Anda di halaman 1dari 17

Preanalytical Systems

Kepastian
Kepastian Kualitas
Kualitas

Bimbingan Phlebotomy

Versi: 3.071
Preanalytical Systems

Komplikasi
Komplikasi Pasien
Pasien
5-3

Hematoma
• Hematoma disebabkan oleh darah yang bocor
ke dalam jaringan di sekitar tusukan vena dan
lalu membeku.
Hal ini bisa menimbulkan kegelisahan atau
kekhawatiran pada pasien.
• Bila hematoma terjadi, tempat ini tidak bisa
dipakai sebagai titik masuk sampai hematoma
teratasi.
• Jika ada hematoma, pilih tempat lain, lakukan
penusukan vena pada posisi distal terhadap
hematoma.

Preanalytical Systems
5-4

Petechiae
• Petechiae adalah titik perdarahan merah kecil
tidak timbul yang muncul pada kulit pasien.
• Petechiae bisa terjadi saat hitung platelet rendah
dan / atau fungsi platelet abnormal. Bisa terjadi
bila dinding kapiler rapuh, namun jarang terjadi.
• Pasien bisa sudah mengalami petechiae sebelum,
atau bisa muncul setelah dipasang tourniquet.
• Adanya petechiae tidak berarti bahwa
phlebotomist telah melakukan tindakan yang
keliru.
• PERHATIAN: Petechiae memberikan indikasi
bahwa pasien bisa mengalami perdarahan
panjang setelah penusukan vena.

Preanalytical Systems
5-5

Syncope
• Pasien dengan riwayat pingsan hendaknya
ditempatkan pada posisi berbaring.
• Selama tindakan phlebotomy, pasien bisa saja
mengatakan bahwa ia merasa tidak sehat atau
bahkan bisa kehilangan kesadarannya.
• Lepaskan tourniquet
• Tarik jarum, dan tempatkan pasien dengan
kepala lebih rendah dari jantung.
• Selalu pastikan agar pasien secara fisik dijaga
untuk mencegah cedera kalau-kalau ia pingsan.
• Berikan kompres dingin di belakang leher dan di
kening.
• Lihat standard operating procedure lab untuk perintah
lebih lanjut.

Preanalytical Systems
5-6

Vena Berparut
• Vena normal memiliki pegas atau
kelenturan ketika ditekan.
• Beberapa vena pasien terasa keras
dan kurang lentur. Vena-vena ini
dikatakan mengeras atau sklerosis.
• Parut ini bisa karena vena ditusuk
berkali-kali, peradangan, penyakit,
atau iritasi karena obat kemoterapi
yang diberikan secara intravena.
• Ambil darah di bawah vena yang
rusak itu atau pilih daerah lain.

Preanalytical Systems
Preanalytical Systems

Spesimen
Spesimen Tidak
Tidak Cukup
Cukup
5-8

Hemolysis
• Sel darah merah selaputnya rapuh dan
mudah rusak jika spesimen darah
ditangani dengan salah, yang kemudian
menimbulkan hemolysis.
• Hemoglobin lalu dilepaskan ke bagian cair
dari spesimen dan plasma akan tampak
berwarna merah muda sampai merah.
• Isi sel yang lain, misalnya enzym, elektrolit,
juga dilepaskan.
• Adanya hemolysis membuat banyak hasil
test tidak absah dan mungkin perlu diambil
sample baru lagi.

Preanalytical Systems
5-9

Penyebab hemolysis
Penyebab hemolysis termasuk:
1. Mencampur tabung yang mengandung penambah
dengan gerakan yang terlalu keras.
2. Darah berbusa ketika bevel hanya masuk sebagian ke
dalam rongga vena, atau bila jarum tidak terpasang
dengan benar ke holder.
3. Menggunakan tabung hampa yang terlalu besar untuk
diameter jarum yang dipakai.
4. Menusuk vena sebelum alkohol mengering, yang
membuat alkohol bercampur dengan sample.
 

Preanalytical Systems
5-10

Tabung Terisi Sebagian

• Tabung hampa berisi hampa pada


tingkat yang telah sebelumnya diukur
untuk menghisap darah sampai volume
tertentu.
• Tabung yang telah kehilangan hampa
tidak akan menghisap darah dengan
volume yang benar.
• Ilustrasi di samping menunjukkan tabung
dengan penambah yang dirancang untuk
mengambil 4.5 mL darah. Bila penuh,
volume keseluruhan dengan penambah
adalah 5 mL.

Preanalytical Systems
5-11

Tabung Terisi Sebagian

• Jika tabung mengandung penambah, adalah penting


diketahui bahwa perbandingan penambah dengan
darah harus tepat.
Jika tidak, hasil test-nya tidak absah. Tabungnya akan
dicatat sebagai “jumlah tidak mencukupi" (quantity not
sufficient, QNS) dan ditolak oleh laboratorium untuk
dianalisa.
• Jika tabung tidak mengandung penambah, tabung
tetap bisa ditolak sebagai QNS jika volume darah tidak
cukup untuk melakukan pemeriksaan yang diminta.

Preanalytical Systems
Preanalytical Systems

Pencemaran
Pencemaran Spesimen
Spesimen
5-13

Penambah
• Pencemaran spesimen bisa
terjadi ketika tabung yang
mengandung penambah diambil
pada urutan yang tidak benar.
• Penambah dari tabung
sebelumnya bisa berpindah ke
tabung berikutnya, khususnya jika
darah dibiarkan menyentuh
bagian belakang jarum.
Darah pada atau di dalam jarum
akan berpindah ke tabung
berikutnya. Penambah ini bisa
membuat hasil test tidak absah.

Preanalytical Systems
5-14

Penambah
• Jika digunakan syringe, darah
harus dipindahkan ke tabung
hampa.
Isi tabung dengan cepat, mulai
dari tabung yang berisi
antikoagulan dulu karena
darah mulai membeku setelah
keluar dari pembuluh darah.
Jarum harus di atas tingkat
isian tabung, jika tidak bisa
terjadi pencemaran spesimen.

Preanalytical Systems
5-15

Cairan IV
• Sample darah jangan pernah diambil
di atas lokasi infus intravenous (IV),
karena semua test menjadi tidak
absah.
• Darah yang diambil di atas lokasi
infus akan diencerkan oleh cairan
infus, ini kadang-kadang
mengurangi konsentrasi semua
yang sedang diukur.
• Namun kadang juga bisa
menambah konsentrasinya,
misalnya konsentrasi glucose akan
meningkat jika diambil di atas infus
glucose.
• Lihat standard operating procedure
lab untuk instruksi lebih lanjut.

Preanalytical Systems
5-16

Alkohol
• Pencemaran spesimen bisa terjadi jika alkohol
tidak dibiarkan mengering sendiri secara
sempurna sebelum penusukan.
• Bila mengambil untuk kultur darah, harus hati-
hati sehingga disinfectant yang dipakai untuk
membersihkan dan mensterilkan lokasi telah
mengering. Jika tidak, ia bisa masuk ke tabung
dan menghambat pertumbuhan bakteri dalam
darah.

Preanalytical Systems
5-17

Alkohol
• Alkohol jangan dipakai sebagai
bahan pembersih pada pengambilan
spesimen darah-alkohol.
• Adalah tidak mungkin bagi
phlebotomist untuk tahu bahwa
pencemaran telah terjadi ketika
melakukan test di laboratorium.
Ini bisa membuat hasil dalam
pelaporan menjadi tidak absah yang
berpengaruh buruk terhadap pasien.

Preanalytical Systems