Anda di halaman 1dari 22

AIR ASAM TAMBANG / ACID MINE

DRAINAGE:
Air Asam Tambang atau Acid Mine Drainage (AMD) adalah
air yang bersifat asam yang berasal dari bukaan tambang
yang mengandung mineral-mineral sulfida (seperti pirit).
Mineral sulfida banyak terdapat pada deposit tambang
batubara dan logam.

AAT terbentuk krn selama proses penambangan, mineral


sulfida teroksidasi oleh oksigen menjadi asam sulfat yang
terlarut ke dalam air.

Limbah batuan hasil penambangan/tailing juga merupakan


sumber AAT
SUMBER AIR ASAM TAMBANG:

1. Penambangan
2. Pengolahan batuan
3. Tailing
Mineral sulfida logam :

FeS2 : pirit MoS2 : molybdenite


FeS2 : marcasite NiS : millerite
FexSx : pyrrhotite PbS : galena
Cu2S : chalcocite ZnS : sphalerite
CuS : covellite FeAsS : arsenopyrite
CuFeS2 : chalcopyrite

Pyrite & marcasite : penyebab utama AMD


REAKSI PEMBENTUKAN AAT

4FeS2 + 15 O2 + 14 H2O → 4 Fe(OH)3 + 8 H2SO4


Pyr ite + Oksigen+ Air 􀃆 + asam sulfat

FeS2

Fe(OH)3, H2SO4
MEKANISME PEMBENTUKAN AAT
2+
1. FeS2 + 7/2O2 + H2O  Fe + 2SO42- + 2H+
2. Fe2+ + 1/4O2 + H+  Fe3+ + 1/2H2O
3. Fe3+ + 3H2O  Fe(OH) + 3H+
3

4. FeS2 + 1/4Fe3+ + H2O  15Fe2+ + 2SO42- + 16H+

Pada reaksi 1, pyrite teroksidasi membentuk asam (2H+), sulfat dan


besi ferrous (Fe2+).
Pada reaksi 2, besi ferrous akan teroksidasi membentuk besi ferri
(Fe3+) dan air pada suasana asam.
Pada reaksi 3, besi feri (Fe3+) di hidroksida dan membentuk
hidroksida besi dan asam.
Pada reaksi 4, hasil reaksi 2 akan bereaksi dengan pyrite yang ada,
dimana besi ferri bertindak sebagai katalis, sehingga terbentuk besi
ferrous, sulfat dan asam.
Proses pembentukan AAT terjadi secara spontan, pH dapat
mencapai 2. Hal ini memacu pertumbuhan bakteri
pengoksidasi sulfur (menjadi sulfat) seperti Thiobaccillus
ferrooxidans, sulfolobus, Acidianus, dll.

Bakteri menyerang kristal pirit sehingg semakin mudah


teroksidasi

Fe tereduksi yang masih tersisa bereaksi dg logam lain,


seperti K, membentuk KFe3(SO4)2(OH)6 berupa endapan
kuning kecoklatan, khas pada AAT, disebut dg
Yellowsboys.
Endapan Sulfida besi di perairan menyebabkan air menjadi asam
Kemasaman tinggi mengakibatkan:

1. Mineral basa, seperti K, Na, Ca, dan Mg mengendap

2. Mineral-mineral Fe, Mn, Al, Cu, Zn, Cd, Ni, dan Hg


melarut.
Jika mineral ini terbawa ke sumber air, AAT merusak
produktivitas biologis sistem akuatik tersebut.
Jika parah, maka air menjadi tidak aman konsumsi
dan penggunaan lain, seperti irigasi, industi, dan
rekreasi.
DAMPAK NEGATIF KONDISI ASAM TERHADAP
LINGKUNGAN

Biotik
Tumbuhan tidak dapat tumbuh subur atau bahkan mati
Ikan tidak dapat hidup dilingkungan dengan pH rendah

Abiotik
Mempercepat korosi pada peralatan tambang
Dapat mengurangi produktivitas kinerja alat

Sosial
Air tidak dapat dipergunakan oleh masyatakat
Menyebabkan penyakit misalnya : Diare, kerusakan pada
gigi.
PENGELOLAAN AAT:
Secara garis besar teknik pengelolaan AMD dibedakan:
1. aktif (active treatment)
2. pasif (passive treatment).

1. AKTIF:
a. Menyelubungi tailing dg bahan yang permeabilitasnya rendah
untuk mencegah meluasnya air asam tambang.
b. Mencampur tailing dg kapur, atau bahan lain untuk menaikkan pH.

Di Amerika Serikat industri pertambangan menghabiskan


1 juta dolar per hari untuk perlakukan aktif.

2. PASIF
Dengan membuat kolam atau rawa.
Prinsip perlakukan pasif adalah membiarkan reaksi kimia
dan biologi berlangsung secara alami, dg memanfaatkan
bahan organik, mikroorganisme dan tanaman.
Penciptaan rawa buatan sekitar tambang dilakukan dengan
cara mengeruk tanah untuk membentuk kolam–kolam
dangkal dan membangun tanggul disekelilingnya sehingga
cukup kuat untuk menampung air dalam volume yang
besar ketika hujan turun sewaktu-waktu

Beberapa jenis tumbuhan air dari genus Cyperus,


Eleocharis, Fimbristylis, Pennisetum, dan Phragmites atau
tanaman lain yang ditemukan tumbuh baik di sekitar lokasi
penambangan berpotensi untuk digunakan.
Tumbuhan air berfungsi:

1. Sebagai tempat menempelnya bahan organik, tempat hidup


mikroba, dan beberapa fungsi ekologis yakni penyimpan
karbon (C) dan nitrogen (N).
2. Pengakumulasi logam, akar tanaman sebagai permukaan
mampu menjerap Fe dan logam -logam lain.

Bahan organik berfungsi:

a. Menghambat oksidasi pirit melalui mekanisme:


1. Terjadi perombakan bahan organik secara aerob oleh
bakteri sehingga oksigen menjadi berkurang.
2. Terjadi pengambilan Fe dari larutan karena terbentuk
senyawa yg komplek antara logam dan bahan organik
b. Sumber nutrisi bagi tanaman
Mikroorganisme berfungsi:

1. Mikroorganisme yang diinokulasikan/ditambahkan


adalah kelompok bakteri pereduksi sulfat (BPS):
Desulfovibrio, Desulfotomaticulum, Desulfarculus,
Desulfofacirum, Sulforospririllum, dan Deslulfococcus.

2. Bakteri mereduksi sulfat menjadi H2S yg menguap, atau


menjadi bentuk logam-S yang mengendap
Gambar berikut adalah bbrp bentuk fisik kolam/rawa :
A. Kolam tanpa penambahan bahan organik
B. Kolam dengan penambahan bahan organik

A. Kolam tanpa penambahan bahan organik


B. Kolam dengan penambahan bahan organik
Endapan Sulfida besi di perairan menyebabkan air menjadi asam