Anda di halaman 1dari 24

Muthia Isna Anindita (20090310226)

Sindrom Servikal
Definisi

 Sindroma/ kumpulan gejala yang ditandai


dengan adanya iritasi atau kompresi pada
radiks syaraf servikal, dengan gejala adanya
rasa nyeri pada leher atau tengkuk yang
dijalarkan ke bahu dan lengan sesuai radiks
yang terganggu.
Anatomi Servikal
 Pada daerah leher, banyak
terdapat jaringan yang bisa
merupakan sumbernyeri.
 Biasanya nyeri berasal dari
jaringan lunak atau ligamen, akar
syaraf, faset artikular, kapsul,
otot, serta duramater.
 Nyeri bisa diakibatkan oleh
proses degeneratif,
infeksi/inflamasi, iritasi, dan
trauma.
 Selain itu perlu diperhatikan juga
adanya nyeri alih dari organ atau
jaringan yang merupakan
distribusi dermatomal yang
dipersyarafi oleh syaraf servikal.
 Struktur servikal terdiri dari 7
vertebra servikal, diskus
intervertebralis, 8 pasang syaraf
spinal, otot-otot ligamentum, dan
vaskuler.

 Struktur vertebra terdiri dari


korpus, pedikel, lamina, foramen
vertebralis, prosesus spinosus,
prosesus artikularis superior dan
inferior, prosesus transversus, serta
tuberkulum anterior dan posterior.
 Terdapat 8 pasang syaraf servikal
yang menginervasi, disebut rammi
communicantes : C1-C4 ganglion
superior, C5-C7 ganglion media, C8-
T2 ganglion inferior.
 Servikal divaskularisasi oleh arteri
karotis interna dan arteri
vertebralis, serta vena jugularis dan
vena vertebralis.
Tanda dan Gejala
Etiologi
1. Foramen intervertebralis tetap utuh.
a. Radikulitis (peradangan syaraf itu sendiri).
b. Dorongan dari tumor, abses, atau perdarahan oleh
karena tumor.
c. Radiks mengalami tarikan, misal trauma wiplash
(pecut)
d. HNP servikalis.
2. Foramen intervertebralis menyempit.
a. Terbentuknya osteofit atau eksostosis yang masuk
dalam foramen intervertebralis sehingga dapat
menekan radiks.
b. Adanya penipisan diskus intervertebralis .
Patologi

 Leher memiliki bangunan peka nyeri dalam


daerah relatif kecil dan padat, yaitu : lig.
Longitudinale posterior, sendi faset, radiks syaraf,
kapsul faset, lig. Longitudinale anterior, otot, lig.
Interspinosum, kapsul artikularis, dan duramater.
 Nyeri dapat dihasilkan oleh berbagai patologi
terhadap bangunan nyeri tersebut, misalnya :
iritasi, cedera atau trauma, inflamasi, infeksi, dan
destruksi.
 Berbagai penyebab servikal sindrom, yaitu :
a. Spondilosis servikalis : myelopathy
b. Mekanik : neck strain, herniasi diskus
c. Infeksi : osteomyelitis, meningitis
d. Reffered : thoracic outlet syndrome,
pancoast tumor
e. Neurologik : brachialis plexitis
f. Rheumatologik : RA, fibromyalgia
g. Neoplasma : multiple myeloma,
syringomyelia
Diagnosis
 Untuk mengetahui adanya rasa nyeri bersifat
radikuler, dapat dilakukan tes :
a. Tes kompresi
b. Tes distraksi
c. Tes valsava
d. Tes nafziger
TES KOMPRESI TES DISTRAKSI
Pemeriksaan Penunjang
1. x-foto Vertebra
Adanya gambaran penyempitan diskus dapat mengindikasikan
adanya proses degenerasi atau kemungkinan HNP.
2. MRI
Memperlihatkan patologi diskus serta menyingkirkan keadaan
patologi lain.
3. CT-myelografi
Dapat mendeteksi HNP dan memperlihatkan kompresi radiks,
serta memperlihatkan adanya hipertrofi sendi faset dan
diameter kanalis servikalis.
4. EMG
Untuk mengetahui syaraf yang terlibat, membedakan antara
kompresi radiks dengan neuropati perifer.
Terapi
 Servikal sindrom hanya merupakan
kumpulan gejala, maka terapinya akan
tergantung dari etiologinya :
1. Akibat trauma whiplash, maka istirahat.
2. Spondilosis, maka rehabilitasi medik.
3. Disertai dengan tanda medula spinalis
terganggu dan pada pemeriksaan mielograf
didapatkan adanya tumor, maka dilakukan
operasi.
Farmakologik

 Nyeri akut : NSAID


 Nyeri kronik :
a. Ringan : NSAID+analgesik adjuvant
b. Sedang : NSAID+analgesik adjuvant+codein
c. Berat : NSAID+analgesik adjuvant+morfin

Biasanya diberikan selama 7-10 hari


Rehabilitasi Medik

Tujuan : reduksi dan resolusi nyeri, perbaikan, atau


resolusi defisit neurologis dan mencegah
komplikasi atau keterlibatan medulla spinalis lebih
lanjut.
Traksi
 Dilakukan apabila
dengan istirahat keluhan
nyeri tidak berkurang.
 Pada pasien dengan
gejala berat dan
mencerminkan adanya
kompresi radiks syaraf.
 Traksi dapat dilakukan
secara intermiten dan
terus menerus.
Cervical Collar
 Ditujukan untuk proses imobilisasi serta mengurangi
kompresi pada radiks syaraf.
 Digunakan 1 minggu terus menerus siang dan malam.
 Jangka waktu 1-2 minggu biasanya cukup untuk
mengatasi nyeri servikal non spesifik.
 Apabila disertai dengan iritasi radiks saraf, ada
kalanya diperlukan waktu 2-3 bulan.
 Hilangnya nyeri, hilangnya tanda spurling, dan
perbaikan defisit motorik merupakan indikasi
pelepasan cervical collar.
Thermoterapi

 Membantu menghilangkan nyeri.


 Kompres dingin dapat diberikan sebanyak 1-4
kali selama 15-30 menit.
 Kompres panas 2-3 kali selama 30 menit jika
kompres dingin tidak mencapai hasil yang
memuaskan.
Exercise

 Latihan dimulai pada akhir minggu I.


 Latihan mobilisasi leher kearah anterior,
latihan mengangkat bahu, atau penguatan
otot.
 Hidari gerakan fleksi maupun ekstensi.
Terapi lain

 Invasif non bedah


1. Injeksi IM obat anastesi lokal seperti
lidokain+kortikosteroid.
2. Blokase syaraf spinal menggunakan
anastesi lokal+kortikosteroid.
Pembedahan
 Laminektomi dekompresi
mengambil semua lamina untuk memberikan
ruang pada syaraf dan memberikan akses bagi
spur tulang atau diskus untuk diambil.
Dapat pembedahan terbuka ataupun laparoskopi.
 Laminotomi
hanya mengambil sedikit bagian lamina untuk
membebaskan penekanan atau untuk memberikan
akses pengambilan diskus yang menekan syaraf.
Pencegahan

Menghindari bekerja dengan kepala terlalu


turun atau satu posisi dalam waktu yang
lama, pegangan dan posisi yang sering
berulang.
Terimakasih.
wassalamualaikum…