dan untuk paling lama satu Tidak diberikan hak – hak
tahun. Setelah masa menjalani hukuman pensiunnya meskipun
disiplin penurunan pangkat selesai, maka memenuhi syarat – syarat
pangkat PNS yang bersangkutan dengan sendirinya ▼ masa kerja usia pensiun
kembali pada pangkat yang semula
Pemberhentian dengan
▼ hormat tidak atas permintaan
Pemindahan dalam rangka sendiri sebagai PNS
Apabila memenuhi syarat kerja dan usia pensiun
penurunan jabatan setingkat menurut perundang - undangan
lebih rendah ▶ yang berlaku, yang bersangkutan
Memperhatikan jabatan yang lowong dan diberikan hak pensiun
persyaratan jabatan
Hukuman Disiplin Terkait Kehadiran Pegawai (Pasal 3 angka 11)
Kewajiban Tingkat Hukuman/jenis pelanggaran Keterangan

Ringan Sedang Berat


•16-20 hari kerja •31-35 hari kerja (penurunan • Keterlambatan masuk
(penundaan gaji pangkat pada pangkat kerja dan/atau pulang
berkala selama 1 setingkat lebih rendah cepat dihitung secara
•5 hari kerja (teguran (satu) tahun) selama 3 (tiga) tahun) kumulatif dan
Masuk lisan) dikonversi 7½ jam
kerja •21-25 hari kerja •36-40 hari kerja dihitung 1 (satu) hari
•6-10 hari kerja (penundaan kenaikan (pemindahan dalam rangka kerja.
dan
(teguran tertulis) pangkat selama 1 penurunan jabatan
menaati
ketentuan (satu) tahun) setingkat lebih rendah bagi • Berlaku pd tahun
•11-15 hari kerja PNS yang menduduki jab.
jam (pernyataan tidak yang sedang berjalan
•26-30 hari kerja Struk atau fungs tertentu)
kerja puas secara Keppres 68 Th 95 ttg
(penurunan pangkat Hari kerja Lembaga
tertulis) pada pangkat •41-45 hari kerja
Pemerintah.
setingkat lebih rendah (pembebasan dari jabatan
selama 1 (satu) tahun) bagi PNS yg menduduki
jab. struk atau fungs • Waktu kerja LIPI 37,5
tertentu) Jam/Minggu

•46 hari kerja atau lebih


(pemberhentian dengan
hormat tidak atas
permintaan sendiri atau
pemberhentian tidak
dengan hormat sbg PNS)
Hukuman Disiplin atas Pelanggaran Pegawai Pelajar
PP 53 Tahun 2010

Pegawai Pelajar yang telah selesai menjalankan tugas belajar wajib melapor kepada
PPK paling lama 15 (lima belas) hari kerja sejak berakhirnya masa tugas belajar

Dalam hal PNS tidak melapor kepada PPK sebagaimana dimaksud hal di atas, PNS
yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri dan
dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
PROSEDUR DAN TATA CARA
PENJATUHAN
HUKUMAN DISIPLIN

(PP No. 53 Tahun 2010)


Tata Cara Pemanggilan, Pemeriksaan, Penjatuhan, Dan Penyampaian
Keputusan Hukuman Disiplin
1 》 2
Sebelum menjatuhkan hukuman Untuk ancaman hukuman disiplin sedang dan berat maka
disiplin, atasan langsung wajib PPK atau pejabat lain yang ditunjuk dapat membentuk Tim
memeriksa Iebih dahulu PNS yang
diduga melakukan pelanggaran
Pemeriksa yang terdiri dari atasan langsung, unsur
pengawasan, dan unsur kepegawaian atau pejabat lain yang

disiplin. ditunjuk.

4 《 3
Setiap penjatuhan hukuman Disiplin Pemeriksaan terhadap PNS yang melanggar
ditetapkan dengan keputusan pejabat disiplin harus dilakukan dengan teliti dan
yang berwenang menghukum obyektif, sehingga pejabat yang berwenang
berdasarkan hasil pemeriksaan menghukum dapat mempertimbangkan dengan
seksama tentang jenis hukuman disiplin yang
akan dijatuhkan kepada PNS yang bersangkutan.
Penegakan Hukuman Disiplin
PNS di Lingkungan Lembaga
Ilmu Pengetahuan Indonesia
Layanan SDM Kawasan
1.Melakukan monitoring
Alur Penegakan Disiplin di lingkungan LIPI
pelanggaran disiplin PNS
berupa jam kerja Layanan SDM Kawasan BOSDM Pusat Apabila BOSDM Pusat
2.Melaporkan Pelanggaran 1.Melakukan investigasi Sanksi Sedang atau Berat Pendok
Jam Kerja kepada Kepala 2.Pengumpulan data 1.Melakukan investigasi 1.Melakukan merekaman
Satuan Kerja secara sidang pemeriksaan data pada simpeg
periodik (perbulan berjalan)
3.Menganalisis dan menentukan
tingkat pelanggaran HD ▶ dugaan pelanggaran HD ▶ 2.Melakukan upload berkas
3.Menerima Pengaduan atau 4.Menentukan Pejabat yang 2.Tim terdiri dari : digital SK Hukuman
laporan dari Satuan Kerja berwenangan Penjatuhan Disiplin • Atasan Langsung Disiplin
apabila terdapat dugaan 5.Melakukan koordinasi dengan • BOSDM Pusat 3.Meneruskan data ke BPK
pelanggaran disiplin atasan langsung ybs • Inspektorat apabila ada yang
6.Melakukan koordinasi dengan 3. Membuat SK Hukuman berhubungan dengan
BOSDM Pusat apabila diperlukan Disiplin yang ditandatangani keuangan
▲ 7.Apabila HD ringan lalu melakukan oleh pejabat yang berwenang
▼ ▶ Sidang Pemeriksaan Dugaan menjatuhkan sesuai PP 53
Pelanggaran HD dan apabila HD Berat
Satuan Kerja mengirimkan laporan ke BOSDM
Melaporkan kepada Kawasan Pusat Apabila Sanksi Ringan / Sedang
apabila terdapat dugaan tindak 8.Melakukan prosedur penjatuhan Satuan Kerja dan Kawasan
pelanggaran hukuman disiplin di
lingkungan Satker terkait
disiplin (Panggilan, BAP, LHP, SK) ▶ 1.Melakukan sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran HD
2.Tim terdiri dari :
9. Melakukan sidang pemeriksaan
dugaan HD bersama Satuan Kerja • Atasan Langsung
• Pejabat yang lebih tinggi pangkat / jabatannya
• Kepegawaian Kawasan
3. Membuat SK Hukuman Disiplin yang ditandatangani oleh pejabat
Catatan : yang berwenang menjatuhkan sesuai PP 53
1. Penentuan kategori HD dan kewenangan penjatuhan HD disesuaikan dengan PP 4. Melakukan perekaman data pada simpeg
53/2010 dan Perka LIPI No7/E/2010 5. Melakukan upload berkas digital SK Hukuman Disiplin
2. Berkoordinasi dengan BOSDM Pusat 6. Memberikan laporan via google spread khusus pencatatan hukuman
disiplin (pemantauan)
Pemeriksaan Dugaan Pelanggaran
Disiplin PNS Berbasis Daring
Pejabat yang berwenang menjatuhkan
Hukuman
Melakukan briefing / persiapan Disiplin memberikan
pemeriksaan Hukuman Disiplin
Tim Pemeriksa Pejabat Yang Berwenang

1 2 3 4
Layanan SDM Kawasan Pemeriksaan Dugaan
Melakukan pemanggilan Pelanggaran Hukuman Disiplin
kepada ybs sesuai dengan 1. Terduga dapat dipersilahkan meninggalkan
ketentuan pemanggilan meeting room agar Tim Pemeriksa dapat
pemeriksaan dugaan mempersiapkan BAP
pelanggaran disiplin PNS 2. Terduga diundang kembali ke meeting room
untuk membaca dan menyetujui BAP
3. Penandatanganan dapat dilakukan secara digital
Catatan : oleh terduga dan Tim Pemeriksa
1. Penentuan kategori HD dan kewenangan penjatuhan HD 4. Tim Pemeriksa menyusun LHP yang
disesuaikan dengan PP 53/2010 dan Perka LIPI No7/E/2010 ditandatangani secara digital oleh Tim
2. Berkoordinasi dengan BOSDM Pusat Pemeriksa dan rekomendasi kepada Pejabat
yang berwenang untuk menjatuhkan HD
Pendelegasian Wewenang Penjatuhan Hukuman
Disiplin
Menurut Perka LIPI No 7/E/2010
Pejabat yang berwenang
No Jenis Hukuman Disiplin
menjatuhkan HD
Sedang
1 Sestama / Deputi Ringan
Pasal 7 ayat (3) huruf a dan b
    Ess II / JPT Pratama Ess III / Administrator
    JF Jenjang Madya JF Jenjang Muda
    Pelaksana Gol IV/a - IV/c JF Jenjang Penyelia
    Dipekerjakan Pelaksana Gol III/b - III/d
      Diperbantukan
Sedang
2 Kepala Unit Kerja Ringan
Pasal 7 ayat (3) huruf a dan b
    Ess III / Administrator Ess IV / Pengawas
    JF Jenjang Muda JF Jenjang Pertama
    JF Jenjang Penyelia JF Jenjang Pelaksana Lanjutan
    Pelaksana Gol III/c - III/d Pelaksana Gol II/c - III/b
    Dipekerjakan Diperbantukan
    Diperbantukan  
Pendelegasian Wewenang Penjatuhan Hukuman
Disiplin
Menurut Perka LIPI No 7/E/2010
Pejabat yang berwenang menjatuhkan
No Jenis Hukuman Disiplin
HD
Sedang
3 Kepala UPT Ringan
Pasal 7 ayat (3) huruf a dan b
    Ess IV / Pengawas JF Jenjang Pelaksana
    JF Jenjang Pertama JF Jenjang Pelaksana Pemula
    JF Jenjang Pelaksana Lanjutan Pelaksana Gol II/a - II/b
    Pelaksana Gol II/c - III/b Diperbantukan
    Dipekerjakan  
Sedang
4 Esselon III / Administrator Ringan
Pasal 7 ayat (3) huruf a dan b
    Ess IV / Pengawas JF Jenjang Pelaksana
    JF Jenjang Pertama JF Jenjang Pelaksana Pemula
    Pelaksana Lanjutan Pelaksana Gol II/a - II/b
    Pelaksana Gol II/c - III/b Diperbantukan
    Dipekerjakan  
  Diperbantukan  
Pencatatan SK Hukuman
Disiplin

Pencatatan
Simpeg.
lipi.go.id 》 Transaksi 》 》
Manual Data
Mutasi
Hukuman
Disiplin 》
Tim Satuan Petugas(Satgas) Penegakan
Hukuman Disiplin PNS di Lingkungan
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Pengarah. : 1. Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
2. Sekretaris Utama LIPI
Ketua : Dr. Heru Santoso,
Kepala Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia LIPI (ex officio)
Sekretaris : Ratih Retno Wulandari, S.Sos., M.Si.
(merangkap (Koordinator Pelaksana Fungsi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Manajemen anggota)
Talenta, BOSDM LIPI / ex officio)
Anggota : 1. Christina Effendy Gondowijoyo, S.I.A.N.
(Subkoordinator Pelaksana Fungsi Penilaian Kinerja dan Disiplin PNS, BOSDM LIPI / ex officio)
2. Tri Budi Setyaningsih, S.T., M.T.
(Analis Kepegawaian Ahli Madya, BOSDM LIPI)
3. Suci Arti Laraswati, S.IP.
(Analis Kepegawaian Ahli Muda, BOSDM LIPI)
4. Retno Siti Wulandari, S.Kom.
(Analis Kepegawaian Ahli Muda, BOSDM LIPI)
5. Deo Hasiholan, S.Sos.
(Analis Kepegawaian Ahli Pertama, BOSDM LIPI)
6. Rouf Fahmi, S.IP.
(Analis Kepegawaian Ahli Muda, BOSDM LIPI)
7. Nurul Fajriyah, S.Sos.
(Analis Kepegawaian Ahli Muda, BOSDM LIPI)
8. Nurul, S.E.
(Analis Pengembangan SDM Aparatur, BOSDM LIPI)
9. Feny Rimadiana Kurnia, S.E.
(Analis Kepegawaian Ahli Pertama, BOSDM LIPI
Laporan Kehadiran PNS
di Lingkungan Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia
Rekapitulasi Hukdis Kehadiran dan Pegawai Pelajar Tahun
2020

[CELLRANGE]
[CELLRANGE] Berat
Berat [PERCENTAGE]
[PERCENTAGE]

[CELLRANGE]
Sedang
[PERCENTAGE]

[CELLRANGE]
[CELLRANGE] Dalam Proses
Ringan [PERCENTAGE]
[PERCENTAGE] Ringan [CELLRANGE]
Sedang Sedang
Berat [PERCENTAGE]

Dalam Proses Sedang

Berat

Hukuman Disiplin Kehadiran Tahun 2020 Hukuman Disiplin Pegawai Pelajar Tahun 2020
Rekapitulasi Hukdis Tindak KKN Tahun 2020

[CELLRANGE]
Berat
[PERCENTAGE]

[CELLRANGE]
Sedang
[PERCENTAGE]
[CELLRANGE]
Dalam proses
[PERCENTAGE]

Dalam proses Sedang

Berat

Hukuman Disiplin Tindak KKN Tahun 2020


JENIS PELANGGARAN 2019-2020

No. JENIS PELANGGARAN DESKRIPSI SINGKAT JENIS HUKUMAN JUMLAH

1 KEHADIRAN ≤ 15 Hari kerja RINGAN 82


    16 – 30 Hari kerja SEDANG 15
    ≥ 31 Hari kerja BERAT 19
2 PEGAWAI PELAJAR Tidak membuat laporan berkala, tidak melapor BERAT (diberhentikan) 3
    telah kembali, tidak masuk kerja
Tidak membuat laporan berkala, tidak SEDANG 2
perpanjang tugas belajar
3 KKN Penyalahgunaan kewenangan, tidak bekerja BERAT, SEDANG 2
    dengan cermat, tertib, jujur
Penyalahgunaan kewenangan, pemalsuan BERAT 1
dokumen
4 NETRALITAS PNS Netralitas - 2

5 PERILAKU Perilaku Kerja, kekerasan RINGAN 1


Analisis Absensi dan
Pengaturan Absensi Tahun 2021
KETENTUAN PERBAIKAN DATA KEHADIRAN
TAHUN 2021

Masing-masing pegawai wajib melakukan tapping kehadiran 2 (dua)


1 kali dalam 1 hari kerja, masuk dan pulang.

Perbaikan data kehadiran karena data tidak terekam yang masih dalam
2 rentang waktu 1 (satu) bulan yang sama, maksimal 2 (dua) hari
sebelum rekap data total untuk keperluan perhitungan uang makan
(sekitar tgl 5 di bulan berikutnya).
PNS
Dalam yang pernah
hal tidak dijatuhitapping
melalukan hukuman disiplin,
kehadiran kemudian
sebanyak melakukan
2 (dua) kali pada
63
pelanggaran
saat masuk dan yang sifatnya
pulang sama,
karena lupa,maka
maka dianggap mangkir atau bisa
dijatuhi hukuman disiplin yang lebih berat dari
diperbaiki dengan status cuti tahunan apabila sisa hak cuti masih
hukuman
tersedia. disiplin yang pernah dijatuhkan
KETENTUAN APPROVAL PERBAIKAN
KEHADIRAN TAHUN 2021

Atasan langsung diharapkan segera melakukan approve request,


1 apabila request perbaikan atau request cuti yang diajukan sudah
lengkap dan benar

Jika dalam kondisi tertentu atasan langsung belum melakukan


2 approval, pelaksana kawasan atau pusat diberikan mandatory untuk
melakukan approval dengan catatan data sudah lengkap dan benar
(sesuai persetujuan atasan langsung)
PNS yang pernah dijatuhi hukuman disiplin, kemudian melakukan
Proses approval oleh atasan langsung atas perbaikan data kehadiran
63
pelanggaran yang sifatnya sama, maka
karena data tidak terekam sebaiknya dapat dilakukan pada bulan yang
dijatuhi hukuman disiplin yang lebih berat dari
sama.
hukuman disiplin yang pernah dijatuhkan
MONITORING KEHADIRAN TAHUN 2021

BOSDM akan secara reguler paling tidak 2 kali dalam setahun


1 melakukan pemantauan atas kehadiran pegawai dengan
mengirimkan surat kepada Kepala Satker

Pasca melakukan pemantauan kehadiran, BOSDM akan


2 menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan atas dugaan
pelanggaran disiplin pegawai berkaitan dengan kehadiran

PNS yang pernah dijatuhi hukuman disiplin, kemudian melakukan


Hasil pemantauan kehadiran dan penegakan hukuman disiplin atas
63
pelanggaran yang sifatnya sama, maka
kehadiran pegawai sepanjang tahun 2021, menjadi basis penilaian
dijatuhi hukuman disiplin yang lebih berat dari
perilaku pada Pengisian Realisasi SKP Tahun 2021 di akhir tahun.
hukuman disiplin yang pernah dijatuhkan
Cuti dan Perjalanan
Keluar Kota selama
pandemi
Covid-19
Dasar Hukum
1. Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 54
Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Surat Edaran Menteri pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja
Aparatur Sipil Negara Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19;

2. Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 55
Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Menteri pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 46 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke
Luar Daerah Dan/Atau Kegiatan Mudik Dan/Atau Kegiatan Cuti Bagi Aparatur Sipil Negara
Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19;

3. Keputusan Kepala LIPI Nomor 135/E/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai LIPI dalam
Tatananan Normal Baru.
Pembatasan Perjalanan
Keluar Kota
a. Cuti tidak dilarang;
b. Kebijakan Menteri PANRB menganjurkan pembatasan perjalanan dinas, dan hanya
untuk keperluan yang penting;
c. Menteri PANRB dapat suatu waktu membuat kebijakan melarang perjalanan ke luar
kota, ke tempat liburan, dan/atau mudik pada masa liburan;
d. Perjalanan keluar kota harus memperhatikan Protokol Kesehatan yang diatur oleh
pihak berwenang (Kementerian Teknis dan/atau Kebijakan Pemerintah Daerah
setempat).
e. PNS LIPI diwajibkan bekerja di lokasi yang telah ditentukan dalam Surat Keputusan
Kepala LIPI, yaitu di kediamannya masing-masing atau lokasi co-working space yang
berada di wilayah domisili untuk kerjanya sehari-hari.
TERIMA KASIH