Anda di halaman 1dari 33

AKUNTANSI PERSEDIAAN

DEFINISI
Persediaan adalah aset lancar
dalam bentuk barang atau
perlengkapan yang
dimaksudkan untuk
mendukung kegiatan
operasional pemerintah, dan
barang- barang yang
dimaksudkan untuk dijual
dan/atau diserahkan dalam
rangka pelayanan kepada
masyarakat
KLASIFIKASI
Barang atau • alat tulis kantor
perlengkapan (supplies) • barang tak pakai habis seperti komponen
yang digunakan dalam peralatan dan pipa
rangka kegiatan • barang bekas pakai seperti komponen
operasional pemerintah bekas.
Bahan atau perlengkapan • bahan baku pembuatan alat-alat
(supplies) yang akan
digunakan dalam proses
pertanian,
produksi • dan lain-lain.

Barang dalam proses


produksi yang
dimaksudkan untuk • alat-alat pertanian setengah jadi
dijual atau diserahkan
kepada masyarakat
Barang yang disimpan
untuk dijual atau • hewan/tanaman
diserahkan kepada
masyarakat dalam rangka
kegiatan pemerintahan
KLASIFIKASI DALAM BAS
•Persediaan Alat Tulis Kantor
•Persediaan Dokumen/Administrasi Tender
•Persediaan Alat Listrik dan elektronik ( lampu pijar ,
Persediaan battery kering)
Bahan •Persediaan Perangko, materai dan benda pos lainnya
Pakai Habis •Persediaan Peralatan kebersihan dan bahan pembersih
•Persediaan Bahan Bakar Minyak/Gas
•Persediaan Isi tabung pemadam kebakaran
•Persediaan Isi tabung gas
Persediaan
Bahan/Mate • Persediaan Bahan baku bangunan
rial • Persediaan Bahan/bibit tanaman
• Persediaan Bibit ternak
• Persediaan Bahan obat-obatan
• Persediaan Bahan kimia
Persediaan • Persediaan Bahan Makanan Pokok
Barang
Lainnya Persediaan Barang yang akan Diberikan Kepada Pihak Ketig
ISU-ISU DALAM PERSEDIAAN
Metode
Metode Sistem Metode
Pengakuan
Pencatatan Pengukuran
Beban
Persediaan Persediaan
Persediaan
Metode Masuk
Pertama
Pendekatan Metode
Keluar
Aset Perpetual
Pertama
(MPKP).

2. Metode
Pendekatan Metode
Rata-Rata
Beban Periodik
Tertimbang

3. Metode
Harga
Pembelian
Terakhir
PENGAKUAN PERSEDIAAN

pembelian di
catat sebagai aset, yakni “Persediaan”
Jurnal saat potensi
telah: diterima ataumanfaat ekonomi
hak kepemilikannya
“Persediaan”
masa depan(D) dan “Kas”
diperoleh atau “Hutang”
pemerintah (K)
dan mempunyai
dan/atauSelain
kepenguasaannya berpindah
nilai atau biaya yang dapat diukurbelanja
itu, dicatat realisasi dengandengan
anda jurnal :
“Belanja (nama persediaan)” (D) “Perubahan SAL” (K)
Ilustrasi Pengakuan Persediaan
• Pada tanggal 1 Pebruari 2015, SKPD Kota Jaya membeli persediaan berupa 5
rim kertas HVS dan 10 pak spidol. Harga kertas HVS adalah Rp50.000/rim dan
harga spidol adalah Rp100.000/pak.
• Berdasarkan bukti belanja tersebut, fungsi akuntansi akan menjurnal:
Tgl Nomor Kode Uraian Debet Kredit
Bukti Rekening

01/02/2015 1/BB/2015 1.1.7.01.01 Persediaan Alat Tulis 1.250.000


1.1.1.02.01 Kantor 1.250.000
Kas di Bendahara
Pengeluaran
5.1.2.01.01 Belanja Alat Tulis 1.250.000
3.1.2.05.01 Kantor 1.250.000
Perubahan SAL
PENGAKUAN BEBAN PERSEDIAAN
Pendekatan aset digunakan
untuk persediaan-persediaan
yang
nilainya material dan maksud
penggunaannya untuk selama
satu
periode dan atau untuk
maksud berjaga-jaga.
Contohnya adalah
Pendekatan persediaan di sekretariat
Pendekatan SKPD
beban dapat
pengakuan Beban digunakan untuk persediaan-
persediaan
Persediaan
yang nilainya relatif tidak
material dan maksud
penggunaannya
untuk waktu yang segera/tidak
dimaksudkan untuk sepanjang
satu
periode. Contohnya adalah
persediaan untuk suatu
Pengakuan Persediaan
Pendekatan Aset
Pada tanggal 1 Pebruari 2015, SKPD ABC membeli persediaan sebanyak 5 rim
kertas HVS dan 10 pak spidol untuk Sekretariat. Harga kertas HVS adalah Rp
50.000/rim dan harga spidol adalah Rp 100.000/pak. Pada tanggal 20 Pebruari 2015,
SKPD ABC menggunakan persediaan sebanyak 5 rim kertas HVS dan 10 pak
spidol. Jurnal yang akan dibuat oleh fungsi akuntansi adalah sebagai berikut:
Tgl Nomor Kode Uraian Debet Kredit
Bukti Rekening

01/02/2015 1/BB/2015 1.1.7.01.01 Persediaan Alat Tulis 1.250.000


1.1.1.02.01 Kantor 1.250.000
Kas di Bendahara
Pengeluaran
5.1.2.01.01 Belanja Alat Tulis 1.250.000
3.1.2.05.01 Kantor 1.250.000
Perubahan SAL
Pengakuan Persediaan
Pendekatan Beban
Pada tanggal 1 Pebruari 2015, SKPD ABC membeli persediaan sebanyak 5 rim
kertas HVS dan 10 pak spidol untuk Sekretariat. Harga kertas HVS adalah Rp
50.000/rim dan harga spidol adalah Rp 100.000/pak. Pada tanggal 20 Pebruari
2015, SKPD ABC menggunakan persediaan sebanyak 5 rim kertas HVS dan 10
pak spidol. Jurnal yang akan dibuat oleh fungsi akuntansi adalah sebagai berikut:
Tgl Nomor Kode Uraian Debet Kredit
Bukti Rekening

01/02/2015 1/BB/2015 9.1.2.01.01 Beban Persediaan Alat 1.250.000


Tulis kantor
1.1.1.02.01 Kas di Bendahara 1.250.000
Pengeluaran
5.1.2.01.01 Belanja Alat Tulis 1.250.000
3.1.2.05.01 Kantor 1.250.000
Perubahan SAL
SISTEM PENCATATAN PERSEDIAAN
mengkinikan nilai persediaan setiap ada persediaan
yang masuk maupun keluar . Metode ini digunakan
untuk jenis persediaan yang berkaitan dengan
Metode
operasional utama di SKPD dan membutuhkan
Perpetua
l pengendalian yang kuat.
Contohnya adalah persediaan obat-obatan di
SISTE RSUD, persediaan pupuk di dinas pertanian, dan
M lain sebagainya
PENCA
TATAN tidak langsung mengkinikan nilai persediaan ketika
PERSE
terjadi pemakaian. Jumlah persediaan akhir
DIAAN
diketahui dengan melakukan perhitungan fisik
(stock opname) pada akhir periode. Pada akhir
Metode
Periodik periode inilah dibuat jurnal penyesuaian untuk
mengkinikan nilai persediaan. Metode ini dapat
digunakan untuk jenis persediaan yang sifatnya
sebagai pendukung kegiatan SKPD,
contohnya adalah persediaan ATK di sekretariat
METODE PERPETUAL Vs METODE PERIODIK
METODE PERPETUAL METODE PERIODIK
N
Transaksi
o Uraian D K Uraian D K

Persediaan XX Persediaan XX
X X
Kas di Bendahara XX Kas di Bendahara XX
Pengeluaran X Pengeluaran X
(Jurnal LO atau (Jurnal LO atau
1 Pembelian Neraca) Neraca)
Belanja Persediaan XX Belanja Persediaan XX
X X
Perubahan SAL XX Perubahan SAL XX
X X
(Jurnal LRA) (Jurnal LRA)
Beban Persediaan XX
X
2 Pemakaian Tidak ada jurnal
Persediaan XX
X
ILUSTRASI
Pada tanggal 1 Desember 2015, Dinas Kesehatan Kota Jaya
membeli obat-obatan senilai Rp30.000.000,00. Pada tanggal
18 Desember 2015, terjadi pemakaian obat-obatan senilai
Rp10.000.000,00. Pada tanggal 31 Desember 2015,
dilakukan stock opname obat-obatan dan diketahui bahwa
obat-obatan yang tersisa di gudang adalah senilai Rp
20.000.000,00 yang dimilikinya. Buatlah jurnal dengan
menggunakan metode perpetual dan metode periodik untuk
mencatat persediaan obat-obatan tersebut.

13
MetodePerpetual
Tgl Nomor Kode Uraian Debet Kredit
Bukti Rekening
01-Des-15 1/BB/2015 1.1.7.02.04 Persediaan Bahan Obat- 30.000.000
obatan
1.1.1.02.01 Kas di Bendahara 30.000.000
Pengeluaran
(Jurnal LO atau Neraca)
5.1.2.02.04 Belanja Persediaan 30.000.000
Bahan Obat-obatan
3.1.2.05.01 Perubahan SAL 30.000.000
(Jurnal LRA)
18-Des-15 9.1.2.02.04 Beban Persediaan Bahan 10.000.000
Obat-obatan
1.1.7.02.04 Persediaan Bahan 10.000.000
Obat-obatan

31-Des-15 No Entry
MetodePeriodik
Tgl Nomor Kode Uraian Debet Kredit
Bukti Rekening
01-Des-15 1/BB/2015 1.1.7.02.04 Persediaan Bahan Obat- 30.000.000
obatan
1.1.1.02.01 Kas di Bendahara 30.000.000
Pengeluaran
(Jurnal LO atau Neraca)
5.1.2.02.04 Belanja Persediaan 30.000.000
Bahan Obat-obatan
3.1.2.05.01 Perubahan SAL 30.000.000
(Jurnal LRA)
18-Des-15 Tidak Ada Jurnal

1.1.7.02.04 Beban Persediaan Bahan 10.000.000


Obat-obatan
31-Des-15 9.1.2.02.04 Persediaan Bahan 10.000.000
Obat-obatan
Perbedaan catatan persediaan menurut
Bendahara barang dgn hasil stock opnam

disebabkan karena persediaan hilang, us


kadaluarsa, atau rusak

Jika selisih dipertimbangkan sbg jumlah


normal, maka diperlakukan sebagai be
SELISIH
PERSEDIAAN
Jika selisih dipertimbangkan sbg jumlah
abnormal, maka diperlakukan sebagai
kerugian daerah
Penetapan sebagai normal atau abnorma
ditentukan oleh Pemda dalam
kebijakan akuntansinya
Selisih persediaan hanya terdapat dalam
metode perpetual 16
Ilustrasi Selisih Persediaan
Melanjutkan ilustrasi dari slide sebelumnya. Jika hasil stock opname
menunjukkan bahwa sisa obat-obatan adalah Rp19.000.000,00, maka jurnalnya
adalah
Tgl sebagai berikut: Kode
Nomor Uraian Debet Kredit
Bukti Rekening
31-Des-15 BA Beban Persediaan 1.000.000
Pemeriksa
an
Persediaan 1.000.000
(jika selisih persediaan
tidak signifikan)

31-Des-15 BA Kerugian Daerah 1.000.000


Pemeriksa
an
Persediaan 1.000.000
(jika selisih persediaan
signifikan)
PENGUKURAN

Nilai persediaan meliputi Alternatif mengukur nilai persediaan :


a. Biaya perolehan apabila diperoleh
seluruh biaya yang harus dengan pembelian.
dikeluarkan sampai b. Harga pokok produksi apabila
diperoleh dengan memproduksi sendiri.
barang tersebut dapat c. Nilai wajar, apabila diperoleh dengan
digunakan. cara lainnya seperti donasi/rampasan.
Pengukuran: Biaya perolehan

harga pembelian, Jika biaya Contoh : pembelian


biaya pengangkutan, pengangkutan, biaya obat-obatan senilai
biaya penanganan penanganan dan biaya Rp100.000.000,00.
dan biaya lainnya lainnya dalam
dalam pembelian
yang secara langsung memperoleh persediaan
tersebut terdapat biaya
dipertimbangkan tidak
dapat dibebankan lelang Rp2.000.000,00
material dan tidak
pada perolehan Biaya Perolehan =
dapat ditelusuri secara
persediaan. Potongan Pembelian + biaya
langsung, maka biaya-
harga, rabat, dan biaya tersebut dapat
lelang
lainnya yang serupa diabaikan sebagai = Rp100.000.000,00 +
mengurangi biaya komponen biaya Rp2.000.000,00
perolehan. perolehan. = Rp102.000.000,00
Pengukuran: HargaPokok Produksi

harga pembelian, biaya Ilustrasi:


Biaya untuk membuat minyak kayu
pengangkutan, biaya putih terdiri atas bahan baku senilai
penanganan dan biaya Rp75.000.000,00 gaji para pekerja
lainnya yang secara sebesar Rp25.000.000,00 serta
biayaoverhead senilai Rp
langsung dapat dibebankan
5.000.000,00. Berdasarkan informasi
pada perolehan persediaan. tersebut, nilai persediaan
Potongan harga, rabat, dan Nilai persediaan = Biaya langsung
(Biaya Variabel) + Biaya Tidak
lainnya yang serupa
Langsung (Biaya Tetap)
mengurangi biaya = Rp75.000.000,00 + Rp25.000.000,00
perolehan. + Rp5.000.000,00 = Rp105.000.000,00
Pengukuran: Nilai Wajar

Ilustrasi:
Dinas Pertanian Kota Jaya
meliputi nilai tukar aset menerima donasi berupa pupuk
atau penyelesaian dari pabrik pupuk sebanyak 100
kewajiban antar pihak ton. Berdasarkan hasil survei di
pasar, harga pupuk per ton
yang memahami dan adalah Rp1.000.000,00.
berkeinginan melakukan Berdasarkan informasi tersebut,
transaksi wajar (arm fungsi akuntansi akan mencatat
length transaction) nilai persediaan pupuk sebesar
1.000 ton x Rp1.000.000,00 atau
Rp1.000.000.000,00
Penilaian

Dalam satu periode,


pemerintah daerah
melakukan beberapa kali
pembelian persediaan
dengan tingkat harga
yang berbeda-beda antara
pembelian yang satu
dengan yang lain

Perbedaan tingkat harga


tersebut menjadi
permasalahan tersendiri
dalam melakukan penilaian
persediaan.
ILUSTRASI
Berikut adalah data pembelian dan penggunaan
obat-obatan pada Dinas Kesehatan Kota Jaya:
Tanggal Pembelian Penggunaan Jumlah
15 Maret 2015 100 dus @ Rp 100.000 100 dus

20 April 2015 200 dus @ Rp 150.000 300 dus

17 Juni 2015 150 dus 150 dus

8 Agustus 2015 300 dus @ Rp 200.00 450 dus

13 September 100 dus 350 dus


2015
Metode Masuk Pertama Keluar Pertama
(MPKP); Sistem Pencatatan Periodik
• Dengan metode MPKP, 350 dus persediaan obatobatan yang tersisa
dihitung mulai dari harga pembelian terakhir .
Tanggal Jumlah Unit Harga Per Unit Total
Harga
8 Agustus 2015 300 dus Rp 200.00 Rp 60.000.000
20 April 2015 50 dus Rp 150.000 Rp
7.500.000
Persediaan Akhir 350 dus Rp 67.500.000
• Untuk obat-obatan yang telah dipakai, beban persediaannya adalah:
Beban Persediaan = Persediaan Awal +
Pembeliaan –
Persediaan Akhir
Beban Persediaan = 0 + {(100 x Rp100.000,00) + (200 x Rp150.000,00)
+ (300 x Rp200.000,00)} – Rp 67.500.000,00 = Rp 32.500.000,00
MetodeMasukPertama Keluar Pertama (MPKP);
Sistem Pencatatan Perpetual
Tanggal Pembelian Penggunaan Jumlah
15 Mar (100 dus @ Rp 100.000) Rp (100 dus @ Rp
15 10.000.000 100.000)
Rp 10.000.000
20 April (200 dus @ Rp (100 dus @ Rp
15 150.000,00) 100.000,00)
Rp 30.000.000,00 (200 dus @ Rp
150.000,00)
Rp 40.000.000
17 Juni (100 dus @ Rp (150 dus @ Rp
15 100.000,00) 150.000,00)
(50 dus @ Rp Rp 22.500.000,00
150.000,00)
Rp 17.500.000,00
8 Agtu 15 (300 dus @ Rp 200.000,00) (150 dus @ Rp
Rp 60.000.000,00 150.000,00)
(300 dus @ Rp
Jadi, nilai persediaan akhir obat-obatan Dinas 200.000,00)
Kesehatan Kota Jaya
Rp 82.500.000,00
adalah
13 Sept
Rp67.500.000,00 dan (100
beban persediaannya
dus @ Rp
adalah
(50 dus @ Rp
Rp32.500.000,00 (Rp17.500.000,00 + Rp 15.000.000,00).
Metode Rata-Rata Tertimbang;
Sistem Pencatatan Periodik
Tanggal Jumlah Unit Harga Per Unit Total Harga
15 Maret 2015 100 dus Rp 100.000 Rp 10.000.000
20 April 2015 200 dus Rp 150.000 Rp 30.000.000
8 Agustus 2015 300 dus Rp 200.000 Rp 60.000.000
Total 600 dus Rp
100.000.000

• Biaya rata-rata persediaan per unit = Rp 100.000.000 / 600 dus = Rp 166.666,67

• Nilai Persediaan = Biaya rata-rata per unit x persediaan akhir (unit)


= Rp 166.666,67 x 350 unit = Rp 58.333.333,33
• Untuk obat-obatan yang telah dipakai, beban persediaannya adalah:
Beban Persediaan = Persediaan Awal + Pembeliaan – Persediaan
Akhir
Beban Persediaan = 0 + Rp 100.000.000 – Rp 58.333.333,33
= Rp 41.666.666,67
MetodeRata-Rata Tertimbang;
Sistem Pencatatan Perpetual
Tanggal Pembelian Penggunaan Jumlah
15 Mar (100 dus @ Rp 100.000) Rp (100 dus @ Rp
15 10.000.000 100.000)
Rp 10.000.000
20 April (200 dus @ Rp (300 dus @
15 150.000,00) Rp133.333,33*)
Rp 30.000.000,00 Rp 40.000.000
17 Juni (150 dus @ (150 dus @ Rp
15 Rp133.333,33) 133.333,33)
Rp20.000.000 Rp20.000.000
8 Agtu 15 (300 dus @ Rp 200.000,00) (450 dus @
Rp 60.000.000,00 Rp177.777,78**)
Rp 80.000.000
13 Sept (100 dus @ Rp (350 dus @ Rp
15 177.777,78) 177.777,78)
Rp17.777.777,78 Rp62.222.222,22
• Jadi, nilai persediaan akhir obat-obatan Dinas Kesehatan Kota Jaya
adalah Rp62.222.222,22, dan beban persediaannya adalah
Rp37.777.777,78 (Rp20.000.000,00 + Rp17.777.777,78)
MetodeHarga Pembelian Terakhir;
Sistem Pencatatan Periodik
• Nilai Persediaan Akhir = Rp70.000.000,00 (350 dus x Rp200.000.000,00)

• Untuk obat-obatan yang telah dipakai, beban persediaannya adalah:


Beban Persediaan = Persediaan Awal + Pembeliaan – Persediaan Akhir

• Beban Persediaan = 0 + {(100 x Rp100.000,00) + (200 x


Rp150.000,00) + (300 x Rp200.000,00)} – Rp70.000.000,00 = Rp
30.000.000
Metode Harga Pembelian Terakhir;
Sistem Pencatatan Perpetual
Tanggal Pembelian Penggunaan Jumlah
15 Mar (100 dus @ Rp 100.000) (100 dus @ Rp
15 Rp 10.000.000 100.000)
Rp 10.000.000
20 April (200 dus @ Rp 150.000) (100 dus @ Rp
15 Rp 30.000.000,00 100.000)
(200 dus @
Rp150.000)
Rp 40.000.000
17 Juni 150 dus (Rp40.000.000– (150 dus @
15 Rp22.500.000)=Rp Rp150.000)
17.500.000 Rp22.500.000
8 Agtu 15 (300 dus @ Rp 200.000) (150 dus @
Rp 60.000.000 Rp150.000)
(300 dus @
Rp200.000)
Rp82.500.000
•13Jadi,
Sept nilai persediaan akhir obat-obatan Dinas Kesehatan
100 dus (350Kota
dus @ Jaya
15 (Rp82.500.000,00 – Rp200.000)
adalah Rp70.000.000 dan beban persediaannya
Rp70.000.000,00)=
adalah Rp 30.000.000
Rp70.000.000
(Rp17.500.000,00 + Rp12.500.000,00).
Rp12.500.000
Prosedur Akuntansi: MetodePeriodik
Jurnal Standar Persediaan dengan Metode Periodik :
PENCATATAN OLEH SKPD PENCATATAN OLEH
N PPKD
Transaksi
o Uraian D K D K

Persediaan X
X
Tidak ada jurnal
Kas di Bendahara X
Pembelian Persediaan Pengeluaran X
1a
dengan Uang UP/GU/TU Belanja Persediaan X
X
Tidak ada jurnal
Perubahan SAL X
X
Persediaan X
Pembelian Persediaan X
Tidak ada jurnal
dengan Uang LS (Utang Utang Belanja X
1b X
Pelunasan
X X
Utang/Penerbi-tan SP2D Utang Belanja RK SKPD
X X
LS Barang
RK-PPKD X Kas di Kas Daerah X
X X
Prosedur Akuntansi: MetodePerpetual
Jurnal Standar Persediaan dengan Metode Periodik :
PENCATATAN OLEH SKPD PENCATATAN OLEH
N PPKD
Transaksi
o Uraian D K D K

Persediaan X
X
Tidak ada jurnal
Kas di Bendahara X
Pembelian Persediaan Pengeluaran X
1a
dengan Uang UP/GU/TU Belanja Persediaan X
X
Tidak ada jurnal
Perubahan SAL X
X
Persediaan X
Pembelian Persediaan X
Tidak ada jurnal
dengan Uang LS (Utang Utang Belanja X
1b X
Pelunasan
X X
Utang/Penerbi-tan SP2D Utang Belanja RK SKPD
X X
LS Barang
RK-PPKD X Kas di Kas Daerah X
X X
Penjelasan
lebih
Kebijaka lanjut
n persediaan
akuntansi

Kondisi
persedi
aan

PENGUNGKAPAN
ILUSTRASI PENGUNGKAPAN PERSEDIAAN

Di CaLK SKPD Di CaLK PPKD

PERSEDIAAN PERSEDIAAN
Metode pencatatan persediaan menggunakan Metode Periodik. Persediaan sejumlah Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) terdiri
Pengukuran nilai Persediaan menggunakan Metode Harga Pembelian dari:
Terakhir. Persediaan sejumlah Rp900.000,00 (sembilan ratus ribu rupiah)
terdiri dari: No SKPD
No Nama Peruntukan Kondisi Volume Harga/unit Jumlah
Nilai 1. Dinas Pendidikan
1. Kertas Pelayanan Baik 2 rim Rp 50.000 Rp. 4.000.000
Rp 100.000 2. Dinas Kesehatan
2. Bibit Diserahkan kpd Baik 80 unit Rp10.000 Rp. 2.000.000
Rp 800.000 3. ………………………..
Tanaman masyarakat Rp. …………………