Anda di halaman 1dari 35

AKUT ABDOMEN

Brian Perkasa
Chandra Bhakti
Citra Nur Intan
Dinda Prastikasari
Tengku Riza
dr. Bob Rambe M.Ked(Surg) S.pB
DEFINISI
Akut abdomen adalah Keadaan klinis akibat kegawatan di rongga perut yang
biasanya timbul mendadak, dengan nyeri sebagai keluhan utama. Istilah akut
abdomen merupakan tanda dan gejala yang disebabkan penyakit intra
abdominal dengan nyeri sebagai keluhan utama, timbul mendadak, dan
biasanya membutuhkan terapi pembedahan.

Semua pasien dengan nyeri abdomen harus menjalani evaluasi untuk


menegakkan diagnosis sehingga pengobatan tepat waktu dan dapat mengurangi
morbiditas dan mortalitas. Kasus abdomen akut berkisar antara 5-10% dari
semua kasus emergensi 5-10.000 di US. Penelitian lain mendapatkan 25%
ANATOMI
Perkembangan dari anatomi
rongga perut dan organ-organ
visera mempengaruhi manifestasi,
patogenesis dan klinis dari
penyakit abdominal peritoneum
dan persarafan sensoris viseral
sangat penting untuk
evaluasi acute abdominal
disease (Gray SW, 1997). Setelah 3
minggu perkembangan janin, usus
primitif terbagi menjadi  foregut,
midgut, dan hindgut.  Arteri
mesenterika superior menyuplai
dari ke midgut (bagian keempat
duodenum sampai midtransversal
kolon). Foregut meliputi faring,
esofagus, lambung, dan proksimal
duodenum,
sedangkan hindgut terdiri dari
kolon distal dan rektum.
Regio abdomen
AKUT ABDOMEN TERSERING
Tr Gastrointestinal Hepar,lien,tr biliaris,pankreas
Appendisitis Cholesistitis akut
Obstruksi usus halus/kolon Cholangitis akut
Perforasi ulkus peptikum Abses hepar
Hernia inkarserata Ruptur tumor hepar
Perforasi usus Ruptur lien spontan
Divertikulitis Meckel Kolik bilier
Gastroenteritis Hepatitis akut
Gastritis Pankreatitis akut
Adenitis mesenterika

Lain-lain
Kehamilan ektopik
terganggu
Kista ovarium terpuntir
PENYEBAB/ ETIOLOGI
■ Infeksi : apendisitis, adneksitis
■ Perforasi / ruptur organ : perforasi typhoid, tumor
■ Obstruksi :
 intraluminer : tumor usus/kolon, kolik ureter
 ekstraluminer : hernia inkarserata, volvulus
■ Gangguan vaskuler : hernia strangulata, emboli
akut mesenterium
■ Perdarahan : KET, perdarahan hepatoma, melena
ANAMNESIS
■ Nyeri abdomen : lokasi, kapan timbul,
sifat nyeri, berpindah
■ Demam : kapan timbul, hilang/timbul?
■ Mual / nausea
■ Muntah : makanan, kehijauan,
darah, projektil?
■ Diare : darah?
Penjalaran Nyeri
Bahu kanan
 Diafragma Kandung Bahu kiri
Diafragma Lien
empedu
 Kapsul hepar Pankreas
Lambung
Colon-flexura lienalis
Skapula kanan
 Kandung empedu
 Saluran empedu Skapula kiri
Lien
Pankreas
Inguinal/genitalia
 Ginjal
 Ureter
 Aorta/ A iliaca
JENIS NYERI PERUT

Nyeri somatik Nyeri alih


 Nyeri somatik terjadi karena  Nyeri alih terjadi jika suatu segmen
rangsangan pada bagian yang persarafan melayani lebih dari satu daerah.
Misalnya diafragma yang berasal dari regio
dipersarafi saraf tepi, misalnya leher C3-C5 pindah ke bawah pada masa
regangan pada peritoneum embrional sehingga rangsangan pada
parietalis, dan luka pada dinding diafragma oleh perdarahan atau peradangan
perut. Nyeri dirasakan seperti akan dirasakan di bahu. Demikian juga
disayat atau ditusuk, dan pasien pada kolestitis akut, nyeri dirasakan pada
daerah ujung belikat. Abses dibawah
dapat menunjuk dengan tepat dengan
diafragma atau rangsangan karena radang
jari lokasi nyeri. Rangsang yang atau trauma pada permukaan limpa atau
menimbulkan nyeri dapat berupa hati juga dapat menyebabkan nyeri di bahu.
tekanan, rangsang kimiawi atau Kolik ureter atau kolik pielum ginjal,
proses radang (Sjamsuhidajat dkk., biasanya dirasakan sampai ke alat kelamin
2004 luar seperti labia mayora pada wanita atau
testis pada pria (Sjamsuhidajat, dkk., 2004).
SOMATIC PAIN DAN REFERRED PAIN
Onset dan Perjalanan Nyeri
■ Nyeri tiba-tiba/eksplosif : cukup serius perforasi
lambung, KET, ruptur aneurisma

■ Nyeri progresif cepat : kolesistitis akut, pankreatitis


akut, strangulasi usus

■ Nyeri samar-samar yang progresif : appendisitis


akut, obstruksi usus atau kasus non bedah
KEMUNGKINAN DIAGNOSIS DARI ONSET
Nyeri tiba-tiba Lambat progresif Intermittent Konstan
Perforasi viskus Appendisitis Ulkus peptikum Refluks gastritis
Volvulus Divertikulitis Refluks esofagitis Pankreatitis
Pasase batu ginjal Cholesistitis Cholelitiasis
Obstruksi usus Obstruksi usus Divertikulitis
Emboli mesenterium Iskemia mesenteri Pankreatitis kronik
KET Endometriosis PID
Torsi kista ovarii Gastroenteritis Endometriosis
MCI Gastritis
Mittelschmerz Intususepsi
Intususepsi Pankreatitis
Salpingitis
Kolitis ulserativa
Hepatitis
Pylelonefritis
SIFAT NYERI
■ Tajam, dipermukaan iritasi peritoneum / nyeri
parietal / somatik

■ Hilang timbul, samar-samar, terasa dalam seperti


“diperas” nyeri visceral

■ Nyeri “colic” : lumen kecil yg tersumbat spt ureter,


saluran empedu
LOKASI NYERI

■ Perut kanan bawah : apendisitis, KET,


adneksitis kanan
■ Kanan atas : kholesistitis
■ Nyeri pinggang : kolik ginjal
■ Seluruh abdomen : peritonitis generalisata /
peritonitis umum
Keluhan Lain
■ Mual / nausea
■ Muntah : kapan muntah, sifat muntah, isi yg
dimuntahkan?
■ Demam : kapan, demam dulu atau sakit
perut dulu?
■ Konstipasi
■ Riwayat ginekologis (pada wanita)
Keluhan Lain
■ Diare
■ Ikterus
■ Hematemesis
■ Riwayat penyakit dahulu :
> penyakit yg mungkin berhubungan dg sakit perutnya
> sakit berulang atau pertama kali?
> pernah operasi ? (adhesi)
> berkurang/hilang rasa sakit dengan ?
PEMERIKSAAN FISIK
■ Pemeriksaan fisik umum :
. Gelisah / diam menahan sakit
. Pucat (anemi?), takikardi, takipnea, dingin
. Demam, subfebril
. Tekanan darah
. Tidur melipat tungkai
. Kuning / ikterik
. Dehidrasi
. Spider naevi
Spider naevi

Ikterus/jaundice
PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan fisik abdomen
1. Inspeksi : kembung, peristaltik usus
2. Auskultasi : bising usus tambah/kurang
3. Nyeri batuk : parietal pain
4. Perkusi : pekak hepar, “shifting dullness”
5. Palpasi : nyeri lepas, “guarding”
6. Pemeriksaan inguino-skrotal
7. Pemeriksaan colok dubur
INSPEKSI

Dari thoraks sampai inguino-


skrotal

■ Kembung atau cekung

■ Spider naevi

■ Gambaran usus

■ Peristaltik usus

■ Sikatriks bekas operasi
PALPASI
Mulai dari kuadran yg
berlawanan dari
nyeri batuknya

■ Palpasi dalam
(deep palpation)

■ Nyeri tekan

■ Nyeri lepas /
“rebound
tenderness”

■ “muscle guarding”
NYERI BATUK DAN PERKUSI


■ Nyeri batuk  nyeri somatik

■ Nyeri ketok  nyeri
somatik

■ Pekak hepar
(pneumoperitoneum)

■ “shifting dullness”

■ Timpani
AUSKULTASI


■ Seluruh abdomen

■ Dengarkan dg sabar

■ Bising usus

■ “metallic sound”
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan laboratorium
1. Pemeriksaan darah : rutin Hb, Leukosit
2. Faal hepar, pankreas, ginjal (bilirubin, amilase, ureum /
kreatinin dll)
3. Pemeriksaan urin : hematuria, bakteriuri, bilirubinuria
4. Pemeriksaan feses : melena
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Radiologi
Abdomen polos berbaring, tegak/dekubitus
Thorax
USG
CT scan abdomen
Imaging
X-ray polos abdomen CT scan abdomen
Kasus Perforasi gaster
(free air appearance)
Udara dibawah
diafragma
= H
pneumoperito
neum
DIAGNOSIS DIFERENSIAL
■ Umur : adenitis mesenterial pd anak,
keganasan dan kelainan vaskuler pd
orang tua
■ Jenis kelamin : kelainan ginekologis pd
wanita, KET
■ Anamnesis teliti : adhesi, ileus obstruksi
pd bekas operasi abdomen
DIAGNOSIS DIFERENSIAL
1. Nyeri abdomen terus menerus lebih dari 6 jam 
kemungkinan kasus bedah. Ditambah nyeri lepas (+) 
kasus bedah
2. Kasus bedah tersering adalah appendisitis dan ileus
obstruksi (adhesi, hernia inkarserata, tumor)
3. Appendisitis akut dan obstruksi merupakan kelainan
bedah tersering yg semula dikira kelainan non-bedah
4. Pada wanita diagnosis dipersulit dg kelainan ginekologis
(PID, KET)
DIAGNOSIS DIFERENSIAL
5. Pada anak, pikirkan kelainan invaginasi,
divertikulum Meckel
6. Pada orang tua pikirkan keganasan dan gangguan
vaskularisasi
Kehamilan ektopik terganggu
KESIMPULAN
■ Perlu dibedakan kasus medikal atau
surgikal pada nyeri perut
■ Kelainan yang menyebabkan abdomen
akut sangat banyak, kadang sulit
melakukan diagnosis
■ Bila ragu, diagnosis sebagai kasus
bedah
■ Nyeri yang tidak berkurang dengan obat /
konservatif, pikirkan kelainan bedah
TERIMA KASIH
ATAS PERHATIAN NYA 