Anda di halaman 1dari 14

ULKUS PIOGENIK

 Infeksi kulit , disebabkan Faktor Resikonya:


oleh streptokokus atau  Daerah Tropis, panas dan
stapilokokus. lembab
 Bentuk ulkus tidak khas,  Higiene dan Sanitasi yang
terdapat pus diatas ulkus kurang
 Lebih sering terjadi pada  Gizi yang kurang
anak-anak.
 Perempuan : Laki-laki =
1:1
ULKUS PIOGENIK
 Perjalanan Penyakitnya:  Gambaran Klinis:
Timbul ulkus dengan tanda  Lokasi biasanya pada
peradangan disekitarnya -> ekstremitas
lama – kelamaan nekrosis  Ulkus berukuran kecil
-> menyebar secara  Tepi ulkus tidak meninggi,
serpiginosa dan teratur
 Gambaran histopatologi:  Dinding tidak menggaung
tampak reaksi sel di
 Tanda radang di sekitar
ulkus
jaringan dengan sel plasma
 Sekret serosa kekuningan
dan sel limfoid.
DIAGNOSA ULKUS PIOGENIK
 Diagnosa Banding:  Perlu dilakukan  kultur
 ulkus tropikum  sekret ulkus untuk
 Cepat berkembang membedakan dengan ulkus
 Nyeri yang disebabkan oleh kuman
 Bentuk khas Gram- negatif
 Berbau busuk  tes resistensi.
 Biasa pada tungkai bawah
 Terapi Obat topikal:
Kompres ulkus dengan kalikus
 ulkus karena penyebab
permanganas (PK) dengan
lain seperti antraks, konsentrasi 1:5000 (larutkan
tuberkulosis, atau dalam air sampai warnanya
frambusia. ungu) 
ABSES MULTIPEL KELENJAR KERINGAT
 Definisi Gambaran Klinis:
 Erythematous deep seated
 Infeksi sistem kelenjar keringat
ekrin oleh Staphylococcus infiltrated nodule  pea walnut
berukuran kecil
 Ditandai dengan multiple
 Bentuk kubah tanpa kuning di
abscess pada area predileksi
tengah (pusat nekrotik/ sumbatan)
 Etiologi: Staphylococcus  Selalu multipel, timbul
aureus berkelompok, lunak → abses 
 Gambaran Klinik:Umum pd pus kuning
infant/ anak kecil  Diikuti dg pembtkn scar, rekuren

pada tpt yang baru


 Predileksi  badan,  Tak nyeri – nodul subkutaneus
belakang kepala, gluteus (Hallmark); khas
ABSES MULTIPEL KELENJAR KERINGAT
 DD/: Furunkulosis
 Nyeri
 Bentuk seperti kerucut dengan
pustul ditengah
 Cepat pecah

 Therapy
 Antibiotik topikal dan sistemik
 Mengatasi faktor predisposisi
 Mandi dengan air yang
suhunya sama dengan suhu
tubuh
HIDRAADENITIS
 Infeksi Kelenjar apokrin  Faktor Predisposisi
 Oleh Staphylococcus  Obesitas, hiperhidrosis,
aureus. kebersihan buruk
 Deodoran &
 Umur: dari pubertas  menghilangkan/ mencukur
dewasa muda rambut (depilator)
 Recurrent folliculitis
HIDRAADENITIS
 Gambaran Klinik
 Demam intermiten dan
nyeri/ sakit nyata  abses
 Inflamasi nodules dan
kemerahan  abses 
sembuh + fistel/ sinus 
drainage  purulen/
seropurulen
 Fibrosis, “bridge” scars,
hypertropic &
pembentukan scar keloidal
 Black double open comedo
HIDRAADENITIS
 DD/:  Therapy:
 Furunkel/ karbunkel  Sama seperti multiple abses
 Lymphadenitis pada kelenjar keringat
 Scrofuloderma  Sistemik:
 Lymphogranuloma
 Prednison/ Prednisolon oral
(biasanya dicover dengan
venereum antibiotik)
 Actinomycosis  Triamcinolon intra lesi
STAPHYLOCOCCAL SCALED SKIN SYNDROME (SSSS)

 Infeksi kulit oleh  PATOGENESIS:


Staphylococcus aureus Eksotoksin yg dikeluarkan
group II faga 52,55, 71. oleh staphylococcus auerus
 Banyak terjadi pada anak bersifat epidermolitik
<5tahun ( epidermolin &eksfoliatin)
yg beredar ke seluruh tubuh
 Pria > Wanita sehingga merusak epidermis
yang rentan terhadap toxin
ini.
STAPHYLOCOCCAL SCALED SKIN SYNDROME (SSSS)

 Patogenesis...
Fungsi ginjal yang baik diperlukan untuk
mengeluarkan eksfoliatin, sehingga SSSS banyak
diderita oleh anak <5tahun yang fungsi ginjalnya
blm berkembang sempurna

Juga dapat terjadi pada orang dewasa dengan


gangguan fungsi ginjal
STAPHYLOCOCCAL SCALED SKIN SYNDROME (SSSS)

 Gejala Klinis  2-3 hari kemudian pengriputan


 Demam tinggi spontan dan pengelupasan
 ISP Atas lembaran-lembaran kulit
->erosi
 Eritema timbul mendadak
pada wajah, leher, axilla,
 Akibat epidermolisis -> luka
lipatan paha -> menyeluruh seperti combutio yang
dlm 24 jam kemudian mengering ->
 24-48 jam kemudian timbul deskuamasi
bula-bula besar  Mukosa jarang terkena
 Nikolskiy + (slight rubbing of  Sembuh spontan dalam 10-14
the skin results in exfoliation hari tanpa sikatriks
of the outermost layer)
STAPHYLOCOCCAL SCALED SKIN SYNDROME (SSSS)

 Komplikasi:  Gambaran Histopatologi:


 Selulitis  Lepuh Intraepidermal
 Pneumonia  Celah di stratum granulosum
 Septikemia  Tidak terdapat sel nekrosis

 Pemeriksaan Penunjang
 Bakteriologi
STAPHYLOCOCCAL SCALED SKIN SYNDROME (SSSS)

 DD:  TERAPI: Antibiotik


N.E.T :  Derivat Penicillin
 Anak <5th  Clindamysin
 Kelainan kulit di muka,  Cefalosporin generasi I
axilla dan lipatan paha  Antibiotik topikal
 Cara membedakan dengan

SSSS => Frozen Section


 NET letak celah pada
Perlu diperhatikan
keseimbangan cairan dan
subdermal, terdapat sel
elektrolit
radang dan sel nekrosis
STAPHYLOCOCCAL SCALED SKIN SYNDROME (SSSS)

 Prognosa:
 Dapat terjadi mortalitas
terutama pada bayi
<1tahun 1-10%
 Penyebabnya :
ketidakseimbangan
elektrolit dan sepsis