Anda di halaman 1dari 9

MORALITAS

oleh :
Carlos D Siringo-ringo (190200239)
Mercio Pranata Axel Siallagan (190200228)
Amos S Simanjuntak (190200299)
Tesa Lonika br Tarigan (190200204)
Febriana Juniati Sihombing (190200240)
A. Moral dan Etika Menurut Pandangan Iman Kristen dan
Pandangan Lain

Moral
 -Kata Moral berasal dari kata latin “mos” yang

berarti kebiasaan. Moral berasal dari Bahasa


Latin yaitu Moralitas adalah
istilah manusia menyebut ke manusia lain atau
orang lain dalam tindakan yang mempunyai
nilai positif.
 -Manusia yang tidak memiliki moral disebut

amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak


memiliki nilai positif di mata manusia lainnya.
 Menurut Immanuel Kant, moralitas adalah hal
kenyakinan dan sikap batin dan bukan hal
sekedar penyesuaian dengan aturan dari luar,
entah itu aturan hukum negara, agama atau
adat-istiadat

Etika
 Etika berasal dari bahasa Yunani, ethos, yang
artinya kebiasaan, adat.
 Etika bukan sebuah ilmu pengetahuan yang
dapat mendedeskripsikan perilaku manusia.
a. Etika dalam Perjanjian Lama

Etika  dan moral dalam Perjanjian Lama dapat dilihat ketika  Abraham


dipanggil Allah dalam usianya yang ke 75. Hal yang dapat diambil dari Iman
dan Moral dari Abraham:
 Abraham tetap menaati perintah Allah walaupun dia belum tau keadaan
negri yang ditujunya.
 Meninggalkan seluruh harta kekayanya.
 Abraham tetap percaya akan rencana Allah

Namun ada juga moral buruk yang ditunjukkan oleh Abraham, yakni:
 Abraham merasakan kuatir tentang hidup dan istrinya
 Abraham berbohong untuk menyelamatkn dirinya dengan mengatakan
istrinya sebagai adiknya
 Abraham memiliki sifat egois terhadap istrinya
 Abraham tidak memberikan dirinya dalam perlindungan Tuhan,
sehingga ia tenggelam dalam rasa ketautan akan kehilangan nyawanya.
b. Etika dalam Perjanjian Baru
Etika dalam Perjanjian Baru terdapat dalam ajaran Yesus Kristus dalam
injil-injil (Matius, Markus, Lukas, Yohannes). Ajaran etik yang diajarakan
oleh Yesus , yakni Yesus meminta kepada manusia  untuk menjadi seorang
manusia yang bersifat ilahi.

Dari kejatuhan adam dan hawa kedalam dosa, manusia senantiasa


menunjukkan moral yang tidak bagik dalam dirinya, yakni:
 Manusia memiliki inisiatif akan keberdosaanya
 Manusia menyembunyikan diri dari Allah
 Manusia merasa tidak bersalah, merasa semua ini salah Tuhan Allah
 Manusia yang cenderung menurunkan standar Allah
 Manusia angkuh terhadap kasih karunia Allah
 Manusia yang cenderung memikirkan kebaikannya tanpa melibatkan
Tuhan Allah, melawan perintah Tuhan Allah
B. Tanggung Jawab Moral Dalam Pergaulan Muda-
mudi
2 prinsip yang mendasar tentang pergaulan yang baik dari amsal 27: 1-27, yakni:
 Yang pertama mengenai sikap

3 sikap penting mengenai pergaulan,


 Sikap terhadap Pujian (Ayat 1-2), harus bersikap benar terhadap “pujian” dan

tidak berlebihan,
 Sikap terhadap Sakit dan Panas Hati serta Cemburu (Ayat 3-4),
 Sikap terhadap Teguran (Ayat 5-6, 9, 10), berani menegur untuk mempererat
pertemanan

 Yang kedua berupa peringatan dan pengajaran tentang pergaulan


5 Peringatan atau Pengajaran tentang Pergaulan,
 Jangan Menjadi Penjamin Utang bagi Teman secara Tidak Bijak (Ayat 13-14)
 Jangan Bersikap Munafik dalam Mengucapkan Berkat atau Ucapan Selamat
kepada Seorang Teman (Ayat 14)
 Menghindari Pergaulan dengan Calon Teman Hidup yang Suka Bertengkar (Ayat
15-16)
 Peliharalah Pergaulan yang Saling Membangun (Ayat 17-18)
 Nilailah Teman dengan Benar, Gunakan Hati, Mata dan Pujian (Ayat 19-21)

Tahap – Tahap dalam Pergaualan

1. Pergaulan Umum
dalam hal ini yang palig diutamakan adalah persahabat dengan sesama .
Tips-tips seni bergaul yang benar:
 Memiliki keterbukaan
 Mengenal latar belakang kehidupan
 Menghindari hal-hal yang kurang menyenangkan
 Memberi perhatian cukup

2. Pergaulan Khusus: Berpacaran


adanya hubungan yang lebih dari sekedar teman yang mempunyai tujuan
yang sama antara laki-laki dengan permpuan. Tujuan berpacaran adalah untuk
membina hubungan dengan kekasih sebagai persiapan perkawinan
3 tahapan dalam membina hubungan berpacaran
 Pengalaman yang lebih mendalam dan benar
 Kualitas kasih yang benar
 Tendermess yang sejalan dengan kesetiaan dan tanggung jawab
C. PANDANGAN KRISTEN TENTANG LGBT

Dari kisah Sodom dan Gomora, jelas sudah kalau alkitab tidak membenarkan
adanya hubungan sesama jenis. Dalam bahasa Ibrani yaitu “yada” yang berarti
hubungan seksual. Kata yang sama yang dipakai adam kepada hawa untuk
berhubungan seksual.  Dari kata sodom ini lah muncul kata sodomi Satu-satunya
cara hubungan seksual menurut standar alkitab adalah hubungan seksual
antara laki-laki dan perempuan dalam pernikahan monogami. Hubungan seks
sesama jenis adalah dosa yang merupakan dosa di antara dosa-dosa lainnya
yang hukumannya adalah kematian.
Demikian hasil persentasi dari kelompok kami, apabila
ada tutur kata yang tidak menyenankan, kami mohon
maaf
jika ada kritik, tanggapan, waktu dan tempat kami
persilahkan

nb: tolong bagi yang pande debat jangan


accungkan tangan, kami gadak yang pande
ngomong:v