Anda di halaman 1dari 44

INSTRU

MEN
PASAR
UANG
Sertifikat Deposito dan Surat
Wesel
Certificate of
deposit dan
bill of
exchange
(SURAT
wesel)
01 02

Anisa Laela Alviana D. Naufa Ethania


4.43.18.0.04 4.43.18.0.16

03 04

Nur Alviyanil ‘Izzah Nur Indriana Yasmine


4.43.18.0.17 4.43.18.0l.18
Certificate of
deposit
SERTIFIKAT DEPOSITO

04
01
SYARAT-SYARAT
Pengertian dan Dasar
FORMAL
hukum

02 05
PERBEDAAN MEKANISME

03
06
Pihak-pihak yang
KASUS
telibat
01.
PENGErtian
dan dasar
hukum
Pengertian SERTIFIKAT
DEPOSITO

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor


19/2/PBI/2017 Tentang Transaksi Sertifikat Deposito di
Pasar Uang, yang dimaksud dengan sertifikat deposito
adalah simpanan dalam bentuk deposito yang sertifikat
bukti penyimpanannya dapat dipindahtangankan.
Dasar hukum SERTIFIKAT
DEPOSITO

Sertifikat deposito diatur dalam:


1. Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/2/PBI/2017 Tentang
Transaksi Sertifikat Deposito di Pasar Uang.
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.03/2015
Tentang Penerbitan Sertifikat Deposito Oleh Bank
02.
PERBEDAAN
SERTIFIKAT
DEPOSITO
DAN
DEPOSITO
BERJANGKA
PERBEDAAN SERIFIKAT DEPOSITO DENGAN
DEPOSITO BERJANGKA
Sertifikat Deposito : Deposito Berjangka :

 Dibuka atas unjuk  Dibuka atas nama


 Nominal ditentukan oleh pihak  Nominal bebas
Bank  Tidak bisa diperjualbelikan
 Bisa diperjualbelikan  Bunga dibayar dibelakang
 Bunga diperhitungkan dimuka  Bisa dalam bentuk currency
 Hanya bisa dalam bentuk Rp dan Valas
currency Rp  Bisa diperpanjang secara ARO
 Tidak bisa diperpanjang (automatic roll over)
03. PIHAK-
PIHAK YANG
TERLIBAT
01 PENERBIT SERTIFIKAT DEPOSITO
Penerbit sertifikat deposito adalah bank.
PIHAK-
PIHAK
YANG
TERLIBAT
02 pihak yang melakukan transaksi
Bank, Perusahaan Efek, Nasabah (Bank, Perusahaan Efek,
Korporasi, Orang perseorangan, dan bukan penduduk).
Nasabah harus melakukan transaksi sertifikat deposito melalui
perantara pelaksanaan transaksi.
04.
KARAKTERISTI
K SERTiFIKAT
DEP0SITO
KRITERIA SERTIFIKAT DEPOSITO

01. 02. 03.


Diterbitkan dalam bentuk warkat Diterbitkan dalam denominasi Bunga dibayarkan secara
dan tanpa warkat (scripless). rupiah dan/atau valuta asing. diskonto.

04. 05. 06.


Diterbitkan dengan besaran nominal Memiliki tenor paling singkat 1 Didaftarkan dan ditatausahakan di
paling sedikit Rp 10.000.000.000,00 (satu) bulan dan paling lama 36 Bank Indonesia atau LPP yang
(sepuluh miliar rupiah) atau (tiga puluh enam) bulan. ditunjuk oleh Bank Indonesia.
ekuivalennya dalam valuta asing.
05.
MEKANISME
TRANSAKSI
SERTiFIKAT
DEP0SITO
MEKANISME SERTIFIKAT
DEPOSITO

STEP 01 STEP 03
Transaksi Sertifikat Deposito Penghitungan harga Transaksi Sertifikat
dilakukan secara langsung atau Deposito menggunakan konvensi
melalui perantara pelaksanaan penghitungan hari (day-count
transaksi. convention) yaitu Actual/360.

STEP 02 STEP 04
Penyelesaian Transaksi Sertifikat Penghitungan harga dalam Transaksi
Deposito harus dilakukan paling lama Sertifikat Deposito dapat mengacu pada
5 (lima) hari kerja setelah transaksi suku bunga acuan yang berlaku secara
(t+5). umum di Pasar Uang.
06. STUDI
KASUS
STUDI KASUS

Link :
https://posbali.co.id/sindikat-penipu-ratusan-
miliar-tak-tersentuh-aparat/
SERTIFIKAT DEPOSITO
BILL OF
EXCHANGE
(SURAT
WESEL)
SURAT WESEL

01 04
Pengertian dan Dasar Pihak-pihak yang
hukum teRlibat

02
SYARAT-SYARAT 05
FORMAL MACAM-MACAM

03 06
PERBEDAAN KASUS
01. Pengertian
dan dasar hukum
surat wesel
Pengertian wesel

Pengertian Surat Wesel secara etimologis :


1. Surat pos untuk mengirimkan uang
2. Surat pembayaran yang dapat diuangkan ke bank oleh
pemegangnya
3. Kontruksi batang – batang rel kereta api yang
bercabang (bersimpangan) tempat memindahkan jurusan
jalan kereta api.
Dasar hukum wesel

Dasar Hukum Wesel


1. Pasal 100 hingga Pasal 173 KUHD
2.Konvensi Jenewa tentang wesel 1930
02. Syarat –
syarat formal
surat wesel
sYARAT – SYARAT FORMAL
SURAT WESEL
Berdasarkan pasal 100 KUHD mencamtumkan :
1. Istilah “wesel” harus dimuat dalam teks sendiri dan disebutkan
dalam bahasa surat tersebut ditulis.
2. Perintah tidak bersyarat untuk membayar sejumlah uang.
3. Nama pihak tersangkut (drawee) atau pihak yang harus membayar.
4. Penetapan hari bayar atau tanggal jatuh tempo pembayaran
5. Penetapan tempat pembayaran.
6. Nama pihak yang memberi pembayaran atau pihak penggantinya
7. Tanggal dan tempat surat wesel diterbitkan
8. Tanda tangan pihak yang menerbitkan (drawer)
03.
Perbedaan
surat wesel
dan cek
Perbedaan surat wesel dan surat cek

1. Fungsi Ekonomis
Surat Wesel – alat bayar kredit
Surat Cek – alat bayar tunai

2. Akseptasi
✔Surat Wesel
✖Surat Cek
Perbedaan surat wesel dan surat cek

3. Waktu peredaran
Surat Wesel – 1 tahun
Surat Cek – 70 hari

4. Penerbit
Surat Wesel – bank & non bank
Surat Cek – bank
Perbedaan surat wesel dan surat cek

5. Nama Pemegang
Surat Wesel – Menyebutkan nama
Surat Cek – Tidak menyebutkan nama

6. Pemindahtanganan
Surat Wesel – Endosemen
Surat Cek – Tanpa Endosemen

7. Pembayaran
Surat Wesel – proses lama
Surat Cek – proses lebih mudah
04.
PIHAK-
PIHAK
DALAM
SURAT
WESEL
PIHAK-PIHAK DALAM SURAT
WESEL

PENERBIT (DRAWER) TERSANGKUT (DRAWEE) AKSEPTAN (ACCEPTOR)


Pihak (orang atau badan) yang Pihak (orang atau badan hukum) yang Pihak yang memberikan tanda tangan
mengeluarkan surat wesel dan wajib diperintahkan oleh penerbit untuk sebagai bentuk persetujuan
melakukan pembayaran dengan surat melakukan pembayaran kepada pembayaran surat wesel pada hari
wesel pemegang surat wesel. bayar.

PEMEGANG PERTAMA
(HOLDER) PENGGANTI (INDORSEE) ENDOSAN (INDORSER)
Orang yang pertama kali menerima Orang yang menerima peralihan surat Orang yang memperalihkan wesel
surat wesel dari penerbit. wesel dari pemegang sebelumnya kepada pemegang berikutnya.
05.
MACAM-
MACAM
SURAT
WESEL
DITINJAU DARI PENETAPAN
CARA PEMBAYARAN

01 02
SURAT WESEL ATAS SURAT WESEL SESUDAH
UNJUK PENUNJUKAN

04 03
SURAT WESEL SESUDAH SURAT WESEL
PENANGGALAN PENANGGALAN
MENURUT KUHD ADA 5 WESEL
YANG BERSIFAT KHUSUS
1. WESEL ATAS PENGGANTI PENERBIT
2. WESEL ATAS PENERBIT SENDIRI
3. WESEL UNTUK PERHITUNGAN ORANG
KETIGA
4. WESEL INKASO
5. WESEL BERDOMISILI
WESEL ATAS PENGGANTI
PENERBIT

Pasal 102 ayat (1) KUHD menyebutkan bahwa surat wesel dapat dibuat kepada orang
yang ditunjuk oelh penerbit. Maksudnya, penerbit menunjuk kepada dirinya sendiri sebagai
pemegang pertama. Alasan penerbitan surat wesel jenis ini adalah karena penerbit wesel
belum mengetahui kepada siapa dia akan menyerahkan surat wesel tersebut sehingga
agar surat wesel tetap dapat beredar maka diterbitkanlah surat wesel jenis ini dimana
penerbit sekaligus bertindak sebagai pemegang pertama.
WESEL ATAS PENERBIT SENDIRI

Pasal 102 ayat (2) KUHD menyatakan bahwa surat wesel dapat ditarik atas
diri penarik (penerbit) sendiri. Artinya, penerbit memerintahkan dirinya
sendiri untuk menjadi tersangkut dan harus membayar nilai wesel kepada
pemegang pada hari bayar. Wesel jenis ini hanya berlaku bagi kantor pusat
dan kantor cabang dalam satu bank yang sama.
WESEL UNTUK PERHITUNGAN
ORANG KETIGA

Pasal 102 ayat (3) KUHD menyatakan bahwa surat wesel dapat diterbitkan
untuk perhitungan orang ketiga. Pihak ketiga meminta pihak lain misalnya
bank, untuk menjadi penerbit surat wesel dengan alasan tertentu.
Penerbitan wesel jenis ini hanya bisa dilakukan jika pihak ketiga
mempunyai dana yang cukup atas namanya yang tersimpan di bank
penerbit.
WESEL INKASO

Surat wesel yang diterbitkan dengan tujuan memberi kuasa kepada pemegang pertama untuk
menagih sejumlah uang, namun surat wesel ini tidak untuk diperjualbelikan. Inkaso adalah
layanan perbankan untuk menagih pembayaran atas surat berharga atau dokumen berharga
kepada pihak ketiga di tempat lain atau di kota lain di dalam negeri. Dalam wesel inkaso
dicantumkan pernyataan “nilai untuk diinkaso”, “untuk inkaso”, “diamanatkan”, atau
pernyataan lain yang mengandung arti amanat untuk memungut.
WESEL BERDOMISILI

Surat wesel yang dibayar di tempat lain. Yang


dimaksud “domisili” adalah tempat pihak
tersangkut harus melakukan pembayaran
wesel. Penerbitan wesel ini dapat terjadi
karena tempat kediaman tersangkut jauh dan
sulit didatangi sehingga untuk memudahkan
penagihan, ditunjuklah orang ketiga di tempat
yang lebih dekat. Atau tersangkut mempunyai
bankir sendiri sehingga setiap pembayaran
dan penagihan dipusatkan pada bankirnya.
06. STUDI
KASUS
STUDI KASUS

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-31464
61/tiga-pengirim-uang-palsu-pakai-wesel-dibeku
k
DAFTAR PUSTAKA

1. Purnomo S. D., Cita Y. S., dan Iswi H. 2013. Buku Pintar: Pasar Uang dan Pasar
Valas. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
2. Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/2/PBI/2017/ tentang Transaksi Sertifikat
Deposito di Pasar Uang.
3. Website STIE Perbanas Surabaya. PPT Deposito. Diakses pada 22 Oktober 2020,
dari http://elearning.perbanas.ac.id/mod/resource/view.php?id=17749
4. Posbali.co.id. 2019, 8 Juli. Sindikat Penipu Ratusan Miliar Tak Tersentuh Aparat.
Diakses pada 23 Oktober 2020.
https://posbali.co.id/sindikat-penipu-ratusan-miliar-tak-tersentuh-aparat/
5. Detik.com. 2016, 19 Februari. Tiga Pengirim Uang Palsu Pakai Wesel Dibekuk.
Diakses pada 21 Oktober 2020, dari
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3146461/tiga-pengirim-uang-palsu-pa
kai-wesel-dibekuk
.
THAN
K
YOU