Anda di halaman 1dari 23

DHARMACARYA

METODOLOGI
PENELITIAN 1
Metode ilmiah sering disebut juga sebagai metode penelitian
merupakan prosedur atau langkah-langkah sistematis dalam
mendapatkan pengetahuan. Langkah-langkah tersebut meliputi :
1) Mengidentifikasi dan merumuskan masalah
2) Menyusun kerangka pemikiran
3) Merumuskan hipotesis
4) Menguji hipotesis
5) Menarik kesimpulan
Syarat ilmu pengetahuan adalah memiliki objek
dan metode ilmiah atau aspek sebagai berikut;
1 Aspek Ontologis yaitu
berkenaan dengan apa 2 Aspek Epistimologis yaitu berkenaan dengan
yang ingin diketahui, apa
bagaimana cara yang digunakan dalam
yang dipikirkan atau yang berpikir ilmiah. Metode ilmiah menggunakan
menjadi masalah. pola berpikir gabungan yaitu pola berpikir
induktif (khusus-umum) dan pola berpikir
Contoh: deduktif (umum ke khusus). Pola berpikir
Perilaku guru dalam
menghadapi siswa autis di
gabungan ini merupakan proses, yang terdiri
kelas sedangkan dari 1) merumuskan masalah 2) menyusun
pembelajaran harus tetap kerangka berpikir, 3) merumuskan hipotesis, 4)
berlangsung dan capaian menguji hipotesis, 5) menarik kesimpulan
kompetensi harus
terselesaikan
3 Aspek Aksiologis yaitu berkenaan dengan guna laksana atau manfaat
ilmu. Nilai guna ilmu dilihat dari secara positif dan normatif. Secara
Slide 3
positif nilai guna ilmu adalah untuk mendeskripsikan, menjelaskan dan
memprediksi berbagai fenomena yang sesuai dengan objek studi yang
dipelajari. Sedangkan secara normatif, nilai guna ilmu adalah untuk
mengendalikan berbagai fenomena ke arah yang diinginkan. Secara
normatif aspek aksiologis merupakan ilmu yang erat kaitannya dengan
pertimbangan nilai, etika dan moral. Dalam penelitian aksiologis
digambarkan dalam saran-saran atau rekomendasi hasil penelitian
Secara garis besar, ilmu pengetahuan terbentuk
melalui proses dan tahapan sebagai berikut:
• Ilmu mempelajari fenomena
• Fenomena-fenomena itu
diabstraksikan menjadi konsep dan
variabel
• Konsep dan variabel itu dipelajari
hubungan terbentuk proporsi yang
sifatnya berbentuk hipotesis-hipotesis
• Hipotesis diuji secara empirik menjadi
fakta
• Jalinan fakta-fakta dalam kerangka
penuh arti membentuk teori. Teori-
teori inilah yang merupakan ilmu
DUNIA KEILMUAN

PERUMUSAN MASALAH

MATEMATIKA
(Logika deduktif)

KHASANAH
PENGETAHUAN
Deduksi PENYUSUNAN
KERANGKA
Kohe rensi BERPIKIR
PERMUSAN HIPOTESIS

MET. ANALI SIS LOGIKA METODE PENELITIAN


DATA PROGRAM
INDUKTIF
PENGUJIAN

DITERIMA DITOLAK
PENGUJIAN
HIPOTESIS
Proses pengembangan ilmu
Pentingnya Penelitian
1. Tuntutan kebutuhan manusia
sebagai makhluk sosial terus
berkembang sejalan dengan
perkembangan kehidupan
2. Penemuan dibidang teknologi
dan inovasi yang mendorong
para ilmuwan untuk terus
meneliti, mengembangkan
penemuan-penemuan.
3. Adanya rasa ingin tahu dan
adanya tuntutan praktis di
lapangan.
Cara untuk memperoleh
jawaban atau kebenaran
dari hipotesis yang dibuat
1. Penemuan kebenaran melalui pendekatan wahyu
2. Penemuan kebenaran melalui pendekatan non-ilmiah
3. Penemuan kebenaran melalui pendekatan akal sehat
4. Penemuan kebenaran melalui pendekatan kebetulan
5. Penemuan kebenaran melalui pendekatan trial and error
6. Penemuan pendekatan melalui pendekatan intuitif
7. Penemuan kebenaran melalui pendekatan otoritas dan
kewibawaan
8. Penemuan kebenaran melalui pendekatan ilmiah
PARADIGMA BERFIKIR DAN
PENDEKATAN PENELITIAN
Dalam penelitian ilmu sosial dan
perilaku, dikenal ada tiga paradigma
berfikir:

• Positivistik
• Naturalistik (post-positivistik)
• Pragmatik/konstruktivistik.
Paradigma Positivistik
Paradigma ini memandang kenyataan
(realitas) sebagai sesuatu yang
berdimensi tunggal, dapat diukur,
fragmental, dan cenderung bersifat tetap
(fixed).

Paradigma positivistik dalam menjawab


permasalahan penelitian dengan
menerapkan pengukuran yang cermat
terhadap variabel-variabel dari obyek yang
diteliti, guna menghasilkan kesimpulan
yang dapat digeneralisasikan.
Penelitian pendidikan dan perilaku,
khususnya yang melakukan
pengujian empiris terhadap variabel-
variabel penelitian, pada umumnya
menerapkan pendekatan positivistik.

Paradigma positivistik ini lebih banyak


digunakan dalam penelitian ilmu-ilmu
alam dan ilmu pasti (eksakta), dan
penelitian-penelitian tertentu di bidang
ilmu sosial dan perilaku.
Hasil-hasil pengukuran variabel pada
umumnya dikuantifikasikan dan
dianalisis dengan formula statistik
tertentu, kemudian diinterpretasikan
berdasarkan kaidah-kaidah tertentu.

Oleh karena itu paradigma


positivistik menganjurkan
penggunaan pendekatan/metoda
kuantitatif dalam penelitian
Paradigma Naturalistik
(Post-Positivistik)

Memandang realitas berdimensi jamak,


holistik, alami, unmeasureable, utuh dan
dinamis, saling terkait.

Menganjurkan digunakannya metoda


Kualitatif dalam Penelitian
Paradigma
Pragmatik/Konstruktivistik
Sebuah fenomema dan realitas tidak
cukup dipandang melalui paradigma
positivistik dan naturalistik, namun
integratif keduanya.

Paradigma ini menjadi penganjur digunakannya


desain gabungan (mixed methods) dalam
penelitian.
Dalam penelitian sosial dan perilaku
yang menggunakan metode research
and development (R&D) sering
menerapkan mixed methods sebagai
desain penelitian.
Kerangka Umum
Penelitian
Survey Simteris

Korelasional Asimetris (Causal)


1.
Kuantitatif Komparasional Reciprocal

Eksperimen Pre-experiment

Quasi-experiment
Narrative
Ethnography True-experiment
Metode 2.
Penelitian Kualitatif Phenomenology

Case Study

Grounded
Explanatory

Sequential Exploratory
3. (Berurutan)
Kombinasi
Triangulation
(Mixed
Concurrent
Methods) (Bersamaan) Embedded
Lanjutan Metode... Temuan:
Model Borg & Model, metode,
Gall (2003) strategi, sistem
(software)
Model Richey Temuan: hardware yg
4. and Klein, 2009 dpt diproduksi masal
(RDPE)
Penelitian dan
Pengembangan Model Robert
Temuan: Model
(R&D) Maribe, 2009
Diklat
(ADDIE)

Model Temuan: modul,


Metode Thiagarajan, silabus, panduan,
Penelitian 1974 (4D) pedoman

Lingkup Sekolah:
oleh
Kasek/Pengawas Prinsip: now
5.Penelitian
Tindakan and here
Lingkup Kelas:oleh
guru