Anda di halaman 1dari 38

JOURNAL READING

Individualized Prediction of Stroke-Associated


Pneumonia For Patients With Acute Ischemic
Stroke

Dini Millatul Azka (30101607637)

Pembimbing:
dr. Hj. Ken Wirastuti, M.Kes, Sp.S, KIC
JUDUL

PENULIS

PENERBIT TAHUN
01.
Abstrak
Abstrak.
Kesimpulan
Metode Hasil Nomogram kami dapat
• Nomogram dibuat dg Didapatkan 7 prediktor: menyediakan alat
Latar Belakang analisis univariat dan • Usia sederhana dan andal
• Pneumonia terkait stroke multivariat kelompok • Skor NIHSS saat untuk memprediksi
(SAP) merupakan training (643 pasien) masuk SAP berdasarkan data
komplikasi serius & • Kemampuan prediksi • Atrium fibrilasi yang tersedia secara
umum pada pasien stroke ditentukan dengan kurva • Intervensi NGT rutin. Ini juga dapat
• Tujuan: mengembangkan ROC dan plot kalibrasi • Ventilasi mekanis membantu dokter
dan memvalidasi model kelompok validasi (340 • Fibrinogen sehubungan dengan
yg mudah digunakan pasien) • Jumlah leukosit pengambilan kepu-
untuk memprediksi risiko • Pengambilan keputusan Prediktor tsb sebagai tusan pengobatan
SAP pada pasien stroke klinis dipertimbangkan modal nomogram.
iskemik akut (AIS) dengan kurva DCA Nomogram ini lebih
unggul dari A2DS2,
ISAN, dan skor
PANTHERIS.
02.
Pendahuluan
Introduction.
Pneumonia
• Rawat inap berkepanjangan
terkait Stroke komplikasi pasca stroke
• Kecacatan parah
(SAP)
• Kematian

Diperlukan model yang lebih


Sulitnya mendiagnosis Pemeriksaan X-ray dan
obyektif dan mudah diterapkan
SAP kultur sputum memiliki
untuk memprediksi perkem-
sensitivitas rendah
bangan pneumonia pada pasien
stroke.
Beberapa skoring untuk memprediksi SAP memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi

A2DS2 Score
ISAN Score
Variable Points PANTHERIS Score
GCS
• <9 5
• 9-12 2
• >12 0
Age
• <60 0
• 60-80 1
• >80 2
Increase in systolic arterial blood
pressure >200 mmHg within the first
24 h after admission
• Yes 0
• No 2
White blood cell count >11.000/l
• Yes 0
• No 3
Sensitivitas dan spesifitas Tidak cukup untuk model
• Pengambilan keputusan medis
tinggi prediksi klinis
individual yang tepat waktu
• Keefektifan biaya
• keterwakilan, dan kelengkapan
pengumpulan data
Juga harus dipertimbangkan dalam
praktik klinis
Tujuan dari penelitian ini adalah
• untuk membangun dan memvalidasi
model yang sederhana, nyaman, akurat,
dan praktis secara klinis untuk
memprediksi risiko SAP pada pasien
stroke
• Membandingkan performanya dengan
model prediksi lainnya.
03.
Metode
Lokasi & Waktu

Departemen Neurologi, Rumah Sakit Universitas Kedokteran Wenzhou

Dalam waktu 24 jam setelah onset

Januari 2018-Januari 2019


KRITERIA EKSKLUSI
KRITERIA INKLUSI ● Diagnosis serangan iskemik transien
● Usia ≥ 18 tahun; (TIA)
● Terdiagnosis stroke iskemik ● Disfagia yang sudah ada sebelumnya
akut dengan CT scan / MRI ● Infeksi aktif atau pireksia dalam 2
24 jam setelah masuk RS minggu sebelum masuk
● Ada persetujuan tertulis ● Riwayat penyakit hematologis,
yang diperoleh dari pasien penyakit hati yang parah, kanker,
atau perwakilan hukumnya atau pengobatan imunosupresan
● Rekam medis yang kurang lengkap.
Kelompok Penelitian
I II

Kelompok Pelatihan Kelompok Validasi


Untuk membangun model Untuk mengevaluasi
nomogram prediktif kinerja model
04.
Hasil
05.
Diskusi
Prediktor Nomogram SAP.

• Usia
• Skor NIHSS saat masuk
• Atrium fibrilasi
• Intervensi NGT
• Ventilasi mekanis
• Fibrinogen
• Jumlah leukosit
USIA Usia yang lebih tua Risiko pneumonia pasca stroke
lebih tinggi

Orang tua cenderung memiliki lebih


banyak penyakit penyerta dan gangguan
fungsi menelan
SKOR Skor NIHSS yang lebih mungkin untuk
lebih tinggi
NIHSS mengembangkan pneumonia
setelah stroke

Serupa dengan penelitian-penelitian


sebelumnya
ATRIAL
lebih mungkin untuk
FIBRILA Pasien dengan AF
mengembangkan pneumonia
SI setelah stroke

AF juga merupakan salah satu prediktor


SAP pada A2DS2 Score
NGT Pemasangan NGT
lebih mungkin untuk
mengembangkan pneumonia
yang berkepanjangan
setelah stroke

• Adanya NGT dapat memperburuk disfungsi sfingter esofagus bagian


bawah, yang dapat menyebabkan reflux isi lambung mikroaspirasi dan
kolonisasi oleh bakteri Gram-negatif.
• Pemasangan NGT disfungsi orofaring orofaring kehilangan fungsi
pelindung : pembersihan rongga mulut dengan mengunyah dan
menelan sehingga meningkatkan risiko mikroaspirasi dan pneumonia
karena beban bakteri yang lebih tinggi di dalam air liur
FIBRINOG lebih mungkin untuk
Fibrinogen ↑
EN mengembangkan pneumonia
setelah stroke

Fibrinogen mendukung aktivasi neutrofil


dengan berinteraksi dengan human Fibrinogen dan jumlah leukosit memiliki
leukocyte adhesion glycoprotein aMß2 sensitivitas dan spesifisitas untuk SAP
integrin.

LEUKOSIT Leukosit ↑ lebih mungkin untuk


mengembangkan pneumonia
setelah stroke
SAP
ISAN
NORMOGR
SCORE AM

• Usia • Usia
• Jenis Kelamin • Skor NIHSS saat masuk
• Skor NIHSS saat masuk RS • Atrium fibrilasi
• Independensi sebelum stroke • Intervensi NGT
• Ventilasi mekanis
• Fibrinogen
Skor ISAN  tidak memasukkan parameter biokimia darah • Jumlah leukosit
yang menandakan keparahan infalamasi pd pasien stroke
SAP normogram  menambahkan fibrinogen dan jumlah
leukosit yang menggambarkan level inflamasi dini pada
sirkulasi perifer dan paru-paru
SAP
A2DS2
NORMOGR
SCORE AM

• Usia • Usia
• Atrial Fibrilasi • Skor NIHSS saat masuk
• Disfagia • Atrium fibrilasi
• Jenis Kelamin • Intervensi NGT
• Skor NIHSS • Ventilasi mekanis
• Fibrinogen
Intervensi NGT adalah indikator yang lebih langsung • Jumlah leukosit
dan sensitif daripada disfagia, karena intervensi NGT
dapat menandakan baik disfagia maupun gangguan
kesadaran.
SAP
PANTHERI
NORMOGR
S SCORE AM

• GCS • Usia
• Usia • Skor NIHSS saat masuk
• Peningkatan sistol >200 • Atrium fibrilasi
mmHg dalam 24 setelah • Intervensi NGT
masuk RS • Ventilasi mekanis
• jumlah leukosit >11.000/l • Fibrinogen
• Jumlah leukosit

Skor PANTHERIS
kurangnya evaluasi NIHSS dan fungsi menelan, yang
merupakan faktor risiko penting untuk SAP
Keterbatasan Penelitian.

Data yang terbatas dan kurangnya validasi eksternal, akan ada


beberapa potensi bias dalam hasil
1 Diperlukan untuk lebih memvalidasi reliabilitas dan generalisasi
final nomogram

Penelitian ini tidak secara sistematis mendokumentasikan semua


2 detail intervensi NGT, seperti waktu pemasangan, yang mungkin
mempengaruhi perkembangan infeksi pernafasan pada pasien
stroke.
Kesimpulan.

Kami telah menetapkan dan memvalidasi nomogram yang andal untuk memprediksi risiko
individual pneumonia pasca stroke dengan diskriminasi dan akurasi yang baik berdasarkan
data yang dikumpulkan secara rutin. Nomogram yang diusulkan mungkin merupakan alat
yang sederhana dan berguna bagi dokter dalam membuat keputusan klinis individual yang
tepat waktu sesuai dengan risiko individu setiap pasien.
Terima
Kasih .