Anda di halaman 1dari 25

Hasil Analisis Kimia Contoh Air dan

Gas Kompleks Gunung Api Dieng


Jawa Tengah
• Penyelidikan yang dilakukan meliputi
pemeriksaan visual, pengukuran suhu air,
udara, warna, keasaman (pH), pengukuran
kandungan gas, serta pengukuran ketebalan
endapan material lumpur. Gas-gas yang diukur
meliputi CH4, CO, CO2, H2S dan SO2
menggunakan alat Detektor Gas Merk Drager
X-am 7000.
Maksud dan Tujuan
• Tujuan dilakukannya penyelidikan ini untuk
mengetahui kandungan kimia gas dan air
serta penyebaran semburan gas dan lumpur
pada tembusan-tembusan gas yang muncul di
sekitar semburan gas.
Lokasi dan Kesampaian Daerah Survey
• Gunungapi Dieng terletak di 3 Kabupaten yaitu :
Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo,  dan
Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Posisi
geografinya terletak pada 7˚  12" Lintang Selatan, dan
109˚  54"  Bujur Timur, dengan ketinggian ± 2565 m di atas
permukaan laut. Daerah penelitian dapat dicapai dari
Ibukota Provinsi Jawa Tengah melalui Batang kearah
Pekalongan dan kemudian membelok ke selatan menuju
G. Dieng. Dapat pula dari arah Wonosobo dan
Banjarnegara yang berjarak kurang lebih 50 kilometer dan
dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat selama
satu setengah jam. Dimana Pos Pengamatan Gunungapi
Dieng terletak yaitu di Karang Tengah.
Metode dan Peralatan

• Peralatan dan bahan-bahan yang digunakan untuk


penyelidikan di lapangan yaitu :
• Detektor Gas Drager Xam-7000 1 unit
• Sarung tangan asbes
• pH Meter digital beserta larutan buffer pH 4, dan 7
• Termokopel dengan kemampuan sampai 1200 oC
• Global Positioning System (GPS);
• Peta topografi dan peta geologi
• Alat pengambil contoh : beaker plastik;
• Alat penyaring contoh : kertas saring beserta corong;
• Wadah contoh : botol polietilen;
• Bahan kimia pengawet: larutan HNO3 1:1.
• Peralatan kesehatan dan keselamatan kerja;
Waktu dan Personalia

• Kegiatan penyelidikan semburan gas dan


lumpur ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari
terhitung mulai dari tanggal 27 sampai 30
September 2009
Kronologis dan Visual

• Pada tanggal 26 September 2009 pukul 20.00 WIB penjaga kebun


kentang yang berada disekitar Kawah Sileri mendengar suara
gemuruh terus menerus hingga terjadi semburan lumpur pada
pukul 00.05 WIB tangal 27 September 2009. Sesaat setelah
semburan terjadi para penjaga kentang langsung meninggalkan
area kawah tanpa ada korban jiwa.
• Setelah pengecekan ke kawah pada pagi harinya oleh petugas Pos
PGA Dieng tampak sebaran/lontaran material lumpur mencapai
sejauh lk. 300 meter ke arah utara kawah yaitu ke arah lereng
puncak Gunung Pagerkandang setinggi lk. 50 meter, sejauh lk. 140
meter ke arah selatan kawah (gardu pandang utama), serta sejauh
lk. 200 meter ke arah timur dan barat kawah. Dengan data ini
diperkirakan arah angin pada saat semburan terjadi dominan ke
arah utara kawah. Lahan pertanian (kentang dan kol) yang rusak
akibat tertimpa endapan lumpur ini diperkirakan sekitar 3 hektar.
• Hasil pengamatan visual tanggal 28 September 2009,
pusat semburan hanya pada satu titik di tengah
Kawah Sileri. Semburan lumpur masih berlangsung
setiap 5 – 10 menit dengan tinggi lk. 0,5 – 3 meter
dengan durasi lk. 5 – 10 detik. Asap (uap air)
berwarna putih tebal tampak mengepul di atas pusat
semburan dengan tinggi maksimum lk. 5 meter dan
uap putih tipis tampak merata di atas permukaan air
kawah. Kondisi angin relatif lemah dari arah selatan
ke utara. Air kawah tampak keruh berwarna kelabu
kehitaman dan endapan lumpur tampak masih
lembab dengan warna kelabu kehitaman. Disekitar
area kawah tidak tercium bau gas belerang.
Ketebalan Lumpur
• Hasil pengukuran ketebalan endapan material lumpur
pada tanggal 27 September 2009 pada radius 0 – 50
meter dari pusat semburan adalah lk. 10 cm, pada
radius 50 – 100 meter tebal endapan lk. 5 cm, dan
pada radius 100 – 140 meter tebal endapan lk. 1 cm.
• Pengukuran pada tanggal 28 September 2009, pada
radius 0 – 50 meter dari pusat semburan tebal
endapan lumpur lk. 4 cm, pada radius 50 – 100 meter
tebal endapan lk. 2 cm, dan pada radius 100 – 140
meter tebal endapan lk. 1 mm. Perbedaan hasil
pengukuran ini diperkirakan disebabkan pengikisan
oleh hujan deras yang terjadi pada tanggal 27 malam di
Kawah Sileri dan sekitarnya.
Kegempaan

• Seismograf yang terdapat di Pos PGA Dieng merekam


gempa letusan (semburan lumpur) sebanyak satu kali
pada pukul 00.05.05 WIB tanggal 27 september
2009.
• Pasca semburan hingga tanggal 28 September 2009
pukul 18.00 WIB tidak terekam adanya gempa
vulkanik. Pada pukul 07.32 WIB terjadi 1 kali gempa
Tektonik Jauh dengan amplituda maksimum 45 mm,
S-P 15,75 detik, dan lama gempa 157 detik .
Pendeteksian Gas
• Pengukuran kandungan gas-gas berbahaya dari ketinggian 0 –
1 meter di atas permukaan tanah di area Kawah Sileri pada
tanggal 28 September 2009 dengan detektor Drager Xam-
7000 pada grade jarak 200, 150, 100, 50 meter dari pusat
semburan diperoleh kandungan gas CO2, CO, CH4, SO2, dan H2S
semuanya bernilai nol, termasuk di tepi air kawah juga semua
gas tersebut bernilai nol. Jadi tidak terdeteksi adanya gas
berbahaya di area Kawah Sileri.
• Pengukuran gas pada tanggal 30 September 2009 dengan
detektor Drager Xam-7000 pada grade jarak 200, 150, 100, 50
meter dari pusat semburan diperoleh kandungan gas CO, SO2
di areal lokasi cenderung sama yaitu CO = 2-3 ppm, SO2 = 0,2-
0,8 ppm, sedangkan CO2, CH4, H2S semuanya bernilai nol. Pada
saat pengukuran gas berlangsung keadaan cuaca mendung
berkabut dan arah asap condong ke Timur.
Pengukuran Temperatur dan pH
• Hasil pengukuran temperatur air di kawah Sileri tanggal
27 September 2009 pukul 00:00:17 WIB adalah 70°C.
Pada tanggal 28 September 2009, temperatur air kawah
Sileri adalah 71,1oC, pH air 5,89 dan temperatur udara
22 - 24oC. Data pengukuran sebelum semburan yaitu
pada tanggal 17 September 2009, temperatur air Kawah
70,5 oC dengan pH 6,30. Disini terlihat hanya terjadi
kenaikan temperatur air kawah 0,6 oC dan pH air kawah
sedikit bertambah asam. Peningkatan keasaman ini
disebabkan adanya akumulasi gas-gas yang terlarut di
dalam air kawah. Sebagai pembanding, hasil pengukuran
mata air panas Sileri yang berada sekitar 50 meter
sebelah timur kawah memiliki temperatur air 66,2 oC
dengan pH 6,04.
Lokasi/Titik pengukuran pemeriksaan gas dan
pengambilan contoh air
pada tembusan gas dan udara tanah di sekitar
semburan gas, 30 September, 2009
CH4 CO2 CO H2S SO2
Suhu
  Koordinat Suhu Air
pH air Udara Warna
Lokasi / m Dpl Geografis % LEL ppm ppm ppm ppm (oC)
(oC)

         
NILAI AMBANG GAS DI
10 5000 30 10 2
UDARA

 
ADK. SILERI/ 1890 S 07º 11’ 37” , - - - - - 6,09 68,1 19,1 hitaman
E 109º 53’ 02”

 
MAP. SILERI/ 1883 S 07º 11’ 35” , - - - - - 6,05 65,7 18 jernih
E 109º 53’ 06.”

Pengukuran gas pada pusat   0,2-0,8


semburan/1890 S 07º 11’ 37” , 0 0 2-3 (max) 0 (max) - - - -
E 109º 53’ 02”

Pengukuran gas pada grade


S 07º 11’ 38” , 0,2-0,8
jarak 50 m dari pusat E 109º53’ 02” 0 0 2-3 (max) 0 (max) - - - -
semburan/1901

Pengukuran gas pada grade


jarak 100 m dari pusat S 07º 11’ 40” , 0 0 2-3 (max) 0 0 - - - -
E 109º 53’ 03”
semburan/1899

Pengukuran gas pada grade S 07º 11’ 40,5”,


jarak 150 m dari pusat 0 0 2 (max) 0 0 - - - -
semburan/1894 E 109º 0’ 35.1”

Pengukuran gas pada grade


jarak 200 m dari pusat S 07º11’ 42” , 0 0 2 (max) 0 0 - - - -
semburan/1920 E 109º53’ 00”
Hasil Analisis Kimia Air
Data hasil analisis kimia air kawah Sileri, G.
Unsur
Dieng, Agustus 2009.
Satuan ADK. Sileri ADK. Sileri MAP. Sileri MAP.Sileri
28-9-2009 29-9-2009 28-9-2009 29-9-2009

SiO2 ppm 103,10 119,10 158,70 154,60

Al ppm 0,00 0,00 0,00 0,00

Fe ppm 0,12 0,00 0,00 0,00

Ca ppm 195,90 189,30 47,10 36,8

Mg ppm 38,20 35,10 20,00 17,90

Na ppm 435,00 446,00 73,60 70,10

K ppm 88,60 97,80 19,96 20,88

Mn ppm 2,39 1,72 0,63 0,66

NH3 ppm 85,71 91,43 8,57 8,04

Cl ppm 730,78 672,34 108,676 105,02

SO4 ppm 689,03 682,93 57,93 48,78

HCO3 ppm 167,25 128,92 325,28 313,97

B ppm 27,50 33,99 6,48 3,61

pH Lab.   6,48 6,55 6,40 6,30

DHL µmhos/cm 2200 2200 800 700


Gambar 2. Grafik konsentrasi anion pada
kaw ah Sileri bulan September tahun 2009
ADK. Sileri MAP. Sileri
800

600
ppm

400

200

0
Cl HCO3 SO4 B
UNSUR
Gam bar 3. Grafik konsentrasi kation pada
kaw ah Sileri bulan Septem ber tahun 2009

ADK. Sileri MAP. Sileri


500
400
300
ppm

200
100
0
Na K Ca Mg Fe NH3
UNSUR
Gambar 4. Grafik pH, Suhu dan nilai DHL
kawah Sileri bulan September tahun 2009

ADK. Sileri MAP. Sileri


2500
2250
2000
1750
1500
1250
1000
750
500
250
0
pH Lab. SUHU DHL
Grafik pH, suhu, elevasi dan nilai Conductivity
kaw ah Sileri, Septem ber 2009
ADK. Sileri MAP. Sileri
2500

2000

1500

1000

500

0
pH Suhu Elevasi DHL
Kesimpulan
Telah terjadi erupsi freatik (erupsi yang berasal dari dalam lapisan
litosfer akibat meningkatnya tekanan uap air) di kawah Sileri
dengan semburan lumpur sejauh 250 m dari pusat semburan
dimana Pasca kejadian semburan di kawah Sileri pada tanggal 28
September 2009 hingga pukul 18.00 WIB seismograf di Pos PGA
Dieng hanya merekam 1 kali gempa Tektonik Jauh.
Secara visual aktivitas semburan lumpur pada saat ini sudah
mengalami penurunan dengan tinggi semburan lumpur
maksimum setinggi 3 meter.
Hasil pengukuran gas dengan Drager x-am 7000 menunjukkan
tidak terdeteksinya adanya gas-gas berbahaya seperti CO2, CO,
CH4, SO2, dan H2S di area kawah Sileri dan sekitarnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan visual di lapangan, di laboratorium
dan data kegempaan maka aktivitas G. Dieng dalam status " aktif
Normal".
Rekomendasi Teknis
Mengingat telah terjadi erupsi freatik dan untuk mengantisipasi ancaman gas
berbahaya bagi kehidupan maka, maka kami rekomendasikan :
Masyarakat di sekitar G. Dieng di harap tenang, tidak perlu ada pengungsian,
tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Dieng. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo tentang aktivitas G.
Dieng. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari SATLAK PB dan Badan
Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah.
Masyarakat maupun wisatawan untuk sementara tidak mendekati Kawah Sileri
dan kawah aktif lainnya seperti Kawah Sinila, Kawah Timbang, Kawah Siglagah,
Kawah Sikidang dll, dalam radius 500 meter.
Koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat dilakukan secara langsung
baik melalui Pos PGA Dieng di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur,
Kabupaten Banjarnegara dengan Nomor Telepon/HP Sdr. Tunut 081391308373
dan Sdr.  Surip 081542768078. Pengamat G. Dieng telah berkoordinasi dengan
Dinas Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara
• Laporan Hasil Analisis Kimia Contoh Air dan
Gas Kompleks Gunung Api Dieng Jawa
Tengah.
http://library.vsi.esdm.go.id/katalog/slims7_
cendana-master//index.php?p=show_detail
&id=3405
• storage.vsi.esdm.go.id
Pengaruh gas belerang dari kawah-kawah di dataran tinggi
Dieng terhadap struktur vegetasi dan fisiologi tumbuhan
dominan di sekitar kawah = The effect of sulfur gas from Dieng
Plateau Calderas ...

http://i-lib.ugm.ac.id/jurnal/download.php?dataId=...
ABSTRACT: Kawah gunung berapi yang aktif, seperti kawah-kawah di dataran
tinggi Dieng mengeluarkan gas belerang dalam bentuk SO2 dan/atau H2S ke
atmosfer. Difusi gas belerang ke arah horisontal akan mengenai vegetasi yang
terdapat di sekitar kawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
terbentuknya gradien konsentrasi gas belerang dan/atau keasaman habitat di
sepanjang arah difusi gas tersebut, dan pengaruhnya terhadap struktur
vegetasi di sekitar kawah serta fisiologi tumbuhan dominan penyusun
vegetasi di sekitar kawah-kawah di dataran tinggi Dieng. Analisis kimia
terhadap udara, tanah, dan air hujan yang diambil dari radius I (0 - 50 m), II
(50 - 100 m), dan III (100 -150 m) dari kawah-kawah Siki-dang, Sileri, dan
Sikendang menunjukkan adanya penurunan konsentrasi SO2 dan H2S, serta
kenaikan pH tanah dan air hujan dengan meningkatnya jarak dari kawah.
Berdasarkan perhitungan nilai penting tiap jenis tumbuhan maka Histiopteris
incisa. dan Vaccinium varingiaefolium merupakan jenis tumbuhan dominan di
sekitar kawah. Kemelimpahan kedua jenis tersebut menurun dengan
bertambahnya jarak dari kawah. Pengukuran terhadap laju fotosintesis, kadar
klorofil total, laju transpirasi dan indeks stomata juga menunjukkan
penurunan dengan bertambahnya jarak dari kawah.
Kata kunci : gas belerang - kawah Dieng - struktur vegetasi - fisiologi
tumbuhan kawah