Anda di halaman 1dari 13

Akuntansi

Organisasi Keagamaan
Our Team
Mochammad Melfin Zainul Asy’qin
180810301187

Floradya Shafuti 180810301188

Kavita Faizatus Zahro


180810301190

2
Pengertian
╸ Organisasi keagamaan disebut oleh Bastian(2007) yaitu organisasi yang focus gerakannya
terkait dengan agama tertentu,yang menyangkut juga permasalahan ibadah atau menjalankan
segala kewajiban Tuhan terkait agama atau kepercayaan tertentu. Organisasi keagamaan
mengacu pada organisasi dalam sebuah tempat peribadatan seperti Masjid, Gereja ,Kuil,
Klenteng maupun Pura.

3
Tujuan Organisasi Tujuan Keuangan
Keagamaan
Tujuan keuangan ditujukan untuk mendukung
terlaksananya tujuan pelayanan peribadatan yang
memadai yang memenuhi standar sesuai aturan dalam
ajaran agama tersebut serta menunjang tujuan lain
Tujuan Utama seperti tujuan sosial kemasyarakatan.

Memberikan pelayanan dan menyelenggarakan seluruh


aktivitas yang dibutuhkan maupun yang telah menjadi
ritual ibadah rutin dalam organisasi keagamaan yang
bersangkutan.Jadi,intinya tujuan dari semua organisasi
keagamaan adalah melayani atau pengikut agamanya.

4
Fungsi dan Peran Organisasi
Keagamaan

Tempat beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan

Tempat pembinaan kesadaran dalam beragama bagi umat agama


tersebut.
Tempat bermusyawah untuk memecahkan masalah umat.

Tempat membina kerukunan dan gotong royong antar umat

5
Manajemen Organisasi
Keagamaan

• Pengelolaan dan pengurusan atau manajemen tempat peribadatan biasanya berada


pada atu tokoh agama yang disegani. Tokoh atau kelompok yang berpengaruh
biasanya mengarahkan semua kebijakan dan pengelolaan organisasi.
• Biasanya struktur organisasi pada tempat peribadatan termasuk masjid tidak telalu
formal dan sederhana.

6
Manajemen Keuangan
Organisasi Keagamaan
Terdapat 2 fungsi dalam manajemen keuangan :
1. Mendapatkan Dana

2. Menggunakan Dana

Pengertian manajemen keuangan organisasi peribadatan

Usaha yang dilakukan pengelola tempat ibadah dalam menggunakan dana umat sesuai dengan
ketentuan dalam ajaran agama dan kepentingan umat beragama, serta bagaimana memperoleh dana
dari umat dengan cara-cara yang dibenarkan oleh ajaran agama.

7
Manajemen Keuangan
Organisasi Keagamaan

Alat untuk melaksanakan manajemen keuangan adalah tata usaha

Tata usaha dibagi menjadi 2 kelompok :

1. Tata usaha umum atau administratif

2. Tata usaha keuangan

Jadi akuntansi untuk organisasi keagamaan merupakan tata usaha keuangan organisasi keagamaan.

Dari sumber pendanaan,organisasi keagamaan sangat berbeda dalam hal bentuk dan jenisnya.Sumber pendanaan berasal dari umat
dan sumbangan pihak tertentu.Aliran dana dari umat dilakukan dengan sukarela,sehingga karakteriktik dan yang diperoleh sulit

diprediksi .

8
Akuntabilitas Pada Organisasi
Keagamaan, Pentingkah?

Pola pertanggungjawaban di organisasi keagamaan dapat bersifat vertical dan horizontal.


Pertanggungjawaban vertical adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang
lebih tinggi,seperti Pembina apabila organisasi keagamaan tersebut memakai sistem struktural.
Pertanggungjawaban horizontal adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas,khususnya
pengguna dan penerima layanan organisasi keagamaan yang bersangkutan.

9
Peran Strategis Akuntansi Dalam
Organisasi Keagamaan

1. Akuntansi dapat membantu dan mempermudah pengelola atau pengurus masjid


dalam mengurus dan mengelola dalam menyusun laporan pertanggungjawaban yang
akurat dan dapat dipercaya.
2. Akuntansi juga dapat dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan fungsi dan
peran masjid selain untuk tempat beribadah. Misalnya untuk mencerdaskan umat.
3. Akuntansi juga dapat sebagai alat pengendalian manajemen.

10
Implementasi Akuntansi Pada
Organisasi Tempat Ibadah

Organisasi keagamaan atau organisasi tempat ibadah termasuk dalam organisasi nirlaba.
Untuk perlakuan akuntansinya dan pelaporan keuangannya mengacu pada PSAK 45 tentang
Standar Akuntansi untuk Entitas Nirlaba. Laporan keuangan masjid masih dibuat dalam
bentuk dua lajur, yaitu lajur pemasukan dan pengeluaran. Laporan keuangan masjid memuat
darimana saja sumber dana diperoleh dan untuk apa saja dana tersebut dikeluarkan.

11
Siklus Akuntansi Nirlaba
1. Tahap Pencatatan

Terdiri atas pengidentifikasian dan pengukuran dalam transaksi dan buku pencatatan.

2. Tahap Pengikhtisaran

Terdiri dari penyusunan neraca saldo berdasarkan akun buku besar,pembuatan ayat jurnal penyesuaian,kertas
kerja,ayat jurnal penutup, ayat jurnal pembalik.

3. Tahap Pelaporan

Terdiri dari laporan surplus-deficit,laporan arus kas,neraca,dan catatan atas laporan keuangan.

12
Thank
You
Any Question?

13