Anda di halaman 1dari 14

Oleh

Taufik Hidayah
Fabianus Kose Liskar

PEMBIMBING
dr. Reinhard JD Hutahaean, SH, Sp.F
PENDAHULUAN

 Pengetahuan tentang tanda-tanda kematian


merupakan sesuatu yang sangat penting, apalagi
menghadapi kasus kematian yang dicurigai
berhubungan dengan tindak pidana kekerasan
 Lebam mayat merupakan salah satu tanda
kematian yang penting yang berhubungan dengan
proses medikolegal.
LEBAM MAYAT
• Lebam mayat merupakan suatu tanda dari kematian
yang terbentuk akibat kegagalan sirkulasi dalam
mempertahankan tekanan hidrostatik yang
menggerakan darah mencapai pembuluh kapiler yang
dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi sehingga
mengalir ke bawah ke bagian terendah dari mayat.

• Lebam mayat akan tampak sebagai daerah pada kulit


yang berwarna merah – ungu
( livide )
Mekanisme terjadinya lebam mayat
 Lebam mayat terbentuk bila terjadi kegagalan sirkulasi  dalam
mempertahankan tekanan hidrostatik yang menggerakan darah
mencapai capillary bed dimana pembuluh – pembuluh darah kecil
afferent dan efferent saling berhubungan, Maka secara bertahap darah
yang mengalami stagnasi di dalam pembuluh vena dan cabang-
cabangnya akan dipengaruhi gravitasi dan mengalir ke bawah, ketempat
– tempat yang terendah yang dapat dicapai.

 Lebam mayat ini biasanya timbul setengah jam sampai satu jam setelah
kematian
 Menetap dalam waktu kurang lebih 8 – 12 jam
 Menetapnya lebam mayat ini disebabkan oleh karena terjadinya
perembesan darah kedalam jaringan sekitar akibat rusaknya pembuluh
darah akibat tertimbunnya sel – sel darah dalam jumlah yang banyak,
adanya proses hemolisa sel-sel darah dan kekakuan otot-otot dinding
pembuluh darah.

 Penekanan pada daerah lebam yang dilakukan setelah 8 – 12 jam tidak


akan menghilang.
Gambaran Proses Tanatologi
Tabel berikut memperlihatkan opini dari masing-
masing penulis mengenai lebam mayat
Gambar lebam mayat
Letak Lebam Mayat
• Fenomena lebam mayat yang menetap ini sifatnya lebih bersifat
relatif.
• Perubahan lebam ini lebih mudah terjadi pada 6 jam pertama
sesudah kematian.
• Bila telah terbentuk lebam primer kemudian dilakukan perubahan
posisi maka akan terjadi lebam sekunder pada posisi yang
berlawanan.
• Distribusi dari lebam mayat yang ganda ini adalah penting untuk
menunjukan telah terjadi manipulasi posisi pada tubuh.
Hanging
Tenggelam

Baring Duduk
Warna lebam mayat
Secara tipikal lebam mayat  mempunyai warna ungu atau ungu
kemerahan
Penyebab Warna lebam mayat

Terekspose dengan suhu yang Bright pink atau merah terang


dingin

Keracunan carbon monoxide cherry red

Keracunan cyanide Merah terang

Keracunan potassium chlorate, chocolate brown


nitrate, dan aniline
Perbedaan Lebam Mayat dengan Memar
Sifat Lebam mayat Memar
1. Letak Epidermal, karena pelebaran pembuluh Sub epidermal, karena ruptur pembuluh
darah yang tampak sampai permukaan darah yang letaknya bisa superfisial atau
kulit lebih dalam
2. Lokasi Terdapat pada daerah yang luas, terutama Terdapat disekitar bisa tampak dimana saja
luka pada bagian tubuh yang letaknya pada bagian tubuh dan tidak meluas
rendah
3. Gambaran Tidak ada evalasi dari kulit Biasanya membangkak karena resapan
darah dan edema
4. Pinggiran Jelas Tidak jelas
5. Warna Warnanya sama Memar yang lama warnanya bervariasi,
memar yang baru warnanya lebih tegas dari
lebbam mayat
6. Pada pemotongan Pada pemotongan, darah tampak dalam Menunjukkan resapan darah ke jaringan
pembuluh dan mudah dibersihkan, sekitar, susah dibersihkan jaringan sekitar,
jaringan subkutan tampak pucat susah dibersihkan jika hanya dengan air
mengalir. Jaringan subkutan berwarna
merah kehitaman.
7. Dampak setelah Akan hilang walaupun hanya diberi Warnanya berubah sedikit saja jika diberi
penekanan penekanan yang ringan ( sebelum 6 jam) penekanan.
ASPEK MEDIKOLEGAL LEBAM MAYAT
beberapa manfaat lebam mayat bagi
kepentingan medikolegal,
yaitu :
1. Tanda pasti kematian
2. Lama kematian
3. Posisi mayat waktu mati
4. Posisi mayat telah dirubah
sesudah mati
5. Sebab kematian
( seperti pada keracunan CO,
sianida )